Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Memanfaatkan


__ADS_3

Apakah ini kenyataan....?


Evelyn membeku mendengar ucapan Elard yang begitu enteng, 12 juta apakah pria ini sudah mengetahuinya...


Evelyn bangkit dari tanah, tubuhnya sudah kotor bercampur tanah. airmatanya sudah menetes di wajahnya...Elard mendekati Evelyn dan tersenyum..


''Kau punya aku...mengapa kau..tidak meminta pertolonganku...kau sangat jahat Eve...''bisik Elard lembut.


Evelyn menggeleng...airmatanya tak sanggup di bendung, ketika pria itu menariknya ke dalam pelukannya..tangisan Eve pecah saat itu juga, bagaimana ketika dia pikir kalau tak ada harapan lagi, satu yang dia takuti adalah mereka menghancurkan makam ibunya, karna satu-satunya kekuatan untuknya adalah mendatangi makam sang ibu dan menangis disana..


Elard mendekapnya dengan erat...


''Eve.....kau punya aku sekarang, bukankah aku sudah bilang untuk bersandar kepadaku...''


Evelyn hanya terdiam... Elard adalah pria yang baik, dia pasti sangat kaya karna itu ia bisa melakukan ini semua, tapi...Eve tak ingin berhutang budi, ia tidak merasakan perasaan apapun pada Elard dan satu-satunya alasan Evelyn mendekati Elard adalah untuk membuat Sania sakit hati.


Pelukan itu terlepas....Evelyn menatap mata Elard dengan tajam..


''Aku tak ingin semua ini dengan gratis...tapi aku akan mencicilnya padamu..''


''Ssst...nanti saja membicarakan itu...''


Elard menggenggam tangan Evelyn untuk berpindah di sisihnya...pria itu lalu mengeluarkan dompet dan mengambil sebuah uang tunai 5 juta..lalu memberikannya pada pria tadi..


''Aku akan memberikan sisannya setelah kalian memindahkannya, lalu datang saja ke kantorku aku akan memberikan sisanya..''


Elard menyerahkan sebuah kartu nama sebuah perusahaan besar, dan hal itu membuat pria itu percaya..


''Baik tuan....kami akan memindahkannya dengan cepat..''ucapnya patuh.


Elard lalu menarik tangan Eve agar menjauh dari sana..


''Elard.''


''Mereka akan memindahkannya ke tempat yang lebih baik, disana makam ibumu akan lebih di urus..''


''Tapi bukankah itu lebih mahal..''ucap Evelyn ragu....dia tak punya uang yang cukup untuk membayar makam...sedangkan untuk makan saja dia sudah kesusahan.


''Disana mereka bisa memberikanmu akses membayar dengan cicil...jadi kau akan merasa lebih mudah..''


Evelyn menatap ELard yang sungguh sangat baik padanya, pria ini sangat tampan dan sngat tulus padanya.


''Trimakasih Elard...awww....''


Evelyn mengeluh ketika punggungnya kembali merasakan nyeri disana..dan hal itu menarik perhatian Elard..


''Ada apa....Eve....''


''Tidak....aku baik-baik saja...Elard..''


Evelyn berbohong dan mencoba menguatkan tubuhnya..

__ADS_1


namun begitu Elard terlihat masih curiga, namun memilih diam...dan menatap Evelyn dari belakang.


''Aku harus kerja sekarang...''ucap Evelyn menoleh pada sosok Elard yang berdiri di belakangnya.


''Apa kau baik-baik saja Eve....aku khawatir...''


''Aku baik-baik saja Elard, namun apakah kau bisa mengantarku sekarang...aku di bagian ship malam..''


''Yah...baiklah..''balas Elard tersenyum..


Keduanya masuk ke dalam mobil, dan malam itu Evelyn kembali harus bekerja,...setidaknya dia lega karna ibunya sudah di tempatkan di tempat yang terbaik dan tinggal Evelyn mencari uang untuk mengganti uang Elard yang telah dia pakai...


Gadis itu berkaca-kaca, beruntung sekali Evelyn bertemu dengan Elard.


**********


Sementara seorang pria keluar dari Bandara..dia adalah Dark Winter,...seorang Mafia yang bersembunyi di balik seorang pengusaha..semua bisnis gelapnya berhasil di sembunyikan dengan rapi..dia adalah pria lajang berusia 32 tahun...sudah lama Dark tidak kembalike negara ini, dan ia ingin sekali menikmati hidupnya...pria tampan itu segera menghubungi keponakannya yang bernama Elard untuk mengabarkan kalau dia sudah tiba, meski mereka belum bertemu karna kesibukan, apalagi mereka tinggal di tempat yang berbeda, jika Elard memilih rumah maka Dark memilih apartement mewah agar memudahkan aktifitasnya..


