Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Perjanjian


__ADS_3

Tak pernah di bayangkan oleh Evelyn kalau yang menangkapnya adalah pria yang memperk*sanya di apartement, pria itu tampak marah ketika menatap matanya..


''Kau....'' jerit Evelyn meronta..


Sementara pria itu semakin mempererat pegangan tangannya..


''Mengapa kau terkejut, apakah kau tidak mempresdiksi tentang aku...kau tidak berpikir aku akan datang dan menangkapmu...''


Mata Evelyn menjadi panas, mengapa pria ini menangkapnya lagi..


''Apa maumu...lepaskan aku dulu, tanganku sakit..''


Dark mengunci pergerakan Evelyn hingga gadis itu tak bisa bergerak..tangan dan kakinya mengalami kram karna di tekuk dalam satu posisi untuk beberapa saat, dan akhirnya Dark melepaskan pegangannya dan membuat Evelyn beringsut ke arah pintu...gadis itu meringis namun gurat ketakutan tampak di wajahnya...


Keduanya bertatapan tajam...


''Kau...mengapa kau berbohong padaku, aku menunggumu di tempat kerjamu tapi apa yang aku dapatkan...kau sudah mengundurkan diri dari pekerjaanmu...apa kau sengaja melakukannya...''teriak Dark murka..


Evelyn tertawa kesal, ada apa dengan pria ini dia bahkan bertindak seolah mereka adalah pasangan kekasih...dan dia tak rela kekasihnya pergi tanpa kabar, padahal disini yang dirugikan adalah Evelyn yang telah kehilangan kesuciannya, dan bukan itu saja dia bahkan di anggap pelacur karna pria ini..


''Kau tidak punya hak apapun atas diriku..''


''Kau telah menerima cincin berlian milikku dan juga cek...''


''Jadi kau mengungkit pemberianmu padaku, padahal aku kehilangan segalanya...astaga...aku bahkan masih menyimpan cincinmu dan cek itu....aku tidak pernah mencairkannya.'' jerit Evelyn begitu tersinggung.


Ini sangat aneh bagi Dark, yang membuat dia terus tertarik pada gadis ini selain percintaan mereka yang tak bisa dia lupakan, juga kenyataan kalau gadis ini bahkan tidak pernah mencairkan cek yang bernilai besar, tentu saja Dark tidak membatasi jumlahnya dan hebatnya gadis ini sama sekali belum mencairkan apapun, meski Dark sedikit menyesal...


Dengan penuh amarah, Evelyn mengeluarkan selembar cek yang masih utuh dam meletakannya di dalam genggaman pria di depannya tanpa takut sedikitpun, bukan itu saja...gadis itu lalu mencoba mengeluarkan cincin yang masih melingkar di dalam jemarinya...


Namun...kali ini berbeda..cincin itu tak bisa keluar dari jarinya meski dia sudah mencoba,bahkan jemarinya mulai memerah karna terus di paksa..


Dan senyum Dark mengembang disana..dia punya alasan sekarang untuk menahan gadis ini...


''Boleh aku memberimu saran...''ucap Dark dengan wajah serius,..


Evelyn melangkat wajahnya dengan kerutan di dahinya...


''Katakan........''


''Kau bisa mmotong jarimu untuk mengeluarkan cincin itu dari sana...''


''Hah...........''


Pria gila ini....dia sangat mengerikan, dan mengapa Evelyn tidak segera menyimpan cincin sialan ini sebelum terlalu lama menempel di jarinya..


''Cincin itu bernilai 15 M...''


''Apa..........'' suara Evelyn meninggi dengan frustas...ia kembali berusaha keras mengeluarkan cincin itu dari tanganya namun tak bisa...

__ADS_1


Dark kembali melanjutkan perkataannya dengan santai...


''Pemilik tempat aku membeli cincin ini mengatakan cincin ini sangat langka dan tak bisa di rusak...dan jika kau merusaknya maka.dia tak akan bisa di perbaiki lagi..''


Mendengar hal itu membuat tubuh Evelyn lemas..haruskah dia memotong tangannya saja..demi mengeluarkan cincin ini....


''Dari pada kau berpikir untuk memotong jarimu....aku menawarkan sebuah perjanjian...''


''Perjanjian apa...astaga...tuan, apa kau mau mengambil keuntungan dariku...''tatap Evelyn merasa hancur..


