ASMARANTI ( Istri Pengganti )

ASMARANTI ( Istri Pengganti )
8. Istri Pengganti


__ADS_3

Abi meletakkan sebuah Card diatas meja di samping kamar Ranti, yang sebelumnya di tolak oleh Ranti, dan meninggalkan sebuah kunci mobil di sana.


"Ohya simpan kartu itu baik-baik, aku akan mengirim kan sejumlah uang setiap bulan ke rekening tersebut" Ucap Abi lagi


"Dibawah ada mobil yang bisa kau pergunakan" Tukas Abi lagi.


Ranti hanya mengangguk pasrah, dengan paksaan Abi, setelahnya dia ambil card dan kunci mobil, dan masuk kembali kedalam kamar.


Setelah mengatakan kode pin apartemen pada Ranti, Abi bergegas untuk berlalu dari hadapan Ranti dan meninggalkan apartemen tersebut.


Setelah kepergian Abi, Ranti tampak meneliti ruangan yang terlihat sedikit berantakan tersebut, namun tidak heran karena Abi telah tinggal sendiri sejak kakak nya Dewi mengalami koma yang telah berlangsung berbulan bulan lamanya. dan hanya akan memanggil orang untuk membereskan Apartemen ketika dia memang ingin memanggilnya.


Dengan sigap Ranti segera mengambil sapu dan kain pel untuk membereskan ruangan tersebut, tidak lupa Ranti juga masuk kedalam kamar Abi yang terlihat lebih kacau dari ruangan lain di apartemen tersebut.


Apartemen milik Abi cukup luas dan mewah, namun terlihat tidak dirawat oleh sang penghuni. Namun tidak heran karena Abi memang sangat sibuk.


Ranti terlihat tengah menyapu dan membersihkan setiap sudut Kamar Abi menggunakan, memungut semua baju-baju kotor milik Abi yang berserakan di sembarang tempat.


Ranti tampak cekatan dan telaten mengelap setiap sudut ruangan di apartemen tersebut.


"Akhirnya beres juga" Gumam Ranti setelah menyelesaikan semua tugas rumah tangganya.


Pekerjaan semacam itu sudah sering Ranti lakukan sejak kecil, terlebih selama bekerja Ranti pun juga tinggal di sebuah rumah kos, setiap hari Ranti juga selalu merapikan kosnya, yang membedakan hanyalah soal ukuran ruangan yang di bersihkan Ranti saat ini berkali lipat lebih besar dari kamar kosnya.


Tring tring tring


Terdengar dering telepon


Ranti segera meraih telepon nya yang dia letakkan diatas meja ruang tamu


"Mas Bian" Gumam Ranti lirih.


"Halo Ran !" Ucap Bian dari ujung telepon, suara keras yang terdengar memekakkan telinga Ranti.


"Iya mas , Ada apa lagi mas Bian menghubungi Ranti ?" Ucap Ranti dengan suara kesal


"Ah, kenapa kau lama sekali , Aku akan menjemputmu " Tukas Bian


Sejenak Ranti berfikir , dan segera menolak tawaran sang Bos Besar tersebut.


"Tidak tidak tidak , aku akan berangkat besok Lusa, kau tidak perlu menjemput ku " Ucap Ranti dengan kesal

__ADS_1


"Benarkah ?, Janji ?" Ucap Bian tampak memaksa


"JanjI "Jawab Ranti singkat.


Setelah menutup panggilan dari Bian, Ranti merasa sedikit kesal pada bosnya tersebut, pasalnya Ranti masih memiliki sisa waktu untuk cuti tiga hari lagi. Dan Bian selalu menghubunginya setiap saat, hal itu membuat Ranti merasa jengah.


Sore hari tiba.


Ranti tengah berada di dapur untuk menyiapkan beberapa menu makanan untuk makan malam sederhana. Tidak banyak, Hanya beberapa makanan yang biasa Ranti buat.


Seketika Ranti di buat kaget dengan kedatangan Abi yang tiba-tiba


"Ya Ampun !, Mas Abi kau ini mengagetkan saja !" Ucap Ranti dengan sedikit kesal.


Tidak menghiraukan ucapan Ranti , justru Abi tertarik dengan aroma masakan yang sedang di siapkan oleh Ranti.


"Apa yang sedang kau buat ?" Tanya Abi kemudian


"Oh ini, aku tidak begitu pandai memasak, jadi hanya ini yang bisa aku buat" Ucap Ranti dengan menunjukan hasil masakannya Gulai ikan, Telur balado dan beberapa keping kerupuk yang sedang di goreng oleh Ranti.


