ASMARANTI ( Istri Pengganti )

ASMARANTI ( Istri Pengganti )
43. Kejutan dari Abi


__ADS_3

Setelah selesai dengan sarapan paginya, Ranti dan Abi memilih untuk pergi berjalan-jalan.


Tidak jauh dari lokasi mereka camping terdapat sebuah pasar sayur, yang menjual beraneka ragam sayuran dari hasil bumi warga setempat. Tempat tersebut menjadi pilihan Ranti saat ini. Karena selain sayuran, disana juga menjual beraneka macam souvernir yang tentunya menyenangkan bagi Ranti.


Tidak butuh waktu lama keduanya telah sampai, dan mulailah tangan-tangan terampil Ranti memilah dan memilih sayuran segar disana.


Tidak hanya berbelanja keduanya juga berwisata kuliner, jajanan kaki lima yang ada di pasar tersebut.


Beberapa kali Abi menggelengkan kepala melihat tingkah Ranti Yang begitu sederhana, sang istri yang terasa begitu menggemaskan baginya.


Kembali Abi teringat saat Ranti menolak ajakannya untuk berbulan madu di luar negeri, dan hanya menjatuhkan pilihannya di puncak, Sesederhana itu Ranti.


"Sudah sayang ?"


Ranti menganggukkan kepala, dengan mengulas senyum manis di wajah cantiknya. Rasa bahagia tidak lagi dapat Ranti tutupi, dirinya begitu dimanjakan dengan surga dunia versi dirinya.


Karena menurut Ranti apa pun yang berbau dapur, merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Sayur , Buah, dan bumbu dapur begitu memanjakan dirinya saat ini.


"Kita pulang sekarang ?"


"Oke"


Dua tangan Abi sudah penuh dengan belanjaan, Ranti dan Abi memilih untuk segera kembali, karena setelah ini Abi masih punya kejutan lain untuk Ranti.


***


15.40


Keduanya telah berada di villa, setelah sebelumnya menempuh perjalanan dari lokasi camping sampai ke Villa, tidak begitu lama, mamun cukup memakan waktu karena memang weekend seperti ini jalanan puncak cukup ramai.


"Neng ini kok banyak banget belanjaannya ?"


"Iya bi , buat stock " ucap Ranti


Melihat belanjaan Ranti dan Abi yang begitu banyak Bi Minah pun sampai geleng geleng kepala.


Sayuran dan bumbu dapur yang sudah seperti akan mengadakan hajatan bagi Bi Minah yang melihatnya.


"Bi malem nanti nggak usah masak banyak, saya sama Ranti mau makan diluar" ucap Abi yang baru saja muncul


Ranti tampak mengerutkan dahi, menatap tidak percaya pada sang suami.


"Kenapa harus makan di luar mas ?"


Abi hanya bergeming "Bersiaplah " Ucap Abi dengan senyum menggoda.


Bukan memberi jawaban , Abi justru melenggang pergi meninggalkan Ranti yang masih kebingungan.

__ADS_1


"Udah neng , Ikut aja den Abi" Goda Bi Minah dengan senyum-senyum.


"Iih bibi " Ucap rangi dengan mengerucutkan bibir.


***


Ranti telah siap dengan gaun yang sebelumnya telah di siapkan oleh Abi, Nyatanya Semua telah di persiapkan oleh Abi, dan Ranti hanya tinggal menuruti apa yang di inginkan sang suami.


Saat ini mungkin Ranti hanya merasakan kebahagiaan sebagai seorang istri, meski tidak jarang terkadang dirinya merasa takut.


Berdiri di depan cermin menatap lekat wajah nya, Ranti seolah menemukan sisi berbeda dari dirinya saat ini.


Sungguh dia merasa dirinya saat ini berada dalam dilema besar yang selalu menghantui.


"Sudah siap ?" Ucap Abi yang tiba-tiba muncul dan membuyarkan lamunan Ranti.


Ranti hanya tersenyum tipis, dan hal itu dapat di lihat Abi dadi pantulan kaca di depannya.


"Kau sangat cantik" Puji Abi dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Ranti.


Lagi-lagi Ranti hanya tersenyum tipis, sesungguhnya dia teramat sangat bahagia, namun entah mengapa Ranti merasa ada sesuatu yang menahannya untuk selalu merasakan dan menikmati perlakuan manis dari Abi.


"Kita berangkat sekarang?" . Ucap Abi, dan Ranti pun menjawab dengan anggukan kepala.


