
Melihat pemandangan di depan matanya, Tiara membeku tubuhnya seakan di paku di tempat...yah...Tiara memang tak bisa mengatakan apapun, dia dan Elard tak punya hubungan apapun, apalagi bukan menjadi rahasia jika kak Sania sangat menyukai Elard bahkan pernah terlibat pertengkaran besar dengan kak Eve...karna Elard lalu bagaimana sekarang, apakah dia harus mengulangi pertengkaran yang sama dengan kakak kandungnya karna seorang pria..?
''Sania....''
''Sebentar saja...aku mohon Elard,...kau tak pernah tau apa yang sudah aku alami selama ini...''isak Sania di dalam pelukannya..
Elard memalingkan wajahnya menatap Tiara yang tersenyum...dia sedikit lega karna Tiara tidak cemburu, meski yah harapannya terlalu tinggi tak mungkin Tiara akan cemburu kepadanya bukan,..? Tiara masih mencintai kekasihnya..
Sementara Tiara mengepalkan tangannya mengalihkan perasaan nyeri yang mulai merambat masuk ke dadanya...sakit sekali, mengapa begini....?
ia masih berdiri disana seolah dia baik-baik saja dan tidak terganggu dengan pemadangan di depannya..
''Cukup Sania....''ucap Elard melepaskan pelukan Sania yang cukup membuatnya tak nyaman..
Sania berusaha menekan perasaannya..matanya berkaca-kaca..rasanya seperti mimpi melihat Elard kembali, yah...pernikahan Sania gagal total dan dirinya di ceraikan di malam pertama....
Sania di usir dengan penuh kehinaan hingga ia bahkan tak bisa mengangkat wajahnya lagi...
''Bagaimana kabarmu Elard...''
Pria itu tersenyum dingin....
''Tiara dari tadi di depanmu mengapa kau tidak menanyakan bagaimana kabarnya, mengapa kau hanya peduli padaku..''
Sania menoleh pada Tiara yang berusaha tersenyum...ia lalu mengangguk acuh, dia dan Tiara tidak terlalu dekat...jadi Sania bahkan malas untuk bertanya bagaimana kabarnya,..perhatiannya hanya perduli pada Elard.
''Apa kabar Tiara...''liriknya dingin..
''Aku baik-baik saja kak Sania..bagaimana...''
''Apa kau ada waktu Elard...aku ingin makan malam denganmu jadi...''
Tiara lagi-lagi kecewa dengan ucapan Sania yang terdengar ketus padanya, kakaknya bahkan tidak mau menatap wajahnya..
Elard pikir...ia harus menjelaskan situasinya agar semua menjadi jelas..ia tak ingin Sania mulai berharap kepadanya lagi..
''Bukankah kau sudah menikah Sania...bukankah bukan hal baik jika kita makan malam berdua...''
''Aku sudah bercerai Elard.''ucap Sania menjelaskan situasinya..
Deg!!!
Bercerai...itu artinya kakak akan kembali mengejar Elard...begitukah...? batin Sania terasa nyeri sekali...
Elard mengusap wajahnya dengan sedikit kasar,...
''Aku turut prihatin pada hubunganmu Sania namun karna kau sudah di sini aku akan......''
__ADS_1
''Bukankah kak Eve memintamu kembali Elard...''ucap Tiara memutus pembicaraan Elard..
Hingga Sania menoleh tajam..
''Mengapa kau menyebut wanita murahan itu hah....apa hubungannya dengan Elard..mereka tidak menikah bukan..''
''Tutup mulutmu Sania..Eve sudah menikah dengan pamanku dan Eve sangat aku hormati jadi kau harus menjaga kata-katamu..''
''Apa.....''
Paman Dark adalah pria tertampan yang menjadi idola para wanita cantik, bagaimana bisa memilih Eve si gadis miskin dan murahan itu...? Sania tak dapat percaya mengapa hidup Eve terasa mulus dan sekarang kaya raya...di bandingkan dirinya yang hancur dan menjadi janda...jemari Sania terkepal..tapi jika dia menikah dengan Elard maka hidupnya akan selamat bukan..?
Sania akan melakukan segalanya demi mendapatkan Elard, lagi pula penghalang terbesarnya Eve sudah hilang jadi Elard ada di dalam daftar perburuannya..
''Aku minta maaf Elard, aku sungguh tak bermaksud menghinanya..hubungan kami sempat renggang tapi aku akan meminta maaf kepadanya...bagaimana jika kau membawaku kerumah kalian aku bisa....meminta maaf langsung...''
''Nanti saja Sania...Eve sedang sibuk dengan kehamilannya jadi jangan membuat emosinya tak stabil dengan melihat wajahmu aku tak akan membiarkan itu...''suara Elard tenang namun mengancam..
Sania mengangguk penuh penekanan...yah..bagaimana pun dia akan berusaha menjaga sikap, bila perlu mengambil hati seorang Eve demi mendapatkan Elard...yah..bila perlu bersujud untuk minta maaf...
