ASMARANTI ( Istri Pengganti )

ASMARANTI ( Istri Pengganti )
26. Hadiah dari Abi Part 2


__ADS_3

...Jika Tidak Mampu Menjadi Cahaya Dalam kegelapan, Setidaknya Jangan Mematikan Lilin yang Mereka Nyalakan...


...🍁...


Setelah memasukan semua belanjaan ke bagasi mobil, kembali keduanya melanjutkan perjalanan untuk pulang, mengingat hari yang semakin petang.


"Lho mas !, Ini bukan jalan ke kos Ranti " Ucap Ranti dengan raut wajah bingung, tatkala Abi mengambil jalan yang berlawanan arah dengan tempat tinggalnya.


Abi hanya mengulas sebuah senyum manis di wajahnya, dan kembali kembali fokus pada kemudi, meninggalkan Ranti yang dan perasaan bingungnya.


Meski merasa penasaran, dan sejujurnya ingin sekali Ranti untuk bertanya, namun Ranti memilih untuk tetap Abai, dan mengikuti kemana Abi akan membawa dirinya.


Lagi pula jika harus pulang larut pun Ranti tidak merasa khawatir, pasalnya dia pergi bersama Abi sang suami.


Beberapa saat memecah padatnya jalanan kota, akhirnya Abi memarkirkan mobilnya di sebuah halaman rumah.


Sebuah rumah yang terasa sejuk, tidak begitu besar namun juga tidak begitu kecil, sebuah rumah dengan taman depan, samping, dan belakang yang cukup luas.


Melihat Rumah tersebut Ranti merasa senang, dan mengulas sebuah senyum manis di wajah cantiknya


"Kau suka" Ucap Abi ketika melihat Ranti tersenyum dengan begitu cantik.


"Tentu saja mas, Rumah ini sangat indah, dan sepertinya sangat nyaman" Jawab Ranti dengan tersenyum pada Abi.


"Ohya, Ini Rumah siapa mas Abi ?" Tanya Ranti kemudian.


Bukannya menjawab pertanyaan Ranti, Abi justru menggandeng tangan Ranti dan mengajaknya masuk kedalam rumah tersebut.


"Ehh ehh mas, Kok nyelonong gitu aja sih !" Sergah Ranti dengan mengibaskan tangannya dari genggaman Abi. Namun Abi tetap bergeming dan kembali menarik tangan Ranti untuk masuk.


"Selamat datang Pak Abi, Selamat datang Bu Ranti" Ucap dua orang paruh baya yang sudah pasti tidak Ranti kenal.


Mendapatkan sebuah sambutan yang begitu ramah, membuat Ranti seketika menyunggingkan senyuman manis di wajahnya.


Ranti yang masih merasa bingung, seketika menatap wajah Abi untuk mencari kejelasan dari sang pemilik mata indah tersebut.


"Oke !, Jadi rumah ini Baru saja aku beli" Ucap Abi


Ranti tampak mengerutkan dahi "Lalu ?" Tukas Ranti kemudian


"Rumah ini aku beli atas namamu" Jelas Abi kemudian


Ada perasaan terkejut dalam diri Ranti, Untuk apa Abi membeli rumah atas nama dirinya.


"Nggak, ini maksutnya giman mas ?, Kenapa mas Abi harus beli rumah ?" Ucap Ranti meminta penjelasan lebih rinci


"Dan lagi, Mas Abi Untuk apa membeli rumah sebesar ini untuk Ranti, Kamar kos sebelumnya sudah sangat cukup untuk Ranti tempati, lagi pula disana Ranti bisa lebih menghemat pengeluaran" papar Ranti memberi penjelasan pada Abi.


Mendengar penuturan dari sang istri , Abi merasa Ranti begitu sederhana dan tidak neko-neko,dan hal itu yang menjadi nilai plus bagi Abi.


Mendengar penuturan dari Ranti, Abi pun meraih bahu Ranti dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Ranti, sejenak pandangan mata keduanya saling beradu.


"Asmaranti Sukma Kinasih, Dengarkan aku, Kau itu adalah istri dari Abimana Candra Brawijaya" Ucap Abi dengan suara lembut


"Dan Seorang Abimana tidak akan membiarkan istri nya tinggal di tempat sempit itu"

__ADS_1


"Kumohon jangan Menolakku lagi" Ucap Abi penuh permohonan.


Ranti yang mendengarkan penjelasan dari Abi hanya tertunduk dengan menghela nafas panjang, dan memenuhi seluruh paru-parunya dengan udara, untuk mengurai rasa kagetnya.


"Tapi mas ?" Sergah Ranti dengan perasaan tidak enak hat, pada sosok Abi sang suami.


Seketika Abi menempelkan jari telunjuknya pada bibir Ranti "Suuttt..!"


Dan Ranti pun lagi-lagi hanya dapat diam dan menurut apa yang di perintahkan oleh Abi.


"Ohya Perkenalkan Ini Bi Nur dan Mang Seno, mereka yang akan menemanimu di sini " Ucap Abi.


Bi Nur dan Mang Seno pun tersenyum ramah pada sosok Ranti yang mereka ketahui merupakan istri dari Majikanya Abimana.


Sejujurnya Ranti sungguh heran dengan suaminya tersebut, sejenak berfikir berapa banyak uang yang harus dia keluarkan untuk menyiapkan semua ini, dan lagi Ranti tidak begitu menyukai hal ini, karena dia berfikir ini terlalu berlebihan.


"Mas , ini sangat ----" Ucapan Ranti menggantung, seketika Ranti mengerucutkan bibirnya, karena lagi-lagi Abi membekap mulutnya dengan satu tangan nya.


Abi hanya tersenyum melihat tingkah sang istri.


