Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Menghindar


__ADS_3

Tiara keluar dari apartemen dengan buru-buru,gadis itu tampak kalut...airmatanya menetes deras di wajahnya....betapa malunya dia...melakukan hubungan hubungan dengan pria yang tak pernah terpaut cinta sedikitpun dengannya...


Walau masih menahan nyeri di daerah miliknya Tiara mencoba untuk menguatkan dirinya...kalau sudah begini bukankah dia sama saja dengan Aris....mengapa dia tak menyerahkan diri saja pada kekasihnya setidaknya mereka saling mencintai bukan tapi bersama Elard....tidak pria itu tak akan melihatnya apalagi dengan kenyataan kalau Elard adalah pria yang pernah dekat dengan kedua kakaknya...


''Tiara......''


Gadis itu terkejut ketika tubuhnya di tarik hingga dia menoleh ke belakang ... ia tak menduga kalau Elard mengikutinya..


''Mengapa kau pergi begitu saja...kita perlu bicara...''


''Tidak.....aku tak ingin bicara apapun tidak.....bukankah semua sudah selesai sekarang, aku tak ingin punya hubungan apapun denganmu..''


''Tiara setelah apa yang terjadi...''


Mata Tiara menjadi panas....


''Anggap saja tak ada yang terjadi...itu cukup untuk kita bukan...''


Melangkah menuju lift Tiara menunggu namun ketika lift terbuka dan ia ingin masuk, Elard kembali menariknya kali ini menekan tubuh Tiara di tembok dan menatapnya..


''Aku belum selesai bicara jadi...kau tidak di ijinkan pergi....''


Airmatanya menetes.....


''Apa maksudmu Elard...kau sama sekali tidak punya hak untuk...melarangku...''


Sinar mata Elard menajam...


''Aku baru saja punya hak atas dirimu karna apa...kau sudah menjadi milikku seutuhnya...''


Tiara tertawa dengan rasa marah di dalam dirinya,pria ini sudah gila ketika mengucapkannya...


''Jangan lupa aku punya kekasih,namanya Aris....aku tak akan pernah meninggalkan dirinya demi kau....tidak...''


''Apa kau mau membuatku tertawa, ini tidak lucu...bahkan seorang bajingan sekalipun akan menginginkan gadis yang suci dia akan segera membuang mu Tiara...''


Tiara bersdekap dengan tatapan menantang ...


''Tidak....dia tak akan pernah membuangku karna aku sendiri memaafkan kesalahannya....''


Sambil menekan lift...Tiara memalingkan wajahnya berusaha tegar....


''Aku tak akan membiarkan itu terjadi Tiara....''


''Lalu kau mau apa.....aku punya kekasih,kita tidak saling mencintai lalu kau mau hubungan seperti apa....aku tak bisa....aku tak bisa bahkan memaafkan diriku sendiri...''


''Aku akan bertanggungjawab Tiara....ayo kita mendikah saja...''


''Tidak.... satu-satunya pria yang akan aku nikahi adalah Aris dan bukan dirimu...''


Ting!!!!

__ADS_1


Pintu lift terbuka dan Tiara segera masuk meninggalkan Elard yang membeku disana....mengapa Tiara bersikap keras...mengapa tidak menyerah saja akan lebih baik baginya jika mereka menikah bukan .. ?


Elard mengepalkan tangannya ...


♥️♥️♥️♥️


Tiara masuk kerja seperti biasanya karna dia tak ingin berbuat kesalahan di tempat kerja....meski bayangan tentang percintaan tanpa cinta bersama Elard terus membayangi dirinya, Tiara berusaha kuat untuk melupakan semuanya..jika dia lemah maka Tiara akan masuk ke toilet dan menangis disana dan ketika dia keluar semua terlihat baik-baik saja...


Semua baik-baik saja sampai akhirnya dia keluar dari toko ketika selesai siftnya...


Tiara keluar dari sana dengan mata yang sembab...bagaimana pun ini pertama kalinya dia alami seumur hidup dan tak berhenti menyesali kebodohannya yang telah tidur bersama Elard...


''Bodoh....''


Tiara melangkah pelan di atas trotoar...bahkan dia tak mampu membayangkan kalau kak Eve tau apa yang terjadi...dia tak ingin kakaknya berpikir bahwa dia mungkin merencanakan semuanya untuk mendekati Elard....ketika memikirkan hal itu membuat Tiara enggan pulang kerumah kakaknya...disana dia akan bertemu dengan Elard dan dia tak sanggup menghadapi pria itu ..


Ketika sedang berjalan ...ia mendapat telp dari kakaknya ..


Eve : Tiara.....


Tiara : Kak Eve..aku baru saja pulang kerja...


Eve : Elard sedang rapat jadi dia tak bisa menjemput sayang, tapi supir sedang menuju kesana....apakah semua baik-baik saja Tiara...


