
Tiara membeku ketika menyadari di depan matanya adalah Elard..pria itu menatapnya dengan beku..
''Elard.....''
Elard tampak dingin, pria itu melepas jasnya dan melemparkannya sembarang lalu kembali memusatkan perhatian pada Tiara yang memandangnya..
''Mengapa kau terkejut melihatku yang menculikmu...apakah kau mengharapkan orang lain..'
Deg!!!!
Mata Tiara berkaca-kaca,..
''Mengapa kau harus menculik jika kita bisa bertemu...''
''Kau membuatku merasa lucu Tiara..''
''Hah......apa maksudmu..''
Menyisakan kemeja yang telah terbuka, Elard mendekati Tiara dan menaikan sudut bibirnya...
''Mengapa kau menghindariku, mengapa kau bersembunyi ketika melihat aku datang...''
Suara dingin itu mulai menguar dari seorang Elard..
dan Tiara tak mampu menjawab karna memang dia benar-benar telah bersembunyi dari Elard..
''Apa.....''
Elard mendekat dan meraih lengan Tiara untuk berdiri..mengapa kau bersembunyi aku melihat jelas kau bersama seorang pria di taman, tapi begitu kau melihat aku datang kau langsung pergi begitu saja...kau bersembunyi sampai malam disana...mengapa....'' teriak Elard murka..
Tiara menepis pegangan Elard kepadanya gadis itu tersenyum kesal..
''Mengapa kau mencariku,....aku bukan kekasihmu aku...bukanlah milikmu Elard...aku harap kau ingat itu semua..''
''Tiara.....jangan lupa apa yang pernah terjadi di antara kita...''
''Bukankah aku bilang lupakan saja, mengapa kau malah mengejarku sementara....ada gadis lain yang menunggumu, dia mencintaimu sangat lama dan tak akan pernah lelah mencintaimu...''
Elard sadar sekarang, Tiara sedang mengalah dengan kakaknya Sania..tentu saja, wajahnya yang polos tak bisa berbohong sedikitpun bahwa Tiara pasti di tekan oleh Sania..
Pria itu mendekati Tiara dan menatapnya tajam...
''Apa yang telah Sania lakukan padamu hingga kau mengalah padanya...''
Deg!!
Tiara melonggarkan tenggorokannya dan menatap Elard dengan tajam..
''Aku tak bisa bersaing dengan kakaku sendiri lagi pula...lagi pula kalian serasi dan seumuran...kakak sudah menunggumu lama Elard,...bagaimana kalau kalian....''
Kata-kata Tiara terputus ketika bibirnya di lum** dengan panas oleh Elard yang telah terbakar...pria itu sedikit mendorong tubuh Tiara hingga jatuh terlentang di sofa empuk yang cukup lebar untuk di gunakan berbaring..
pria itu menatap Tiara yang terpaku di bawahnya..
''Wanita yang aku inginkan adalah dirimu...hanya kau Tiara, aku bahkan tidak perduli dengan Sania karna aku hanya menganggapnya teman...satu-satunya wanita yang ingin aku sentuh adalah dirimu dan bukan yang lain..apa kau mengerti sayang...''
Tiara ingin bangkit namun tak bisa,...Elard menindih tubuhnya..jemari liar itu menyentuh atasan kemeja Tiara dan menjatuhkannya lagi....
''Elard......''
''Aku menginginkanmu malam ini Tiara,....''
__ADS_1
Semua terjadi dengan cepat ketika gaunnya terbuka dan Elard menggunakan kesempatan itu untuk meremas bukit kembarnya yang menegang hingga gadis itu menggeliat menghindar..
''Elard jangan,.....''
''Bukankah kau adalah milikku Tiara...''bisik Elard dengan senyuman penuh gairah sementara Tiara pasrah di bawahnya..tangan Elard menahan jemari Tiara agar tidak bergerak...pria itu mulai mendekatkan bibirnya..
''Aaah.....''
Tiara menjerit ketika bibir penuh Elard mulai mengulum ujung dadanya dan memainkannya dengan lidahnya yang panas...
Gadis itu mengeluh tak dapat menghindar dari kepungan gairah yang menyerang syarafnya..
''Elard...cukup..''desah Tiara ketika mulut Elard penuh di seluruh permukaan dadanya yang menatantang....
Elard tidak perduli dia bertindak semakin gila dengan meremas dua bukit kembar Tiara dan mengulumnya bergantian...hingga dia benar-benar puas..
sementara tubuh bawahnya sudah mengeras di bawah sana..namun ia belum ingin berhenti menikmati keindahan Tiara yang membiarnya candu...
Tiara mengeluh...otaknya seakan beku ketika dirinya tak bisa menolak sentuhan Elard kepadanya..gadis itu menyerah..
