
Bagi Evelyn ini pertama kalinya seorang pria yang bukan siapa-siapa membelanya, yah..ini pertama kalinya Evelyn mendapatkan sebuah perlakuan manis, bahkan dari seorang pria yang berulangkali menolongnya, yah..pria itu adalah Elard dan saat ini bahkan membelanya di hadapan Sania kakak tirinya, hingga ada rasa hangat di dalam hati Evelyn menyadari kalau ada setitik bahagia dia dalam dirinya..
''Aap...apa maksudmu Elard, kau hanya bercanda bukan...kau tau ini tidak lucu.''jerit Sania histeris sementara Evelyn hanya mengepalkan tangannya, memilih diam dan menyaksikan keduanya saling berhadapan.
''Apa kau melihat aku sedang bercanda Sania....aku mencitai Evelyn dan mulai sekarang aku akan melindunginya dari siapapun yang mungkin akan menyakitinya..''
Syok...itulah wajah yang di tujukan Sania saat ini, sungguh dia tidak pernah membayangkan kalau akhirnya akan seperti ini, bagaimana mungkin pria yang begitu dia cintai sejak mereka sekolah...bahkan Sania tidak pernah melihat pria lain selain Elard seorang, dia sangat mencintai Elard hingga rasanya dunianya runtuh di hancurkan dengan kejam oleh gadis murahan ini..
''Tidak...apa maksudmu Elard..tidak....bukankah kau hanya pantas mencintaiku....aku bahkan masih perawan....aku bukan pelacur sepertinya..''
''Hentikan Sania...''
Kali ini Elard bersedekap mendekati Sania dengan tatapan beku, bagaimana mungkin dia bisa dekat dengan gadis mengerikan seperti Sania yang bahkan tidak segan menyakiti jika keinginannya tidak terpenuhi..
''Mengapa aku harus menghentikannya Elard...kita sudah saling mengenal sejak lama, sebelum kau kerumahku dan bertemu dengan pelacur ini...aku benci padanya..''
Kini pandangan Sania lurus menatap Evelyn yang sedang mengangkat wajahnya penuh rencana, Evelyn tersenyum hingga semakin membuat Sania menggila..
Yah...ketika melihat Sania begitu marah, ada dorongan dalam diri Sania untuk lebih dan lebih lagi menyakiti Sania, ini belum seberapa bukan.,..di banding apa yang telah Sania dan ibunya lakukan pada Evelyn...
Pandangan Evelyn mengarah pada Elard yang mungkin akan rela mati untuk dirinya, yah.....Elard....dia akan memanfaatkan Elard agar bisa menghancurkan hati Sania sampai ke dasar...Evelyn tersenyum...sambil menatap Sania sengaja hingga ingin membuatnya cemburu, Evelyn menyentuh lengan Elard hingga pria itu menoleh kepadanya..
Mata Evelyn berkaca-kaca sesaat..
''Jangan membelaku Elard, aku....sudah banyak mengalami hal mengerikan akibat ulah kakak dan ibu tiriku...aku tak mau menambah masalah...aku.....''
''Siapa bilang kau menambah masalah...siapa yang bilang....aku akan melindungimu mulai sekarang Eve...jadi tenang saja...tak akan ada satu orangpun yang mampu menyakitimu..''lirik Elard menatap Sania seperti musuh..
Hingga Sania tak kuasa menahan airmatanya...ia sungguh patah hati sekarang..
Tak puas disitu, Elard lalu menatap Sania dan mengeraskan wajahnya..
''Aku peringatkan padamu atau keluargamu jika di antara kalian ada yang berani menyentuh Eve maka kalian akan berhadapan denganku apa kau mengerti..''
__ADS_1
Sania menggeleng, ini terlalu menyakitkan untuknya hingga Sania tak kuasa untuk berlama-lama disini, dia harus segera pergi atau dia hanya akan mempermalukan dirinya sendiri..
''Baiklah..terserah padamu Elard, tapi aku pasti akan melakukan sesuatu hingga membuatmu sadar bahwa akulah yang mencintaimu dengan tulus..''isak Sania lalu membalingkan wajahnya, hendak melangkah namun tangannya di cekal oleh Eve..hingga keduanya bertatapan..
