
Berharap malam ini akan cepat berlalu, Ranti bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, menghilangkan penat dan lelah jiwa dan raga nya.
Beberapa.saat berlalu Ranti pun telah selesai dengan ritual mandi nya. Tidak menunggu lama Ranti bergegas keluar dari kamar mandi.
Ceklek.
Pemandangan yang cukup mengejutkan bagi Ranti , mendapati Abi telah berada di depan pintu kamar mandi. Karena memang Abi sengaja menunggu Ranti.
"Mas"
Panggil Ranti dengan wajah bingung, mendapati Abi masih berada di rumah tersebut. Sementara Abi hanya diam dan tidak bergeming.
Melihat reaksi Abi yang hanya diam, Ranti memilih berlalu dan segera mengganti pakaian ya. Namun tidak di sangka gerakan Ranti kalah cepat dengan Abi yang nyatanya telah menarik pergelangan tangan Ranti, hingga Ranti terpelanting kebelakang.
Abi segera menangkap tubuh Ranti, Mendekapnya penuh erat, sejenak tatapan keduanya beradu. Ranti tahu betul tatapan apa yang Abi berikan padanya. Sebuah tatapan yang mengisyaratkan sebuah kerinduan yang mendalam.
Abi begitu terlihat lelah dan sangat tersiksa, sama hal nya dengan Ranti yang juga merasakan hal yang sama.
"Maafkan aku Ranti" ucap Abi lirih.
Mendengar hal itu Ranti hanya mengulas senyum simpul.
"Maafkan aku karena tidak mempercayai ucapan mu" ucap Abi lagi.
"Mas Abi tidak perlu meminta maaf, Ranti tahu" jawab Ranti kemudian.
Bukan tanpa alasan Abi mengatakan hal itu, Abi jelas telah menyuruh orang kepercayaan ya untuk selalu menjaga sang istri, dan semua informasi lengkap Abi dapatkan dari orang suruhannya tersebut.
Keduanya tersenyum bersama seiring mencairnya hati yang sebelumnya saling menyakiti.
"Kau Terlihat lebih cantik sayang" ucap Abi lirih.
Tatapan penuh damba yang Abi perlihatkan seolah mengisyaratkan sebuah keinginan yang begitu terpendam dalam diri Abi.
"Aku merindukan mu Ranti"
"Mas"
"Sebaiknya Mas Abi pulang"
Bukan membalas ucapan Abi, Ranti justru meminta Abi Untuk segera kembali.
"Apa kau tidak ingin aku di sini ?" Tanya Abi dengan mengerutkan dahi.
"Bukan begitu mas, Hanya---"
__ADS_1
Belum juga Ranti menyelesaikan ucapannya, Abi telah lebih dulu membungkam Ranti dengan sebuah kecupan yang begitu hangat.
Terasa begitu lembut dan sangat menyenangkan, hingga Ranti pun turut larut dan membalas kecup@an Abi Dengan begitu lembut.
Keduanya menghentikan tautan setelah mendapati oksigen dalam diri Abi dan Ranti seolah habis. Keduanya tertawa bersama menikmati keindahan malam yang terasa menyenangkan, dengan rasa rindu yang selama beberapa hari ini tertahan.
Melihat Ranti yang begitu terlihat mempesona, Abi pun tak kuasa menahan untuk tidak menyentuh istri nya tersebut. "Boleh kah aku melakukanya?" tanya Abi dengan suara begitu lembut.
Mendengar hal itu Ranti ymhanya menganggukkan kepala, tidak ada alasan bagi Ranti untuk tidak memberikan apa yang memang menjadi hak Abi sebagai seorang suami.
Kini Abi telah berada di tempat yang begitu nyaman, bersama Ranti yang telah dia rindukan, menyalurkan segala hasrat yang terpendam.
"Mas "
"Ya"
"Pelan-pelan ya"
Pinta Ranti dengan wajah bersemu merah. Mendengar hal itu Abi hanya tersenyum simpul.
"Memangnya kenapa, bukankah kau menyukai ---"
Suuttt, Belum juga Abi menyelesaikan ucapannya, Ranti segera menempelkan telunjuknya di bibir sang suami.
"Aku mohon mas, Entah mengapa aku hanya ingin mas Abi melakukanya dengan hati-hati" Pintabranti lagi.
