
Ruangan IGD
Tiara sedang di periksa di dalam ruangan sementara itu Aris dan Sania begitu gugup menunggu di luar sebenarnya mereka bisa saja melarikan diri namun...rasa bersalah mulai memenuhi keduanya,..
dan tak tega meninggalkan Tiara sendiri..
Dan beberapa saat kemudian...mobil berhenti dan sosok Elard turun dari mobil, dia tidak sendiri melainkan bersama dengan Evelyn dan juga Dark..mereka melangkah tergesa-gesa menuju ruang igd sampai akhirnya..pandangan Elard jatuh pada sosok Sania dan Aris berdiri di sudut ruangan dengan gemetar..
Elard terlalu emosi sehingga mendekati keduanya dan menarik Aris mendekat untuk kemudian melayangkan sebuah pukulan..
Bughh!!!!!
Aris terkejut namun ia mengerang karna rasa sakit di rahangnya..
''Apa yang kau lakukan pada Tiara...aku akan menghabisimu..''
''Elard sudah..kita di rumah sakit..''ucap Dars menenangkan..
''Aku tak akan melepaskamu Aris....dan juga kau Sania..''ucap Elard penuh kegeraman..
Pria itu menegakan tubuhnya dan melangkah jauh..sementara Sania membantu Aris berdiri, mau bagaimana lagi mereka bersalah...
Tak berapa lama kemudian seorang dokter keluar dari ruangan IGD, ia menatap Elard yang langsung menghadangnya..
''Dokter...''
''Siapa suami pasien..''
'Aku dokter..''ucap Elard tanpa ragu.
Dokter menghela nafasnya..
''Syukurlah...jika saja pasien terlambat di bawa..bayi nya tidak akan selamat jadi...ini adalah keberuntungan...''
__ADS_1
''Apa maksud dokter istriku sedang hamil..''
''Tentu saja....selamat tuan...pasien akan segera di pindahkan ke ruang rawat..''
Eve dan Dars ikut bahagia mereka mendekati Elard dan memberikan pelukan kepadanya...
''Selamat Elard...kau akan menjadi ayah..''ucap Dars tersenyum penuh haru...
''Aku merasa bahagia paman...''
Sementara itu Sania dan Aris saling menatap..kalau begini sia-sia saja bahkan Tiara sedang hamil dan mereka hampir saja menghilangkan nyawa bayi tak berdosa itu...
''Bagaimana sekarang Aris...apakah Elars akan memenjarakan kita...''
Aris mengusap wajahnya...
''Aku bahkan tidak tau apa yang terjadi pada kita Sania...''
Dan kata-kata Aris terputus ketika Elard mendekat...dan menatap keduanya dengan tajam...
**************
Mata Tiara terbuka dan yang di rasakan pertama kalinya adalah rasa pusing di kepala...
Tiara hendak bangun namun Elard buru-bur menahannya..
''Kau tidak boleh banyak bergerak sayang...''
''Hah.....Elard.''ulang Tiara terkejut..
Elard segera mengecup dahi Tiara dan membuatnya mengerutkan kening...
''Ada apa Elard....''
__ADS_1
''Sania dan Aris mereka sudah di penjara karna kejahatan mereka..''ucap Elard tegas..
Sementara Tiara menggeleng..
''Cukup Elard...jangan memasukan mereka ke penjara...''
''Tapi mereka mencelakaimu dan hampir membunuh anak kita sayang...''
''Anak...''
''Yah...kau sedang hamil dan mengalami pendarahan hebat..beruntung kau cepat di tangani dokter..''
Tiara tersenyum bahagia menyadari ada kehidupan di dalam dirinya...Tiara lalu tersenyum..
''Biar bagaimanapun mereka sudah menyesal karna itu mereka membawaku ke rumah sakit bukan...''
Elard terdiam....
''Sayang..maafkan saja mereka aku yakin kalau kakak dan Aris tidak akan mengulangi kesalahan besar itu...''ucap Tiara memohon..
Sementara itu Elard akhirnya mengalah dan mendengarkan perkataan Tiara karna bagaimanapun, Sania adalah kakak kandung Tiara...
Elard lantas mengecup punggung tangan Tiara dengan lembut dan tersenyum banngga...
''Aku sangat mencintaimu Tiara dan terimakasih karna kau begitu sempurna untukku...aku akan berjanji menjagamu dan anak kita selamanya...''ucap Elard lembut.
Sementara,......
Tiara meneteskan airmata di wajahnya...
''Aku juga mencintaimu Elard....''
Keduanya lantas berpelukan, berawal dari dendam... Mereka di persatukan oleh cinta...
__ADS_1
Tamat....