Mata Tiara berkaca-kaca ia terharu karna kakak ya sangat mencintainya...hal itu juga yang membuat Tiara enggan dekat dengan Elard...dia benar-benar ingin menjauh...


Tiara : Kakak semua baik-baik saja ..tapi aku ingin minta ijin kalau aku ingin kembali tinggal dirumah kita..


Eve : Apakah terjadi sesuatu sayang....apakah ada yang membuatmu tak nyaman....?


Tiara : Semua baik-baik saja kak....aku nyaman dirumah kakak tapi.....aku hanya ingin tinggal dirumah kita,rumah yang sepi karna tak ada siapapun disana...bagaimana pun disana ada kenangan ayah dan aku ingin merawat rumah itu...


Eve : Kau benar tapi kakak tak bisa membiarkanmu sendiri disana. Tiara...


Tiara : Aku akan memakai pelayan untuk tinggal dirumah bersamaku..kakak juga bisa mengontrol aku bukan....apakah kakak setuju...?


Eve : Baiklah sayang.....kalau begitu kau kemarilah,kakak ingin bicara sebelum kau pindah,bukankah kau juga akan membawa barang-barang mu kembali...


Tiara : Baiklah...aku akan kesana...aku akan sekalian pamit pada kak Dari dan juga kak Elard ....


Eve : Baiklah...kakak menunggumu sayang...


♥️♥️♥️♥️


Rasanya Tiara tak sanggup melangkah,ketika dia pulang kerumah kakaknya ternyata disana sudah ada Elard yang mengawasinya lewat tatapan mata.....


"Tiara....kemarilah...."


Eve membual lebar tangannya dan membuat gadis itu mendekatinya lalu memeluk kakaknya..tak lupa menciumi perut Eve dengan gemas...


"Kau benar-benar akan pergi...."

__ADS_1


"Aku akan sering mengunjungi kakak tenang saja...."


Dark memeluk Eve dia tau kalau istrinya akan sedih dengan kepindahan Tiara bagaimanapun dia ingin melindungi Tiara tapi sekali lagi...Tiara jug apinya keputusannya sendiri...


''Kakak akan setuju kau pindah kembali krumah asal kau berjanji satu hal pada kami semua Tiara....''


Kali ini wajah Dark tampak serius dia menatap mata Tiara yang polos..


''Katakan saja padaku apa yang harus kulakukan kak.''


Dark sudah lama memikirkan ini..usia Tiara masih sangat muda jadi tidak tepat jika dia harus terus bekerja di toko eskrim itu...


''Kau akan memulai kuliah di tahun ini Tiara ..itu artinya kau akan berhenti bekerja...kau masih muda dan aku rasa kakakmu akan setuju denganku...''


Tiara membeku mendengar usulan kakak iparnya..ia memandang Eve dengan kerutan di dahinya ..


Eve tersenyum lalu memandang ke arah Elard...


''Kau bisa kuliah sambil bergabung di perusahaan milik Elard sambil belajar ....kebetulan Elard membutuhkan sekretaris pribadinya...kakak tak pernah percaya pada siapapun selain Elard untuk menjagamu....bagaimana Tiara....''


''Apa.....''


Tiara sadar kalau semua ide ini adalah dari Elard entah apa yang dia inginkan kali ini..sungguh Tiara tak habis pikir mengapa dia meminta hal ini.. bergabung di perusahaan untuk apa...?


''Kau setuju kan Tiara...''tanya Eve menunggu jawaban...


Tiara tak punya pilihan selain setuju dengan keputusan kakaknya walau ia sedikit geram dengan senyuman Elard kepadanya...


''Baiklah....aku akan mengikuti semua perkataan kakak...jadi apakah aku bisa pergi sekarang...''tanya Tiara tampak pasrah...


Eve dan Dark tersenyum.....


''Pergilah sayang..tapi Elard akan mengantarmu sekaligus mengantarmu berbelanja kebutuhanmu dirumah...''


''Kak Eve aku bisa sendiri ..buknakah kak Elard sibuk.'' suara Tiara tertelan di tenggorokannya ketika Eve menggeleng....


''Karna kau memutuskan untuk kembali kerumah dan Kakak tak bisa mengontrol dirimu maka kak Elard akan mengawali sayang....''


''Ide bagus...''sambung Dark setuju..


Tubuh Tiara merasa lemas seketika...mengapa mereka sepakat begini...


''Tiara ayo....aku akan mengantarmu hari ini...''ucap Elard melangkah lebih dahulu keluar dari ruangan...


Mau tak mau Tiara pamit dan segera keluar dari rumah dan mengikuti langkah Elard yang menuju mobil....


Gadis itu menggapai tubuh Elard dengan kuat ..namun Elard malah menangkap tangan Tiara dan menekannya ke pintu mobil dan tersenyum penuh kemenangan...


''Kau tak akan lepas dariku Tiara....''


Deg!!!

__ADS_1


__ADS_2