Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Rumah


__ADS_3

Emi menarik tangan Eve menyusuri jalan sunyi di malam hari yang tidak tentu arah hingga Eve mulai mengeluh, perutnya kesakitan dan ia terlihat lelah...sedangkan Emi tampak ketakutan sekali, kalau tuan Elard akan menemukan mereka..


''Nyonya..apakah nyonya bisa berjalan lebih cepat...''ucap Emi menuntun Eve sambil melangkah lebih cepat namun Eve tampaknya tak bisa melangkah lebih cepat..


''Oh Emi aku sungguh lelah...'


Mereka berhenti di tengah jalan dan Eve mulai memegangi perutnya, yah...bahkan ketika berjalan tadi Eve tidak sempat makan apapun dan saat ini dia mulai lapar apalagi di kehamilannya yang mulai membesar..


''Aku tak bisa melangkah lagi Emi....''ucap Eve mengeluh..


''Nyonya baiklah..kita istirahat saja sebentar...''ucap Emi mendudukan Eve di bangku sementara dia mulai melirik taxi yang lewat namun tak ada satupun yang lewat..di tengah penantian mereka, Emi langsung menarik Eve untuk bersembunyi setelah menyadari ada beberapa mobil yang mengitari tempat itu demi mencari mereka..Emi benar-benar takut dan menarik Eve bersembunyi di balik pohon besar di tepi jalan..


''Apa kau melihatnya Emi...''


''Mobil anak buah tuan Elard, aku yakin mereka pasti sudah menemukan kebenaran tentang hilangnya nyonya dari sana..''


''Lalu kita harus kemana lagi Emi...'' jerit Eve memegangi perutnya..


Sementara mereka terus melangkah setelah di rasa semua aman,...Eve melangkah di sisih jalan dan tiba-tiba saja, ada sebuah mobil yang berhenti di tengah jalan dan membuat Eve dan Emi saling menatap dengan pucat, tubuh Eve melemah ketika ia mulai menebak antara Elard ataukah Dark...


Dan sementara mereka berdiri, dari kemudi mobil muncul seseorang yang membuka pintu mobil, dan wajah Eve melebar terkejut menyadari yang datang adalah justru..


''Tiara......''


''Kakak.....''


Tiara keluar dari dalam mobil dan menghampiri Eve...sama sekali tidak merasa canggung, Tiara langsung memeluk tubuh kakaknya dengan erat....


''Kakak.....''


''Tiara.''


Eve membeku, dia cukup terkejut menyadari perlakuan Tiara berbeda...bukankah Tiara berhak marah kepadanya karna bagaimanapun Eve tekah menghancurkan keluarga mereka..termasuk ibu dan kakak-kakaknya..


Tiara membeku ketika pelukannya jutru tidak mendapatkan balasan dari Eve, namun dia hanya tersenyum dengan mata yang basah, dia tak perduli dengan perlakuan kakaknya yang sedikit dingin..


''Bagaimana kabar kakak....kakak sedang hamil...bagaimana kalau kita masuk ke mobil saja..''ucap Tiara dengan senyuman cerah di wajahnya...


Eve tak punya pilihan selain mengikuti kemauan Tiara lagi pula mereka sedang di kejar sekarang, Emi juga mengangguk membenarkan mereka harus cepat pergi dari sini atau mereka akan tertangkap oleh anak buah tuan Elard..


''Baiklah...''


Eve mengalah dengan masuk ke mobil, hatinya mendadak di liputi haru ketika sadar jika mobil ini yang sering di pakai oleh ayah untuk bekerja, mobil ini jugalah yang menemani masa kecilnya sebelum hancur..


Airmatanya menetes dan itu terlihat di mata Tiara...

__ADS_1


''Eehmmm....kakak, sejak kakak pergi aku merawat rumah dengan baik, kak...kita akan pulang bersama bukan..kakak akan ikut bersamaku pulang..''tanya Tiara dengan mata yang basah..


Eve mengalihkan tatapannya pada Tiara yang menyetir...


''Dimana kakakmu Sania...''lirik Eve dari kaca mobil.


''Kak Sania sudah menikah dengan kekasihnya dan saat ini sedang menetap di luar negri...aku tinggal sendiri dengan menjaga rumah besar kita..''


Tiara adalah gadis yang ceria..dia tumbuh cepat hingga Eve sangat terkejut karna dia semakin cantik...


''Kau sudah lulus Tiara....''


''Yah....aku sedang bekerja dengan kekasihku di toko eskrim...''ucapnya bangga..


