
Dengan penuh kemarahan Elard menghempas pegangan Dark kepadanya dan menegakan tubuhnya, kini kedua pasangan paman dan keponakan itu berdiri saling membenci satu sama lain....
''Aku tak akan pernah membiarkan paman menemukan Eve lebih dahulu karna apa...aku akan memilikinya jika kami bertemu nanti..''
''Elard...jangan pernah mengujiku atau aku...''
''Paman.....maaf tapi aku tak akan pernah mengalah..aku mencintai Eve...'' suara Elard terdengar menyiksa..
Airmatanya jatuh...setelah ia berhasil mendapatkan perhatian Eve,...mana mungkin dia mengalah sekarang, mana mungkin...?
''Tapi dia mengandung anak paman Elard...kau akan tetap memisahkan paman dan bayi itu, dan perlu kau ingat dia adalah sepupumu nanti...''
Deg!!!!
Hancur hati Elard mendengar pernyataan sang paman yang begitu menyakitkan, pria tampan itu tersungkur di sana dengan hati yang hancur...bagaimana mungkin dia merelakan Eve...tidak akan pernah mungkin,...mengapa Eve harus hamil anak pamannya...
Mengapa...
Setelah Elard lebih tenang, Dark mendekatinya dan menudukan tubuhnya agar sejajar dengan Elard, pria itu menepuk pundak Elard yang lemah..
''Seandainya saja paman tau dari awal dia gadis yang kau cintai, paman tak akan pernah bertindak jauh...usia paman tak muda lagi Elard....dan Eve adalah harapan terakhir paman..''suara Dark terdengar berat hingga Elard menoleh padanya..
Elard memandang sang paman yang menundukan kepalanya tampak frustasi...yah...biar bagaimanapun kehidupan Elard sekarang semua karna campur tangan sang paman...dia menjadi seperti sekarang ini semua karna pamannya yang memang telah melakukan semua yang terbaik demi membesarkan dirinya...
Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar, mengapa takdir mempertemukan mereka seperti ini dan mengapa mereka harus mencintai sedalam ini pada satu orang wanita saja...
''Apakah paman mencintainya...''lirik Elard akhirnya buka suara.
Dark menyandarkan tubuhnya di tembok sembari memandang ke langit, pria itu tersenyum...
''Entahlah...seumur hidup paman bahkan tidak pernah memikirkan tentang wanita,...sejujurnya paman sama sekali tidak membayangkan hal ini terjadi dalam hidup paman.....Dark menghela nafas...kau tau sendiri bagaimana hidup paman selama ini..komitmen untuk tidak menikah adalah prinsip hidup paman selain mendampingimu menikah Elard..Tapi paman sama sekali tidak berpikir perasaan ini berkembang terlalu cepat dan di luar kendali paman....jadi jika kau menanyakan hal itu maka benar...paman mencintainya Elard...namun kini dia sudah pergi meninggalkan segalanya...jadi apa yang harus paman lakukan sekarang...''suara Dark terputus penuh siksaan...
Pria itu lalu bangkit berdiri dan meninggalkan Elard yang masih duduk disana dengan tatapan beku....pria itu menghela nafas..
Evelyn....bagaimana cara merelakanmu...?
************
__ADS_1
Disuatu kamar yang terkunci...Eve duduk di tepi ranjang, sudah 3 hari dia di kurung di tempat ini entah mengapa..dirinya tak tau ini dimana..bahkan Eve hanya di kurung tanpa tau bagaimana dunia luar,..
Eve membelai perutnya, semalam dia sama sekali tak bisa tidur entah mengapa, yah...seharusnya dia tak merasakan perasaan ini...perasaan ketika ia mulai merindukan Dark...sesungguhnya bukan dirinya mungkin ini karna dia sedang hamil..namun semua sudah terjadi, Dark juga tidak menginginkan sebuah pernikahan dengannya..Eve juga butuh kepastian bahkan dia ragu kalau Dark mencintainya atau sekedar menyukai..tidak mungkin...Dark seperti bintang di langit sementara Eve berada di bumi, mereka tak bisa bersatu...
Gerakan pintu yang terbuka membuat Eve menoleh dan menemukan seorang pria tampan yang sedang tersenyum kepadanya..Eve mengeraskan wajahnya, dia menatap pria itu dengan tajam..
''Eve......''
