Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Menutup Mata Dan Telinga


__ADS_3


Pernikahan sudah usai dan kehidupan berjalan normal, Eve masih tinggal dirumahnya bersama adik-adiknya sementara Dark akan membawanya tinggal dirumahnya di akhir pekan,..Eve mulai menghitung hari menjelang persalinannya, jadi aktifitasnya mulai di batasi meski wanita itu tak bisa diam untuk memulai bekerja, namun Dark selalu mengontrolnya dari jauh.


Seperti hari ini...Eve harus setuju karna Dark memintanya pindah ke rumah Dark karna kesibukan pria itu dan lagi Dark ingin agar dia pria pertama yang menjadi saksi anaknya lahir..


Eve turun dari tangga dan memandang Tiara yang sedang duduk di teras samping, gadis itu terlihat sedang murung...yah sejak di acara pesta resepsi pernikahannya Tiara terlihat menyimpan kesedihan yang tak bisa di baca oleh Eve...


''Tiara......''


Tiara menoleh dan langsung tersenyum kepada kakaknya..


''Kakak....ayo duduk...''


Eve pun mengangguk kepala dan duduk di samping Tiara yang sedang melamun....


''Kau tidak pergi kerja..''


''Tidak....aku akan masuk siang hari...oya hari ini adalah jadwal kakak kerumah kak Dark..''


''Hum,.....kakak akan segera melahirkan jadi kata kak Dark...kakak harus ada di dekatnya, kakak akan membawa Emi dan juga Dina....dan tentu saja kau harus ikut...


''Aku tidak bisa ikut kakak....aku akan baik-baik saja jika sendiri...''ucap Tiara menenangkan...


Namun bagi Eve dia tak akan pernah mau melepaskan Tiara sendiri...ia tak akan tenang...


''Tiara,.....kakak sudah berjanji dimana kakak berada kau juga berada disana... kecuali kalau kau sudah menikah, dan kau akan ikut kerumah kak Dark, disana juga ada Elard dia akan menemanimu dan melindungimu sebagai adiiknya..''


Tiara menoleh..


''Apa maksud kak Eve kita semua tinggal bersama...''


''Yah...dengan kamar berbeda tentunya, rumah kak Dark sangat luas,..kau akan memiliki kamar yang nyaman disana...kakak tak bisa membiarkanmu sendirian disini..kau anak perempuan jadi bagaimanapun kau harus tinggal bersama kakak..'' ucap Eve memaksa..


Eve sungguh sayang pada gadis ini karna memang hanya Tiara saudaranya saat ini tentunya ia takut terjadi sesuatu pada adiknya meski sekarang Tiara sudah punya Aris yang menemaninya..


Tiara menghela nafas..bagaimana mungkin dia bisa hidup bersama pria yang dia benci dan mengancamnya, sungguh Tiara tak bisa membayangkannya, akhir-akhir ini ia sedang di liputi banyak pikiran, tentang bagaimana rumor tentang Aris semakin kencang ke telinganya,tentang wanita di sekelilingnya,walau Tiara sekuat tenaga tak ingin mendengarkan rumor itu. Namun sekuat apapun dia menolak rumor itu semakin kencang saja, hal itu semakin membuat Tiara terbebani dengan hubungannya..


''Baiklah setelah pulang kerja aku akan pulang krumah kakak...''


''Baiklah kakak akan tenang sekarang...''Eve tersenyum lega...


*********


Elard duduk di mobil dan mengawasi Tiara dari dalam sana...paman Dark memintanya menjemput Tiara karna ini sudah malam, hanya tersisa 30 menit dan gadis itu akan keluar...


Elard memutuskan menunggu di dalam mobil sambil mendengarkan earphone di telinganya sambil matanya mengawasi toko eskrim di depannya..


Tak berapa lama kemudian mata Elard menangkap sosok Aris yang datang dengan motornya, Elard tersenyum...bukankah ini saatnya melihat pertunjukan?


Aris turun dari motornya dan menghampiri toko eskrim disana..tak berapa lama kemudian tampak Tiara dan Aris melangkah keluar bersama mereka tampak berbicara dan Elard masih mengawasinya di dalam mobilnya ..


''Kau harus ikut aku pulang Tiara....''ucap Aris sedikit memaksa..

__ADS_1


Malam ini Aris sedang ingin bercinta dan sialnya dia sudah tak memiliki uang untuk bercinta dengan para wanitanya termasuk Sonya...dan hasratnya terlalu besar untuk menunggu..jadi harapan terakhirnya adalah Tiara...karna Tiara adalah gadis yang belum pernah di sentuhnya jadi dia akan. memanfaatkan Tiara dengan baik...


''Maaf tapi aku harus pulang ke rumah kakakku.''ucap Tiara sedikit dingin dari biasanya...


Hampir setiap hari dia selalu di kirimkan foto mesra Aris bersama para wanitanya yang berbeda dan dia sudah mulai lelah..bahkan Aris menjadi beberapa bahan gunjingan teman-teman di toko eskrim tempatnya sekarang bekerja..


mata Tiara berkaca-kaca ketika menatap Aris...pria ini telah berbeda di dalam pandangannya,mengapa Aris tega melakukan ini semua padanya...mengapa Aris tega mengkhianati kepercayaannya untuk menyerah pada nafsu


sungguh hati Tiara sakit sekali....semua pria sama saja di dalam kepala mereka hanya memikirkan nafsu saja...


Aris mendekat dan menyentuh bahu Tiara dengan tatapan rindu....


''Tolonglah Tiara.....''


Tiara menoleh memandang Aris dengan tajam...


''Apa.yang sedang kau inginkan dariku Aris...kalau tentang Kebutuhanmu maka maaf aku tak bisa dan jangan coba-coba menyentuhku....''


