ASMARANTI ( Istri Pengganti )

ASMARANTI ( Istri Pengganti )
24. Makan Siang Abi dan Ranti


__ADS_3

...Prinsip Hubungan adalah Sabar dan Bertahan, Bukan Berantem Lalu Udahan...


...🍁...


Sampai di kamar Ranti menghempaskan berat tubuhnya di kasur, dengan perasaan yang bercampur aduk. Tidak ingin terus larut dalam perasaan yang kacau, Ranti memilih memejamkan mata untuk segera beristirahat.


Tok tok tok


Belum lama Ranti merebahkan tubuhnya terdengar pintu kamarnya yang di ketuk dari luar "Iya, Sebentar" Jawab Ranti


Bergegas Ranti membuka pintu kamarnya "Ehh Bapak, ada apa pak ?" Tanya Ranti ketika mendapati sosok bapak kos yang berdiri tepat di depan pintu kamarnya.


"Ini ada titipan buat nak Ranti" Jawab pak kos dengan senyuman


Ranti tampak memicingkan mata "Titipan ?, dari siapa pak ?" Tanya Ranti kemudian


"Bapak kurang tahu, hanya saja dia tampan sekali nak Ranti" Jawab pak kos dengan senyum lebarnya


Ranti mengerutkan dahi, sejenak berfikir "Mas Bian ya pak ?" Sergah Ranti lagi


"Bukan, bukan nak Bian, Nak Bian Memang tampan, Tapi ini Lain, Sudah di ambil saja, siapa tau didalam ada identitas pengirimnya" saran pak kos


Ranti hanya mengangguk sopan dan segera menerima bungkusan Paper bag yang sepertinya terisi beberapa makanan dan cemilan.


"Kalau begitu bapak permisi" ucap pak kos , dan Ranti membalas dengan anggukan kepala sopan.


Ranti masuk kedalam kamarnya lagi dengan perasaan Bingung "Siapa yang kirim makanan malam-malam begini ?" Gumam Ranti dengan suara lirih.


Bergegas Ranti membuka paper bag tersebut dan melihat apa isi di dalamnya, dan benar saja paper bag tersebut berisi makanan, buah-buahan kupas dan juga beberapa cemilan .


Mencari sosok pengirim makanan nyatanya tidak ada identitas apa pun di dalam paper bag tersebut, meski merasa lapar namun Ranti tidak ingin segera menyentuh makanan tersebut sebelum tahu sosok sang pengirim.


Tring Tring


Dering telepon yang terdengar oleh pasang telinga Ranti, begitu nyaring dan memekakkan telinga.


"Mas Abi !" gumam Ranti dengan mengerutkan kedua alis


Segera Ranti menggeser ikon tombol hijau keatas


"Hallo mas Abi ?"


"Hallo Ran, Bagaiman ? Sudah di terima makanannya ?"


Ranti tampak berfikir sejenak dan melihat beberapa makanan di hadapannya "Oh, Mas Abi yang kirim ?, Terima kasih sebelumnya, Ranti sudah terima Mas"


"Tidak perlu sungkan, makanlah yang banyak supaya kondisimu cepat pulih"


Mendengar hal itu Ranti mengulas sebuah senyum manis di bibirnya, ada rasa bahagia yang menyelinap dalam dada ketika dirinya di mendapatkan sebuah perhatian dari Abi, meskipun hanya sebuah perhatian kecil, namun Ranti sangat bahagia.


"Baik mas, Terima kasih"

__ADS_1


"Baiklah, Segeralah makan dan istirahat, aku akan menutup teleponnya" Setelahnya telepon di tutup oleh Abi


Mendapatkan sedikit perhatian dari sang suami nyatanya mampu meluluhkan hati Ranti yang sebelumnya di rundung kesedihan.


***


Waktu pun berganti, dan Hari berganti Hari


Seperti biasa Ranti akan sibuk dengan beberapa kertas penting di mejanya, kondisi kakinya pun juga sudah semakin membaik.


💌 Aku ingin mengajak Mu makan siang, apa kau ada waktu ?


Sebuah pesan singkat yang masuk ke handphone Ranti dengan nama pengirim Suamiku


Ranti tersenyum mendapatkan pesan dari Abi, merasakan kehangatan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya terlebih setelah dia menikah dengan Abi.


💌 Baiklah, Aku akan menunggu mas Abi di Lobby


Balasan yang di kirim oleh Ranti pada sosok Abi di ujung telepon


Tidak ingin buang waktu Ranti segera menyelesaikan beberapa dokumen yang tersisa, agar dirinya tidak terlambat untuk menemui sang suami.


"Mba Sarah , Mba Sarah !" Ranti berlari menghampiri Sarah yang akan masuk kedalam ruangan Bian


"Ada apa sih ran, lari-lari kaya anak kecil aja" Ucap Sarah dengan menghentikan langkahnya.


"Mba , ini Ranti titip dokumen buat Pak Bian ya" Ucap Ranti dengan sedikit terengah akibat sesak di dada karena berlarian sebelumnya.


"Udah di sini kenapa nggak di kasih sendiri aja sih ran ?" Tanya Sarah lagi


Seketika Sarah mengulas senyum canda "Cie , Janji sama siapa Ran , Tumben siang-siang ada janji, Biasanya juga sama Pak Bian" Goda Sarah dengan mengeringkan mata pada Ranti yang seketika bersemu merah pada pipinya.


