Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Meyakinkan Tiara


__ADS_3

Tentu saja Tiara terkejut dengan ucapan Elard yang di luar dugaannya, pria ini mengucapkan pernikahan seolah gampang, padahal mereka tidak saling mengenal sedikitpun namun pria ini malah mengatakan hal yang paling dia tak ingin dia dengar saat ini..


''Menikahinya....''suara Aris tertelan di tenggorokanya..


Namun Elard tidak ingin berlama-lama disana, walau Tiara masih ingin tinggal namun pria itu menariknya untuk melangkah menjauh meninggalkan Aris yang tersungkur dengan tatapan hancur...sementara Sonya mendekatinya dan ingin membujuknya namun Aris sama sekali tidak tersentuh..


''Sudahlah...jika dia meninggalkanmu kau masih punya aku..bukankah aku akan selalu memuaskanmu..''bujuk Sonya lembut di telinga Aris..


Namun di luar dugaan pria itu menghempaskan pegangannya dan menegakan tubuhnya sekaligus melepas rengkuhan Sonya kepadanya,...mengapa tiba-tiba hanya rasa kosong yang kini menuduhnya..dia merindukan Tiara dengan sangat besar, namun harus kecewa karna Tiara telah menjadi milik pria asing yang bahkan tidak di kenalnya..


Aris menundukan kepalanya dalam-dalam...bagaimana bisa dia merelakan Tiara begitu saja untuk menjadi milik orang lain...jemari Aris terkepal dengan kuat..bahkan dia tidak siap sama sekali..


**************


Sepanjang jalan pulang Tiara hanya diam sementara dia mulai kalah....Elard memimpin jalannya di depan..


''Ayolah Tiara..kau akan kalah kalau begini...''


Tiara memandang Elard dengan kerutan di dahinya...pria ini tidak lagi menyinggung tentang pernikahan kepadanya, apakah memang Elard sengaja mengatakan itu semua hanya untuk menakuti Aris agar berhenti mendekatinya..


Tiara menghentikan langkahnya..tentu saja, mana mungkin Elard benar-benar ingin menikahinya...


''Tiara...''


''Yah.......aku akan mengejarmu...''


Tiara berusaha melupakan semua pernyataan Elard tadi..yah,..pria ini hanya asal mengatakannya pada Aris...bukan benar-benar ingin menikahinya...Tiara saja yang terlalu baper...lagi pula dia tidak mencintai Elard, malah Tiara membencinya...


''Ayolah...apakah kau yakin kalau kau akan kalah dariku...''


Pria itu mendekati Tiara dan tersenyum...


''Aku akan meminta sesuatu yang besar darimu jika kau kalah...''


Tiara mendongakan wajahnya dan menatap mata Elard yang berbinar...tiba-tiba gadis itu menekuk lututnya hingga Elard mengerang hingga tersungkur,...kesempatan itu di gunakan oleh Tiara untuk lari...


Gadis itu berlari dan tertawa hingga membuat Elard menoleh kepadanya, betapa gadis ini sangat cantik jika tersenyum..tentu saja hal itu sangat menyentuh hati Elard...


Tiara gadis yang manis dan berhati lembut..tentu saja....dari caranya menatap, bicara..walau dia berkata keras atau ketus, namun wajahnya yang lembut sudah bisa mencerminkan segalanya...nyaman untuk bersama dengan gadis ini..


Elard menegakan tubuhnnya dan melangkah mengikuti langkah Tiara yang sudah jauh darinya, gadis itu tampak puas karna rumah miliknya sudah dekat dan ia akan segera memenangkan taruhan kali ini..


''Lemah sekali Elard...''jerit Tiara masih mengejek..


Elard hanya tersenyum tipis dan mencoba untuk bergerak cepat sampai akhirnya Tiara terjatuh karna kakinya mendadak mengalami Kram seketika..


''Aaarrghhh.....''jerit Tiara kesakitan..

__ADS_1


Smentara Elard berlari ke arahnya dengan wajah cemas...pria itu tersungkur dan memegangi betis Tiara yang kram..


''Aowww...sakit....''Tiara mencoba menahan rasa kram di betisnya,..


Elard lalu mencoba membuat Tiara bangkit dan menggerakan kakinya....karna dia tau dengan bergerak Tiara akan merasa lebih baik..


''Awww...sakit sekali...''


''Bertahanlah..kau akan merasa lebih baik setelah ini...''


Keduanya bertatapan setelah Elard menangkap tubuhnya agar tidak jatuh...rasa gugup mulai menyebar di hati mereka...Tiara hanya berdehem ketika rasa sakitnya memudar dan kata-kata Elard benar...dia sudah lebih baik..


''Bagaimana..apa kau masih merasa sakit..''


