
Evelyn masuk ke dalam rumah dengan hati riang, tentu saja dia melihat Paula menangis dan meraung seperti orang gila...dendamnya terbalas bukan...biarkan wanita itu merasakan hal yang pernah dia rasakan, bukankah hidup ini adil...?
Ketika ia membuka pintu, langkah Evelyn melambat ketika melihat sang ayah sedang memeluk putri bungsunya Tiara yang sedang menangis...usia Tiara 15 tahun, atau sama persis ketika dirinya di adopsi oleh ayah untuk datang kerumah ini sebagai anak angkat..
Evelyn mencibir...ia bahkan tak pernah merasakan bagaimana rasanya di peluk dengan erat..bagaimana ketika dia menginginkan pelukan ayah...tapi dia tak pernah mendapatkannya..
Ini tidak adil..namun Evelyn bahkan sudah mati rasa, gadis itu sengaja membanting pintu sekaligus mengejutkan Robert dan juga Tiara hingga mereka menoleh kepadanya..
''Evelyn....'' suara Robert tak membuat Evelyn menoleh kepadanya..
Gadis itu terus melangkah mendekati tangga hingga suara membentak itu membuat Evelyn menghentikan langkahnya..
''Evelyn.........''
Gadis itu menoleh dengan wajah dingin....
''Yah....ada apa...''
''Kmarilah ayah ingin bicara padamu...''
Evelyn mengangkat wajahnya dan menatap mata sang ayah dengan tajam, ia kemudian bersedekap dengan pandangan mata yang tajam..
''Ayah.....ingin bicara, maka katakan saja apa maumu..karna aku cukup sibuk...''
Robert begitu murka..melihat Evelyn pulang kerumah penuh dengan barang-barang mahal yang menyilaukan, bahkan dia memakai berlian yang memenuhi tubuhnya..
Robert begitu hancur atas semua rumor yang berkembang di luar sana tentang putrinya yang menjual diri, entah sudah berapa pria yang menyentuh Evelyn hingga putrinya mendapatkan semua kemewahan ini.
''Ayah...jangan bersikap keras pada kakak..''bisik Tiara takut-takut..
Namun Robert sudah terbakar emosi, keluarganya hancur lebur tak ada satu anak pun yang membuatnya bangga..pria itu bangkit dari tempat duduk dan mendekati Evelyn yang berdiri dan seolah menantangnya, tanpa banyak tanya..
Plak!!!!!
__ADS_1
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Evelyn hingga tubuh gadis itu terdorong ke belakang...tak pernah dia sangka jika ayahnya sungguh tak berubah dan malah kini menyakitinya..
Ada darah yang menetes dari pinggir bibir Evelyn yang jatuh ke lantai...hingga ia mengeraskan wajahnya..gadis itu menegakan tubuhnya dan memandang sang ayah dengan penuh cela...gadis itu tertawa....
''Yah...kau selalu tidak berguna selain hanya memukulku...''ucap Evelyn sengaja membiarkan darahnya menetes di pinggir bibirnya..
Tiara begitu ketakutan melihat sikap ayahnya yang keras pada kak Eve...yah..meski seluruh keluarganya teramat membenci kak Eve..tapi..Tiara entah mengapa bisa melihat kesedihan di mata kakak tirinya yang dia sembunyikan...
''Diam.....apakah ini yang kau inginkan, kau pikir kau sangat hebat karna bisa menjual tubuhmu dan bangga dengan semua ini...Evelyn...apa kau benar-benar anakku...bahkan ibumu akan sedih...''
''Jangan bawa-bawa ibu di dalam pembicaraan kita,...mengenai diriku, aku bahkan tidak keberatan kau menganggapku sudah mati..karna hal itu sudah lebih dahulu aku pakai..aku sudah menganggap ayahku mati...''desis Evelyn menggertakan gigi..
Wajah Robert menjadi pucat, sungguh dia tak menyangka dengan ucapan kejam yang keluar dari bibir Evelyn kepadanya..
''Kau adalah pria penghianat dan aku memiliki darah yang sama darimu, meski aku tidak ingin.....jadi mulai sekarang, anggap saja Evelynmu sudah mati bersama mantan istrimu yaitu ibuku..seperti aku pun menganggapmu mati tuan Robert...''
''Apa........''