Reza tampak memperhatikan masakan yang Ranti buat "Sepertinya enak" Ucap Abi


"Tentu saja, Bersihkan dulu badan mas Abi, Sebentar lagi semuanya akan siap, setelah itu kita makan" pinta Ranti


Abi tampak berdiri mematung ketika berada di dalam kamar, pasalnya kamar tersebut terlihat begitu rapi , dan bersih dengan seprai yang telah di ganti.


"Apa dia yang melakukanya " gumam Abi kemudian.


Abi bergegas meletakan jas dan tas nya di atas meja, dan segera membersihkan diri.


Tidak lama Abi telah kembali ke dapur dan siap untuk menyantap makanan yang telah di siapkan oleh Ranti.


"Eh mas, Kau sudah selesai rupanya" ucap Ranti dengan melepaskan celemek yang menggantung di lehernya.


Abi segera duduk di meja makan dengan beberapa hidangan sederhana yang telah tersaji "Segini Cukup ?" Ucap Ranti ketika mengambil kan Abi nasi di piring yang telah dia siapkan.


Sejenak Abi terperangah dengan perlakuan manis yang di tawarkan oleh Ranti "Ohh.. I--iya cukup " Ucap Abi terbata.


Ranti lantas memberikan piring berisi nasi pada Abi dan segera mengambil nasi untuk dirinya sendiri, Suasana meja makan tampak sunyi karena baik Abi maupun Ranti tidak ada yang saling berbicara atau sekedar mengobrol.


"Mas " Ucap Ranti di sela-sela makan keduanya

__ADS_1


"Ya" Jawab Abi singkat


"Ranti izin untuk kembali ke Kota X , ada banyak pekerjaan yang telah menanti" Ucap Ranti datar.


Abi tampak terdiam mendengar ucapan Ranti.


"Kemungkinan lusa Ranti akan berangkat" tukas Ranti kemudian


"Ohh.. Aku pikir kau telah resign" Ucap Abi dengan suara datar.


"Jika Ranti resign bagaimana nasib Ranti kedepannya?" Ucap Ranti


"Ranti tahu, selama menjadi istri mas Abi, mas Abi akan memenuhi kebutuhan Ranti, Tapi setelah kak Dewi sadar--- ?" Ucap Ranti , suasana terlihat lebih emosional , dengan sudut mata Ranti yang seketika menghangat.


Sadar diri Ranti dalam situasi ini hanya lah sebagai ISTRI PENGGANTI sudah tidak sepantasnya dia mengharap lebih dari pernikahan ini.


Sakit ?


Sudah pasti, namun apalah daya Ranti jika dirinya pun juga tidak dapat berbuat banyak


Abi hanya menundukkan wajah dengan masih mengunyah sisa makanan yang ada di mulutnya, ada rasa yang menusuk dada mendengar ucapan Ranti.


"Aku tahu , Maaf kan aa---" Ucap Abi menggantung


"Sudah lah mas " Sergah Ranti.


"Baiklah aku akan mengantarmu" Ucap Abi.


"Tidak perlu, Ranti bisa sendiri, kak Dewi lebih membutuhkan mas Abi" Ucap Ranti. Abi hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Sejujurnya Ranti pun bersyukur karena akhirnya keduanya tinggal di apartment, karena jika harus tinggal di kediaman Bu Sinta dan pak Prabowo, mengenai pekerjaan Ranti ini akan menjadi semakin sulit di pikirkan.


Jadi Ranti tidak perlu repot memikirkan alasan untuk kembali bekerja di perusahaan Bian.


"Emm.. Mungkin malam ini Ranti akan ke rumah sakit untuk membesuk kak Dewi, sebelum berangkat" Ucap Ranti kemudian.


"Baiklah aku akan menemanimu" Jawab Abi. dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Abi.


"Bersiaplah, kita akan berangkat ke rumah sakit lima belas menit lagi" Ucap Abi dengan beranjak dari meja makan. Ranti hanya mengangguk


Setelah membereskan sisa makanan dan merapikan kembali meja makan, Ranti menuju kamar dan bersiap untuk ke rumah sakit.

__ADS_1



Abi yang tengah duduk di ruang tamu sedikit terkejut dengan penampilan Ranti, mengenakan dress hitam yang tertutup , Ranti terlihat begitu cantik.


__ADS_2