Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Membalas


__ADS_3

Andro membeku ketika melihat seseorang yang tidak ingin dia lihat, bagaimana mungkin itu adalah Evelyn adiknya yang melangkah mendekatinya, Andro tau Evelyn terlihat sangat berbeda dia memakai highels tinggi dengan baju yang mahal, tatanan rambut yang tergerai namun terawat....wajahnya juga terlihat lebih bersih..


Evelyn tersenyum kepadanya walau senyum itu tidak sampai menyentuh matanya yang kontras karna terlihat terlalu tajam.


Evelyn duduk di hadapan sang kakak tiri yang sedang menyipitkan matanya dengan tajam...


''Hai kakak.....''


Andro mengeraskan wajahnya, ia tau benar kalau Evelyn datang hanya untuk menghinanya karna kesakitannya di dalam penjara.


''Apa kau puas sekarang, kau telah berhasil memasukanku ke penjara...''


Evelyn tersenyum sembari meletakan kotak makanan dan minuman mahal dari sebuah restoran mewah..ia tau Andro sangat menderita di dalam sana, panas, makan seadanya dan dia benar-benar tersiksa..


''Aku membawakanmu makanan....''ucap Evelyn memilih tidak membalas ucapan pedas dari Andro, karna secara psikologis Ardon sedang terguncang,...tentu saja sebelumnya dia hidup bebas, dan mewah lalu mendadak sudah kehilangan segalanya...


Betapa perbedaan nasib di kehidupan si kaya dan si miskin sangat tipis...keadaan bisa berbalik kapan saja..


''Bawa semua makanan darimu aku tidak butuh Evelyn,....''


''Benarkah...kau masih saja sombong...''


Mendengar ucapan Evelyn,pria itu mengerang marah dan berdiri...


''Awas kau...Evelyn lebih baik kau pergi dari sini...aku tak butuh kehadiranmu...''


Evelyn tertawa dengan lantang, hingga Andro membeku di tempatnya..


''Mengapa kau tertawa...mengapa..''


Tawa Evelyn menguap seketika, gadis itu menajamkan tatapannya..


''Apakah dalam dua minggu ini ibu, ayah dan juga kedua adikmu sudah menjenguk, atau mungkin membawakanmu makanan kakak...''


Andro terdiam, yah terakhir kali dia bertemu ayah dan ibunya ketika mereka mengantarnya untuk datang ke kantor polisi bahkan ibunya Paula tak berhenti untuk mengutuknya...


Menyadari Andro terdiam membuat Evelyn terkekeh..


''Begitulah nasib anak yang sudah tidak berguna...kau bisa liat sendiri kalau ikatan darah tak akan pernah membuatmu rekat...''


''Apa maksud perkataanmu Evelyn...katakan apa...aku tidak punya waktu untuk mendengar hasutanmu aku tidak ingin mendengarnya.''teriak Andri dengan lantang..


Pria itu membalikan tubuhnya namun langkahnya terhenti ketika, Evelyn memutar sebuah percakapan di antara keluarganya...Andro membeku ketika mendengar suara Sania yang memulai percakapan..


( ''Ibu.....apa kau akan menjenguk kakak di penjara...''


Paula menghela nafas...

__ADS_1


''Cih ....anak itu sudah tidak ada gunanya, kau tau ibu bahkan malu sekali untuk mengikuti arisan, uang kita semakin menipis belum lagi Andro meminta uang...''


''Tapi kak Andro sulit makan di dalam sana, lalu bagaimana nasibnya ibu...''tanya Sania..


''Sudahlah berhenti membicarakan anak tak tau diri itu...aku bahkan sudah melupakannya, entah dia mati atau hidup di dalam sana aku..sudah tak perduli lagi..''ucap Paula dengan tegas....


Setelah beberapa saat terdengar suara adik bungsunya, Tiara..


''Kak Sania bagaimana kalau kita pergi...''


''Oh....aku akan malu sekali jika semua temanku tau kakakku masuk penjara..aku tak akan menjenguknya..jika kau ingin pergi ya pergi saja...


Percakapan terputus..)


Andro menggertakan gigi, hatinya hancur berkeping-keping menyadari ibunya bahkan menghianatinya, padahal siang dan malam Andro selalu berharap dan menanti ibunya untuk datang menjenguknya dan membawa makanan yang layak karna tak ada makanan enak di sini di dalam penjara...


namun ternyata kenyataan pahitlah yang dia terima dari keluarga yang selama ini dia bela dengan jiwa raga, bahkan pada Evelyn dia tak pernah bersikap lembut dan selalu kasar..


tapi kenyataannya sekarang, Evelynlah yang menjenguknya dengan setumpuk makanan mahal...