Keduanya terlibat dalam olah raga panas malam ini, begitu lembut dan sangat hati hati Abi memperlakukan Ranti.
Sampai pada saat penyatuan kedua inti dari keduanya, Ranti begitu menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Abi.
Tidak ada sedikitpun keraguan dan penolakan yang Ranti lakukan, keduanya hanya larut dalam kenikmatan , saling menghangatkan.
"Mas Abi"
"Em"
Ucap Abi dengan suara serak, keduanya masih terlihat dalam olah raga panas.
"Ada apa sayang , ka Tama kan" ucap Abi dengan nafas tersengal.
Mendengar hal itu Ranti milih kembali diam dan kembali menikmati setiap sentuhan kasih sayang yang Abi berikan.
Malik ini begitu terasa nikmat, hingga beberapa kali terjadi penyatuan. Abi seolah begitu merindukan Ranti yang telah beberapa hari tidak dia sentuh.
***
__ADS_1
waktu menunjukan pukul 03.45 dini hari, Kini Abi dan Ranti berada dalam bathtub bersama menikmati air hangat yang merendam tubuh keduanya.
Ranti yang menyandarkan tubuhnya di dada Abi , menikmati aroma terapi yang begitu menenangkan. Tidak ada adegan panas seperti sebelumnya, kini keduanya hanya saling berkas sayang dengan menikmati hangatnya Air yang membasahi tubuh keduanya.
"Ranti"
"Em, Iya mas "
"Aku ingin kau berjanji untuk tidak meninggalkan ku apa pun yang terjadi"
Pinta Abi dengan suara lirih, sangat lirih, namun jelas terdengar oleh pasang telinga Ranti. Meski Abi mengatakannya dengan begitu serius dan terdengar sangat tulus. Namun entah mengapa Ranti tidak memiliki jawaban untuk pernyataan Abi tersebut.
"Ranti tahu ini berat untuk kita mas, Tapi Ranti juga ingin meminta satu hal pada mas Abi"
"Apa ?" jawab Abi cepat
Ranti sejenak terdiam, menjeda Ucapannya sebelum dia mengatakan apa yang menjadi keinginan nya.
"Ranti mohon mas Abi berjanji untuk satu hal saja"
"Katakan"
"Ranti ingin mas Abi tidak pernah meninggalkan Kak Dewi apa pun yang terjadi"
Ucap Ranti lirih dengan menghela nafas dalam, sejenak memejamkan mata , meski Ranti mengatakan dengan penuh keyakinan, namun jujur sakit rasanya dirinya harus berkata demikian, dan entah sampai kapan Ranti akan tetap sabar membagi cinta dan rumah tangga. Jujur ini sangat berat.
Mendengar pernyataan Ranti, Abi pun hanya bergeming. Jika pernyataan tersebut di katakan saat Ranti belum menjadi istri Abi, mungkin Abi akan langsung mengatakan YA, tanpa keraguan.
Namun semenjak bersama Ranti, entah mengapa Abi merasa Ranti telah menduduki porsi besar dalam hatinya saat ini.
Meski Abi tidak bisa begitu saja mengabaikan keberadaan Dewi. Karena bagaimana pun Dewi merupakan cinta pertama Abi, seseorang yang begitu menggetarkan Abi di masa lalu.
Hening.
Kini keduanya hanya saling diam dengan pikiran masing masing, entah apa yang ada dalam pikiran keduanya, hanya Abi dan Ranti yang mengetahuinya.
Hingga beberapa saat keduanya selesai dengan ritual membersihkan diri.
Setelah mengenakan pakaian dan kembali merebahkan tubuh diatas tempat tidur, keduanya hanya saling menghangatkan dengan usapan-usapan lembut penuh kasih sayang.
Keduanya hanya ingin menikmati moment kebersamaan yang ada, karena kedepannya hal ini akan sangat sulit untuk mereka lakukan .
Hingga pagi menjelang Ranti menjalankan perannya sebagai istri yang baik bagi Abi.
Pagi itu seperti biasa Ranti menyiapkan sarapan untuk sang suami. Menu sederhana yang Ranti buat, Nasi goreng dengan Telur dadar , Serta Jus jeruk yang menjadi pelengkap pagi keduanya. Menikmati sarapan bersama dengan hati bahagia yang tengah di rasa. Meski tidak akan mudah keduanya lalui bersama.
__ADS_1
***