Spontan Ranti melingkarkan tangannya di lengan Abi, dan hal itu seketika membuat Abi tersenyum bahagia.


"Biasa lah mang, Anak muda " ucap Abi dengan menatap wajah Ranti. Ranti pun hanya tersenyum.


"Mang nanti di kunci aja pintunya, Nggak usah nunggu kita, Soalnya Abi sama Ranti nggak pulang" ucap Abi.


Sementara Ranti mendengar ucapan Abi hanya diam seribu bahasa, rencana apa lagi yang akan di buat oleh sang suami. Rasanya Ranti hanya akan dibuat menurut oleh Abi.


"Wah wah mau nginep dimana den , Pake acara nggak pulang segala"


"Udah halal mang, Bebas.." Celetuk Abi renyah. Sementara Ranti hanya menggelengkan kepala.


Keduanya lantas Berlalu meninggalkan mang Dayat yang masih berada di teras


Meski merasa penasaran kemana Abi akan membawanya pergi kali ini, namun Ranti juga enggan untuk bertanya, pasalnya Abi akan selalu menjawab jika ini merupakan surprise dan tidak akan mengatakan kemana tujuan mereka.


***


Setelah menempuh perjalanan beberapa saat. akhirnya keduanya telah sampai di sebuah hotel berbintang lima, dimana Abi telah memesan sebuah tempat khusus untuk dinner romantis malam ini.


"Mas , Ya Ampun , Ini ---"


"Kamu suka ?" Tanya Abi memotong ucapan Ranti sebelumnya.

__ADS_1


"Suka mas, Ranti suka banget, Ini bagus banget mas tempatnya " Ucap Ranti masih dengan perasaan kagum.


Sejauh mata memandang hanyalah lampu-lampu kota yang terlihat, sementara itu keduanya tengah berada di tempat yang di desain begitu romantis


Abi pun tersenyum mendengar ucapan Ranti, Setelah itu Abi menggandeng Ranti untuk duduk di tempat yang telah di sediakan.


Abi menarik sebuah kursi yang akan di gunakan Ranti untuk duduk, setelahnya Abi duduk tepat di depan Ranti.


Alunan Musik klasik seketika muncul ketika keduanya telah duduk bersama.


Masih tidak percaya Ranti begitu takjub dengan kejutan yang di berikan oleh Abi.


"Mas, Kapan mas Abi siapin semua ini ?" Tanya Ranti yang penasaran. Abi hanya terkekeh kecil.


"Apapun untukmu sayang" ucap Abi dengan mengulas senyum.


Tidak lama , Beberapa pelayan datang dengan membawa nampan berisi minuman dan makanan. Lagi-lagi Ranti di buat takjub, pasalnya semua hidangan yang di sediakan merupakan menu makanan kesukaannya.


"Mas Abi siapkan semua ini ?" Tanya Ranti dengan binar bahagia. Abi menjawab dengan anggukan kepala.


Keduanya menikmati makan malam romantis di bawah cahaya sinar rembulan malam dan alunan musik yang menambah keindahan malam.


Acara malam itu di tutup dengan sebuah kejutan dari Abi. Seorang pelayang masuk dan mendekati keduanya. Lalu pelayan tersebut meletakkan sebuah piring yang tertutup, semacam tudung alumunium.


"Apa lagi ini mas?, Aku sudah kenyang " Ucap Ranti dengan suara pelan.


"Bukalah " titah Abi dengan mengulas senyum di wajahnya.


Ranti tampak ragu dan mengerutkan kedua alisnya. Namun akhirnya Ranti pun membuka penutup piring yang tepat berada di depannya.


Alangkah kagetnya Ranti ketika disana terdapat sebuah cincin bertahta berlian yang tentunya berharga fantastis.


"Mas ini ---"


"Untuk mu sayang " Ucap Abi dengan tersenyum


"Mas tapi ini berlebihan" Tolak Ranti


"Lagi pula kita sudah memiliki cincin pernikahan"


"Tidak ada yang berlebihan sayang, ini beda , Ini spesial untuk mu" ucap Abi meyakinkan.


Ranti tamak berbunga-bunga, dan melepas cincin tersebut dari tempatnya, sejenak matanya menerawang pada kemilau nya cincin yang tengah dia pegang.


"Indah Sekali mas" gumam Ranti dengan meneliti keindahan benda tersebut.


***

__ADS_1


__ADS_2