
Sania amat sangat terpukul ketika mendengar ucapan Elard yang jujur tentang perasaannya pada Eve, tentu saja dia terpukul dan marah...gadis hina ini meski dia telah menjadi seorang pelacur namun bukannya Elard jijik, bisa-bisanya Elard begitu bodoh dan menerima begitu saja seorang Evelyn..
''Elard sadarlah...apa kau akan mempertaruhkan nama baikmu dan keluargamu demi pelacur ini kau tidak hanya akan malu..dia bahkan hanya gadis tak tau malu..dia....''
''Sania......''suara Robert melengking hingga mengejutkan semua yang ada diruangan termasuk Eve..ia hampir tak percaya bahwa pria ini membelanya..
''Ayah.......''suara Sania terputus takut, ia tak menyangka kalau ayah akan membela Eve, memang Eve anak kandung ayah tapi selama ini ayah bahkan tidak pernah menunjukan perasaannya.
''Apa kau mau mempermalukan adikmu sendiri...meski Eve hanya adik tirimu tapi bukan berarti kau seenakknya..''
''Astaga....ayah..apakah kau sudah menerima uang haram dari anakmu,...apakah kau menikmatinya hingga kau berubah menjadi baik....? bukankah selama ini kalian membencinya..tak ada satu pun dirumah ini yang perduli padanya meski dia pulang dalam keadaan sekarat....'' jerit Sania histeris.
Deg!!!!
Elard mengepalkan tangannya...karna itulah dia ingin menikahi Eve dan membawanya keluar dari lingkungan ini dan membawanya pergi jauh dan membahagiakannya, Elard tak akan membiarkan Eve hidup dalam balas dendamnya yang akan menghancurkannya..
Evelyn merasa dia sudah di ambang batas kesabarannya..gadis itu bangkit dan melangkah mendekati Sania hingga mereka berdiri saling berhadapan...
''Apa masalahmu kakak....apa kau sedang cemburu....''
''Cemburu pada pelacur sepertimu...astaga Eve,.....kau terlalu percaya diri...''
Elard bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Sania, sambil menarik Eve di belakangnya, jemari Elard menggenggam jemari Eve pria itu kehilangan kesabaran..
''Aku keberatan dengan kata-katamu tentang pelacur, Eve adalah calon istriku sekarang jadi Sania....aku tidak akan pernah mengijinkan siapapun untuk menghinanya....''teriak Elard dengan nada tinggi..
Sania terbakar amarah, terlebih lagi melihat senyum di belakang punggung Elard, Eve tersenyum penuh ejekan padanya..hingga Sania meradang...
''Elard...kau tidak tau siapa dia...dia adalah...''
Paula menarik Sania menjauh dan menghempaskannya dengan kasar..
''Hentikan....ada apa denganmu Sania...apa kau sudah gila...'' jerit Paula histeris..
''Yah...aku sudah gila ibu..mengapa Elard memilih pelacur itu mengapa...''
''Sania..sadarlah...dia tidak mencintaimu..''mata Paula memerah hampir menangis...
''Tapi aku mencintainya bu...dia seharusnya menjadi milikku, seharusnya dia memilihku...semua gara-gara gadis ****** itu..''tangis Sania berlari menemui Eve ingin menyerangnya namun Sania terkejut ketika sang ibu malah menariknya kembali..
Plak!!!!!
Tubuh Sania tersungkur jatuh di lantai hingga airmatanya menetes...dia sungguh tak menyangka jika sang ibu menamparnya dengan begitu keras..
''Apa yang terjadi padamu...mengapa kau bersikap seperti ini...memalukan...''teriak Paula geram..
Eve sedikit terkejut menyadari pembelaan Paula kepadanya, tentu saja..Sania sadar sekarang dengan apa yang terjadi padanya, dia sedang mempermalukan dirinya sendiri...
Sementara Evelyn amat menikmati semua yang terjadi kepada Sania, ia tau benar ini adalah pukulan terbesar untuk Sania hingga gadis itu akan mengingat semua ini seumur hidup..
Robert mendekati Elard dan tersenyum,
__ADS_1
''Maafkan atas kesalahan Sania...Elard...ayah hanya ingin kau tau kami menyetujui lamaranmu....untuk menikahi Eve...''
Evelyn menoleh...lihatlah pria tua ini, dia mulai bermain sandiwara...dengan sangat lihai, hingga Evelyn tak bisa menahan rasa kesalnya.
''Terimakasih tuan...aku harus pergi sekarang.''ucap Elard lalu menatap mata Eve yang begitu tajam kepadanya,..
