
Dan Evelyn masih berdiri di halaman rumah dengan menyaksikan pintu rumah yang di tutup dengan keras di depan matanya...tubuhnya tersungkur di rerumputan,..jemarinya terkepal sampai gemetar menyaksikan betapa mereka telah menyakitinya dengan begitu besar hingga tidak menyaksikan apapun untuknya..
tangisan Evelyn pecah di sana, dengan wajah yang tertunduk penuh airmata, bahkan ayah kandungnya hanya menganggapnya seperti kotoran yang harus di buang...
Bukankah itu terlalu kejam untuk di katakan oleh seorang ayah kepada putrinya...
Yah....bukankah dunia bilang, seorang ayah adalah cinta pertama anaknya...bahkan seorang ayah rela menahan seribu kesakitan demi melihat anaknya bahagia, atau tersenyum..
Tapi dia tak seberuntung itu....ayahnya bahkan menampar wajahnya seperti seorang pendosa hingga Evelyn mengerti ia tak membutuhkan cinta dalam hidupnya ataupun perhatian, itu semua hanyalah omong kosong...
''Evelyn....''
Gadis itu membeku, dia melupakan keberadaan Elard di sini...oh...termasuk Elard, Evelyn tak akan pernah memakai hatinya,...
Gadis itu mengangkat wajahnya menemukan tangan Elard yang terulur kepadanya....namun, Evelyn malah menepis tangan Elard dan mencoba bangkit sendiri dengan usahanya meski sedikit sulit, tubuhnya belum pulih dari rasa sakit karna di sentuh pria kejam di Hotel tadi...
Keduanya bertatapan tajam...sebelum Evelyn berbalik dan melangkah, namun Elard mencekal tangannya hingga memaksa Evelyn untuk menoleh kepadanya..
Keduanya bertatapan tajam....
''Bisakah kau....melepaskan aku...''
Elard tetap saja keras kepala, ia semakin menarik Evelyn hingga mendekat kepadanya...
Deg!!!!!
Keduanya bertatapan tajam..
''Mengapa kau mengabaikan aku...mengapa........''
Sinar mata Evelyn membara...
''Lepaskan aku Elard...''
Evelyn kembali menghempaskan pegangan Elard dan melangkah ke arah jalan, ia sungguh tak perduli pada apapun lagi karna rasa frustasinya yang teramat besar..
''Eve....''
''Mengapa kau terus mengikutiku...''
__ADS_1
''Mengapa kau menghilang...apakah semua yang di katakan oleh Sania benar....''
Kali ini Evelyn menoleh....
''Yah....semua yang dikatakan Sania adalah benar, dia benar jika bilang aku memang menjual diriku pada seorang pria kaya di apartemen mewah semalam...puas..''
Elard mengepalkan tangannya, sungguh dia sangat kecewa..
''Apa alasanmu melakukannya...apa...'' teriak pria itu teramat marah...
Evelyn tertawa....airmatanya menetes..
''Karna aku bosan hidup seperti ini, karna aku bosan terus di hina....jadi itu satu-satunya jalan bagiku Elard, kau sendiri saksinya aku bekerja di tempat itu sampai sakit tapi uang yang aku dapat tidak seberapa jadi aku.......''
Kata-kata Evelyn menguap begitu saja ketika kali ini Elard kembali menriknya dalam pelukannya hingga keduanya saling menatap tajam....mata Elard penuh kecewa, jadi Eve melakukan itu semua karna uang, bukankah Elard bisa memberikan segalanya..mengapa harus melakukan hal itu mengapa...?
''Bukankah...aku bisa memberimu segalanya kalau kau mau....mengapa kau sangat bodoh....Evelyn...''
''Kau mau memberiku segalanya, oh...ya....aku lupa kalau aku sudah berhutang padamu...jadi apakah aku harus membayarmu sekarang, aku punya uang.....''
''Aku tidak butuh uangmu Eve,....aku hanya ingin...''
Pegangan di tubuhnya seketika terlepas seiring Elard yang menghela nafas dengan berat...ia sungguh kecewa..
