
Evelyn membeku ketika Dark mendorong tubuhnya jatuh ke atas ranjang dan membuatnya pasrah...
''Dark.....aku benar-benar sedang pusing sekarang, aku mohon...'' suara Eve tercekat di tenggorokannya..
Namun...bagi Dark dia tak mungkin berhenti, sudah lama dia tidak melakukan hal itu jadi Dark tak akan pernah menyia-nyiakan waktu....Eve harus memuaskan dirinya karna dia begitu menginginkan gadis ini...
Dark bergerak naik, menyentuh atasan gaun malam Eve yang memang sudah terbuka dan semakin menggodanya, bisakah dia menolak godaan itu tidak, dia tak bisa bahkan Dark semakin tergoda untuk menyentuh Eve yang begitu dia rindukan..
Deg!!!!!
''Beraninya kau menghianatiku dengan keponakanku Eve...bukankah aku sudah memperingatkanmu berkali-kali...''
Srakkk
Dengan sekali hentakann gaun Eve terbuka bebas dan langsung menampakan tubuh indahnya di hadapan Dark...
''Aku tidak pernah menghianatimu Dark, kau harus ingat bahwa kita bukan sepasang kekasih...''
''Karna itu kau merasa bebas....'
''Aaargghhhh.......''
Eve mengerang, ketika bibir Dark mulai mencumbu leher jenjangnya....
''Haruskah ku beri tanda cinta...''
''Tidak.....Elard akan curiga, aku mohon Dark berhenti...''
Eve berusaha meronta, dia panik ketika gaun malamnya melorot jatuh dengan pasrah sampai ke lantai, hingga meninggalkan tubuh polosnya di hadapan pria ini...
dan kenyataan itu membuat Dark begitu senang, bagaimana pun dahaganya akan terpuaskan malam ini dan Dark tak akan mau menukarnya dengan apapun, karna hal itu juga yang membuat Elard pergi malam ini untuk mencari dokter..
Yah.....ini semua rencana Dark, dia sangat pintar dan terbiasa melakukannya....
Ciuman panas Dark mulai bergerak turun menyentuh permukaan dada Eve yang mulus, dan mampu membuat gadis itu merintih, memang pria ini gila dalam hal bercinta...dan semua sentuhannya membuat Eve gemetar karna sensasi aneh di tubuhnya..
Sinar mata Dark membara ketika melihat sepasang bukit kembar milik Eve yang menunggunya...jemari nakalnya mulai menangkap dan meremas pa yu da ra itu dan memainkan ujungnya dengan jarinya, Eve mulai terbakar,..
tubuhnya seakan mulai menerima dan mendamba sentuhan Dark yang kasar namun menggetarkan tubuhnya, tentu saja...Dark tak berhenti memberi serangan yang membuat Eve lengah dan kehilangan kendali diri,..
''Dark cukup....'' desah Eve mendorong tubuh Dark namun sulit.
Pria itu kini mengarahkan bibirnya ke permukaan put*ng pa yu da ra Eve yang menegang dan mengulumnya lembut..Eve meronta namun tak bisa, Dark menekan tubuhnya dengan kuat hingga dia tak bisa bergerak, sementara bibir Dark yang panas, mulai membelai sebentar mengul** dan memberi his*p** panas di ujung pa yu da ra Eve hingga ia mengerang pasrah...
''Oh...sayangku, kau sangat manis...''bisik Dark merayu..
Pria itu bergerak naik memposisikan dirinya di atas tubuh Eve dan tak sabar ingin menyatukan diri, pria itu tersenyum bangga melihat hasil tanda ukiran bibirnya di dada Eve yang mulai memerah...jelas karna Eve adalah miliknya..
Di dalam kamar yang sepi, Dark mulai menyatukan dirinya, menembus milik Eve dan mengklaimnya sebagai pemilik tunggal....hingga Eve hanya mampu pasrah, mengimbangi penyatuan yang cukup menguras tenaga...Dark perkasa, dan kenyataan itu selalu membuat Eve bergetar hebat setiap kali mereka bercinta...
''Oh Eve....sayangku...''
Dark menggerakan tubuhnya dan menikmati setiap detik penyatuan mereka yang begitu indah..bibirnya kembali mencari pa yu da ra Eve dan memberi lum**** indah disana, hingga hanya ada erangan nikmat memenuhi ruangan..entah sudah berapa kali mereka melakukannya, dan Dark tak pernah sekali menyentuh Eve seolah candu baginya...