Elard lalu membawa Eve keluar dari rumah besar dan membawanya menuju mobil..
''Elard hentikan....''
Elard menghentikan langkahnya dan menoleh ketika Evelyn menghempaskan pegangan tangannya..
pria itu menghela nafas.....dan mendekati Eve dengan kerutan di dahinya..
''Eve....''
''Mari kita bicara....''
Eve melangkah menuju mobil barunya namun, Elard menggapai tangannya..
''Kita akan pergi dengan mobil milikku...''ucap Elard tegas..
''Tidak...aku akan pergi dengan mobilku...''balas Eve dengan dingin...
Elard sungguh tak bisa mengerti, sisi dingin seorang Eve,..begitu cepatnya dia berubah..tadi di dalam dia memeluk Elard dan hal itu seolah menjelaskan kalau perasaannya begitu besar pada Elard, tentu saja...hal itu membuat Elard bahagia dan berpikir Eve akan menyerah dan mulai menerimanya sebagai pria dalam hidupnya...
Namun tatapan dingin Eve saat ini seolah menegaskan bahwa gadis ini sedang menyembunyikan api di dalam dirinya...
Gadis itu melangkah mendekati mobil mahal pemberian Dark lalu masuk ke sana dan pergi meninggalkan tempat itu...sementara Elard hanya mampu menarik nafasnya...
apapun yang terjadi seperti janjinya dia tak akan menyerah...kepada Eve,...
******************
Di sebuah ruangan.......
Pintu ruangan Dark di ketuk dengan hati-hati hingga sesaat kemudian, pintu terbuka dan asisten kepercayaannya masuk dan menundukan kepalanya dalam-dalam...
''Tuan...Dark..''
Pria itu mengangkat wajahnya dan menatap lurus pada asistennya..
''Romi....ada apa...''
''Tuan.....anak buah di lapangan menemukan nona Eve, sedang bicara dengan seorang pria...''
Dark memajukan tubuhnya, dahinya mengerut dengan dalam...
''Apa maksudmu...''
''Identitas pria itu masih misterius, dan aku masih belum tau mengapa siapa dia...''
__ADS_1
Dark seketika bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Romi...jemarinya mengepal dengan kuat.
''Apakah itu kekasihnya...''
Romi menggeleng...
''Aku belum tau tuan, tapi....aku yakin pria itu sangat menyukai nona....''
Kata-kata Romi menggantung ketika lehernya di cengkram dengan sedikit kuat hingga pria itu sesak nafas...
''Jangan berani bicara tentang pria lain di hadapanku Romi, tugasmu adalah menyelidiki siapa pria itu dan aku akan menghajarnya..apa kau mengerti...tak ada satu pria pun yang aku ijinkan mendekati Eve....karna dia milikku apa kau dengar itu...''
Uhugg....uhugg....
''Aaa...aku minta maaf tuan...''ucap Romi dengan suara tercekat ia sampai terbatuk-batuk karnanya..
Hingga akhirnya Dark melepaskan cengkramannya dengan kasar...pria itu lalu meraih jassny..
''Sebutkan lokasinya aku...akan menemui mereka dan mengejutkan pria itu...''ucap Dark dengan pandangan dingin..
Romi pun mengangguk....
''Baik tuan....''
***************
Di pinggir pantai....
Elard hanya terdiam seolah kehilangan kata ketika Evelyn mengucapkan sesuatu yang memukul telak hatinya..
''Tidak...kau pasti bercanda...katakan kalau ini tidak benar,....''
''Yah....meski kau memaksa itu tak akan pernah membuat aku menghentikan semuanya,..''
Mata Elard basah....ia mendekat, menyentuh bahu Evelyn...
''Jangan katakan hal mengerikan itu padaku Eve...aku tak bisa hidup tanpamu kau tau itu...''
''Lalu apa urusanku...aku tidak mencintaimu Elard, sadarlah...meski kau menikahiku aku tak akan pernah berhenti menemui pria itu......''
Deg!!!!!
''Mengapa kau kejam Eve....mengapa kau mengatakan hal sekejam itu...'' teriak Elard tak mau terima..
Evelyn tertawa keras, namun ironisnya airmatanya menetes di wajahnya...
''Aku tidak mencintai siapapun di dalam hidupku...''desis Evelyn beku..
''Apa.....'' airmata akhirnya jatuh dari mata seorang Elard....
Pria itu tersungkur di hadapan Evelyn yang diam seperti patung....
__ADS_1
Mengapa seperti ini....?