Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Dark Yang Putus Asa


__ADS_3


Eve menghentikan laju mobilnya di sebuah bandara, hari ini juga dia akan meninggalkan negara ini..


Yah...Eve tak akan menunda waktu kepergiannya sedikitpun karna dia akan melepaskan semuanya,.....


Eve turun dari taxy dan melangkah menuju prkiran bandara, sejauh ini pelariannya terbilang aman...tak ada seorang pun yang menyadarinya...Eve melangkah mendekati pintu masuk, namun langkahnya terhenti ketika seseorang menarik tangannya dan memaksanya berbalik..


Betapa terkejutnya Eve menyadari seorang pria di depannya tampak menatapnya dengan tajam...


''Oh tidak.....''


''Ikut aku sekarang Eve...''desis pria itu menarik Eve keluar dari bandara dan memasukan Evelyn ke dalam mobilnya...


Dan pergi dari sana dengan cepat...


**************


Dark membuka pintu kamar dan menyadari kalau benar Eve tak ada disana..hingga ia menjadi putus asa...semalam semua baik-baik saja bahkan mereka masih bercinta seperti biasa...


Lalu dimanakah Eve sekarang....?


Pria itu kembali keluar dari kamar dan menuruni lift, ia mengambil ponselnya dan segera menghubungi Romi..


''Cepat cari keberadaan Evelyn..dia menghilang Romi...aku tak mau tau kau harus mencarinya...''


Dark menurunkan ponselnya dan mencoba mengingat dimana Eve...lalu dia mulai mempertimbangkan untuk menelfon Elard namun,...tidak dia tak boleh gegabah karna Elard akan curiga dengan sikapnya sial....


Dark lalu melangkah menuju pintu keluar dan menuju mobilnya, pria itu segera membuka pintu mobil dan segera meninggalkan rumah..


Ya ampun dimana Eve membawa anaknya, jangan bilang kalau gadis itu sengaja membawa lari anaknya pergi..


''Evelyn........''teriak Dark murka...pria itu sungguh tak mampu menahan semua amarah di dadanya..


Dengan menghentikan laju mobilnya dan melonggarkan dasinya yang terasa mencekik lehernya..


''Tidak........mengapa kau meninggalkan aku Eve...mengapa...''teriak Dark tak mampu menahan emosinya..


Pria itu lantas memukul stir mobil dengan kuat demi melampiaskan rasa marahnya,...airmata seorang Dark jatuh ketika membayangkan anaknya di bawa pergi begitu saja...hal itu sangat memukul telak hati Dark...sudah lama ia menginginkan anak itu bahkan dia belum sempat memeluknya,..Eve pergi begitu saja..tidak..Dark tak akan pernah menyerah...ia akan menemukan Eve dan juga anaknya kembali..


Dark kembali menghidupkan mesin mobil dan menuju perusahaan..


**********


Elard sedang melakukan rapat bersama beberapa stafnya ketika sang paman tiba-tiba datang dan menatapnya dengan tajam..


Hening...


Bagi para stafnya ini pertama kalinya mereka melihat tuan Dark berdiri dengan wajahnya yang mengeras...


mereka langsung menunduk ketika menyadari kehadiran sang pemimpin tertinggi di perusahaan..

__ADS_1


Elard berdiri...dan menghampiri Dark..


''Direktur....ada apa...'' tanya Elard tampak khawatir...


Dark menyipitkan matanya dengan tajam, menilai wajah Elard yang polos..apakah Elard benar-benar tak tau dimana Eve saat ini...entah mengapa Dark sedikit curiga namun dia juga tak bisa mengatakan segalanya..


''Aku ingin bicara denganmu..sekarang Elard.''ucap Dark dengan tegas..


Sementara Elard hanya mengerutkan kening, lalu menatap para stafnya..


''Maaf....rapat kali ini akan kita tunda...''


''Baik tuan Elard..''jawab mereka serempak..


**********


Elard membuka pintu ruang atap yang menghubungkan mereka dengan udara luar, mereka berada di atap gedung perusahaan ini...


Dark sedang berdiri membelakanginya dan Elard melangkah lambat mendekati sang paman..


''Paman.....ada apa, mengapa paman sampai menemuiku di ruang rapat..''tanya Elard mengerutkan kening..


Dark membalikan tubuhnya ia menatap Elard dengan sedih..


''Aku tak tau bagaimana caranya menyampaikan kabar ini kepadamu Elard...kalau sebenarnya Eve menghilang...''