Di tengah percintaan, hati Eve seperti di remas dengan kuat, betapa sulitnya dia menemukan kebahagiaan, bahkan ketika dia mulai menerima Elard, mengapa Dark harus muncul kembali dan mengancamnya...? sungguh Eve sangat hancur menyadari dia sudah tak punya harapan untuk bersama Elard, pria itu terlalu baik untuk dirinya yang telah kotor, bahkan noda pada dirinya tak akan pernah terhapuskan oleh apapun..
Hati Eve hancur, sekarang bagaimana melepaskan diri dari pria ini...bagaimana caranya...? Sedangkan Dark punya semua identitasnya...Eve sungguh bingung...
Percintaan panjang itu menemui ujungnya ketika tubuh Dark mulai menegang, sembari melum*** bibir Eve, pria itu meraih kepuasan dengan perasaan bahagia yang nyata...
Erangan nikmat lolos dari bibir Dark, hingga akhirnya sisa kenikmatan itu mulai meninggalkannya bersama tubuhnya yang sedikit lelah, keringat mulai membasahi keduanya hingga Dark hanya mampu menatap Eve dari atas...lambat-lambat pria itu tersenyum menang...
__ADS_1
''Seperti biasa...kau selalu membuatku puas sayang...''
Dark masih melum** bibir Eve dengan singkat lalu berbaring di samping gadis itu...keduanya diam dalam keheningan, membiarkan nafas mereka berubah menjadi lebih teratur....
Dark menatap langit-langit kamar, dan ia yakin kalau Dark harus melakukan rencananya, dia tak ingin kehilangan Eve apalagi melihat Eve bersama keponakannya...tidak...Dark tak bisa melepaskan gadis ini..
''Aku akan jujur pada Elard begitu dia sampai besok..''
Eve terkejut dan menoleh tajam, matanya menjadi panas...harus berapa kali dia menyakiti pria sebaik itu...Eve bahkan sudah tak sanggup bahkan untuk menatap matanya...
''Tidak...jangan lakukan itu, kau tidak tau berapa banyak aku telah menyakitinya...aku tak bisa...melakukannya Dark...''
''Lalu maksudmu kau akan menerima lamarannya, kau akan menikah dengannya..kau pikir aku akan membiarkannya Eve....''
Airmata Eve menetes, mengapa hidupnya tidak pernah bisa tenang, mengapa....? Harus bagaimana Eve menghadapi semua ini harus bagaimana...?
''Berikan aku waktu untuk mengatakannya langsung Dark, aku bahkan tak bisa menatap matanya...''
''Keputusan harus di buat Eve, dia seorang pria dan dia akan lebih kuat dari ini...tapi aku tak akan merelakanmu meski dia keponakanku apa kau dengar itu,...''
Eve berdehem...
''Aku hanya akan menjadi wanitamu kan, sampai akhirnya kau menemukan seseorang yang lain untuk kau nikahi...''bisik Eve bergetar...
Pria itu menoleh....
''Mengapa kau bertanya begitu, aku pikir aku akan menikah jika.....''
''Jika sederajat denganmu, Elard pernah bilang padaku, kau menganggap wanita seperti baju yang bisa kau ganti begitu saja...yah, aku tau hal yang sama akan terjadi padaku Dark...bukankah waktuku sudah hampir habis sekarang...?''
Dark membeku dia bahkan tidak bisa menjawab kata-kata Eve, memang benar kalau dia memang tak pernah berpikir tentang pernikahan dan berpikir se* adalah kebutuhan dan tak perlu ada kontak hati disana,...mengenai perasaannya Dark juga tak tau apakah ini cinta atau sekedar obsesi semata...
yang pasti dia tak bisa,...melepaskan Eve begitu saja, gadis ini adalah miliknya bukankah mereka memiliki perjanjian tertulis...
''Berikan aku waktu Dark, berapa lama lagi kau akan bersamaku..agar aku bisa menata hidupku kembali meski sudah hancur...aku berhak menentukan hidupku dan aku tak ingin bersama dirimu di sisa usiaku Dark...''bisik Eve tajam..
Dark bangkit dan menarik Eve mendekat kepadanya...
''Yang harus kau ingat adalah..kau harus melakukan tugasmu, jika aku bosan padamu maka tenang saja aku tidak akan menelantarkan dirimu dan mengenai pernikahan..aku memang tak ingin terikat entah itu denganmu atau wanita lain...apa kau dengar itu Eve...''
