
Dark mendekat seraya mencengkram lengan Eve dan setengah menyeretnya masuk ke dalam rumah besar itu walau mendapat penolakan dari Eve, namun tetap saja dia tak bisa melawan..
Begitu memasuki ruangan, Eve sedikit terkejut ketika menyadari ruang tamu itu sangat luas dan mewah, semua yang ada pajangan yang ada disana terlihat sangat mewah dan mahal..hingga Eve masih berdiri dengan sungkan disana..sampai Dark mengejutkan dirinya dengan mengalungkan tangannya di pinggang Eve, seraya memeluknya...
''Ini ruang tamu, kau boleh merubahnya sesuai seleramu..''bisik Dark lembut..
''Tidak....aku tak pernah ingin menyentuh sesuatu yang bukan milikku Dark.''balas Eve dengan tenang..
Pria itu mendesah, ia tau Eve masih kesal kepadanya, semua ini terlalu mendadak hingga Dark sama sekali tak bisa berbuat apapun..apalagi memaksanya wanita ini sedang mengandung anaknya..
''Eve.....''
''Aku lelah...bisakah kau menunjukan kamarku...''
''Baiklah....ayo sayang..''
Eve memilih tidak beradu argumen dengan Dark meski dia ingin, Eve masih sangat lelah, perubahan di fase hidupnya terlalu cepat hingga ia tak bisa memikirkan apapun selain ia ingin tidur dengan tenang di kamar..
Melangkah menuju Lift, Eve hanya diam saja beruntung baginya karna Dark tidak memaksa untuk bicara..
Ting.....
Dark melangkah ke kamar utama, disini adalah kamar utamanya yang luas dan nyaman, namun karna Eve akan tinggal dengannya, Dark akan mengalah dan pindah ke sebelah kamar yang lebih kecil dari kamarnya,dia ingin membuat Eve senyaman mungkin dan bisa melahirkan anaknya dengan selamat..
Ceklek...
Pintu terbuka dan kamar yang di dominasi warna biru itu langsung menyapa Eve dan membuatnya tenang, dia bisa menebak, kamar ini di rubah dengan cepat, karna tidak mungkin kalau Dark akan tidur di kamar feminim ini..
''Apakah kamar ini...''
''Kamar ini dulu adalah milikku, aku menempatinya namun....ketika kau akan kemari dan tinggal maka aku pikir kau lebih membutuhkan kamar yang lebih luas di banding diriku...'
''Terimakasih,...Dark aku lelah dan ingin istirahat..''
Eve melangkah masuk namun langkahnya terhenti ketika menyadari lengannya di tarik sedikit kuat hingga ia menoleh, menemukan senyum seorang Dark yang untuk pertama kali di lihatnya..
''Setiap malam aku akan menginap denganmu untuk menjagamu lalu paginya aku akan keluar dan kembali ke kamar ku demi menghindari kecurigaan Elard, jadi...Eve,...kita akan...''
''Aku akan mual jika kau tidur di ranjang denganku Dark...''ucap Eve dengan polos..
''Hah....'' Dark sungguh syok mendengar ucapan Eve...
__ADS_1
***********
''Dia memintaku tidur di sofa dan berhenti mendekatinya atau dia akan mual parah..''ucap Dark sedikit tidak terima..
Sementara Romi hanya tersenyum...
''Beberapa wanita hamil memang mengalami hal itu..''
''Berapa lama kira-kira...mengapa anakku seperti tak ingin aku di dekatnya..''Dark sangat heran..
Dark harus mengukur jarak jika dia ingin mendekati Eve, ketika dia melewati batas maka Eve akan mengalami mual parah dan tersiksa sepajang hari..bahkan Dark iba karna seharian Eve tidak nafsu makan...
''Biasanya itu bisa berlangsung lama, sesuai dengan mood ibu hamil..mungkin saja bayi tuan mendengar tangisan ibunya ketika tuan bersikap kasar..''
Romi pikir dia sudah salah bicara, dia telah membuat seorang Dark tersinggung..pria itu segera mengangkat muka bersiap menerima hukuman, namun...ada yang berbeda..
Dark tampak sedang berpikir dan menerima perkataannya..
