
Dark datang dengan menunjukan betapa berkuasanya dia, hingga keduanya bertatapan tajam, semakin Eve melihat pria ini semakin bertambah rasa bencinya yang begitu besar pada Dark..
Eve memalingkan wajahnya dengan asal, dan hanya menghela nafas...
''Maaf....tapi kau tak berhak mengaturku Dark..''
''Aku berhak dan aku tak perduli apapun Eve....''
''Setidaknya kau harus punya hati sedikit...''
Mata Eve menjadi panas, ia mengandung dan bahkan ketika dia tak siap sama sekali, dia masih terlalu muda untuk mengalami hal seberat ini...
Dark bergerak naik ke ranjang dan menyentuh bahu Eve dengan sedikit penakanan disana...
Keduanya bertatapan tajam...
''Kau akan pergi dari Villa ini kemudian tinggal bersamaku Eve...''
''Tidak....''
''Yah....kau akan tinggal denganku..''
Eve memalingkan wajahnya dengan kesal...
''Dimana Elard, aku ingin bicara denganya sekarang....''
Dark tersenyum dingin, dengan gerakan cepat, ia menangkap tangan Eve dan menggenggamnya erat..
''Aku akan mengatakan segalanya kepada Elard...aku sudah berpikir..''
''Tidak....aku tak bisa menyakitinya seperti ini Dark....aku mohon jangan...''
''Lalu apa maumu Eve...kau mengandung anakku dan aku tak bisa melepaskanmu bersama dengannya..''
''Tapi bukan berarti...''
Ceklek....
Ada gerakan pintu terbuka dan sosok Ellard masuk dan menatap kebersamaan mereka yang lagi-lagi membuatnya sedikit bertanya, Elard merasa ada yang aneh...sejak sang paman bertemu Eve, dia bersikap berbeda...
Apakah paman tertarik kepada kekasihnya, kalau tidak mengapa sikapnya aneh...kalau ya bagaimana itu mungkin, Elard tentu tak akan membiarkan itu terjadi karna Eve adalah miliknya, jemarinya terkepal dengan kuat..
''Eehm...paman...aku mencari paman di kamar, tapi ternyata paman malah ada di kamar kekasihku...''
Dark melepaskan genggamannya, dia bangkit dan berdiri menatap Elard dengan tajam..
''Elard, ayo kita bicara di luar, aku baru saja menemui dokter dan menanyakan kondisi Eve....sekarang biarkan Eve istirahat...''titah Dark tanpa ingin di bantah..
Dark melangkah lebih dahulu meninggalkan kamar sementara, Elard memandang Eve yang tampak masih lemah..
__ADS_1
''Sayang...semua akan baik-baik saja..kau harus istirahat...''
''Baiklah terimakasih Elard..''
Eve hanya mampu tersenyum ketika menyadari Elard tampak tulus kepadanya,..bagaimana menghadapi Elard yang sudah begitu baik, tak mungkin jika Eve menyakiti Elard dengan meninggalkannya atau menghianatinya..
************
Dark dan Elard berdiri di teras kamar Eve, mereka bicara dengan serius..
''Hari ini juga kau dan Eve akan kembali ke kota, dia sedang hamil dan keadaan bayinya akan lebih penting untuk di periksa..''
''Tapi paman..Eve tak akan kembali, dia sedang menghindari seseorang...''
Dark melonggarkan tenggorokannya, ironisnya Elard sama sekali tak tau kalau yang di hindari Eve adalah dirinya..
''Eve tak perlu takut apapun karna aku akan melindunginya...''
Elard merasa semakin janggal, yang seharusnya melindungi Eve adalah dirinya dan bukan pamannya..pria itu mendekat.
''Paman....aku yang akan melindungi Eve...dan bukan paman.''
Dark tersenyum....
''Jika dia bersama denganmu mungkin saja, pria itu akan menghabisimu Elard..karna dari ceritamu aku tau pria itu punya kekuasaan sendiri...''ucap Dark tegas.
Elard membeku...yah, saat ini di banding pamannya, dia sama sekali belum punya kekuasaan yang besar untuk melindungi Eve...
''Baiklah tapi aku akan tinggal bersama paman...''
''Kau akan mengunjunginya Elard tapi tidak untuk tinggal, saat ini hidupmu semua gerak-gerikmu sedang di sorot, kau sedang mengerjakan proyek besar jadi paman tak mau ada skandal sama sekali...''ucap Dark mengingatkan..