''Mengapa kau menculikku...mengapa kau membawaku ke tempat ini...Elard...''ucap Eve dengan suara yang lemah..
Yah...Elard menarik kursi untuk kemudian duduk di depan ranjang tempat Eve sedang duduk, pria itu tersenyum sembari menarik tangan Eve dengan lembut dan membelainya..
''Eve....aku bukan menculikmu tapi sedang menyelamatkan dirimu sayang..''
''Apa maksudmu...''
Elard tampak serius, yah..memang benar dirinya yang telah menculik Eve dari bandara, karna sebenarnya kecurigaan Elard semakin berkembang ketika dia sadara, sang paman jarang masuk kantor dan kata sekertarisnya pamannya seharian hanya berada di rumah, bahkan dia tak melakukan kunjungan kerja apapun, dan kecurigaan Elard semakin bertambah ketika menyadari bahwa sang paman yang telah mengantar Eve ke dokter, terasa aneh bukan..sedangkan paman tau kalau Eve adalah kekasih keponakannya..di banding memberitau Elard soal Eve....dia mengambil inisiatif sendiri untuk mengantar Eve...sampai akhirnya ia mendengar pengakuan dari pamannya tado pagi...
''Apa maksudmu Elard, mengapa kau diam...''
Wajah Eve memutih, ia terlihat malu tentu saja...dia tak pernah membayangkan Elard akan tau segalanya,..bahwa Elard akan tau bahwa dirinya adalah wanita sang paman, mata Eve berkaca-kaca..
''Karna itulah aku memutuskan pergi Elard...''
Airmata Eve akhirnya tak kuasa untuk tidak jatuh...
''Apa maksudmu Eve...''
''Yah....akulah wanita pamanmu, aku....sampai akhirnya aku memutuskan melarikan diri dan sembunyi di vila aku memang menghindari pamanmu...''
''Setelah kau tau kenyataan, mengapa kau tidak mengatakan segalanya padaku Eve....bukankah aku selalu bilang bahwa kau bersandar kepadaku...''ucap Elard tajam..
''Aku tak punya kekuatan apapun, kalian berdua....aku pikir aku tak bisa menjadi milik siapapun antara kau atau Dark..''
''Eveleyn.....''
''Bencilah aku Elard....aku sudah pasrah, namun aku tak bisa menjadi milikmu atau Dark...aku tak berani berharap...''
__ADS_1
Elard mengusap wajahnya dengan kasar..
'Oh Eve....kau pikir pamanku akan melepaskan dirimu begitu saja, mungkin dia bisa membuangmu seperti sampah namun tidak anaknya Eve....''
Eve membeku mendengar pernyataan mengerikan dari seorang Elard..
''Apa.....''
''Kau tak bisa lari atau sembunyi darinya Eve...tidak akan bisa, dia punya kekuasaan dimana-mana...orang-orang akan dengan mudah melacak peswatmu dan menangkapmu Eve...dan kau tau mengapa...?
Eve menggeleng ketakutan....
''Elard....''
''Dia menginginkan anak itu...''tunjuk Elard dengan tajam..
Mendengar soal anak, sontak Eve melindungi perutnya ia menggeleng...
''Aku tak akan memberikan anakku padanya...'' airmata Eve menetes lagi dan lagi..
Elard menyentuh bahu Eve...dan menatapnya dengan penuh penekanan..
''Kau harus tetap bersamaku di bawah perlindunganku Eve..jika kau ingin menyelamatkan bayimu...''
''Bagaimana kalau dia mencurigaimu Elard,...kau juga akan dalam bahaya...''
Elard menggeleng...
''Aku mengenal pamanku, dan bagaimana meyakinkan dirinya bahwa aku juga kehilangan dirimu....Eve...aku akan tetap melindungimu..maukah kau percaya kepadaku...''
Evelyn mengangguk,...sungguh sejak awal Elard yang paling mengerti dirinya...Elard selalu berada disisihnya dan membelanya..Eve sungguh merasa malu ketika dia selalu membutuhkan pertolongan Elard sementara dia tak berhenti menyakiti pria baik ini...
''Maafkan aku Elard...''tangis Eve pecah...
Dan Elard meraihnya dalam pelukan..pria itu menaikan sudut bibirnya..
''Bukankah aku sudah bilang bahwa kau harus bersandar padaku Eve...''bisik Elard membelai rambut Eve dengan lembut..
__ADS_1