Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Vila


__ADS_3

Akhirnya Elard membawa Evelyn menuju Vila pribadinya yang terletak di daerah perbukitan, disini tempat yang nyaman dan aman,....bahkan tak ada satupun rumah yang ada disini..sekeliling Vila adalah hutan dan jurang tajam,.


Evelyn tersenyum...sembari merasa lega, dia akhirnya terlepas juga dari cengkraman Dark yang begitu mengerikan...


yah dia bebas dan karna pertolongan Elard dan pamannya yang baik hati..


''Bagaimana perasaanmu sayang....''bisik Elard menyentuh bahu Eve hingga gadis itu menoleh..


Ia tersenyum...dan itu sangat manis, bagaimanapun...penampilan dan wajah orang yang bahagia tanpa dendam itu berbeda, terlihat cerah dan juga lebih bercahaya dan itulah yang terjadi pada Eve...gadis ini terlihat lebih santai dan juga lebih cantik..


''Aku senang sekali, tolong sampaikan terimakasih pada pamanmu, aku tak tau lagi bagaimana bisa bebas tanpa dirinya..''


''Tentu saja Eve....paman akan sampai nanti malam, jadi...kita akan makan malam bersama....''


Eve mengerutkan kening...


''Bukankah kau bilang pamanmu adalah orang yang sibuk, mengapa malah datang kemari...''


Elard berdehem...sambil mengusap rambutnya...


''Sebenarnya akulah yang memaksa paman kemari....karna aku ingin mengenalkanmu pada paman....aku ingin, dia merestui kita...''


Eve mengangguk patuh...


''Apakah pamanmu sudah menikah...''


''Tidak...dia belum menikah, dia adalah pria yang tak akan menyerahkan dirinya pada pernikahan, baginya wanita seperti pakaian yang bisa di ganti kapan saja jika dia bosan..''


Bolamata Eve melebar curiga, hingga Elard menggeleng..


''Aku tidak begitu Eve....aku mencintaimu, aku setia dan aku....''


''Aku percaya padamu Elard, mata Eve berkaca-kaca...ia mendekati Elard dan menatapnya dengan tajam..aku adalah wanita yang kotor namun kau memilihku Elard, apakah kau tidak menyesal....''


Elard menggeleng....


''Aku tulus mencintaimu Eve....bagiku kau sangatlah berharga...''


Airmata Eve menetes, dan Elard lagsung mendekap dan menenangkan dirinya..


''Elard, maafkan aku...maafkan semua kesalahanku selama ini, tentang aku yang telah melukai keluargaku, tentang aku yang telah membuatmu terluka berkali-kali dan tentang segala perbuatan burukku dengan terlibat bersama pria itu,...sungguh rasanya tidak pantas jika aku berada di sisihmu..kita berbeda...kau terlalu baik..''


''Cih...tak pernah ada manusia yang benar-benar baik Eve...aku mohon jangan merendah, kau bersikap seperti itu karna kau terlalu terluka dan kini kau sudah berubah..mereka mendapatkan ganjaran dari perbuatan mereka sendiri...


''Tapi......''


''Eve.....setelah semua dokumenmu selesai, maka aku akan menikahimu....''ucap Elard dengan tegas..


''Baiklah aku menyerah saja...''


Keduanya saling berpelukan erat....dan menikmati pagi yang menyapa..


*************

__ADS_1


Sementara...


Dark sedang berada di dalam ruangannya, ketika Romi mengetuk pintu dan masuk menemuinya..


Dark melirik kesal, jika Romi tidak membawa berita baik maka pria ini akan mendapatkan hukuman dan Dark berjanji kalau ini akan menjadi hukuman terberatnya..


Romi menundukan kepalanya sementara, Dark menyandarkan tubuhnya...


''Ada apa...kau sangat menggangguku pagi ini dan aku sangat kesal, jadi sebaiknya kau datang dengan berita baik...''ancam Dark tajam..


Sudah 3 hari dia tidak bercinta dan kepalanya serasa mau pecah saja..dia tak bisa menyentuh gadis lain karna hanya Eve yang ada di dalam pikirannya...membayangkan percintaan dengan Eve sungguh membuatnya gelisah..


''Tuan Dark..bisakah tuan menebak apa yang aku temukan pagi ini..tuan tak akan percaya bahwa kebetulan ini sangat dekat dengan tuan..''


Dark tersenyum dingin.....