Elard meninggalkan tanda di sekitar dada Tiara yang penuh dan menggoda...mata Elard di selimuti kabut gairah yang menyala di dalam dirinya...bibir Elard kembali ******* bibir Tiara sementara kedua jemarinya bergerak indah di ujung dada Tiara yang menegang dan bermain disana...
Sungguh nikmat bagi Elard..bahkan dia tak akan menukar Tiara demi apapun dan siapapun..tentu saja...Tiara adalah miliknya...Elard tak akan pernah membiarkan Tiara lepas darinya...
Tubuh mereka telah polos dan pria itu segera menyatukan dirinya yang panas...menggerakan tubuhnya, menyatukan diri di dalam Tiara dan menikmati penyatuan indah mereka...
Sungguh indah bagi Elard, tak ingin...dia sama sekali tak ingin kehilangan Tiara sedikitpun juga, ia hanya ingin menikah dengan seorang Tiara dalam waktu dekat...
Percintaan itu selesai dan Elard memeluk Tiara dengan erat ketika mencapai puncaknya..
*****************
Pagi harinya..
Pria itu keluar dari kamar, dia juga sudah rapi dan tampan seperti biasa..keduanya duduk berhadapan..
''Selamat pagi sayang...''
''Pagi Elard....''
''Bagaimana tidurmu semalam...''
Tiara mengangkat bahunya bertanya balik..
''Aku bahkan kurang tidur...''
''Maafkan aku sayang...''
Elard menyentuh jemari Tiara dari seberang meja, hingga Tiara hanya tersenyum pasrah..
''Aku ingin bertanya padamu Tiara apakah kau nyaman tinggal bersama Sania disana...''
Tiara mengangkat wajahnya dia tak mampu menjawab...
''Begini aku pikir...''
''Aku pikir....hari ini kita berdua akan menemui pamanku dan Eve kakakmu dulu...''
''Untuk apa....''
''Kau tenang saja aku akan mengurus segalanya kau akan tau nanti sayang..''
__ADS_1
Tiara hanya mengangguk pasrah..pulang kerumah juga bukan pilihan yang baik..bagaimana pun dia tidak tenang tinggal bersama kak Sania, mungkin saja Elard akan mengatakan pada kakak untuk menginjinkannya tinggal di luar selain dirumah..
''Baiklah terimakasih Elard...''jawab Tiara lembut..
Elard hanya tersenyum dan mereka kembali melanjutkan sarapannya..
**************
Sementara....
Sania sangat murka karna Tiara tidak kembali tadi malam..dimana dia tidur, apakah bersama Elard..?
Memikirkannya saja membuat Sania kesal...
''Baik dia tak akan pernah tinggal dengan siapapun selain aku kakak kandungnya...''
Sania lalu mendekati sang pelayan dan menatapnya dengan tajam..
''Katakan dimana alamat paman Dark berada...aku akan menemui mereka sekarang juga..''ucap Sania dengan gertakan giginya..
''Baiklah aku akan memberitahunya nyonya..''
Sania mengangguk tak sabar..
***************
Sementara setelah selesai sarapan, Tiara dan Elard pergi ke rumah sang paman...setelah sampai disana mereka pun turun dan masuk ke ruang tamu..
Dan...kebetulan paman dan Eve baru saja selesai sarapan, melihat kedatangan Tiara tentu saja membuat Eve senang sekali..
''Tiara,.....''
Tiara memeluk Eve dan juga Dark...
''Pagi sekali kalian berdua datang...ada apa, apakah terjadi masalah serius...''
Dark lebih dahulu duduk, dan di ikuti Elard dan juga Tiara dan Eve..
''Paman aku datang untuk bicara serius,..''ucap Elard tampak menunjukan aura yang tegas..
Tiara juga tak kalah serius....
Dark melirik Eve di sampingnya yang tengah bersandar padanya..
''Bicara serius...katakan ada apa Elard, kau membuat paman dan bibi penasaran..''
Elard berdehem...lalu menatap mata Tiara yang polos..
''Aku mencintai Tiara dan aku ingin menikahinya paman...''
Deg!!!!
Semua terkejut bukan hanya Dark dan Eve namun Tiara tak kalah terkejut dengan pernyataan Elard tentangnya..
''Elard apa maksudmu...''suara Tiara tenggelam dan tersiksa disana..
Elard tampak tegas dan tak tergoyah..
''Aku ingin paman menginjikan kami berdua untuk menikah secepatnya..'ucap Elard dengan wajah serius,..
Tidak.... bukan ini maksud Tiara mengapa Elard malah mengatakan hal yang berbeda..
__ADS_1
Tiara sungguh merasa tidak enak...
''Elard....''