
"Jadi Kau tinggal di sini ?" Tanya Abi ketika sampai di kos yang beberapa tahun terakhir di tempati oleh Ranti.
Setelah menempuh perjalanan beberapa saat dari rumah menuju kos, akhirnya Abi memarkirkan kendaraanya tepat di teras kos tersebut.
"Iya, Bukankah waktu itu mas Abi pernah mengantar makanan kesini" Jawab Ranti singkat dengan membuka pintu mobil.
"Iya, Tapi aku hanya di depan saja" Jawab Abi. Ranti pun menganggukkan kepala.
Karena memang saat itu Abi hanya menitipkan makanan pada Bapak pemilik kos.
Ranti berjalan menuju rumah sang pemilik kos diikuti oleh Abi yang juga berjalan di belakang nya, bermaksud untuk menyampaikan maksut dan tujuan Ranti datang saat itu.
"Nak Ranti " ucap Bapak pemilik kos yang baru saja keluar. dari rumahnya.
Mengenakan kaos oblong dan sarung serta peci, membuat bapak pemilik kos tersebut terlihat santai, dengan wajah ramahnya.
"Pak " sapa ranti dengan mengulas senyum ramah.
Keduanya di persilahkan duduk oleh Bapak pemilik kos, duduk di ruang tamu yang berada di teras rumahnya, bersebelahan dengan kamar-kamar kos miliknya.
"Tumben nak Ranti, sabtu kok nggak pulang" Tanya bapak pemilik kos.
Karena sudah biasa para penghuni kos akan pulang atau sekedar berlibur jika weekend tiba. Kemudian baru akan kembali saat hari Senin.
"Iya pak, belum sempat Ranti pulang, Masih ada beberapa pekerjaan kemarin " Jawab Ranti sopan.
"Ohya pak, maksut kedatangan saya kemari ingin berpamitan" ucap Ranti.
"Berpamitan ?, Memangnya nak Ranti mau kemana ?" tanya bapak pemilik kos.
"Ranti berencana pindah pak, tapi masih di kota ini juga" Jawab Ranti dengan mengulas senyum.
"Nak Ranti tidak betah tinggal di sini ?" tanya bapak kos lagi dengan wajah penasaran.
"Bukan, Bukan begitu pak, Ranti bukan pindah kos, Ranti berencana pindah rumah" Ucap Ranti.
"Dan sejujurnya Ranti sangat betah tinggal di sini, bapak dan ibu sangat baik" Ucap Ranti lagi memberi penjelasan kepada bapak pemilik kos agar tidak terjadi salah paham.
Dan bapak kos pun menjawab ucapan Ranti dengan anggukan kepala.
"Lalu kedepannya nak Ranti tinggal sendiri ?" Tanya nya lagi.
"Tidak pak, Ranti akan tinggal dengan saya " Ucap Abi menjawab pertanyaan Bapak kos.
Sang pemilik kos pun hanya mengerutkan dahi dan tampak berfikir.
__ADS_1
"Oh, Perkenalkan pak Saya Abimana , Suami Asmaranti ?" Ucap Abi lagi memperkenalkan diri.
"Suami ?, Nak Ranti sudah menikah ?" ucap bapak pemilik kos.
Keduanya mengangguk bersamaan untuk mengiyakan pertanyaan Bapak pemilik kos.
Wajar jika sang pemilik kos merasa terkejut, pasalnya Ranti yang di ketahui kerap bersama Bian setiap harinya, bahkan dia menganggap jika keduanya terlibat hubungan serius, nyatanya saat ini Ranti menikah dengan orang lain, yang baru dia ketahui bernama Abimana.
Setelah menjelaskan maksut dan tujuan , serta telah berpamitan, pada bapak dan ibu pemilik kos, Ranti bergegas menuju kamar untuk mengambil seluruh barang miliknya.
Setelah mendapatkan izin dari sang pemilik kos, Keduanya Masuk kedalam kamar Ranti yang berukuran seperempat dari kamar Abi, kesan pertama yang terlontar dari mulut Abi yaitu Tempat yang Rapi, bersih, dan terawat, meski ukuranya terbilang kecil namun Ranti mendekor kamarnya dengan cukup indah, jadi setiap yang datang tidak akan merasa bosan berada di ruangan yang serba minimalis tersebut.
"Apa kau akan membawa semuanya ?" Tanya Abi.
"Tentu saja mas" Jawab Ranti dengan mengikat rambutnya sembarang
Mengenakan Kaos dan rok tutu yang menutupi lututnya membuat Ranti terlihat begitu manis, dengan ikat rambut sembarang yang memperlihatkan leher jenjangnya.
Keduanya bergegas membereskan satu persatu perabotan yang ada di dalam ruangan tersebut, kecuali Ranjang dan juga lemari yang memang sebelumnya telah ada sebelum Ranti masuk.