''Jadi aku harus bagaimana Romi...bagaimana agar anakku bisa menyukaiku dan tidak menyiksa ibunya..'' Dark tampak frustasi..
Romi membeku, ini pertanyaan sulit bagaimana bisa tuan Dark menanyakan ini kepadanya sementara Romi belum pernah tau tentang wanita hamil, dia bahkan belum punya kekasih...
''Ehm...tuan Dark maafkan aku tapi aku tidak tau..''
''Jika kau tidak tau apapun maka tugasmu apa Romi...''suara Dark meninggi di tengah ruangan..
Romi gemetar..dia pikir tuan Dark sudah berubah, nyatanya malah lebih garang, tak heran jika bayinya saja tak ingin berada di dekatnya..batin Romi menyerah..
''Jadi aku harus apa...''
Dark menggertakan giginya dan mendekati Romi...
''Sekarang kau harus pergi ke toko buku lalu carikan aku buku panduan untuk wanita hamil...cari informasi apapun disana dan pelajari saja...okey...aku tak mungkin meminta Elard melakukannya...''
''Aku akan pergi tuan Dark...''
Romi membungkuk lalu melangkah keluar ruangan dengan cepat, dari pada menerima kemarahan sang tuan..
Sementara Dark terdiam...
Apa yang di sukai Eve, apa yang sedang dia inginkan Eve tak pernah mau meminta apapun darinya, setiap malam Dark selalu terjaga walau hanya sekedar untuk mengawasi Eve, jika dia merintih tengah malam namun...ketika gadis itu bangun dia mulai membangun tembok tinggi di antara mereka.
__ADS_1
Dan sekali lagi Dark tak bisa bersikap keras, ketika melihat tonjolan kecil di perut Eve yang seakan membungkam semua egoisnya..Dark begitu pasrah dan tak bisa melakukan apapun selain dia memilih mengalah entah sampai kapan..
Dark mmejamkan matanya, mengapa dia sangat menginginkan anak itu...?
***************
Sesuai petunjuk Romi kalau ibu hamil biasanya menyukai sesuatu yang segar, dan asam..
Maka Dark pulang dengan membawa beberapa kantong berisi semua buah-buahan segar yang telah di olah menjadi salad dan beberapa camilan yang terbuat dari buah..
Mesin mobil terhenti dan pria itu baru saja akan keluar dari sana, namun matanya menangkap pemandangan di depan matanya yang mampu membuatnya cemburu..
Disana....
Elard sedang bersama Eve duduk di taman, mereka seperti sepasang suami istri yang bahagia...Eve selalu tersenyum di setiap Elard bicara...
Dan Elard datang membawa banyak makanan hingga menyupai Eve yang hanya pasrah..
dan pemandangan itu sungguh menyakiti seorang Dark..yah..seumur hidup ini pertama kalinya dia merasa ingin meledak di dalam kemarahannya...
Elard....keponakannya harus segera di pisahkan dengan Eve...dia tak akan menunda rencananya sedetikpun..
masih berada di dalam mobil, Dark mengambil ponselnya dan menelfon seseorang...
''Hani....''
********
''Aku dengar kau tidak makan dengan baik, mengapa...''bisik Elard menyentuh wajah Eve yang pucat..
''Aku....sedikit kesulitan di kehamilan ini Elard, aku selalu mual jika dekat.......''
Eve segera menyadari jika dia hampir menyebut nama Dark,
''Dekat apa...mengapa kau tidak meneruskan perkataanmu..''Elard tampak tak sabar..
''Maksudku aku lebih sensitif di segi penciuman dan perasa itu sebabnya aku malas untuk makan..''Eve tersenyum..
''Semua karna bajingan itu bukan...dia bahkan meninggalkan beban untukmu...tapi tenang saja Eve...begitu anak itu lahir kita tak akan mengasuhnya, aku yakin kau juga tak menginginkan mengasuh anak pria kejam itu dalam pernikahan kita bukan...'' ucap Elard tajam..
Senyum itu menguap dengan cepat di wajah Eve....
__ADS_1
''Apa.....'' Eve terlihat kecewa, tak ada seorang ibu sejati yang menolak anaknya meski dia datang dengan cara yang berbeda...