"Sudah, sudah, besok kan hari Sabtu, aku akan membantu mu untuk mengemas seluruh barang dari kos, untuk dibawa kemari" Ucap Abi lagi


Dan lagi-lagi Ranti harus menurut dengan sang suami.


"Baiklah " Jawab Ranti dengan mengulas senyuman, dan anggukan kepala.


"Nah gitu dong , Kan cantik !" Tukas Abi


Mendengar kata cantik yang keluar dari mulut Abi, membuat Ranti merasa bahagia, pipinya yang chubby menjadi bersemu merah.


Setelah cukup melihat-lihat setiap sudut rumah tersebut, Abi meraih tangan Ranti dan menggandengnya menuju sebuah ruangan yang memiliki ukuran cukup besar.


"Ini kamar kita"


Ucap Abi ketika membuka pintu kamar tersebut. Dan membawa Ranti masuk kedalamnya.


Deg.


"Kamar kita ?" gumam Ranti dalam hati


"Bagaimana apa kau suka dengan desain kamar ini ?" Tanya Abi lagi


Ranti masih tampak berfikir dengan kalimat Abi sebelumnya, sejenak Pikirannya melayang entah kemana


"Ran ?"


"Ranti !" Ucap Abi lagi ketika mendapati Ranti hanya bengong.


"Oh, iya mas ?, Ada apa ?" Tanya Ranti gelagapan.


Abi hanya tersenyum simpul melihat tingkah sang istri "Apa kau suka dengan desainnya ?, Jika kau tidak suka kau boleh merubah nya sesuai dengan seleramu" Tukas Abi lagi.


"Oh I-iya Ranti sangat suka pilihan mas Abi" Ucap Ranti terbata, dan Abi hanya tersenyum mendengar jawaban dari Ranti.


Setelah cukup melihat-lihat seluruh ruangan yang ada di rumah tersebut, bahkan sampai ke bagian halaman belakang, Ranti pun meminta izin pada Abi untuk mengambil barang-barang belanjaan nya tadi.

__ADS_1


Ditemani oleh Abi, Ranti mengambil seluruh belanjaan nya yang ada di bagasi.


"Pak, Buk, Biar saya saja " Tawar Bi Nur yang muncul dari arah dapur.


"Nggak usah Bi, sudah malam , bibi istirahat saja" ucap Ranti dengan senyuman ramah.


"Baiklah kalau begitu Buk, jika butuh sesuatu jangan sungkan panggil Saya Buk" Ucap Bi Nur dengan membungkukkan badan isyarat menghormati majikanya.


" Iya bik " Jawab Ranti ramah, dengan menganggukkan kepala.


Setelahnya Abi dan Ranti meletakkan seluruh belanjaan di atas meja dapur.


Seolah Ranti tidak pernah memiliki rasa lelah, dia pun segera membereskan seluruh belanjaan nya, memilah dan memilih belanjaan yang akan di simpan dalam kulkas, Freezer dan juga di rak dapur.


Karena setelah menyepakati permintaan Abi sebelumnya, sudah dapat di pastikan jika setelah ini Ranti akan tinggal di rumah tersebut.


Abi hanya menggelengkan kepala melihat Ranti yang berjalan kesana kemari, padahal dirinya telah bekerja seharian penuh, namun masih juga semangat membereskan dapur.


"Aku beruntung Memilikimu Ran" gumam Abi dalam hati


"Mulai saat ini aku akan belajar untuk menerima dirimu dalam hidupku"


"Mas kok bengong di situ sih" Ucap Ranti yang seketika membuyarkan lamunan Abi.


"Ohh, nggak , Kenapa harus di bereskan sekarang, kau bisa melakukanya besok, atau minta tolong pada Bi Nur kan ?" Tanya Abi


Ranti tersenyum manis dengan menatap wajah tampan Abi "Belanjaan Ranti kan nggak cuma sayur dan bumbu mas, tapi ada daging dan ikan" Ucap Ranti dengan suara lembut.


Suara yang saat ini selalu menjadi candu bagi Abi , suara yang entah sejak kapan ingin selalu Abi dengarkan.


"Lagian Ini sudah malam Mas , Bi Nur juga butuh istirahat" Ucap Ranti dengan tangan yang masih sibuk memasukan beberapa belanjaan ke dalam kulkas.


"Ohya mas Abi sebaiknya mandi dulu, Ranti akan buat beberapa masakan untuk kita" Pinta Ranti pada Abi.


"Baiklah" Jawab Abi singkat dengan menganggukkan kepala.


Setelahnya Abi menuju kamarnya untuk membersihkan diri, dan mengganti baju miliknya dengan baju rumah.


***


Abi telah selesai dengan ritual mandinya, sementara Ranti belum menyelesaikan acara masak memasaknya.


"Emmm... Sepertinya enak" Ucap Abi dengan mengendus bau masakan yang telah di buat Ranti


"Eh mas , usah selesai mandinya?" Tanya Ranti. Dan Abi menjawab dengan anggukan kepala.


"Mas Abi duduk aja dulu, sebentar lagi makanan siap" Ucap Ranti dengan suara lembut dan senyuman yang menghiasi wajahnya.


"Tapi Aku ingin melihatmu memasak" Ucap Abi dengan suara santai


"Tapi Ranti malu mas kalau masak di lihatin" Ucap Ranti dengan bersemu pada wajahnya


Melihat Ranti yang malu-malu membuat Abi semakin gemas dibuatnya.


"Kau akan terbiasa, karena mulai hari ini aku akan membiasakannya" Ucap Abi dengan berbisik tepat di telinga Ranti.

__ADS_1


Mendengar ucapan Abi seketika buku kuduk Ranti berdiri dan bergidik dibuatnya. Dengan tatapan melotot dan bibir yang seketika terbuka.


***


__ADS_2