Asmirandah Hujan

Asmirandah Hujan
Prolog


__ADS_3

...Happy Reading...


Berkali-kali aku mengetikkan sebuah kalimat dan menghapusnya lagi. Aku bingung harus mulai dari mana untuk menuliskan kisah ini,


Beberapa saat aku terdiam. Tiba-tiba pikiranku melayang ke beberapa waktu silam, tepatnya empat tahun lalu saat aku masih berada di bangku SMP.


Waktu dimana pertama kali dia membuatku tersenyum hanya karena tingkahnya yang terlihat lucu dimata ku ketika berpapasan di koridor ataupun ketika tak sengaja tatapan kami bertemu. Dia yang sempat mengisi hari-hariku menjadi lebih berwarna.


Namun, dia pula yang merebut senyum dan kebahagiaanku dengan paksa. Menyisakan tangis dan deraian air mata.


Mengingat itu, membuat jari-jariku yang sedari tadi kaku kini mulai bergerak indah diatas keyboard.


Dan aku tersenyum ketika berhasil memulai tulisanku..


***


Saat itu...


TENG TENG TENG....


"5 menit lagi testing akan di mulai, di harapkan semua siswa untuk memasuki ruangannya masing-masing!"


Suara nyaring itu menghentikan semua aktivitas siswa, dan membuatnya kompak menghela napas.


"Lanjut di dalem aja yuk Ja, dari pada nanti di gangguin Lintang sama gengnya," ucap Bulan kepadaku. Aku mengangguk dan membereskan beberapa buku yang ada di pangkuanku, lalu menyusul Bulan yang sudah terlebih dahulu masuk ke ruangan testing.


"WOI SUNSET"


"SUNSET"


"SUNSET ALUNDRA"


"Nama gue Senja, bukan Sunset " geram ku kepadanya.


Dan benar saja kata Bulan tadi, Lintang datang bersama antek-anteknya. Dia terkekeh melihatku kesal, arghh..selalu saja begitu. Menjengkelkan sekali.


"Mau apa? Gue gak buka jasa contekan. Kalo mau, sana minta sama Hujan aja" ucapku ketus, berharap urusanku dan dia segera usai.


"Ye, sapa bilang gue mau contekan dari lo. Kitakan beda ruangan." ucapnya.

__ADS_1


"Trus?" tanyaku bingung.


"Gue cuma mau bilang sesuatu," ucapnya sedikit berbisik membuatku bergidik ngeri.


"Apa?"


"Lo dapet salam dari temen gue, salam kenal katanya. Trus semangat ngerjain testing nya," ucap Lintang membuat keningku berkerut. Salam kenal? salam kenal apaan? lagian temen dia kan temenku juga ngapain pake salam-salaman segala? pikirku.


Aku tak begitu menghiraukan ucapannya, meski aku tak bisa berbohong. Jika ucapan Lintang membuat tanda tanya besar dalam pikiranku, karena aku tak pernah melihat dia seserius ini.


Aku mencoba tak perduli.


"Ja, Loh? kok pergi sih?, salam balik nggak?" tanyanya.


"Au ah, gak kenal."


"Makannya, kenalan dulu"


"Siapa si?"


"Dia gak mau nyebutin namanya, intinya dia kelas 9C. Lo kenal kok, kita pernah sekelas juga pas kelas 8." jelasnya.


Aku mulai mencoba mengingat nama-nama teman Lintang yang pernah sekelas denganku.


1 detik.


2 detik.


3 detik.


Nihil aku tak mengingatnya. Aku hanya ingat satu nama Kejora, dia sahabatku. Semalam baru saja kita berbincang setelah sekian lama ia sibuk dengan organisasi sekolahnya. Ya, karena jabatannya sebagai ketua PMR di sekolah membuat hubungan kami merenggang.


"Kejora?" tanyaku kepada Lintang. Setelah mengatakan nama itu, terdengar decakan kesal dari mulutnya


"Kok Kejora sih"


"Lah terus?, seingat gue yang pernah sekelas sama kita cuma dia aja deh, eh gak sama Pelangi juga" ucapku.


"Temen gue cowok Senja, bukan cewek" ucapnya frustasi.

__ADS_1


DEG!


Apa dia bilang tadi? Cowok?


Sumpah kali ini bercandanya Lintang membuatku tak tenang.


"Bercanda lo gak lucu Tang, udah ah gue mau masuk" ucapku berusaha terlihat santai.


"Gue gak lagi becanda Sunset, emangnya wajah gue keliatan lagi ngelawak?" tanyanya membuatku mengamati wajahnya secara seksama.


Tidak. Lintang tidak terlihat sedang bercanda. Dan itu membuatku semakin takut.


"LINTANG, KEMBALI KERUANGAN MU. KAMU GAK DENGER BEL UDAH BUNYI TADI HAH?" teriak guru BK dari arah belakang kami.


Lintang hanya berdecak sebal lalu kembali menatapku. "Gue tunggu balasan salam lo buat temen gue" ucapnya sebelum kembali keruang testing nya dengan santai tanpa menghiraukan keberadaan guru BK yang sedang menatapnya heran.


"CAHAYA ILAHI IS COMING" suara Lintang menggelegar di koridor yang sudah cukup sepi sambil merentangkan tangan ke arah gadis yang sedang membuang sampah, Lintang seperti hendak memeluknya yang langsung di hadiahi jitakan oleh gadis itu.


"PANGGIL GUE CAHAYA LINTANG GILA" suara Cahaya yang cempreng itu terdengar sampai keruangan ku yang hanya berbatas tembok. Lintang mengelus-ngelus kepalanya yang terkena jitakan maut dari Cahaya.


Aku terkekeh sendiri melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil itu.


"Kamu kenapa masih di pintu? Ayo masuk sekarang" ucap guru BK yang ternyata masih berada di depanku.


Aku refleks mengangguk dan langsung duduk ke tempatku, di belakang Bulan. Sepertinya, Aku harus berterimakasih pada guru BK tersebut karena telah menyelamatkanku dari situasi awakward bersama Lintang tadi.


"Lintang bilang apaan Ja, kok serius banget?" tanya Bulan padaku membuatku gugup seketika. Aku bingung harus menjawab apa.


"Gak kok, gak bilang apa-apa" ucapku berbohong.


Tak berapa lama, pak Galaksi atau sering disapa pak Galak masuk sambil membawa setumpuk kertas berisi soal-soal test membuat seisi ruangan menghela napasnya untuk kesekian kalinya.


...TBC...


..........


Hai, para reader ku semua. Thank you so much untuk kalian udah mau mampir di novel aku. semoga kalian suka ya dengan ceritanya. Kalo ada yang mau bertanya silahkan ya author terima dengan senang hati. Kalo ada yang mau memberi apresiasi silahkan ya guys soalnya author butuh pendapat kalian.


MOHON KOMEN DIBAWAH YA.

__ADS_1


DI TUNGGU YA NEXT PART BERIKUTNYA. OKE, GUYS SEE YOU AGAIN ❤️🥰


__ADS_2