"Ada deh mba, Kepo deh mba Mba Sarah ini" Jawab Ranti dengan mengulas senyum.


Setelahnya Sarah meraih beberapa dokumen yang di bawa oleh Ranti, dan segera membawanya masuk dan menyerahkan pada bos besarnya.


"Makasih Loh, Mba Sarah baik deh" Ucap Ranti dengan tergesa, kemudian Berlari meninggalkan Sarah yang masih berdiri mematung, Sarah yang melihat kejadian tersebut hanya menggelengkan kepala.


Tok tok tok


"Selamat siang pak Bian" Ucap Sarah ketika memasuki ruang kerja Bian. Bian menjawab dengan anggukan kepala.


"Maaf ini beberapa dokumen yang Bapak minta" Ucap Sarah lagi dengan menyodorkan beberapa dokumen penting.


"Letakkan di sana, nanti saya periksa" ucap Bian dengan suara dingin, dan pandangan yang masih fokus dengan dokumen di depannya.


Segera Sarah meletakkan dokumen tersebut di meja Bian.


"Ohya Sarah, bisa kau panggilkan Ranti, minta dia datang ke ruangan ku sekarang" Pinta Bian pada sang sekertaris


Sarah tampak mengerutkan dahi "Maaf pak, Tapi Sepertinya Ranti Keluar kantor, Ranti sempat mengatakan pada saya jika sedang ada janji" Jawab Sarah

__ADS_1


"Ohya, dan juga ini, Ranti menitipkan beberapa dokumen untuk bapak periksa" Ucap Sarah dengan menyodorkan dokumen lain yang sebelumnya di titipkan Ranti padanya, untuk di serahkan pada Bian.


Bian tampak memicingkan mata, meneliti kebenaran dari ucapan Sarah sebelumnya "Baiklah, kau bisa keluar" Ucap Bian kemudian.


Meski ada sedikit rasa penasaran Bian memilih untuk abai , dan kembali Menyibukkan diri dengan pekerjaannya, mungkin akan menanyakan soal Ranti ketika mereka bertemu nanti, kemana dia pergi dan dengan siapa Ranti pergi.


Bukan sebuah rahasia di kantor tersebut jika Bian Menyukai Ranti, namun Ranti abai pada perasaan sang bos besar, banyak karyawan merasa iri pada Ranti , ada juga yang menganggap Ranti sombong, karena di sukai sosok Bian namun begitu acuh padanya.


***


Diwaktu yang sama dan masih dalam satu tempat, Ranti di duduk di sofa Lobby dengan perasaan bahagia, menunggu Abi yang sebelumnya telah membuat janji dengan dirinya.


Beberapa kali terlihat Ranti yang melongok smartphone miliknya untuk memastikan jika.ada pesan atau telepon yang masuk dari Abi.


Benar saja tidak butuh waktu lama mobil yang di kendarai Abi telah terparkir di depan, dan Ranti bergegas untuk keluar.


"Mas " panggil Ranti dengan mengulas sebuah senyuman manis . Dan Abi membalas dengan senyuman


Setelahnya Ranti dan Abi melaju memecah padatnya jalanan kota siang itu. Sejenak suasana didalam mobil tampak canggung.


"Apa kakimu sudah sembuh" tanya Abi kemudian


"Oh, ini sudah lebih baik mas Abi " Jawab Ranti


"Syukurlah"


"Tumben mas Datang ?" Tanya Ranti, karena sejak sebelumnya Ranti merasa sangat penasaran.


Pasalnya Abi merupakan seorang CEO yang sangat sibuk, sudah pasti dia tidak akan banyak waktu jika hanya untuk sekedar menemui dirinya.


Abi terlihat mengukir sebuah senyuman "Ada beberapa Pekerjaan di sini yang harus aku selesaikan, Jadi sekalian aku ingin menemui dirimu" Ucap Abi kemudian.


"Oh" Jawab Ranti singkat dengan menganggukkan kepala.


Tiba di tempat yang di tuju oleh Abi sebelumnya, sebuah restoran seafood yang menjual beraneka ragam hidangan seafood.


Ranti tampak berbinar ketika mobil Abi terparkir di halam An restoran, pasalnya seafood merupakan salah satu makanan favorit nya.


"Kau suka ?" Tanya Abi , ketika melihat raut wajah Ranti yang begitu bersemangat . Dan Ranti menjawab dengan anggukan penuh semangat


"Ranti suka mas " Ucap Ranti dengan wajah berbinar yang menatap lekat wajah Abi.


Melihat raut kebahagiaan pada wajah Ranti membuat Abi merasa senang, ingin sekali dirinya meraih dan memeluk Ranti saat itu juga.


Ingin mengatakan maaf, karena telah banyak melukai hatinya, namun Abi terlalu gengsi untuk mengarahkan hal itu.


"Yuk" Ajak Abi . Ranti menjawab dengan anggukan kepala.


Setelah mencari tempat duduk yang di rasa strategis , Abi dan Ranti memilih beberapa menu makanan yang ingin mereka pesan.


Beberapa saat menunggu akhirnya makanan yang di pesan datang dan siap tersaji di meja makan tersebut.

__ADS_1


Ranti merasa air liur yang sudah memenuhi rongga mulut, dan tidak sabar untuk segera menyantap makanan pesanannya.


***


__ADS_2