ASMARANTI ( Istri Pengganti )

ASMARANTI ( Istri Pengganti )
42. Camping


__ADS_3

Pagi hari.


Rencana hari ini Abi akan mengajak Ranti untuk berkeliling, Ranti sangat menyukai pemandangan hijau alam.


"Sudah siap ?"


"Sebentar lagi mas"


Dengan sabar Abi menunggu Ranti yang masih bersiap, karena pertempuran semalam masih menyisakan lelah, hingga Ranti bangun kesiangan.


" Yuk , Kita jalan sekarang ?"


Abi tersenyum kemudian meraih pergelangan tangan Ranti dan menggandengnya keluar.


"Kita mau kemana mas ?" Tanya Ranti yang begitu penasaran.


"Kemanapun yang kau inginkan sayang" ucap Abi dengan menatap lekat wajah Ranti.


Sebuah senyum manis terlihat di wajah Ranti. "Baiklah " jawabnya kemudian.


Ranti menurut saja apa yang di lakukan sang suami, untuk sejenak Ranti pun merasa ingin bahagia, bukan egois, hanya saja terlalu banyak pikiran yang membebani otak nya.


Keduanya telah berada dalam satu mobil, melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang. Menikmati sejuknya udara puncak pagi ini.


"Kok Kesini mas ?" Tanya Ranti yang sedikit penasaran


Abi hanya mengulas senyum di wajah tampannya.


"Silahkan tuan Putri " ucap Abi setelah membukakan pintu mobil untuk Ranti. Ranti hanya tersipu Malu mendapatkan perhatian dari sang suami.


"Tunggu sebentar " Ucap Abi dengan meraih sesuatu dari balik saku celananya.


"Sapu tangan ?, Untuk apa mas ?" Tanya Ranti yang tengah bingung.


Bukan menjawab pertanyaan Ranti, Abi justru membalik badan Ranti dan menutup mata Ranti dengan sapu tangan yang sebelumnya dia ambil.


"Mas !"


"Sssuuutttt" Ucap Abi dengan menempelkan jari telunjuknya di bibir Ranti.


Meski ada rasa penasaran namun Ranti menurut saja pada Abi, toh juga Ranti percaya jika suaminya tersebut tidak akan mencelakai dirinya.


***


Abi membuka penutup Mata Ranti dengan Pelan "Buka Mata mu sayang "

__ADS_1


Perlahan Ranti mulai membuka matanya, mengerjabkan beberapa kali, sungguh dia merasa sangat bahagia.


Sebuah tempat yang berada di atas bukit, namun lengkap dengan Camping set, Terdapat tenda dan meja serta peralatan Camping.


"Mas " Ucap Ranti dengan binar bahagia. Abi pun tersenyum


"Kau Suka ?"


"Tentu saja mas " Ucap Ranti.


Di tempat tersebut memang tidak hanya tenda miliknya , namun ada beberapa tenda lain yang juga tengah memiliki penghuni.


"Dari mana mas Abi tahu kalau sejak duku Ranti sangat ingin pergi camping?" Tanya Ranti dengan antusias.


"Emmm... Apa kau sungguh ingin tahu ?" Goda Abi.


"Mas !" Kesal Ranti dengan memajukan bibirnya.


Melihat Hal itu Abi hanya terkekeh kecil "Udah ah, yuk kita Kesana" ajak Abi menuju tenda yang telah dia siapkan.


Ranti begitu bahagia, dan sangat antusias, rasanya ini merupakan sesuatu yang baru , karena terakhir dia melakukan acara kemping adalah saat Ranti masih berada di bangku sekolah menengah atas. Dan tentunya itu sudah sangat lama sekali.


Meneliti setiap sudut tempat, Pandangan Ranti tertuju pada satu tempat, Mini kitchen yang di buat seolah berada di tempat camping sungguhan.


"Terimakasih mas " Lirih Ranti dengan mengulas senyum.


"Kau Senang ?" tanya Abi lagi . Ranti menganggukkan kepala.


Setelah selesai dengan makan malam yang di buat sederhana, keduanya lantas duduk di depan tenda, dengan pandangan menerawang jauh ke angkasa. Melihat taburan bintang-bintang gemerlap indah disana.


Rasanya malam itu begitu indah, Hingga untuk sesaat keduanya duduk menikmati semilir angin malam, bahkan Ranti pun menyandarkan kepalanya di lengan kekar Abi.