''Kau pikir aku pria seperti itu Eve...teganya kau menyamaratakan semua pria...tak taukah kau semalam kalau aku mencarimu seperti orang gila...aku ke restoran tempatmu bekerja namun kau tak ada disana...lalu aku ke rumah ini untuk apa...untuk mencarimu namun kau tak ada....aku kemari hanya untuk mencariku, bukankah aku sudah bilang...bersandarlah padaku jika kau butuh apapun Eve,..yah..aku bisa memberikanmu segalanya tapi aku bukanlah pria yang mau mengambil keuntungan darimu kau dengar itu...''
Deg!!!!
Dada Eve seakan di hantam sesuatu yang keras, nyeri dan menyakitkan...tentu saja, kini dia tau kalau Elard kerumah ini hanya untuknya..
Apakah itu artinya Elard mencintainya...? Gadis yang telah ternoda dan di anggap kotoran...apakah pantas bersama Elard..oh...Eve....kau harus bangun dari mimpi, tak bisa...kau tak akan pernah bisa mendapatkan apapun apalagi cinta...
Elard dan kau seperti bumi dan langit......
Evelyn mendekati Elard dengan pandangan yang pasrah...
''Tinggalkan aku saja..lanjutkan saja hubunganmu dengan Sania..aku tak akan lagi menganggu...'
''Mungkin bagimu ini adalah perasaan biasa hingga kau dengan mudahnya mengatur aku bersama siapa...yah..kau sangat kejam Evelyn..''
__ADS_1
''Aku kejam....apa kau tak salah bicara Elard, bukannya mereka yang sudah menyakitiku..mereka dan bukan aku....''
''Tapi kau tidak harus menjadi seperti mereka untuk membalas Eve,....kau punya pilihan untuk tidak membalas mereka..''
''Kau tidak pernah menjadi sepertiku jadi kau tidak tau...''
''Aku tau perasaanmu Eve..karna itu aku ingin kau berhenti....tak ada gunanya, jika hanya tentang uang...maka aku bisa memberikanmu...''
''Tidak...aku bukan pengemis...''
Evelyn berbalik....
''Akulah yang pengemis itu Eve....aku mengemis cintamu apakah kau mengijinkannya..''
Airmata yang menumpuk tadi akhirnya runtuh meski sudah di tahan oleh Evelyn...
''Aku lelah Elard..aku sangat lelah...''isak Evelyn melangkah meninggalkan Elard yang masih berdiri dengan tatapan tak rela..
Evelyn melangkah sepanjang trotoar namun yang tidak dia sangka adalah El;ard mengikuti langkahnya di belakang dengan teratur menjaganya dari kemungkinan Evelyn akan jatuh.
Evelyn sama sekali tak tau jika Elard mengikutinya dari belakang..gadis itu terus berjalan dengan tatapan kosong, airmatanya menetes..
Sampai akhirnya dia menemukan jembatan yang seolah memanggilnya mendekat....Evelyn mendekat dengan senyuman...ketika sampai disana ia melebarkan matanya melihat lautan luas di bawahnya yang begitu gelap namun terlihat tenang..
Bagaimana kalau dia lompat saja dan semua masalahnya akan selesai...? Senyum terukir di bibir Eve hingga ia kembali meneteskan airmata, gadis itu mulai berbicara sendiri...dan mulai menggapai sesuatu yang berkilauan di permukaan air..
''Yah....semua masalahnya akan selesai jika aku melompat, aku tak perlu lelah menghadapi ini semua sendirian...aku tidak perlu lelah sendiri karna ia akan merasa damai ketika bersatu dengan lautan...ibu akan menyambutku bukan....''isak Evelyn kembali menangis keras...
''Aku merindukanmu ibu....aku merindukanmu...''tangisan Evelyn kembali pecah di kesunyian malam..
Sementara Elard hanya berdiri di belakangnya, dia juga terharu dan merasakan benar bagaimana perasaan Evelyn yang terlalu banyak merasakan sakit dan luka masa lalu...meski dia telah melakukan kesalahan besar namun, entah mengapa Elard tidak ingin meninggalkannya...tidak bisa.
''Aku merindukanmu ibu....''
Evelyn tak bisa mengendalikan dirinya, dia kemudian mulai menaiki batas jembatan dan ingin sekali melompat dan bersatu dengan lautan..
''Evelyn..........''jerit Elard keras..
Evelyn menoleh dan membeku melihat Elard yang sedang berlari ke arahnya, mengapa pria ini ada disini dan mengikutinya...?
__ADS_1
''Elard...'' desah Evelyn sungguh tak menyangka....