Beberapa saat mengemas, akhirnya semua barang telah siap untuk di muat kedalam mobil.
Karena merasa mobil Abi tidak akan cukup untuk membawa seluruh barang milik Ranti, akhirnya Abi pun memilih menyewa jasa angkut yang akan mengantarkan barang-barang milik Ranti ke rumahnya.
***
Ranti kembali di sibukkan dengan aktifitas di dapur, sementara Bi Nur dan Mang Seno sibuk dengan kegiatan merakit dan menata barang-barang yang sebelumnya di beli. Menata sesuai arahan yang telah Ranti instruksikan sebelumnya.
Sementara Abi sibuk dengan laptop dan beberapa pekerjaan miliknya yang sengaja dia bawa, agar tidak terlalu menumpuk.
"Kopi susu" Ucap Ranti dengan menyodorkan Secangkir kopi Susu kepada Abi yang tengah sibuk dengan pekerjaannya.
"Hati-hati masih panas" Tukas Ranti dengan suara lembut.
"Terima kasih" Jawab Abi dengan mengulas senyum manis.
Kembali Abi harus meneguk salivanya kasar, melihat Ranti yang mengenakan baju rumahan dengan kerut di bagian dada, panjang baju sebetis, menambah kesan dewasa dan mempesona.
Gleg.
Abi pun melambaikan tangannya, memberi isyarat pada Ranti untuk mendekat.
Meski tidak tahu apa tujuan Abi memanggilnya namun Ranti menurut saja dengan apa yang di inginkan suaminya
Setelah keduanya dalam jarak cukup dekat, Abi pun meraih tangan Ranti dan menarik Ranti kedalam pangkuannya. Mendekap erat tubuh ramping Ranti.
__ADS_1
Seketika Ranti membulatkan kedua bola matanya, ada rasa terkejut namun dia merasakan bahagia dengan sikap manis sang suami.
Sejenak berada dalam pangkuan Abi membuat Ranti merasakan sebuah kenyamanan.
"Kau ingin menggodaku ?" Tanya Abi
Ranti mengerutkan dahi " Apa, Menggoda ?" Ucap Ranti seketika. Merasa tidak paham dengan apa yang di ucapkan suaminya.
"Kenapa kau mengenakan baju seperti ini?" Ucap Abi dengan menunjuk baju yang dia kenakan.
Ranti pun meneliti dirinya sendiri memandang dari atas sampai bawah, mencari kesalahan pada baju yang dia kenakan.
"Ada masalah apa mas dengan bajunya ?, Ranti Rasa ini sopan kok" ucap Ranti dengan suara polos.
Jika di lihat memnag baju yang dikenakan Ranti merupakan baju rumahan yang meski begitu terkesan sopan dengan tidak menampakkan Bentuk tubuhnya, mungkin Abi saja yang terlalu bersemangat dengan Ranti, hingga menganggap Ranti yang hanya mengenakan daster terasa sangat menggoda di dalam benaknya.
"Entahlah" Ucap Abi dengan senyum smirk
Ranti pun memicingkan mata,menyadari keanehan dari sang suami.
"Atau sebaiknya aku menggunakan kemeja saja ?" Tanya Ranti kemudian.
Abi pun dibuat tertawa terbahak dengan pernyataan yang baru saja terlontar dari mulut Ranti.
"Bukan begitu " Ucap Abi masih dengan tawa menghiasi bibirnya.
"Lalu, apa masalahnya ?" Ucap Ranti dengan mengerucutkan bibirnya.
"Aku sangat menyukainya, hanya saja kenapa udara di ruangan ini tiba-tiba jadi panas ya" ucap Abi dengan mengibaskan tangannya.
Seketika Ranti pun menyadari ada sesuatu menusuk di sela-sela pahanya, sebagai seorang wanita dewasa jelas dia tahu apa itu, terlebih semalam Abi pernah menunjukan ya, mengetahui jika sang suami saat ini sudah dalam kondisi On prima. Ranti pun merasa gugup dan panik seketika.
Bahkan beberapa kali terasa Abi mengendus aroma tubuhnya, mengusap lembut perut datarnya.
"Mas !" Sergah Ranti, karena menyadari aksi yang Abi lakukan semakin memanas, dan Ranti merasa tidak nyaman.
"Em" Jawab Abi singkat masih dengan menghirup aroma wangi dari rambut Ranti.
"Masih sore mas !" ucap Ranti dengan suara ketus.
"Kalau malam boleh ?" Jawab Abi seketika.
"Mas !" Ucap Ranti lagi dengan meninggikan suaranya satu oktaf.
Abi pun terkekeh dengan sikap sang istri kecil, menyadari dirinya yang semakin terpojokkan, Ranti pun segera mengambil langkah seribu, mengibaskan tangan Abi dari pinggangnya, dan segera turun dari pangkuannya, kemudian segera berlalu dari hadapan sang suami.
__ADS_1
***