Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Saling Mengancam


__ADS_3

Tiara berusaha kuat menghempaskan pegangan tangan Elard kepadanya, gadis itu mengeraskan wajahnya...


''Apa kau sedang mengancamku.''


''Yah.....aku memang sedang mengancam dirimu Tiara jadi kau harus ingat ini baik-baik...aku akan menghancurkan dirimu...''


''Dan aku tak akan pernah takut apapun.....kau hanyalah pria menyedihkan yang merana...taringmu telah patah..''desis Tiara tak mau kalah...


Tiara sangat cantik dan percaya diri hari ini, sebagai pengiring pengantin...ia tampak seperti seorang putri saja..sebaliknya dengan Elard, dia terlihat tampan seperti pangeran..


Elard tersenyum sini...


''Kita liat saja nanti..kau akan merangkak di kakiku untuk minta maaf Tiara...''


''Jangan terlalu membenciku...aku terlalu cantik, kau mungkin akan terpesona padaku...tapi maaf, bahkan kekasihku 1000 kali lebih tampan darimu..''


Tiara meletakan gelas di atas meja dengan senyuman dingin lalu melangkah meninggalkan Elard hanya tertawa...pria itu melonggarkan tenggorokannya dan sedikit melonggarkan dasinya...dia tersenyum,...


''Kau akan mendapatkan balasannya Tiara...atas semua kesombongan yang telah kau lakukan...aku pasti akan memberimu pelajaran...''


Elard kemudian mengambil ponselnya dan mengirim pesan penuh nada ancaman dan beberapa saat kemudian pria itu tersenyum dingin, kini dia tinggal menunggu apa yang dia telah rencanakan dengan sempurna terjadi dan ia tinggal tertawa dan menikmati pertunjukan..


**********


Pesta belum berakhir karna Dark masih menggelar resepsi demi merayakan penyatuan cintanya bersama Eve....ini hari penting di dalam hidupnya jadi Dark tak akan pernah membiarkan hari ini berlalu begitu saja...


''Kau tak perlu menggelar resepsi besar seperti ini Dark,....''bisik Eve ketika mereka duduk di pelaminan..


Dark mengelus perut Eve seraya menenangkan anak-anaknya...ia tersenyum..


''Ini hari bersejarah kita sayang dan aku tak akan pernah melewatkan hari ini...''ucap Dark dengan senyuman di wajahnya..


Sementara itu...Eve pun menghela nafas...ia tersenyum ketika melihat Tiara dan Elard saling menatap penuh kebencian...dahi Eve mengerut...

__ADS_1


Ada apa dengan kedua adiknya...?


''Apa yang kau liat sayang...''bisik Dark mengecup bahu mulus Eve hingga wanita itu menoleh kepadanya..


''Tidak...aku hanya melihat para tamu yang menikmati pesta...dan Elard...dia sudah bisa tersenyum dan aku menjadi lega...''


''Mengapa aku merasa cemburu sayang...''balas Dark dan membuat Eve mencibir..


''Jangan mulai lagi....atau aku akan membuka semua dosamu..''


''Aku minta maaf sayang....astaga kau sangat pemarah..'' Dark tersenyum...


Sementara.....


Tiara menatap ponselnya dengan malas, mengapa tak ada satu pun pesan dari kekaksihnya Aris,...biasanya kalau jam lembur dia akan mengirim pesan untuk sekedar bertanya...apa yang Tiara lakukan, apa semua baik-baik saja...


Tapi mengapa tak ada satu pun pesan yang di kirimkan pria itu....mengapa perasaannya tidak enak....?


Apa yang terjadi pada Aris mengapa sampai malam ini dia sama sekali tidak memberi kabar...?


Mengapa malah mematikan ponselnya, sungguh Tiara merasa kecewa dan tidak bersemangat malam ini,....matanya nyaris berkaca-kaca dan mulai menangis...


Ketika bunga milik Eve di lempar ke arah tamu, Tiara sedang di rundung kesedihan yang dalam.....ketika ponselnya berbunyi, ada pesan masuk dan pesan itu berbentuk foto...dan dalam foto itu terlihat Aris tengah melakukan hubungan bersama rekan kerjanya di dalam ruangan mereka..


Deg!!!!


Kenyataan itu sanggup memukul telak dada Tiara saat itu, tepat di saat yang sama..bucket bunga pengantin itu melucur ke arahnya...