''Kau sudah mengganggu pagiku, dan membuatku kesal lalu..kau malah mengajakku bermain tebak-tebakan, apakah kau sedang bercanda denganku....kau mau....''


''Tuan jangan marah dulu...berita baiknya aku menemukan keberadaan nona Eve,....''


Ucapan Romi membuat Dark tertarik, pria itu memajukan tubuhnya dan menatap mata Romi untuk meyakinkan jika asisten kepercayaann ini tidak berbohong...


''Katakan dengan cepat....''


Romi mendekat dan meletakan sebuah berkas di depan mata Dark, hingga pria itu mulai membuka berkas di hadapannya dan membeku seketika...


Yah....di hadapannya adalah sebuah berkas milik Evelyn dan juga Elard...


Romi mendekat untuk memberi penjelasan...


''Tuan Dark...ternyata, yang di maksud tuan Elard kekasihnya adalah nona Eve, dan mereka sekarang berada di Vila...''


''Apa.....''


Dark membeku mendengar ucapan Romi saat ini...apa maksudnya dengan yang di maksud Elard dengan kekasih yang akan dia nikahi adalah wanita milik Dark, jadi dirinya dan keponakannya menginginkan satu orang gadis yang sama...?


Namun jelas kalau Dark lebih dahulu memiliki Eve, dia yakin Elard adalah anak baik dan tak akan menyentuh Eve...


''Jadi Eve menggoda keponakanku...''


''Aku belum pasti tuan jadi....''


''Siapkan mobil dan helikopter kita karna aku akan ke Vila sekarang....''


''Lalu apa yang akan tuan lakukan...''


''Mengambil milikku kembali, dan menyadarkan Elard bahwa Eve bukan miliknya....''ucap Dark singkat.


Dark bangkit tanpa mau menunggu lalu meraih jasnya dan buru-buru memakainya sementara Romi terlihat cemas...


''Tuan Dark....''


Pria itu berbalik kesal...

__ADS_1


''Ada apa...mengapa kau malah menahanku...''


''Tuan...maafkan aku, tapi jika tuan mengatakan sebenarnya tuan Elard akan kecewa dan bukan tidak mungkin..akan terjadi pertengkaran besar antara tuan dan juga tuan Elard...jadi bagaimana kalau tuan membuat rencana saja...''


Dark mengurungkan niatnya untuk pergi...ia mendekati Romi dan menatap matanya...


''Katakan rencanamu...''


Romi mengangguk patuh, lalu membisikannya di telinga Dark, dan senyum terukir di wajah Dark...


''Baiklah...kali ini kau sangat pintar Romi...''bisik Dark menepuk pundak Romi cukup keras hingga pria itu cukup pegal...


''Sekarang....aku akan ke Vila...aku tak akan membiarkan mereka menginap bersama disana...''


''Baiklah tuan...aku akan menyiapkan pesawat sekarang....''


Deg!!!!!


**************


Di Villa


Evelyn menatap dirinya di cermin malam ini, sebuah gaun malam dengan potongan tanpa lengan, berwarna hitam membuat kulit Evelyn bersinar di bawa lampu..


''Makan malam ini sangat penting karna ia akan berterimakasih pada paman Elard, atas semua bantuannya...selama 3 hari hidup tanpa bayangan seorang Dark memang terasa melegakan...dan penuh kedamaian...


setelah selesai bersiap, Eve keluar dari kamarnya dan mendekati tangga..pandangannya berkeliling mencari sosok Elard hingga tak lama kemudian Elard keluar dari dalam kamarnya..pria itu memakai jasnya..


Keduanya saling memandang...dan melemparkan senyuman kagum...bersamaan dengan itu, terdengar ketukan di pintu...


''Ayo sayang.....'' ucap Elard mengulurkan tangannya...


Mereka menuruni tangga dan menuju pintu....


Elard meraih gagang pintu dan membuka pintu lebar-lebar hingga ia tersenyum...


''Paman Dark...selamat datang...''


Deg!!!


Jantung Evelyn seperti melompat dari tempatnya, menyadari nama Dark...dengan penasaran gadis itu mengangkat wajahnya dan membeku ketika menemukan seorang Dark berdiri dengan senyuman dingin kepadanya...


Tubuh Eve melemah saat itu juga....


Tidak mungkin....


Dark mendekati Eve dengan senyuman ramah...


''Jadi kau yang bernama Evelyn....''


Deg!!!!!


Tubuh Evelyn bergetar seketika...

__ADS_1


__ADS_2