
Kesepakatan itu terjalin dengan baik ketika mereka saling menggenggam tangan,..walau hanya sebentar karna Eve lebih dahulu melepaskan pegangan mereka, sementara Dark tampak senang dan menelfon asistennya Romi untuk mempersiapkan segalanya, sambil mereka melangkah Dark terus menatap Eve dan mengawasi jalannya...
''Ehm.....sebenarnya kau sedang apa disini...Eve...''
Disaat bersamaan, Emi muncul tiba-tiba dan mengejutkan Eve juga Dark dia datang sambil memegang kotak berisi eskrim dan tersenyum, sambil melirik Dark yang hanya berdehem..
''Nyonya Eve..maaf sedikit terlambat karna toko sedang ramai..''
''Tidak apa Emi...oya ini adalah tuan Dark..dan tuan Dark adalah calon suamiku dia...ehm...dia...adalah...''
Dark mendekat dan memeluk Eve...lalu memandang Emi...
''Mulai sekarang, kau akan bertanggung jawab untuk mengawasi istriku ketika aku tidak ada Emi....aku adalah juga tuanmu sekarang...''lirik Dark dengan ketegasan sempurna di wajahnya..
Emi buru-buru menundukan kepalanya, bukankah memang dia adalah anak buah tuan Dark, syukurlah penyamarannya tidak terbongkar dan ia bisa lega sekarang.
''Baik tuan Dark dan nyonya Eve...aku akan mengabdikan diriku pada tuan dan nyonya..''ucap Emi menunduk patuh..
''Bagus...sekarang kau boleh pulang.''ucap Dark lalu membimbing Eve duduk di bangku taman dan menemaninya makan eskrim...sementara Emi langsung bergegas pulang untuk mengerjakan pekerjaan lain dirumah.
Dark melonggarkan tenggorokannya, sepajang aktivitas makan eskrim itu Eve tak sedikitpun ingin berbagi..dia malah makan tanpa perasaan di depan Dark, bukannya dia juga ingin tapi sertidaknya Eve punya perasaaan walau sekedar menyuapinya sesendok..apakah Dark harus meminta..
''Cuacanya panas sekali..'' ucap Dark membuka pembicaraan.
Eve mengangguk acuh,...tentu saja ini panas...matahari di atas kepala mereka,..beruntung mereka sedang berlindung di bawah pohon rindang..
''Hum.....'' Eve bergumam singkat..
''Eve....''
''Hum.....''
''Aku sudah menghubungi Romi untuk mengurus pernikahan jadi lusa kita sudah bisa menikah..''
''Bagaimana mungkin secepat itu, semua dokumenku...''
''Dukumenmu ada padaku masih tersimpan dengan rapi Eve...ketika kau menyerahkannya padaku saat kau ingin pergi dulu....''
Eve mengangguk pasrah....
''Bagaimana hidupmu selama melarikan diri dariku, dirumah Elard..apakah dia memaksamu...''
Eve menoleh dengan kerutan di dahinya..
''Darimana kau tau aku berada di rumah Elard...''
Dark mengerang, dia tak sengaja mengucapkannya...
''Aku menebak saja, karna sikap Elard sangat aneh, dan satu saat aku mengutus orangku untuk mengintainya dan melihatmu keluar dari pintu rumahnya...kau tau apa yang kupikirkan saat itu...''
Eve menjadi gugup namun dia menggeleng,
''Aku ingin sekali melenyapkannya namun aku sadar dia tak akan mungkin memaksamu untuk macam-macam karna dia tidak sepertiku..''
Eve meletakan eskrim setelah menghabiskan dua kotak dan dia terlihat kenyang..
''Aku pikir kau dan keponakanmu sama saja dalam hal menekan, aku melarikan diri darinya karna apa....dia akan memaksa menikahiku setelah melahirkan dengan menyingkirkan anakku..aku tak setuju jadi,....''
__ADS_1
Eve melupakan kenyataan kalau dia bercerita pada Dark ayah bayinya...wanita itu melirik waspada ketika Dark tak terima dengan kenyataan kalau Elard memaksa Eve..pria itu bangkit namun Eve menahan lengannya..
''Eve....''
''Kau mau kemana...''
''Menghajar anak itu apa yang dia lakukan aku sungguh tak bisa menerimanya, aku akan,....''
''Sudahlah...dia akan sadar sendiri, lagi pula dirumah itu dia tak pernah melakukan sesuuatu yang buruk..dia tidak sepertimu yang....yang.....''
Dark mendekatkan wajahnya dan menikmati wajah Eve yang memucat karna gugup...wanita itu membeku ketika Dark mengecup bibirnya tanpa permisi, dan mengul*mnya lembut,...hingga untuk beberapa saat Eve tenggelam dalam panasnya ciuman Dark yang menuntut, sampai akhirnya Dark melepaskan ciumannya dan menyadari kalau wajah EVe berkabut karna gugup....yah....
''Darrk....''
''Aku adalah pemilikmu apa kau mengerti sayang, jadi berhentilah mengatakan hal lain dan mulailah menyimpan ini di dalam kepalamu mulai dari sekarang....''
''Kau.......''
Eve menyambar eskrim dan ingin memakannya lagi namun Dark menghentikannya...
''Cukup sayang, sekarang kita akan pulang kerumahmu, kau harus banyak istirahat karna lusa kita akan menikah...''
''Tapi....''
Eve tak punya pilihan sekarang selain mengikuti perkataan Dark yang begitu dominan..
*************
Dark sampai di rumah milik Eve, ini pertama kalinya dia menginjakan kakinya disini...sementara dirumah hanya ada Tiara adik dari Eve juga Dina sahabat sekaligus pelayan Eve dan juga Emi...Dark pun tersenyum ketika sosok Tiara mendekatinya dan menundukan kepalanya...