Wajah Elard berubah merah padam..
''Tapi bukan berarti dia tinggal bersama paman juga, dia kekasihku paman..'
Pria itu berbalik tampak tersinggung, ia mendekati Elard dengan tatapan kejam..
''Kau pikir untuk apa aku melakukannya hah...aku hanya ingin melindungi hubungan kalian berdua dan aku ingin anak itu...aku akan mengurus Eve sampai dia melahirkan anak, lalu aku akan menyatukan kalian dalam pernikahan..lagi pula dirumah, ada pelayan yang akan mengurusnya, paman juga sibuk jadi tak mungkin bersamanya sepanjang hari lagi pula...paman tidak pernah ingin merebut milikmu Elard..''
Dark sungguh menahan diri, ingin sekali dia mengatakan dengan jujur namun, ia tak ingin hubungannya dan Elard hancur berantakan karna walau bagaimanapun hanya Elard keponakannya, jadi Dark tak akan mengambil resiko itu..
Elard sepertinya mengerti dan ia pun menyerah, mau bagaimanapun dia harus percaya pada sang paman karna paman Dark satu-satunya orang tuanya...
''Baiklah...aku percaya kepada paman...''jawab Elard akhirnya menyerah..
''Bagus,...paman senang kau mengerti segalanya Elard..''
Pria itu tersenyum dan meninggalkan Elard sendirian, Dark mulai memikirkan cara, bagaimana memisahkan Elard dengan Eve..namun dengan cara yang halus, agar dia tak akan di salahkan...Dark tak akan menunda..tentu saja dia tak ingin kehilangan anaknya..
__ADS_1
*********
Mereka akhirnya meninggalkan Vila, di sepanjang perjalan, Dars harus puas menatap kemesraan yang di tunjukan oleh Elard pada Eve...seolah menikmati gadis itu malah diam saja...
Sial.....
Dark harus menahan perasaannya karna dia tak ingin, semua kacau lagi pula pemandangan ini sementara karna Dark akan akan mengikat Eve selamanya hanya dengan dirinya...
pria itu memalingkan wajahnya, ia lebih memilih memandang keluar jendela pesawat.
''Eve....bagaimana perasaanmu sekarang..''bisik Elard lembut...
Eve menghela nafas...
''Aku sangat malu....aku akan menjadi beban keluargamu, apalagi pamanmu....''
''Ssst....paman akan menjagamu dengan baik, lagi pula ini hanya akan sementara, setelah kau melahirkan kita akan menikah...''
Eve tertegun...
Apakah Elard tidak akan menerima anak ini, lalu bagaimana dengan Dark...mereka akan saling membunuh jika semua terbongkar..
Eve memijit pelipisnya menandakan dia sangat cemas..
''Mari kita bicara itu nanti..''balas Eve lembut..
Elard pun mengangguk sembari terus memeluk Eve yang menyandarkan kepalanya di bahu Elard...Eve sama sekali tak tau bagaimana masa depannya di rumah itu...ia bahkan belum sempat berpikir bagaimana hidupnya nanti...
****
Mereka sampai di kota, dan di jemput oleh sebuah Limusin mewah milik Dark, yang membawa mereka sampai ke sebuah Mansion yang sangat mewah dengan penjagaan yang super ketat...hal itu membuat Eve sedikit ngeri..ketika gerbang terbuka ia bahkan tak bisa melihat ke luar jalan..
Apakah ini artinya, Dark sedang mengurung dirinya...?
rasa cemas semakin menguasi Eve saat limusin berhenti dan pintu mobil terbuka..Eve melirik Elard yang tidak ikut turun..
''Sayang...maaf aku harus kembali bekerja, aku akan mengunjungimu..lagi pula paman akan mengawasimu selama aku tidak ada...''
''Tapi Elard...''
''Jangan cemas, pamanku adalah pria yang baik...''bisik Elard mengecup dahi Eve hingga ia tak bisa bicara apapun selain pasrah..
Dark sudah menunggunya di luar mobil....lalu Eve keluar dari mobil dengan sangat terpaksa..
Elard pun pamit pergi sementara Dark tersenyum menang...
''Selamat datang di rumah masa depan kita Eve...'' bisik Dark dengan senyum kemenangan...
''Hah....''
__ADS_1
Eve kembali membeku di tempatnya, memandang rumah di depannya yang lebih mirip istana dan mendesah...
Tidak.....tidak akan pernah dia hidup bersama Dark selamanya,...