Ucapan Tiara membuat Eve tersenyum kecil, Tiara sungguh manis ketika bicara..


''Baiklah mari kita pulang dan tinggal bersama Tiara,...kakak juga mau merasakan eskrim dari tokomu..'' Eve mulai bersikap lunak dengan mulai beranda.


''Tentu saja...''ucap Tiara bahagia dan segera melajukan mobilnya menuju rumah mereka..


***********


''Bajingan....mengapa kalian membiarkan Eve lolos...''teriak Elard dengan suara yang lantang..


Salah seorang penjaganya menundukan kepala di hadapan Elard...


Sementara Elard mulai hilang kesabaran, kemudian memukul para penjaganya dengan keras menghajar mereka sampai babak belur, Elard sungguh frustasi membayangkan kalau Eve melarikan diri darinya,...


Pria itu segera keluar dari rumah besar dan melangkah menuju mobil dia harus mencari keberadaan Eve sampai bertemu kembali...


Apapun yang terjadi Eve akan dia nikahi..


**********


Eve kembali meneteskan airmata ketika turun dari mobil dan menatap rumahnya, ia mulai merindukan sosok Ayah yang dia rindukan, dan teramat menyesal karna telah melakukan sesuatu yang akhirnya dia sesali, sungguh dendam tak ada artinya hanya mengundang luka..


''Ayo masuk kakak....aku selalu merapikan kamar kakak...''bisik Tiara dengan lembut..


Eve pun menganggukan kepala dan mengikuti langkah Tiara yang sudah lebih dahulu masuk..


Mereka lalu naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar milik Eve, sementara Emi pun ikut masuk..


Eve duduk di sofa santai miliknya..dan memejamkan mata dia lelah sekali..sementara Emi mendekati mereka...


''Dimana dapurnya nona...aku akan membuatkan sesuatu yang hangat...''ucap Emi menawarkan diri..

__ADS_1


Tiara dan Eve menoleh...


''Aku akan mengantarkanmu bibi Emi..''ucap Tiara sopan..


Sementara mereka pergi, Eve menatap sekeliling kamar, tak ada yang berbeda, semua masih sama seperti dulu sewaktu Eve berada disini...


Tak berapa lama kemudian sosok Dina muncul di pintu dan menjerit keras...


''Evelyn....''jeritnya dengan tangisan yang pecah...


Eve langsung menangis histeris menyadari Dina masih tinggal dirumah ini..wanita itu berlari dan memeluk Eve dengan erat dan menangis...


''Oh..Evelyn,...dari mana saja dirimu..aku sangat merindukanmu Eve....''


''Dina......''isak Eve tak sanggup berkata, mereka hanya saling memeluk dengan erat...


Sejak kepergian Eve, Dina sama sekali tak ingin pergi dari rumah dia tinggal bersam nona Tiara di rumah ini sambil menunggu kedatangan Eve...


Dina sudah bertekad akan mengabdi pada Eve seumur hidupnya...wanita itu merasa lega karna Eve akhirnya kembali kerumah..


''Kau hamil sekarang Eve....rumah ini akan ramai..''ucap Dina antusias..


''Yah...rumah ini akan ramai..''ucap Tiara dan Emi yang datang dengan membawakan teh dan beberapa camilan..


''Minumlah kak, ini akan hangat bagi...keponakanku..''ucap Tiara antusias..


Evelyn akhirnya tertawa..ia bahagia, sudah lama tidak tertawa seperti malam ini....sungguh Eve bahagia bisa kembali ke dalam rumahnya..


Eve meneguk minuman itu sedikit dan menatap Emi...


''Emi....aku ingin jujur padamu Emi....aku tak punya uang untuk menggajimu lagi, aku tak memiliki cukup uang jadi kalau...kau mau pergi maka aku tak akan melarang..''


''Aku tak punya siapapun selain nyonya, ijinkan aku tinggal bersama nyonya disini..aku akan membantu apapun untuk menghasilkan uang...''ucap Emi..


Dina yang mendapat teman baru tersenyum..


''Baiklah,.....kita akan memulai usaha bersama bagaimana..''ucap Dina antusias..


''Yey...untuk keluarga kita..''ucap Tiara melompat dan mencairkan suasana..


Malam itu adalah malam terindah bagi Eve hingga dia bisa tidur dengan tenang..


********


Sementara.....

__ADS_1


Emi turun dari tangga dan masuk ke dalam kamarnya, ia lalu mengambil ponsel dan menelfon seseorang..


''Tuan........''


__ADS_2