Sambil berkata, Dark mengawasi setiap perubahan di wajahnya...pria itu tampak syok seraya memegang dadanya..


Dark memijit pelipisnya, ini juga mengejutkan untuk dirinya mengenai kepergian Eve yang mendadak, bahkan tak ada cctv yang menyala malam itu seolah semua sudah di atur dengan baik...


Dark mendekat, lalu menatap mata Elard yang basah, pria itu terguncang sampai tak bisa menahan tubuhnya sendiri..


''Apa kau baik-baik saja Elard...mengenai kepergian Eve, paman juga tidak tau mengapa dia prgi...bahkan anak buah paman sudah mencari ke segala arah kota namun jejaknya menghilang....''


''Tapi mengapa...apakah dia mengalami masalah paman, dia baik-baik saja...kami bahkan sudah merencanakan pernikahan kami...dengan kenyataan itu mana mungkin dia pergi...''Elard mulai meneteskan airmatanya..


Dark ikut pusing, dia sama sekali tidak memprediksi ini semua..bagaimana mungkin Eve bisa menghilang begitu saja tanpa bantuan orang lain, rasanya terlalu mustahil...


''Paman...aku akan mencarinya..''ucap Elard bangkit dan melangkah mendekati pintu namun Dark berdehem..


''Sebelum kau pergi Elard, ada sesuatu yang akan paman sampaikan padamu...''


Elard mengepalkan tangannya...pandangannya mengeras...ia menoleh seketika dan mengangguk..


''Katakan paman....''


Dark mendekati Elard dan menepuk pundaknya dengan pelan...


''Sebenarnya aku dan Eve saling mengenal dekat...''


Elard terdiam...

__ADS_1


''Maksud paman...apa yang terjadi kalian memang saling mengenal sebelumnya...''


''Yah kau benar, paman pikir mau menyembunyikan ini namun ternyata paman tidak sanggup lagi....''


Elalrd memejamkan matanya, namun dia terlihat berusaha untuk menjadi kuat untuk menatap mata seorang Dark.


''Apa maksudmu paman....katakan saja kau membuatku semakin pusing, dimana kalian pertama kali bertemu apakah jauh sebelum...''


Dark berdehem..


''Pamanlah pria yang menghamili Eve...paman adalah ayah dari bayi yang di kandung Eve saat ini....''


Ketika Dark menyelesaikan kata-katanya wajah Elard begitu pucat..ia terlihat dingin....


''Katakan apa maksud paman..ini tidak benar bukan tidak mungkin...''


''Paman berkata benar Elard...dan kau harus tau segalanya karna tak mudah bagi paman untuk menyimpan ini semua sendirian...''


''Tidak....mengapa dari sekian wanita yang kau punya mengapa harus Eve...aku mencintainya dan paman tau berapa lama aku harus menunggu...aku harus menunggu lama untuk mendapatkan kata ya darinya...dan sekarang paman malah mengatakan anak itu adalah anak paman...''sinar mata Elard membara...


Dark mendekat........


''Semua sudah terjadi dan paman tidak tau kalau kita menyukai gadis yang sama...''


''Itu artinya paman sengaja mendekatinya lagi ketika berada di Vila.....mengapa Eve tidak mengatakan apapun...mengapa aku terlihat seperti orang bodoh..katakan...''


''Elard......''


''Katamu kau akan melakukan apapun untukku paman..bukankah kau adalah orang tua bagiku...''


Pandangan Dark mengeras.....


''Katakan apa maksudmu....''


Elard mendekati Dark untuk menantang sang paman,....


''Akulah yang pantas mendampingi Eve,....aku mencintainya sedangkan paman hanya mengejarnya karna nafsu...benar bukan..''


''Elard hentikan.....'' Dark mulai terbakar emosi..


''Usia kalian berbeda sangat jauh dan aku pikir saatnya kau menyerah paman....aku akan mencarinya dan jika bertemu nanti aku akan langsung menikahinya...aku tak akan menundanya...''


Ucapan Elard sanggup membakar seorang Dark,...pria itu segera menghempaskan tubuh Elard menekannya di pintu dan setengah mencekiknya..


''Beraninya kau melawanku Elard...mulai sekarang kau harus menganggap Eve sebagai bibimu apa kau mengerti..''


''Tidak....meski kau membunuhku paman,....maaf aku tak akan menyerah tentang Eve...''


''Apa.....''


Dark semakin marah.....

__ADS_1


__ADS_2