Deg!!!!
Evelyn sudah menduga jawaban Dark meski begitu mengapa hatinya sakit sekali....? Inikah buah dendam yang di maksud Elard, dia juga akan menderita..karna telah menghancurkan hidup orang lain.
Eve memalingkan wajahnya ketika airmatanya turun membasahi wajahnya, gadis itu mengangguk menyembunyikan rasa sakitnya..
''Baiklah...Dark...''jawabnya dengan nada lemah..
*************
Setelah waktu yang di tunggu akhirnya datang, Eve duduk di sofa karna dia benar-benar lemah...Dark tidak membiarkannya bahkan untuk turun dari ranjang, sementara pria itu duduk tak jauh darinya...menghirup rokok di tangannya..pandangan matanya begitu tajam dan sesekali menatap Eve..
Suara helikopter mengudara di atas atap...dan itu adalah kedatangan Elard yang telah di tunggu mereka, Dark menatap Eve yang hanya diam saja..
''Eve......''
''Aku baik-baik saja....''balas gadis itu dengan dingin..
Sementara Dark hanya menghela nafas...
Elard kemudian muncul di pintu dengan senyuman lega,ia rindu sekali dengan Eve...dan tak bisa berhenti memikirkannya. Elard mendekati Eve dan memeluknya di hadapan Dark hingga pria dewasa itu mengeraskan wajahnya,dia memalingkan wajahnya..
__ADS_1
Mengapa dadanya terasa sesak melihat Eve di pelukan pria lain...? mengapa dia tidak rela sedikitpun...?
''Bagaimana kabarmu semalam...''bisik Elard mendekap Eve dengan erat..
''Aku baik-baik saja...''balas Eve dengan senyuman di wajahnya yang sedikit pucat..
''Baiklah aku menjadi tenang kalau begitu..''
Elard melepaskan pelukan dan menatap sang paman..
''Paman terimakasih telah menjaga Eve...''ucapnya dengan penuh hormat..
Dark hanya mengangguk namun wajahnya dingin, dia masih kesal karna Elard memeluk Eve...
Tak lama kemudian seorang Dokter muncul dari sana, dokter perempuan yang masih cukup muda, usianya setara dengan Elard...ia tersenyum dan menundukan kepala...Dark lalu ikut tersenyum.
''Jadi siapa namamu dokter..''tanya Dark tajam..
''Namaku Ella...''jawabnya singkat..
''Bagus...silahkan periksa gadis ini..''
''Baiklah tuan....''
Ella mengangkat wajahnya dan menatap wajah Eve yang sedikit pucat, dan dari wajahnya dia sudah bisa menebak apa yang terjadi...
''Mari ikut saya nona...''
Mereka pun pergi dan meninggalkan Dark bersama Elard di ruang tamu..
''Bagaimana perjalananmu...''
''Baik paman...semuanya mulus...meski memang sedikit mengalami kendala mesin pada helikopter itu sebabnya kami sedikit lama di jalan..''
Dark mengarahkan tatapan tajamnya pada Romi yang tersenyum, sesuai rencananya..
''Dan bagaimana semalam, apakah semua baik-baik saja..''
''Yah...Eve langsung masuk ke kamarnya dan tidak membukanya hingga pagi dan paman tidur di sini...''ucapnya sambil menepuk sofa di sampingnya...
Elard hanya mengangguk...
''Mengapa paman tidak tidur di kamar...''
''Aku sedikit panas....''
''Panas di Vila....apakah paman sedang bercanda denganku...''senyum Elard seolah tak percaya..
Dark berdehem..sementara Romi hanya mengusap wajahnya, mengapa tuan salah menjawab, bahkan udara di pagi hari seakan membekukan tulang, mengapa tuan malah bilang panas...?
''Aku memang hanya bercanda...'' Dark tersenyum...
Sementara Elard sedikit berdehem, dengan kerutan di dahinya...
Tak berapa lama kemudian sang dokter muda keluar dari kamar dan memandang Dark juga Elard...
''Siapakah di antara kedua tuan ini yang merupakan kekasih atau suami dari nyonya Eve...''
Elard ingin bangkit namun ia sedikit terkejut ketika Dark lebih dahulu bangkit dari tempat duduk dan melangkah melewatinya untuk mendekati sang dokter..
''Apa yang terjadi....akulah yang bertanggung jawab atas......''
__ADS_1
''Nyonya Eve sedang........''