Berfikir mengenai masa depan yang jujur saja bagi Ranti sangat jauh untuk dapat di bayangkan.


"Ran "


"Iya Mas "


Sejenak keduanya saling beradu pandang, dan setelahnya kembali melihat taburan bintang di angkasa.


"Kau belum menjawab pertanyaanku sebelumnya" Lirih Abi masih dengan posisi menerawang jauh kedepan


"Soal ?"


"Soal.Kau tidak akan pernah meninggalkan ku apa pun yang terjadi nantinya"

__ADS_1


Ranti menatap sekilas wajah sang suami yang Terlihat lebih teduh dari bisanya, Sinar rembulan yang seolah mengaburkan bayangan. Sama seperti Ranti saat ini, Yang tidak memiliki jawaban pasti atas pertanyaan Abi.


"Kita lihat saja nanti mas" Jawaban Ranti yang akhirnya keluar dari mulutnya.


Jika di minta untuk mengatakan ya rasanya Ranti begitu egois, namun jika ingin mengatakan tidak, rasanya juga setiap orang tidak akan pernah tahu takdir kedepannya akan seperti apa. Setiap apa pun yang menyangkut mengenai kehidupan rumah tangga Abi dan Ranti seolah gamang untuk bisa Ranti pikirkan secara bersih.


Mendapatkan jawaban yang seolah tidak meyakinkan, Abi pun memberi ketegasan.


"Jika begitu anggap saja ini bukan tawaran. Tapi Perintah !" tegas Abi.


Ucapan Abi justru membuat Ranti semakin gamang, dia hanya dapat tersenyum getir dengan kehidupannya saat ini.


"Sudah lah lebih baik kita tidur" ajak Ranti dengan berlalu menuju tenda, Disusul Abi yang kemudian juga masuk kedalam tenda.


Keduanya tidur bersama bersisian, tidak ada kegiatan malam panjang atau malam panas, meski keduanya saling menghangatkan, namun baik Abi maupun Ranti tidak berniat untuk bercinta.


Mereka lebih memilih menikmati suasana malam dengan suara hewan-hewan kecil yang saling bersautan.


Sampai pagi menjelang , Ranti lebih dulu bangun, Suasana pagi begitu sejuk dan menyenangkan, tidak sedikit para penghuni tenda lain yang juga bangun pagi itu.


Kegiatan pertama yang di pilih Ranti adalah membersihkan diri, dan kemudian membuat sarapan pagi untuk dirinya dan Abi.


Suasana pagi yang terasa begitu dingin, membuat Abi betah berlama-lama berada di dalam tenda.


Ranti sibuk dengan menu sederhana yang dia buat, Semua peralatan memasak komplit, karena pihak pengelola taman wisata tersebut telah menyediakan semuanya.


Menu pagi ini Ranti memilih untuk membuat nasi goreng, dari sisa nasi kemarin, kemudian di sandingkan dengan telur dadar. Satu cangkir kopi panas dan Satu gelas Teh hangat, serta Air mineral yang Ranti pilih untuk mendampingi sarapan keduanya.


"Sayang " Sapa Abi yang baru saja keluar dari tenda.


"Eh. Mas , Udah bangun ?"


"Masak apa sayang, Aku bangun karena harum masakan mu " gombal Abi, Ranti hanya mengulas senyum.


"Duduklah mas, Kita sarapan " ajak Ranti dengan menunjuk kursi di depannya.


"Baiklah, Tunggu sebentar, aku akan membersihkan diri" ucap Abi dengan berlalu meninggalkan Ranti.


Kini keduanya telah duduk di depan tenda dengan menyantap sarapan pagi sederhana yang di buat oleh Ranti, tidak ada pilihan menu lainya, namun itu saja terasa begitu nikmat bagi Abi dan Ranti pagi itu.


Sarapan pagi yang sesekali di iringi canda tawa dari Ranti ataupun Abi. Untuk sesaat mereka begitu menikmati kebersamaan yang tercipta.


"Mas. Bagaimana kalau kita jalan-jalan setelah ini" ajak ranti.


Abi tampak berfikir "Apa pun yang kau inginkan sayang" Ucap Abi masih dengan mengunyah nasi goreng dalam mulutnya.

__ADS_1


***


__ADS_2