Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Memutuskan


__ADS_3

Seorang pria berjas hitam pekat berdiri dengan tatapan beku...baik Evelyn maupun Elard tidak mengenalnya. Elard menarik tubuh Evelyn mendekat padanya dan melindungi dari pria yang tampak sangar di depannya..


''Siapa kau...''


Pria itu tak perduli perkataan Elard namun pandangannya justru jatuh pada sosok Evelyn yang sedang berdiri menatapnya..pria itu berhenti ketika dia sudah berdiri di hadapan Evelyn,...


''Kau punya kewajiban bersama tuanku...jadi aku datang untuk menjemputmu...''lirik pria itu tegas,..


Mendengar hal itu Elard lebih dahulu maju dan menghalangi pandangan pria itu pada Evelyn..


''Aku tak akan pernah mengijinkan Evelyn pergi denganmu apa kau mendengarnya...aku tidak...''


''Jika kau ingin semua baik-baik saja maka menyingkirlah tuan...urusanku bukan denganmu namun dengan gadis ini..''


Evelyn menjadi lemah...yah, kewajibannya masih berada di depannya namun dia sudah lelah...dan sudah menyerah...mungkin inilah jalannya, dia telah menyerahkan hidupnya untuk balas dendam jadi Evelyn harus memutuskan sekarang..dan baginya..inilah waktu yang tepat untuk lepas dari Elard..


''Aku tak akan membiarkan kau membawanya...'' teriak Elard dengan suara lantang..hingga Evelyn menoleh kepadanya..


Gadis itu menguatkan hatinya..yah..mungkin saja setelah ia melakukan ini Elard akan membencinya dan Evelyn tak akan pernah mendapatkan cinta sejati dari pria baik ini namun, tekadnya sudah bulat dia akan mempertaruhkan apapun demi balas dendamnya termasuk mempertaruhkan segalanya untuk kehancuran keluarga ayahnya..


''Tuan...aku tidak bisa sabar jika..''


''Jika apa....kau pikir aku takut..kau pikir aku juga tidak punya kekuatan..siapa pria itu...siapa tuanmu aku akan menghadapinya...''


Elard menggenggam tangan Evelyn dengan erat namun hanya dalam sekejap saja, ia terkejut ketika Evelyn berusaha melepaskan pegangannya hingga pria itu menoleh..tak percaya..


''Eve....''


''Maaf tapi aku harus pergi bersamanya..pria itu menungguku..''


''Apa katamu....Eve.....''


''Lepaskan aku Elard...seperti apa yang aku katakan kalau semua sudah berakhir...sudah berakhir di antara kita..''


Evelyn menatap pria di depannya dan mengangguk..


''Aku akan ikut denganmu...''

__ADS_1


Mereka melangkah namun baru beberapa langkah lengan Evelyn kembali di cekal hingga gadis itu terpaksa berbalik...


''Apa yang terjadi denganmu Eve....kau sedang berjalan menuju jurang..apa yang kau lakukan pada dirimu sendiri...''


Airmata Evelyn menetes penuh rasa sakit, kebahagiaan sudah terenggut darinya ketika ayahnya selingkuh..sejak saat itu Evelyn merasa ia tidak di takdirkan untuk bahagia...jadi ia akan merasa bersalah pada ibunya jika dia bahagia sendiri..


''Yah..kau benar aku sedang berjalan menuju jurang, tapi aku tidak akan jatuh sendiri bukan...akan ku pastikan semua yang menyakitiku jatuh bersamaku...jadi untukmu Elard,...menyingkirlah dari jalanku dan menjauhlah..kau masih punya masa depan..''


Evelyn lalu melangkah menuju mobil sang pria yang sudah membuka pintu dan ketika Elard ingin menghampirinya..sebuah pistol di arahkah pria tadi di kepala Elard hingga pria itu membeku...


Melihat kenyataan itu membuat Evelyn tidak tega...


''Menjaulah dariku Elard....''


Usai berkata Evelyn masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Elard yang berdiri dengan mata yang basah di pinggir jalan..ini pertama kalinya dia menemukan seseorang dengan dendam yang begitu besar dan rela menghancurkan masa depannya sendiri demi balas dendam..


Airmata Elard menggenang disana...