''Tiara...besok pagi aku akan menjemputmu ke kantor lalu ke kampus, kau akan memulai kuliah..''
Sania memperhatikan perkataan, cara bicar Elard yang lebih lembut bahkan pria ini tersenyum kepada Tiara...mengapa itu terjadi...mereka tidak punya hubungan apapun bukan...?
Sania menggertakan giginya, dia tak ingin siapapun menghalangi jadi...Sania akan menyingkirkan siapapun dari jalannya termasuk Tiara kalau gadis ini menjadi duri dalam perjalanan Sania...
''Bagus.....''
Elard lalu pamit dari sana, dan tak lupa memberikan seorang pelayan untuk membantu Tiara di rumah ini...kedatangan Sania sama sekali di luar dugaan hingga Elard sedikit kesal...padahal tadi dia ingin bermesraan dengan Tiara namun semua seolah tertunda karna kedatangan Sania yang menghancurkan semuanya..
''Aku harus pergi...'' pamit Elard lalu melangkah pergi meninggalkan Sania dan juga Tiara...
Sampai pria itu menghilang bersama jemputan mobil mewahnya..Tiara dan Sania masih berdiri disana..
''Kakak....ayo masuk..''
Tiara baru saja ingin melangkah namun...langkahnya terhenti ketika Sania mencekal kuat tangannya dan mendorong tubuhnya dengan kasar ke pintu..sinar matanya membara..
''Ada hubungan apa kau dan Elard....jangan bilang kau merebutnya dariku Tiara...''suara Sania meninggi hingga mata Tiara berkaca-kaca..
''Kakak.....''
''Aku akan mengejar Elard dan aku pastikan akan menyingkirkan siapapun dari jalanku Tiara...jadi aku ingin memperingatkan dirimu..menyingkir dari jalanku sebelum aku melenyapkanmu dan melupakan kalau kau adik kandungku..''ucap Sania penuh ancaman..
Sania menarik tubuh Tiara menjauh dari pintu lalu ia melangkah masuk ke dalam rumah meninggalkan Tiara yang meneteskan airmatanya disana..
Gadis itu tertunduk dengan lemah...yah..di banding dirinya, Sania lebih pantas bersama Elard...usia mereka dekat dan kak Sania lebih dewasa dan cantik darinya...Tiara memejamkan matanya...yah..dia tau harus melakukan apa...menyingkir adalah cara terbaik untuk membiarkan Sania dan Elard bersatu meski dia sedikit tidak rela..
__ADS_1
**********
''Aku ingin menu masakan yang enak-enak awas yah..kau harus mematuhiku karna aku adalah calon nyonya Elard...jika aku menikah nanti kau akan aku lenyapkan apa kau mengerti...''
Sania bersedekap menatap pelayan baru yang di kirimkan Elard untuk bekerja dirumah mereka, oh...Elard...dia pasti mengirim pelayan karna senang dengan kedatangan Sania kerumah ini..
''Baik nyonya....''
''Bagus kembalilah bekerja, dan ingat kau harus ikut semua perintahku...''
''Baik nyonya..''
Sania melangkah keluar dari ruang makan dan menatap Tiara yang sedang menunggu Elard untuk menjemput...ia melirik tak terima...
''Sania...bagaimana kalau kau menggunakan taxi saja di banding merepotkan Elard.....bagaimana bisa kau tidak tau malu begitu....''
''Apa.....''
''Ayo pergi saja naik taxi...mengapa manja sekali sih...''
Sania memasang wajah culasnya..
Tiara akhirnya bangkit dan melangkah menuju pintu...ia mrasa ragu, karna Elard bilang dia sudah di jalan...
Tiara berbalik...
''Ayo pergi..mengapa kau malah bingung...'' Sania melotot...
Mau tak mau Tiara akhirnya pergi meninggalkan rumah..sementara Sania lalu tersenyum bahagia...wanita itu lalu mempersiapkan segalanya..sengaja hanya memakai gaun tidur tipisnya Sania ingin menggoda Elard...
Tak berapa lama kemudian...suara mobil memasuki halaman rumah, Sania mulai berakting...wanita itu berlari ke sofa..dan tertidur dan merintih disana...
Elard yang keluar dari mobil mengerutkan kening....suara rintihan di dalam rumah, apakah Tiara sedang sakit....?
Elard melangkah cepat untuk mengetahui apa yang terjadi namun ketika dia membuka pintu...malah Sania yang tertidur di sofa...
''Sania....''
Wanita itu merintih dan mengulurkan tangannnya..
''Elard...tolong aku....''
Elard mendekat namun ia membeku ketika Sania bangkit dari sofa, dengan gaun yang terbuka dan menampakan dadanya yang membusung dan menggoda...
Elard membeku...ketika Sania mendekatkan bibirnya...
''Elard....''
__ADS_1