
Paula terbakar amarah melihat kedatangan Evelyn di dalam rumahnya, bukankah dia sudah mengusir Evelyn pergi dan bukannya menjauh Evelyn dengan tidak tahu malunya datang kembali ke rumah ini, bahkan Paula sudah meminta para pelayan untuk mengosongkan kamar kecil Evelyn yang telah di jadikan gudang untuk menyimpan barang.
Paula bangkit dari tempat duduk, dan mendekati Evelyn yang menatapnya seolah menantang..
''Apa yang aku lihat ini...kau datang kerumah...''
''Yah...aku kembali kerumahku sendiri apakah itu menjadi masalah untukmu,...Paula...''
Amarah Paula bangkit dan ingin menghantam wajah Evelyn namun gadis itu mencekal tangan Paula dan sedikit menekannya hingga wanita itu meringis karna rasa sakit di tangannya..
''Aaarrghhh...''
Robert menyipitkan matanya tajam..
''Evelyn apa yang kau lakukan...''
Sania juga tak terima ketika Evelyn menyakiti ibunya, sebagai anak dia akan melakukan apapun..
''Singkirkan tangan kotormu dari ibuku....''teriak Evelyn murka..
Evelyn menghempaskan pegangan tangannya dan mendorong tubuh Paula menjauh darinya..
Evelyn tersenyum puas..untuk pertama kalinya dia mensyukuri kalau sertifikat ini telah dia sembunyikan di sebuah tempat yang aman..
''Aku harap kalian tidak lupa kalau rumah ini adalah milik ibuku...dan aku adalah ahli warisnya...''ucap Evelyn mengedarkan pandangan pada anggota keluarga termasuk ayahnya...
Robert menghela nafas, ia tak bisa berbuat apapun karna apa yang di katakan oleh Evelyn adalah kebenaran dan rumah ini adalah milik istrinya bahkan sudah sejak lama...ibu Evelyn meminta agar rumah ini tidak boleh di jual jika terjadi sesuatu kepadanya..
Paula menoleh tak terima, ketika suaminya bahkan tak bisa melakukan apapun untuk menekan anaknya...
''Kau...sombong sekali aku akan....''kata-kata Paula menggantung ketika Evelyn memotong pembicaraan..
''Aku bisa mengusir siapapun yang mungkin bisa menggangguku, jadi aku harap kalian semua sadar kalau dirumah ini..bahkan tuan Robert hanya menumpang...''
Evelyn melangkah...namun langkahnya terhenti ketika dia mengingat sesuatu...
''Aaaah...aku sampai lupa...Sania...aku ingin kau tau kalau kamarmu sekarang adalah kamarku dulu, jadi aku akan meminta pelayan untuk memindahkan semua barang-barangmu....''
Sania tentu saja protes..di rumah ini, kamar paling besar dan mewah adalah kamarnya, dan dia tak ingin pindah dari sana...karna tempat itu adalah miliknya..
''Aku tidak mau...pelacur sepertimu.....''
Kata-kata Sania menguap ketika Evelyn membalikan tubuhnya dan mendekatinya...
keduanya bertatapan tajam..
''Jika sekali lagi kau mengatakan hal itu maka aku akan mengusirmu dari rumah ini dan mari kita lihat bersama, bagaimana caramu bertahan hidup...bahkan untuk tidur pun kau akan kesulitan sehingga kata pelacur akan akrab denganmu..''desis Evelyn dengan suara yang bergetar..
Sania meneteskan airmatanya ketika dia tak mampu berbuat apapun menghadapi seorang Evelyn yang murahan..dia tak punya kekuatan untuk melawan gadis ini..bagaimana bisa....dia kalah..
__ADS_1
Sania ingin menjawab namun, Paula mendekatinya dan menariknya untuk menjauh dari Evelyn...
''Sayang tidak masalah kau kehilangan kamar, yang terpenting adalah kau adalah anak gadisku yang masih menjaga kesucian...kau tau di jaman ini sangat sulit mempertahankannya, bahkan beberapa wanita tampak sengaja membuka gaunnya untuk mendapatkan segalanya...mendapatkan uang,...tapi kau jangan pernah melakukannya, setidaknya kau adalah benar-benar seorang gadis dan bukan...pelacur..ups...''
Paula tertawa dan di ikuti Sania yang tertawa sambil melirik Evelyn dan ketika Evelyn menoleh mereka melirik ke tempat lain...
Sungguh kedua wanita itu seperti ular, yang sanggup mengeluarkan bisanya, namun Evelyn tak akan gentar,..dia tak akan pernah hidup demi apapun selain balas dendam dan ia berjanji tak akan pernah ada cinta di dalam dirinya untuk siapapun..