''Apakah kau semenderita itu Eve....hingga kau sampai rela melakukan hal yang bodoh...yah..kau pikir aku akan mundur..tidak....aku akan tetap menyadarkanmu kalau semua dendam itu hanyalah sia-sia dan akan menghancurkan dirimu Evelyn..karna aku mencintaimu...''


******************


''Tuan Dark...''


''Yah........pria itu siapa pria yang bersama denganmu mengapa kau berani berselingkuh di belakangku..''


''Selingkuh apa..pria yang mana..aku melakukan apa tuan..''


Evelyn menjerit ketika pakaiannya mulai di lepas dengan cepat..tidak..apa yang harus dia lakukan..? Ia sungguh bingung baru saja sampai dan ia langsung menghadapi kemarahan pria ini..


''Kau tidak tau siapa pria yang bersamamu barusan...''


''Dia hanya teman...''


''Bohong.........''


Deg!!!!!

__ADS_1


Hening.......


Evelyn membeku mendengar teriakan pria ini bahkan mereka tidak punya hubungan apapun dan mengapa dia harus menjelaskan segalanya..


Nafas Dark menjadi terengah-engah karna dia memang menahan emosinya..


hatinya terbakar dengan cepat ketika salah seorang mata-mata yang dia kirimkan untuk mengikuti Evelyn malah menangkap bukti kalau Evelyn memang selingkuh di belakangnya..seorang pria memeluk gadis miliknya, meski Dark tak bisa melihat jelas wajah pria itu karna membelakangi kamera..namun ia ingin menegaskan kepada Evelyn kalau tubuh Evelyn adalah miliknya jadi dia bahkan tak punya hak apapun atas hidupnya sendiri....


Evelyn sungguh merasa tak percaya, bukankah mereka tidak terikat..menyisakan 1 bulan lagi untuk bersama..dan tuan Dark sama sekali tidak punya hak apapun atas dirinya...


Evelyn mengumpulkan kekuatannya dan mendorong tubuh Dark menjauh darinya, menyisakan pakaiannya yang sudah tanggal dan hanya meninggalkan bra nya..


Evelyn menggertakan gigi...di antara derus nafasnya yang terengah-engah karna perlawanan kepada pria kuat di depannya..


''Bukankah kau terlalu berlebihan....kita tak punya hubungan apapun....''


Dark tersenyum dingin...lalu mendekat, tubuh atasnya telah polos karna memang dia siap bercinta..namun sekali lagi pria ini memberi Evelyn kesempatan untuk bicara,..mereka saling berhadapan dengan tatapan tajam...


''Jangan lupa kau milikku selama 3 bulan...''


''Kau salah.....tinggal 1 bulan dan aku pikir kita harus mulai menjaga jarak karna setelah waktu habis maka aku...tidak bisa menjadi milikmu lagi...''


Dark terdiam,...menilai emosi Evelyn yang meluap..pandangannya turun menatap permukaan perut Evelyn yang entah mengapa membuatnya tertarik...lalu beralih pada jemari Evelyn yang masih terpasang cincin miliknya...cincin itu tak bisa keluar dari sana dan itu adalah takdir seperti takdir Evelyn menjadi miliknya.


Pria itu mendekat hingga membuat Evelyn bergerak mundur seperti kelinci yang sedang tertangkap harimau...Evelyn ketakutan menyadari tatapan Dark yang berbeda....kepadanya, hingga akhirnya tubuhnya membentur tembok kokoh di belakangnya dan menahan tubuhnya disana...


Dan..kesempatan bagi Dark untuk menjebaknya disana..


''Evelyn....jika aku menginginkanmu selamanya untukku maka itulah yang akan terjadi...kau sama sekali tak bisa menghindar dariku...apa kau mengerti...''


Deg!!!!!!


Evelyn membeku mendengar ucapan tegas dari seorang Dark yang misterius..bahkan tadi dia bisa menolak Elard dan memutuskannya..seharusnya dia juga bisa melakukan hal yang sama bukan...? menolak siapapun pria yang mencoba mendekat...lagi pula tidak seperti Elard yang benar-benar mencintainya..pria ini hanya menginginkan percintaan dengannya, bukankah Evelyn harus memberi batasan...


''Aku tidak akan pernah...''


Kata-kata Evelyn menggantung ketika bibir Dark mendarat mulus di bibirnya..

__ADS_1


Deg!!!!


__ADS_2