ASMARANTI ( Istri Pengganti )

ASMARANTI ( Istri Pengganti )
25. Hadiah Dari Abi Part 1


__ADS_3

"Emmmm.... Yummy" Ucap Ranti di sela-sela santapan yang menggoyang lidahnya.


Melihat kegembiraan dari sosok di depannya membuat Abi bahagia, Abi meraih selembar tisu yang ada di meja, dan lantas mengelap sisa makanan yang menempel di sisi mulut Ranti


Mendapatkan perlakuan yang hangat dari Abi seketika membuat Ranti mendongakkan wajahnya dan menatap lekat Abi yang duduk di depannya.


"Mas Hehe, Maaf"


Ucap Ranti canggung dan merasa malu, kemudian meraih tissue yang ada di tangan Abi untuk mengelap sisa makanan di bibirnya .


"Mas Abi sedikit sekali makannya ?"


Tanya Ranti yang melihat sisa cangkang seafood milik Abi yang hanya beberapa saja, berbeda dengan Ranti yang menyisakan setumpuk sisa cangkang di depannya.


Abi hanya menjawab dengan senyuman "Melihatmu makan dengan lahap membuatku Kenyang lebih cepat" Sergah Abi kemudian.


"Ranti Jorok ya Makannya" Tanya Ranti lagi dengan mengerucutkan bibirnya merasa tidak enak hati pada Abi. Dan Abi pun hanya tersenyum lebar yang menampakkan barisan gigi putihnya.


"Ran, Sore nanti aku jemput ya " ucap Abi


Ranti sedikit melongo mendengar ucapan dari Abi, pasalnya ini pertama kalinya bagi Ranti untuk di jemput oleh suaminya


"Mas Abi serius ?" Tanya Ranti . Dan Abi menganggukkan kepala.


"Tapi Ranti pulang jam 5 ?" Tukas Ranti kemudian.


"Tidak masalah, aku akan menunggumu !" Jawab Abi singkat.


Ranti semakin dibuat bingung oleh sang suami, bukan tidak suka hanya saja terlalu aneh bagi Ranti, dan terkesan mendadak.


Tapi apapun itu Ranti menerima dengan hati bahagia.


***


Akhir bulan seperti ini, merupakan hari-hari paling crowded terutama bagi Ranti dan teman-temanya, tak jarang mereka harus lembur untuk menyelesaikan laporan yang belum selesai di bulan ini.


Namun Ranti telah bertekad untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum jam 5, karena sebelumnya Ranti telah memiliki janji dengan Abi untuk pulang bersama.


"Ranti"


Suara Bian yang terdengar nyaring di telinga Ranti


"Emm "


Jawab Ranti singkat, dengan masih tetap fokus pada pena dan kertas di depannya.


Bian terlihat menghela nafas panjang dan menghembuskan perlahan "Apa kau ada waktu ?" Tanya Bian kemudian


"Pak Bian nggak lihat, Ranti lagi ngapain ?" Bukan menjawab Ranti justru balik bertanya dengan santai


Bian terkekeh mendengar pertanyaan Ranti "Maksudku bukan sekarang" Ucap Bian


Ranti mendongakkan wajah dengan mengerutkan dahi "Lalu maksud bapak ?"


"Nanti setelah pulang kantor, Aku ingin mengajakmu untuk makan malam" Ajak Bian dengan menaik turunkan alis.


Ranti tampak berfikir dengan ajakan Bian "Maaf pak Bian Ranti sudah ada janji" Jawab Ranti dengan senyum di wajahnya.

__ADS_1


Bian pun seketika mengerutkan dahi, mencoba menelisik "Janji ?, dengan siapa ?" tanya Bian dengan penasaran.


Mendengar pertanyaan Bian, seketika Ranti tersenyum lebar, senyuman manis yang memperlihatkan gigi kelincinya.


"Mas Abi " Ucap Ranti dengan santai.


Bian pun hanya mendengus kesal dengan memutar bola matanya.


"Oh , Oke " Jawab Bian dengan senyum yang di buat se natural mungkin.


Dengan rasa kecewa akhirnya Bian meninggalkan Ranti yang masih fokus pada pekerjaannya.


***


"Mas Abi !" Panggil Ranti ketika melihat Abi telah menunggunya di luar kantor


Abi melambaikan tangan pada Ranti , dengan senyuman yang terkembang di wajahnya.


"Maaf Mas, Apa mas Abi udah lama ?" Tanya Ranti kemudian.


"Aku juga baru saja sampai" jawab Abi singkat


Keduanya lantas berjalan beriringan menuju tempat dimana Abi memarkirkan mobil sebelumnya.


"Abimana ! " Gumam Bian lirih, dari jarak yang lumayan jauh setelah benar-benar menyaksikan kepergian gadis yang di cintainya bersama sang suami.


Suasana mobil terasa begitu canggung, bahkan Ranti yang memiliki karakter banyak bicara pun merasa bingung harus memulai pembicaraan dari mana.


"Ranti"


"Mas Abi"


Seketika Abi dan Ranti saling melemparkan tatapan dan kemudian tertawa renyah.


"Kamu dulu " Ucap Abi


"Mas Abi aja dulu " Jawab Ranti dengan malu malu.