Evelyn tersenyum.....
''Kalian berdua akan hancur...''desisnya penuh dendam...
Evelyn melangkah menuju kamar belakang mencari sahabat sekaligus pelayan dirumah ini..
''Dina.......''
Dina sedang mengerjakan setumpuk cucian kotor milik seisi rumah hingga Evelyn hanya meringis..kesal karna mereka bahkan tidak bisa memakai hati...Dina bekerja seperti budak..
''Eve.....''
Dina tersenyum bahagia melihat kedatangan Evelyn yang tampak berbeda..dia terlihat lebih modis dengan pakaian yang bagus..
''Dina....''
Kedua sahabat itu saling memeluk seolah belum pernah bertemu,....
''Kau menghilang dan lama sekali pulang....aku merindukanmu Eve...''
Airmatanya menetes...sungguh Evelyn tak punya siapapun selain Dina yang dia anggap sebagai kakaknya...Dina sangat mengerti Evelyn dan menjadi tempat keluh kesah Evelyn yang memiliki setumpuk beban cerita yang sering di ungkapkan Evelyn kepadanya..
Evelyn menarik Dina keluar dari tempat cucian, dan duduk di taman depan rumah,,,
Keduanya duduk dengan jemari yang saling menggenggam..
''Apakah selama aku tak ada...mereka memperlakukanmu dengan baik...''
Dina mengehela nafas.....
''Setidaknya aku masih hidup Eve....itu lebih penting...'' Dina mencoba tabah menghadapi keadaannya..
''Mereka benar-benar jahat Dina..tapi tenanglah...aku sudah kembali dan mulai sekarang, kau hanya aklan melayaniku dan tidak boleh melayani mereka sedikitpun..''
Dina menoleh dan mengangguk....
''Kau terlihat berbeda..cantik, kulitmu terawat dan kau lebih putih..'' puji Dina dengan mata berbinar hingga mata Evelyn terlihat redup..
Gadis itu memejamkan matanya, membayangkan kalau sebelum datang kerumah ini dia baru saja melayani tuan Dark....yah..ia kini menjadi wanita pemuas pria kaya raya itu...dan tuan Dark menjamin hidupnya untuk merawat tubuhnya...awalnya Eve tak mau menerimanya dia tidak menjual diri...tapi tuan Dark memaksa., lagi pula ini hanya 3 bulan,...hubungan tanpa perasaan yang dia jalani...
meski hati Eve sakit sekali setiap kali melakukannya namun..dia tak punya kekuatan apapun....apalagi melawan...
__ADS_1
''Aku sedang mendapatkan pekerjaan bagus selama 3 bulan..gajinya lumayan untuk di tabung, aku....melakukan perawatan ini meski tidak mahal...apakah aku cantik Dina..''
Dina mengangguk dengan tatapan memuja..
''Jika aku seorang pria maka aku akan menggigitmu sekarang...''
Mata Evelyn melebar...
''Yah....kau ingin mengigitku...astga sejak kapan kau menjadi k*nibal...''?
''Sejak melihatmu Eve,....astaga kau cantik sekali...aku yakin Sania pasti iri sekali denganmu...''bisik Dina...
Evelyn tertawa...
''Dia bukan sainganku sekarang....''ucap Evelyn tertawa.....
''Tentu saja..dia bukan tandinganmu...kau punya segalanya sekarang...''
''Aku akan mengajakmu perawatan besok bagaimana....''
''Yah.....apa kau serius Evelyn....''
''Yah......''balas Evelyn tersenyum..
Evelyn sangat mencintai Dina...seperti kakak perempuan yang dia sayangi..
''Yes....aku senang sekali terimakasih Eve..oh....kau baik sekali...''
Dina melompat ke arah Evelyn dan keduanya kembali saling memeluk..Evelyn tertawa sejenak untuk melupakan kesedihannya.
***********
Pagi sekali...
Rumah tampak heboh dengan kedatangan sebuah mobil mewah yang terparkir di depan rumah dan atas nama Evelyn..
Dina hampir pingsan ketika mengetuk pintu kamar Evelyn hingga gadis itu membuka matanya...
Evelyn membuka pintu dengan mata yang masih mengantuk dan menemukan Dina berdiri di depannya..
''Dina...ini masih terlalu pagi...''
''Aaa....ada mobil di depan..aa...aku pikir kau harus turun karna mereka mencarimu Eve....''
''Apa....mobil.....''ulang Evelyn dengan mata yang melebar...
Di saat yang sama ponselnya berdering...dan Eve mengangkatnya...terdengar suara pria dari sana,....
''Apa kau suka hadiah dariku sayang...''
__ADS_1
Apa.......??