''Apakah ini calon kakak iparku....namaku Tiara kak.''matanya berbinar antusias..
''Bagaimana menurutmu,..apakah kau setuju aku menjadi kakak iparmu...''
''Tentu saja...kakak sangat keren...''
Eve hanya ikut tersenyum dan duduk di sofa...sementara Dark berdiri di tengah ruangan..
''Lusa adalah pernikahan kami aku ingin kalian semua menjadi penggiring pengantinku...apa kalian bersedia...''
Tentu saja ucapan Dark langsung mendapat respon dari ketika wanita di depannya..
''Aku senang sekali kak...''jerit Tiara begitu senang...hal yang sama di tunjukan oleh Emi dan Dina...mereka saling memandang dengan senyuman...
Semua bahagia malam, itu sementara Eve hanya menghela nafas pasrah..yah..dia sangat pasrah akan hidupnya, dia pasrah menikahi Dark meski dia sama sekali tidak mencintai pria ini dan semua ini karna anak-anaknya, Eve membelai perutnya yang besar..dan memejamkan matanya,...oh anak-anaku kalian harus tau kalau perjuangan Mommy sangat besar..batin Eve memejamkan matanya..
***********
Rumah tampak sepi...
Semua sudah berangkat menuju Hotel untuk mempersiapkan diri untuk pernikahan besok pagi...dan Tiara melupakan sesuatu di rumah dan hendak mengambilnya, dirinya di antar sang kekasih Aris dan ketika dia turun dari mobil..gadis itu melangkah menuju rumahnya sementara sang kekasih harus kembali ke kantornya..Aris menatap Tiara dengan senyuman, sambil memperbaiki anak rambut gadis itu yang terjatuh...
''Maaf aku tak bisa mengantarmu lagi ke Hotel....''
''Tidak masalah sayang..aku bisa memakai taxi kau pergi saja..jangan lupa besok kau harus menemaniku di pesta pernikahan kakakku..''
''Tentu saja sayang..aku pergi...''
__ADS_1
''Yah...hati-hati Aris...''
Pria itu pun pergi dan Tiara mendekati rumahnya..
Dari jauh, mata Tiara menangkap seorang pria yang brdiri dan menatap ka arah rumah..sementara Tiara mendekatinya...dan ketika pria itu berbalik, wajah Tiara langsung kesal karna dia tau pasti yang berdiri di hadapannya adalah Elard pria yang menyebabkan dua kakaknya bertengkar hebat..wajah Tiara berubah kesal..dia bersedekap...
''Untuk apa kau kemari...''
Elard menoleh....dan langsung menyadari gadis ini adalah adik dari Sania dan Eve,..dia tumbuh dengan cepat dan menjadi dewasa..
''Eve....aku mencari Eve...dimana dia...''
''Astaga kakaku akan menikah...lalu untuk apa kau mencarinya...''
Wajah Elard berubah pucat..
''Menikah...apa maksudmu, Eve menikahi siapa...katakan dimana mreka..katakan...''teriak Elard dengan suara keras...
''Yah..jangan berteriak padaku...memangnya kau siapa...kakakku menikah dengan ayah dari bayinya..puas...''
''Paman Dark...''
''Tentu...dia akan menjadi kakak iparku, dan untukmu bagaimana kalau kau pergi saja...kau menghalangi jalanku..''
Tiara mendorong dengan kasar tubuh Elard namun ketika dia akan masuk..Elard malah menariknya dan menekannya ke pintu rumah..mata keduanya bertemu dengan tatapan tajam...
''Kau hanya anak kecil yang bukan lawanku..cepat katakan dimana Eve sekarang aku akan menghentikan pernikahannya..''
''Apa kau sudah gila...pria sepertimu tidak pantas bersama dengan kakakku...apa kau mengerti...''
''Kau yang harus sadar..aku heran mengapa pria sepertimu membuat kak Sania tergila-gila hingga melupakan saudaranya sendiri...kau dengar baik-baik tuan Elard....kau atau siapapun tak bisa menghalangi pernikahan kak Eve karna apa..kau tidak pantas bersama dengannya...''
Tiara berhasil mendorong tubuh Elard menjauh sementara dia masuk ke dalam rumah...namun Elard terlanjur terbakar cemburu pria itu tak mau kalah dengan masuk mengikuti Tiara di dalam rumahnya...
''Tiara....Tiara...tunggu....''
Tiara tidak sedikitpun menggubris teriakan Elard..gadis itu menaiki tangga dan memasuki kamarnya, dia mengambil dompetnya yang tertinggal dan beberapa alat makeupnya...sementara Tiara tak menyadari kalau Elard ikut masuk ke dalam kamarnya..pria itu terlanjur terbakar amarah..dan ketika Tiara selesai mengambil barang-barangnya gadis itu terkejut ketika berbalik dan menemukan Elard berdiri di hadapannya...
Tiara sekali lagi tidak perduli pada pria itu...hingga dia melangkah melewati Elard namun sekali lagi langkahnya terhenti..
Srakkkk....
Tiara begitu terkejut ketika Elard tak sengaja menarik gaunnya hingga robek di bagian dada...
Gadis itu terkejut setengah mati...matanya melebar marah..
''Apa yang kau lakukan...''
Plak!!!!!
Tiara menampar wajah Elard hingga pria itu terbakar amarah...
''Beraninya kau menamparku...''suaranya meninggi di tengah ruangan...
Wajah Tiara berubah pucat....ia menjadi takut sendiri...
Sementara........
__ADS_1
Elard mengepalkan tangannya, pria itu mendekati Tiara dengan sinar mata tajam.....jemarinya mengepal dengan kuat....
Deg!!!!!