Abi tampak menghela nafas panjang, kemudian menghembuskan perlahan "Aku ada sebuah hadiah untukmu" Ucap Abi


"Benarkah ?" Sergah Ranti dengan mata berbinar. Abi pun menjawab dengan anggukan kepala.


"Lalu ?" Ucap Ranti dengan Menengadahkan tangan


"Apa ?" Tanya Abi balik


"Hadiahnya ?" Jawab Ranti dengan polos


Abi hanya mengulas sebuah senyum manis di wajah tampannya, "Kau akan mendapatkannya setelah ini" Jawab Abi


Ranti hanya tersenyum dan menundukkan wajah, menutupi rasa malu yang tiba-tiba menyeruak


Menempuh perjalanan cukup lama karena padatnya jalanan kota.


Akhir bulan dan akhir Minggu memang banyak di jadikan momen untuk berkumpul dan menikmati waktu meski hanya untuk sekedar kulineran atau berjalan-jalan malam.


Ranti yang saat itu mengarahkan pandangan ke luar jendela pun merasa senang dengan pemandangan yang dia lihat. Banyak pasang muda mudi yang tengah duduk bersantai di taman kota, menikmati suasana senja dengan menikmati makanan ala street food.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu yang ingin kau beli?" Tanya Abi memecah keheningan diantara keduanya.


"Emm... Apa ya " ucap Ranti dengan sejenak berfikir.


"Oh iya mas, Ranti harus berbelanja beberapa kebutuhan dapur, sepertinya di kos persediaan Ranti sudah menipis" jawab Ranti dengan mengarahkan pandangan pada Abi.


"Oke baiklah, kita akan ke supermarket" Jawab Abi kemudian. dan Ranti hanya tersenyum pada sosok yang duduk di sebelahnya.


***


Setibanya di supermarket Ranti segera memilih beberapa keperluan yang dia butuhkan, banyak yang dia beli karena ini merupakan akhir bulan, jadi banyak dari kebutuhan dapur yang telah habis.


Daging giling, kornet, kentang, terasi, ikan, sayur dan masih banyak jenis belanjaan lain yang Ranti pilih.


"Mas Abi yakin nggak masalah nemenin Ranti ?" Tanya Ranti dengan tangan yang masih fokus pada beberapa belanjaan


Abi terlihat memicingkan mata dan seketika tersenyum pada Ranti "Tentu saja, Jika bukan aku siapa lagi ?, Bian ?" Ucap Abi dengan mengulas sebuah senyuman.


"Aaaa... Mas Abi kok gitu sih" Ucap Ranti dengan nada suara manja. Abi pun terkekeh melihat sikap sang istri.


"Ranti itu sudah menganggap mas Bian seperti kakak" Sergah Ranti lagi.


"Oh, Tapi tidak dengan Dia kan ?" Ucap Abi seketika


Ranti menatap lekat Abi dengan tatapan yang entah mengisyaratkan apa. Kemudian melemparkan sebuah senyuman pada sang suami.


"Mas Yuk kita Kesana" Ucap Ranti dengan menarik tangan Abi.


Melihat tangan Abi dan Ranti saling bertautan, Abi pun merasa ada desiran aneh yang seketika muncul dalam hatinya.


"Mas Abi mau Ranti masakin apa ?"


Abi tampak berfikir mengenai tawaran dari Ranti "Memangnya kau tidak lelah ?" Ucap Abi


Ranti hanya tersenyum "Ranti Justru seringnya masak tau mas Abi, Jarang sih Ranti beli" Ucap Ranti kemudian.


"Oya ?" Ucap Abi dengan wajah terkejut.


"Tentu saja , Selain Ekonomis juga Ranti bisa membuat makanan sesuai selera Ranti kan mas ?" Jawab Ranti dengan santai.


Abi terlihat menganggukkan kepala, menyadari jika Ranti selain cantik juga sosok wanita yang sangat mandiri dan juga cerdas.


"Lhoo... kok bengong sih mas, mau di masakin apa ?" Ranti kembali bertanya, ketika Abi tidak juga memberikan jawaban.


Setelah selesai dan telah mendapatkan semua belanjaan Ranti dan Abi bergegas menuju kasir untuk membayar seluruh barang belanjaan mereka.


Ranti meraih dompet ya dan Mengambil sebuah kartu debit untuk membayar belanjaannya.


Namun dengan cepat Abi menyodorkan sebuah kartu lain "Kau meninggalkannya waktu itu di apartment" Ucap Abi dengan menatap lekat wajah Ranti.


Ranti kembali mengingat kejadian dua bulan lalu diaman dia meninggalkan Apartemen dengan tidak membawa barang apa pun yang diberikan oleh Abi, termasuk kartu yang baru saja Abi sodorkan pada kasir di depannya.


"Mas !" Ucap Ranti


"Jangan Menolak Ku untuk yang kedua kali" Jawab Abi.


"Kalau aku Tolak ?" Ucap Ranti dengan menatap wajah tampan Abi.

__ADS_1


"Aku akan memaksa !" Jawab Abi dengan berbisik tepat di telinga Ranti.


***


__ADS_2