Begitu Tiara sadar, seseorang telah menangkap bucket bunga itu persis di depan wajahnya....jantung Tiara berdegup kencang menyadari kalau yang mndapatkan bucket bunga itu adalah Elard...pria itu menangkap bunga itu persis di depan mata Tiara hingga gadis itu membeku, untuk beberapa detik..keduanya saling menatap dengan tajam...


Deg!!!!


Tiara menghela nafas ketika airmatanya menetes di wajahnya dan Elard mengetahuinya...

__ADS_1


Pria itu mengerutkan kening, sedikit tak rela melihat Tiara yang menangis...


''Tiara...''


Kata-kata Elard terputus ketika Tiara memalingkan wajahnya sembari menysut airmatanya...gadis itu berusaha kuat menyembunyikan perasaannya apalagi di depan musuhnya...


Suara tepuk tangan terdengar ketika menyadari Elard mendapatkan bucket bunga....bahkan Dark bertepuk tangan keras menyambut takdir sang keponakannya yang sepertinya akan segera menyusulnya untuk menikah...yah...lebih cepat bagi Elard menikah adalah lebih baik agar Elard bisa melupakan istrinya...


Semua memberi selamat dan gunonan pada Elard dan mulai menggodanya dengan berbagai pertanyaan kalau kapan Elard menikah...dia di bawa ke depan panggung dan mewawncarainya..namun sepanjang dia bicara..matanya tak pernah lepas dari sosok Tiara yang sedang menangis di sudut ruangan,...berdiri di antara kerumunan tamu untuk menyembunyikan diri dari kesedihannya, dari kehancuran hatinya karna sang kekasih bermain hati..


Tiara masih menangis dia bahkan tak sadar kalau sepanjang acara berlangsung, Elard menatapnya penuh arti.. Tiara menjadi pendiam dan menghindar ketika beberapa tamu ingin menyapanya..


Dari tadi Tiara sedang berusaha menelfon Aris namun pria itu sama sekali tidak mengangkat telp darinya...


Karna rasa penasaran yang tinggi, Tiara akhirnya keluar dari Hotel tempat pesta berlangsung dengan mengatakan pada kedua kakaknya kalau Tiara sedang tidak enak badan dan memilih kembali kerumah lebih dahulu...


Tiara masuk ke dalam mobil milik ayahnya dan meninggalkan area Hotel dan menuju ke kantor milik sang kekasih..dia harus tau apa yang terjadi....Aris bukanlah seperti itu...Aris tidak pernah melakukan hal yang di luar kendalinya..kekasihnya adalah pria yang setia dan ia yakin walau menutup matanya...selama mereka menjalin hubungan..Aris tak pernah macam-macam kepadanya, pria itu sangat sopan dan dia hanya memikirkan pekerjaan dan bagaimana untuk mengumpulkan uang untuk rencana pernikahan mereka..tidak mungkin dia melakukan hal itu...


Sepanjang jalan...hanya airmata yang menghiasi wajah Tiara yang sedih..ketika dia melihat foto mesra itu hatinya menjadi sangat terluka...


yah...Arisnya bukanlah pria yang mesum...tidak mungkin jika Aris melakukan hal itu kepadanya..


Mobil akhirnya sampai di depan kantor tempat kekasihnya bekerja...memang..Aris pernah mengeluh kalau seorang wanita yang merupakan atasan barunya tertarik padanya..dan sering kali menggodanya...


Ceklek...


Tiara berharap dia tidak melihat apapun, dia berharap kalau apa yang dia pikirkan hanyalah omong kosong semata...


Namun...impiannya segera hancur ketika ia mendekati pintu dan mendengar suara langkah ingin keluar dari sana..buru-buru Tiara bersembunyi di balik tembok dan beberapa saat kemudian...


Tampak seorang wanita bertubuh sintal keluar dari dalam kantor yang memang gelap....dan seorang pria mengikutinya dari belakang...ketika Tiara mengintip ia tak dapat percaya bahwa memang yang di lihatnya ternyata adalah Aris yang mengejar wanita itu dan mereka kembali berciuman..bahkan atasan sang wanita sudah melorot...mereka bercumbu disana dengan sangat panas, hingga menghancurkn seorang Tiara...


''Tidak mungkin.....''

__ADS_1


__ADS_2