''Sejujurnya ya...uang 15 M tidak sedikit, kau pun tau itu Evelyn..''


''Yah...lalu....apa maumu...''


Dark tersenyum dan mendekati Evelyn menariknya dengan posesif untuk duduk di atas pangkuannya hingga Dark bisa menatapnya lekat...


''Kau harus menjadi wanitaku...selama 3 bulan dan aku akan menganggap 15 M itu menghilang....cincin itu adalah milikmu Evelyn...''


''Apa....''


Kini dia benar-benar resmi menjadi pelacur begitu, bahkan dia baru saja menjadi kekasih Elard...dan sampai sekarang, Evelyn bahkan tak pernah membiarkan Elard menciumnya atau menuntunnya..dia sangat malu.....karna tubuhnya sudah di setuh orang lain..


Dark tersenyum......


''Aku akan menghubungimu jika aku butuh dan setelah itu kau boleh melakukan apapun sesukamu.....tapi selama aku butuh kau..maka kau harus melayaniku..''


Yah...hanya 3 bulan Eve, kau akan segera melupakannya seperti mimpi buruk...kau pasti bisa melakukannya Eve...batinnya menguatkan dirinya sendiri..


Dan...lagi pula dia sudah hancur, pria mana yang akan menerima dirinya...tidak akan ada seorangpun yang akan menerimanya dengan tulus...tidak...


Pria ini membutuhkan tubuhnya untuk menjadi pemuas, bukankah hal itu cukup...hanya 3 bulan...?


''Bagaimana Evelyn....''


''Yah...baiklah..tapi hanya 3 bulan dan aku tak akan pernah membiarkan kau mendekatiku lagi..''ucap Evelyn penuh penekanan..


Dark tersenyum menang...


''Baiklah...karna kau adalah wanitaku, maka aku ingin kau ikut aku sekarang, kita akan ke apartemennku dan melakukannya disana bagaimana....?''


''Sekarang.........''ulang Evelyn dengan wajah pucat..


''Yah...sekarang....bagaimana dengan pemanasan sebelum bercinta...''


Evelyn tak sanggup menghindar ketika, bibir Dark melum**nya..seraya tubuhnya di jatuhkan ke tempat duduk, dan pria itu menatapnya dari atas seraya melonggarkan tenggorokannya...


''Aku sungguh merindukan tubuhmu...''


Airmata Evelyn menets di wajahnya..

__ADS_1


*********************


Malam harinya...


Di kediaman Keluarga Robert..


Mereka sedang menikmati makan malam tanpa beban, para pengacau sudah di singkirkan...


''Aku senang sekali..makanan ini sangat enak...''ucap Paula menikmati makanannya..


Sania masih memasang wajah sedih, karna patah hatinya ketika Elard lebih memilih pelacur itu di banding dirinya...


Paula mengerutkan kening...


''Apakah makanannya tidak enak sayang, mengapa wajahmu mengerut begitu..''


Sania menghela nafas....


''Ibu tau apa yang terjadi padaku bu...''


''Katakan...''


Sania melirik ayahnya yang juga menatapnya..


''Evelyn...dia merebut Elard dariku, padahal sebelumnya..Elard menyukaiku tapi entah bagaimana cara dia merayu Elard..bahkan kemarin aku melihatnya turun dari kamar Elard...''


Robert dan Paula saling menatap dengan tajam..


''Apa......''


Tiara berdehem....usianya memang masih 15 tahun, namun mendengar ucapan kakaknya membuat Tiara tak tahan...bagaimana pun ayah mereka satu...dan dia tau benar bagaimana perlakuan ibu dan kakaknya pada kak Eve selama ini..


''Kakak....kita juga seorang perempuan jadi berhentilah bicara seolah hidup kita akan mulus...


Sania menoleh tajam....


''Apa maksudmu Tiara....''


''Yah....jika kak Elard jodoh kak Eve...lalu kakak mau apa....mungkin kak Elard memang bukan jodoh kakak...''


''Tiara..kau benar-benar.....''


Paula dan Sania terlalu tegang hingga tak memperhatikan kedatangan Evelyn di pintu..


''Selamat malam semuanya..''ucap Evelyn dengan wajah datar...


Semua mata memandang ke arahnya, setelah di usir..beraninya dia pulang..?


''Kau....beraninya pulang...'' Paula mengepalkan tangannya...

__ADS_1


Deg!!!


__ADS_2