Masuk ke dalam mobil. Dars segera menghubungi anak buahnya untuk memesan beberapa Pizza dengan beberapa botol alkohol karna dia akan mengadakan pesta kecil dengan beberapa teman dan tentunya wanita cantik..


Dark meluncur ke sebuah apartement kawasan elit yang mempunya akses yang begitu ketat, pria itu lalu turun dari sana dan langsung naik ke kamarnya..


Dark tersenyum ketika menatap kedua sahabatnya bernama Mario dan juga Tristan yang sudah menunggunya dengan beberapa wanita cantik..


''Sudah lama menunggu..''sapa Dark memeluk kedua sahabatnya..


''Yah....kami cukup lama tapi karna kita sudah lama tidak bertemu maka kau mendapat pengecualian Dark..''ucap Tristan tersenyum..


''Dark lalu mempersilahkan teman-temannya untuk mulai makan dan minum namun Dark masih menunggu favoritnya.


Pengantar pesanan akan tiba sebentar lagi...


Rikcy mengirim pesan kepada Dark..


Pria itu mengangguk sambil melepas kemejanya..membiarkan dadanya terbuka polos dan membiarkan beberapa wanita mulai merayunnya dan Dark sangat menikmatinya..


********


Evelyn menatap sang manager yang terlihat begitu tajam menatapnya..


''Cepat antar sekarang ke alamat ini, hati-hati hati dan kau harus cepat sampai..''ucap Manajer mengingatkan..


''Baiklah....''


''Ingat Eve, kau harus hati-hati membawa pizzanya tuan Dark sudah membayar dengan mahal dan jangan sampai ada kesalahan..''


''Baik manager...''


Sang Manager lalu mengambil beberapa lembar uang sebanyak 500 ribu dan memberikannya pada Evelyn...


''Tuan Dark bahkan memberikan tip yang besar..''

__ADS_1


''Tapi ini banyak sekali...''


''Anggap saja itu adalah rejekimu..''ucap Manager tersenyum..


''Baiklah aku akan pergi sekarang.''


''Setelah mengantar pizza kau bisa langsung pulang karna ini sudah larut malam..''


''Baik manager.''


Dengan langkah yang ringan, Evelyn melangkah pergi menuju apartement yang dia tuju..


*************


Sampai pukul 11 malam, akhirnya Evelyn turun dari taxi dan menghampiri sebuah apartemen yang begitu mewah..sedikit ragu karna apartement ini sangat privat..dia tak di ijinkan membawa identias apapun ketika masuk dan harus meninggalkannya di gerbang...


Gadis itu melangkah menuju lift dan menekan angka 50 dan saat itu juga, lift membawanya naik ke atas gedung tinggi itu..


Evelyn memeluk erat pizza di dadanya, bahkan lift saja terlihat sangat mewah...


Ting......


Evelyn keluar dari dalam lift, dengan langkah yang sedikit ragu bahkan untuk memencet bel..


Sedikit menunggu, gadis itu memutar pandangannya dan mengerutkan kening, disini hanya ada 1 kamar, ekslusif...?


Evelyn sudah mulai pegal dan kembali memencet belnya...tak berapa lama kemudian pintu terbuka dan seorang wanita berpakaian minim menatap kepadanya..


''Masuklah..tuan Dark sudah menunggumu..''


''Menungguku...''ulang Evelyn dengan sedikit takut..


Namun wanita itu segera menariknya masuk dan mengunci pintu..


Dan pemadangan di depan mata Evelyn membuatnya takut...betapa mereka sedang melakukan hal yang membuat perutnya mual..


Dan kesalahan fatal Evelyn adalah memandang dengan ekspresi jijik...dan hal itu membuat sang pemilik tersinggung..


''Bawa dia kemari...''ucap Dark dengan suara lantang, dia sudah di penuhi oleh aroma alkohol..


Wanita itu mendorong Evelyn hingga berdiri di depan seorang pria yang sedang menatapnya dengan tajam...


Dark membeku....


Sinar matanya penuh gairah...


''Aku mau kau....bercinta denganku...''desisnya tak terbantah.


Tubuh Evelyn bergetar...


''Apa maksudmu...''ulangnya dengan tatapan syok...

__ADS_1


__ADS_2