Wajah Aris berubah memerah dia tampak tersinggung...


pegangannya terlepas dan dia tak bisa mengatakan hal apapun....


''Kau menganggapku hanya pria yang hanya mengutamakan se* saja dalam sebuah hubungan....bukankah aku tak pernah menyentuhmu."


"Yah kau tidak pernah menyentuhku tapi bukan berarti kau tak akan melakukannya Aris....baiklah...ambil ini...."


Tiara mengambil beberapa lembar uang miliknya dan memberikannya pada kekasihnya...


Aris tampak terkejut....


"Carilah wanita yang bersih dan lakukanlah apa yang kau inginkan Aris..dan jadilah tenang..."


Aris tak dapat percaya dengan apa yang dilakukan kekasihnya kepadanya pria itu membeku di tempatnya..jadi Tiara memberinya uang agar dirinya tidak di sentuh....mengapa Tiara bisa menebak isi hatinya sekarang bahkan setelah apa yang dia lakukan....


"Tiara......."


Gadis itu menoleh dengan lemah....


"Jangan khawatir aku tak akan memutuskan mu Aris....aku hanya ingin kau puas......"suara Tiara bergetar ketik mengucapkannya...


Aris memandang setumpuk uang di dalam genggamannya,bukankah dia pria paling beruntung di dunia...mendapatkan seorang gadis murni dari hatinya....Aris adalah pria yang beruntung itu bukan....


"Baiklah aku akan pergi tapi ini karna kau yang memaksaku Tiara.....jadi kau akan tinggal di rumah kakakku bersama lama...."


Suara Aris merendah lembut seraya menyimpan uang di dalam saku jaketnya dia akan mendapatkan gadis yang montok dan mampu memuaskannya....hatinya berdebar gembira...


"Aku akan tinggal sedikit lama karna kakak akan melahirkan jadi....aku akan ada disana untuk menemaninya..."


"Bagus....kau memang harus ada disana dan menemani kakakmu...."


Tiara mengangguk lemah....


"Baiklah aku harus pergi Tiara..."

__ADS_1


"Baik...sampai jumpa Aris..." ucap Tiara pasrah...


Pria itupun pergi dan Tiara masih berdiri lama disana..sementara Elard yang menyaksikan semua di depan matanya hanya menghela nafas..seumur hidupnya ini pertama kalinya dia melihat seorang wanita yang begitu sabar...bahkan Tiara tidak memutuskan kekasih yang telah mengkhianatinya..hal ini tentu berbeda dengan sifat Sania kakaknya....


Elard mengerutkan keningnya...memikirkan sesuatu tentang Tiara dan pikirannya selalu saja sama....mengapa Tiara begitu bodoh....? namun yang menjadi pertanyaan selanjutnya di benak Elard adalah mengapa dia terpengaruh dengan semua ini...?


mengapa dia sedikit khawatir pada gadis ini...toh bukan urusannya bahkan ini kesempatan Elard untuk membalas dendam namun mengapa ia tak tega...jemarinya terkepal dengan kuat...tidak...bukankah Tiara yang lebih dahulu menghancurkan dirinya...jadi dia tak perlu memakai hatinya...?


Tak berapa lama kemudian tampak Tiara keluar dari toko es krimnya dan melangkah malas menuju mobil yang terparkir di parkiran...kaca mobil terbuka sedikit dan pria itu menatapnya tajam...


"Masuk sekarang kau bukan tuan putri bukan...."


Tiara tidak mengatakan apapun lalu melangkah ke sisi kiri mobil dan masuk ke dalam mobil....gadis itu masih diam....kepalanya terasa penuh saat ini...sementara Elard mulai menghidupkan mesin mobil....


tak ada apapun yang menjadi pembicaraan mereka sepanjang jalan, hanya ada lantunan musik lembut sepanjang jalan...


"Besok kau tak perlu menjemputku lagi Elard..."ucap Tiara dengan suaranya yang tegas...


"Kau pikir aku ingin menjemputmu seperti nona besar...kalau bukan karna paman yang memintaku aku tak akan pernah ingin.menjemputmu...."desis Elard tajam..


Tiara menoleh kesal.....


"Lalu mengapa kau datang menjemputku aku akan pulang sendiri saja...." jerit Tiara marah..


"Baiklah kalau itu maumu Tiara....silahkan...ayo turun dan pergilah....aku ingin melihat apakah kau bisa sampai dirumah atau tersesat..."


Tiara terdiam...


Sementara Elard mulai mengemudikan mobilnya dalam kecepatan tinggi hingga Tiara hanya bisa menahan perasaan takutnya sampai di tikungan jalan gadis itu menjerit keras....


Hujan mulai turun di tengah malam.....


"Berhenti......." jerit Tiara dengan suara yang keras hingga Elard langsung menghentikan laju mobilnya....


Tiara menoleh....


"Apa maumu Elard apa kau ingin membunuhku...."


"Kau mau tau mengapa aku ingin cepat sampai karna aku muak bersama denganmu,aku muak menjemputmu karna kau adalah beban untukku." teirak Elard lantang ..


"Aku mau turun sekarang ...."ucap Tiara tegas...


"Baiklah.....silahkan..."


Terbakar emosi Elard akhirnya menurunkan Tiara di tengah jalan...gadis itu turun di tengah gelapnya malam sementara Elard masih terdiam di dalam mobilnya....


Tubuh Tiara basah kuyup di tengah malam dan gadis itu terus berjalan tak perduli apapun di depannya..


Sampai terdengar suara jeritan di luar sana....


"Arrrgggghhhh......."


Elard membeku ketika mendengar suara Tiara di luar sana....

__ADS_1


Apa yang terjadi padanya ....?


__ADS_2