Tiara menggeleng....


''Aku baik-baik saja Elard...''


Kalau begitu bagaimana kalau kita duduk sebentar...''?


Elard melirik pada bangku taman di sekitar mereka dan menuntun Tiara duduk dan mulai memesan minuman dingin untuk mereka..


''Terimakasih Elard..''


Tiara lalu membunuh rasa haus di dalam dirinya dengan minum dalam jumlah banyak...gadis itu menghela nafas....


Tiara menoleh mencoba kuat di sisa tenaganya..


''Aku baik-baik saja Elard, aku tak akan menyerah jika itu maksumu...''ucap Tiara waspada meski keringat masih membasahi wajahnya..


Elard mengangguk dia kagum dengan semangat seorang Tiara...pria itu menyandarkan tubuhnya lalu pandangannya menerawang jauh dan ia lalu tersenyum...


''Baiklah...aku mengalah,...namun jika kau terjatuh maka aku akan membawamu naik ke atas punggungku dan itu artinya kau kalah Tiara...''


''Itu tak akan pernah terjadi..aku tak akan menyerah meski aku harus menyeret tubuhku sendiri...''


''Baiklah.....ayo...''


Tiara lalu meletakan minuman dingin dan mulai mempersiapkan dirinya untuk berjalan, tinggal beberapa langkah maka dia sampai kerumah dan menang..


Tiara tersenyum manis ketika dia meletakan gelas dan bangkit dari tempat duduk untuk melangkah, Tiara sedikit optimis ketika kakinya tidak lagi bermasalah ketika berjalan jadi Tiara pasti tak akan kalah..


Tiara pun dengan percaya diri mulai melangkah...namun baru beberapa langkah, gadis itu kembali merasa sakit di kakinya...hingga tubuhnya menjadi goyah seketika...


Tiara tak kuasa untuk tidak jatuh, dan hal itu sanggup membuat Elard terkekeh..meletakan minumannya pria itu bangkit dan mengulurkan tangannya pada Tiara...


''Aku masih bisa melakukannya Elard...''

__ADS_1


''Naik ke punggungku Tiara...''


''Tapi aku baik-baik saja...''


''Sekarang Tiara...''titah Elard hingga gadis itu hanya bisa meringis...


Tiara akhirnya menyambut jemari Elard yang terulur kepadanya dan menyerah..pria itu menarik tubuh Tiara agar berdiri sejajar dengannya dan memeluk pinggangnya..keduanya kembali bertatapan..


''Kau kalah nona Tiara....''


''Aaarrghhh......'' geram Tiara tak mau kalah..


Namun ia cedera dan membuatnya tak punya pilihan selain menyerah...


Elard tersenyum ketika gadis itu menurut dan naik ke punggungnya..


''Kita bisa memesan taxi saja bagaimana..''


''Tidak....aku ingin menyelesaikan taruhan ini dengan adil....''


Elard mulai melangkah dengan membawa Tiara di balik punggungnya...


''Jangan meminta sesuatu yang berat...''


''Kau sudah berjanji ingat...''desis Elard memberi peringatan...


''Baiklah kau cerewet sekali, aku lelah dan ingin pulang sekarang Elard...''


''Aku tau..kita sudah dekat dengan rumahmu Tiara...''


Dalam diam Tiara mulai tersenyum dan membiarkan pria itu membawanya di punggungnya..Tiara hanya mendesah..ternyata Elard baik juga....batin gadis itu merasa lega,..


Setelah menempuh beberapa blok, akhirnya mereka sampai di halaman rumah milik keluarga besar Tiara dan Eve, namun ada yang berbeda...ada sebuah mobil yang terpakir di halaman hingga Tiara mengerutkan kening...


''Apakah ada orang lain yang tau rumahmu, mengapa dia bisa membuka pintu rumah..''ucap Elard mengerutkan kening..


Tubuh Tiara di turunkan sementara mereka mendekati rumah besar yang telah terbuka...Elard menggenggam jemari Tiara untuk menuntunnya masuk, namun baru saja sampai di pintu mereka cukup terkejut ketika seseorang keluar dari sana..


Tiara melebarkan matanya ketika seseorang itu adalah..


''Kak Sania....'' desah Tiara amat terkejut,..


Sania berdiri di hadapannya dengan penuh senyum..matanya berbinar tertarik ketika menyadari Elard pria yang di cintainya datang...apakah adiknya dan Elard sengaja datang untuk menyambut kepulangannya...??


''Elard....aku merindukanmu.''jerit Sania melompat memeluk Elard yang terkejut..pria itu menoleh kepada Tiara yang sama syoknya dengan dirinya...


Tiara membeku di tempatnya berdiri....

__ADS_1


__ADS_2