Robert terlalu syok mendengar ucapan sang putri yang dia buang sendiri....tubuh Robert tersungkur tanpa daya ketika memory kelam masa lalu kembali menghantamnya..tentu saja dia ingat bagaimana perlakukan kasarnya pada ibu Evelyn waktu itu demi menutupi perselingkuhannya dengan Paula..tatapan kebencian itu terlihat nyata di dalam mata Evelyn yang begitu tajam...rasanya seperti Evelyn ingin menelannya dalam kemarahannya...
''Evelyn...aku adalah ayahmu, sampai matipun kau tak bisa merubah semua itu...kau dengar Eve,...meski di masa lalu aku penuh dosa...tapi aku tak ingin kau menjerumuskan dirimu sejauh ini....Evelyn kau masih muda..bukankah kau terlalu jauh melakukan ini semua....''
''Semua itu karna kau....kau telah merenggut ibuku...kau membuangku lalu pergi dengan Paula....seolah rasa sakitku belum seberapa kau dengan tega memasukan aku ke panti asuhan lalu mengambilku sebagai anak angkat..kau sangat keji...bahkan aku benci terlahir sebagai anakmu Robert....dengarkan ini baik-baik...kau dan Paula dan semua anak-anakmu akan membayar mahal untuk semua yang kalian lakukan padaku dan juga ibuku....dan kehancuran itu akan di mulai dari sekarang...''
Evelyn membalikan tubuhnya dan langsung berlari menuju kamar, sementara Robert terkejut setengah mati...jadi semua yang dia lakukan demi dendam...?
Evelyn melakukannya karna dendam....?
Airmata Robert menetes dari matanya, sambil melepas kacamatanya ia begitu menyesal...semua yang terjadi pada Evelyn adalah karna kesalahannya..karna kesalahan dirinya...?pria itu terpaku disana, sementara rasa nyeri mulai menjalar di dadanya..
''Ayah.......''bisik Tiara dengan sedih..
Robert mulai menangis....
__ADS_1
''Ini kesalahan ayah....astaga, putriku berubah menjadi kejam...apa yang harus aku lakukan.....Eve....oh..Evelyn...''airmata pria itu terus mengalir penuh rasa sesal.
''Ayah.....kasihan kak Eve....dia pasti merasa terluka..ayah menamparnya terlalu keras..''ucap Tiara dengan ekspresi cemas di wajahnya.
**********************
Sementara Evelyn membuka pintu kamar dan membantingnya dengan keras....
''Aaaarrrrggggggggghhhhh....''
Gadis itu berteriak dengan keras di sekeliling kamarnya..ia merasa marah karna Robert dengan kesombongannya berani menyakitinya lagi..gadis itu menuju meja riasnya dan menyingkirkan semua peralata make-up sederhananya dan duduk disana menatap pantulan dirinya sendiri di cermin dan menyipitkan matanya dengan tajam...
Bekas darah itu terlihat jelas di sudut bibirnya..ini akan menjadi tanda, sekaligus menegaskan bahwa dia tak perlu memakai hati dalam menghadapi keluarga ini,..mereka semua akan berlutut di kakinya dan memohon maaf atas semua kesalahan yang mereka lakukan kepadanya..dan saat itu terjadi Evelyn tak akan pernah memaafkan mereka...gadis itu tertawa di depan cerminnya sendiri, sementara itu terdengar bunyi ketukan di kamarnya, yang tak lain adalah Dina, pelayan sekaligus sahabatnya..gadis itu masuk dan mendekati Evelyn yang sedang melepas perhiasannya dan di letakan di dalam kotak khusus miliknya..
Dina membeku melihat itu semua...
''Eve.....''
''Yah...duduklah..pilihlah salah satu dari perhiasan punyaku yang kau suka..ambilah untukmu..''
Dina terkejut namun, sekali lagi dia bukan gadis penyuka uang atau barang-barang mahal...gadis itu menutup kotak perhiasan hingga Evelyn mengangkat wajahnya...
''Mengapa...kau tidak suka modelnya, baiklah...aku akan membelikanmu yang lain...''
''Eve...kau tau siapa aku...aku tidak suka semua kemewahan ini..kau tau semua ini membuatku takut...''
Evelyn menoleh...
''Apa maksudmu....''
''Tuan Elard ada di luar dan menunggumu..dia sedang berbicara dengan ayah dan juga ibu tirimu..''
Kali ini Evelyn menoleh.....
__ADS_1
''Apa.....'' jemarinya terkepal dengan kuat...