''Kakak...maafkan aku, apakah kau mencintai Elard, tapi aku benar-benar tak bermaksud berada di antara kalian aku sungguh-sungguh tidak pernah membayngkan hal ini sebelumnya.''ucap Eve dengan sengaja ingin memanasi Sania yang sedang emosi..
Mendengar hal itu tentu saja Sania terbakar emosi dengan cepat, ia mendekati Eve...dan..
Plak.....
Eve terkejut ketika wajahnya di tampar ke belakang, dan menyadari kalau itu sangat menyakitkan..
''Apa yang kau lakukan Sania..kau benar-benar gadis yang mengerikan....kau sangat mengerikan....dan mulai sekarang aku harap agar kita tidak pernah bertemu lagi..''
Elard mendorong tubuh Sania hingga tubuhnya terdorong ke belakang dengan sangat kasar, hatinya sungguh sakit sekali melihat Elard memeluk Evelyn dan melindunginya sementara di dalam pelukannya Evelyn malah tersenyum penuh ejekan kepadanya..
Betapa terlukanya hati Sania, ini sakit tapi tak berdarah namun ini memang sangat menyedihkan..
''Kau akan segera menyesali semua yang kau lakukan padaku Elard, demi membela gadis licik ini..''jerit Sania lalu melangkah keluar dari ruangan dan menuju ke mbilnya dan segera meninggalkan tempat itu..
Evelyn menoleh pada Elard yang sedang menatapnya..
''Elard...apa yang terjadi kau.......''
Pria itu mendekat dan meraih Evelyn dan setengah memeluknya dengan posesif,..
''Aku serius dengan apa yang ku katakan, dan aku yakin dengan perasaannku...''
''Tapi...perasaan ini tidak mungkin..''
''Aku benar-benar mencintaimu Evelyn...lalu bagaimana denganmu..apakah kau juga mencintaiku..''bisik Elard dengan senyuman di wajahnya..
Bagaimana ini...apa yang harus di lakukan Evelyn, terlalu banyak luka jadi dia bahkan tak mengerti apa arti cinta sebenarnya...Evelyn masih terdiam dengan pikirannya sendiri hingga Elard masih menunggu dia bicara..
__ADS_1
''Katakan semua isi hatimu, aku yakin kau juga mencintaiku kan....perlu kau tau Evelyn kalau aku bahkan tak perduli tentang masa lalumu, aku bahkan tidak perduli status sosial kita,....bersandarlah padaku jadilah kekasihku Evelyn dan biarkan aku melakukan semua yang kau inginkan....aku ingin membahagiakanmu..''
Deg!!!!
Satu-satunya jalamn adalah berbohong tentang perasaannya bukan, satu-satunya cara adalah mengatakan ya pada Elard dan itu artinya adalah dia akan melihat kehancuran Sania juga Paula...yah...bahkan tadi Evelyn menikmati semua rasa sakit di mata Sania..
Dan ia semakin haus untuk menghancurkan keluarganya....yah...bukankah ini kesempatannya sekarang...dan Elard akan melakukan segalanya untuk dirinya..
''Kau mungkin akan menerimaku tapi bagaimana dengan orangtuamu, mereka pasti akan jijik pada gadis miskin sepertiku....''
''Orang tuaku sudah meninggal ketika aku masih kecil dan aku di asuh oleh pamanku yang bernama Dark..aku akan mengenalkanmu dan aku yakin sekali kalau dia akan merestui kita..''
Evelyn tersenyum...
''Baiklah kalau begitu....aku menerimamu menjadi kekasihku..''
Hening..
Tentu saja ini jauh dari perkiraan Elard kalau Evelyn akan menerimanya secepat ini,...tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Pria itu kembali memeluk Evelyn dengan erat..
''Jadi kau adalah milikku sekarang..''
''Yah...''aku adalah milikmu Elard..
Oh..sungguh pria itu senang sekali..dan kembali mendekap Evelyn dengan begitu erat...hingga keduanya tersenyum..
Evelyn menaikan sudut bibirnya, ini saatnya melakukan pembalasan, gadis itu tersenyum..memejamkan matanya..
*********
Pedro duduk di balik ruang tunggu sebuah penjara, seseorang ingin bertemu dengannya dengan membawakan banyak makanan, namun dia tak tau siapa yang datang sampai akhirnya seseorang masuk melalui pintu dengan tatapan begitu tajam...mendekatinya...
__ADS_1
Pria itu terkejut sampai kehilangan suaranya...
''Tidak mungkin.....