Andro tertunduk sangat malu menyadari dia benar-benar sendirian..


''Kau sudah dengar bukan....dan kau mau tau aku senang sekali kau bisa merasakan apa yang aku rasakan...hatiku sedikit puas..''


Andro mengangkat wajahnya...


Evelyn tersenyum menang....


''Aku prnah mendengar sebuah pepatah..kau tak akan pernah bisa merasakan kesakitan orang miskin sampai kau sendiri mengalaminya...dan aku pikir kau mengalaminya Andro....''


''Evelyn.....''


''Sejak kecil perasaan trbuang itu yang aku alami,...dan kau tau siapa yang menyebabkan semuanya..''


Andro melonggarkan tenggorokannya dia tau benar siapa yang mampu melakukan semua itu....Paula ibunya...


Dan entah mengapa perkataan Evelyn kali ini berhasil menebus hatinya dan membuatnya merasa nyeri...karna itulah yang dia alami sekarang, terpuruk sendirian dan...tak punya siapapun untuk dimintai tolong..bahkan ibu dan adik kandungnya yang selama ini dia banggakan telah menghancurkan hatinya..


''Aku baru saja mengalaminya Evelyn...''


Evelyn tersenyum....


''Makanlah selagi hangat Kakak.....aku harus pergi...''


Evelyn bangkit dan hendak melangkah...namun suara berat Andro membuatnya menghentikan langkahnya...


''Yah....ada apa...''

__ADS_1


''Terimakasih...Evelyn, aku sungguh berterimakasih padamu....aku...''


''Ssst.....yang manis belum tentu dia baik, dan sebaliknya walau terlihat pahit jangan cepat membuangnya kau akan menyesal...''


Andro menganggukan kepalanya....


''Aku brjanji akan menunggu kedatanganmu adikku....Eve....''


Evelyn hanya tersenyum dengan dingin, langkahnya pelan keluar dari pintu ruangan khusus untuk bertemu keluarga yang sedang di penjara...lalu melangkah ke bagian pengaduan...


''Selamat siang nona, bagaimana ada yang bisa kami bantu...''tanya sang petugas sementara Evelyn tersenyum dan menyerahkan sebuah berkas, dengan memasang wajah polos..


''Aku aku yakin sekali jika aku menyerahkan bukti ini kakaku akan membusuk di dalam sana.....''


Petugas itu mengerutkan kening, terlihat sedikit bingung, seorang adik diam-diam, melaporkan kakaknya padahal mereka tampak akrab sekali, bahkan ketika gadis ini membawa makanan tak ada yang aneh..


''Jadi kau kemari hanya untuk memastikan kakakmu di penjara selamanya begitu...''


Evelyn tertawa kecil...


''Maafkan aku....tapi itulah yang aku rasakan sekarang aku senang dia mendapatkan pelajaran berharga disini....aku senang sekali..''ucap Evelyn tanpa ragu..


''Baiklah nona...kami akan...''


''Satu lagi kalau dia bertanya katakan saja kalau seorang asing datang membawa berkas ini...''


''Tentu saja nona, kami akan menghargai privasimu..''


''Aku lega mendengarnya..'


Petugas itu lalu menghela nafas..keluarga yang rumit...ia segra menerima laporan Evelin dan memprosesnya sedangkan Evelyn meninggalkan penjara dengan cepat.


Begitu sampai di luar, Evelyn menarik nafasnya...gadis itu lalu melepas highelsnya dan melangkah tanpa alas kaki di siang yang panas, Evelyn sungguh puas hari ini...dia akhirnya bisa melihat betapa Andro tak lebih dari seorang pesakitan yang begitu menyedihkan, padahal Andro adalah kebanggan ibu dan ayah...


Dalam sekejap, Andro merasakan sakitnya hidup seperti itu...sungguh menyedihkan...kini dendam Evelyn sudah membalas mereka satu persatu.


Evelyn kebetulan memarkir mobiknya di luar rumah sakit dan ketika ia hendak masuk, Evelyn terkejut ketika tubuhnya di tarik paksa oleh seorang pria bertubuh tegap dan tinggi, dia mengangkat Evelyn seperti sekarung beras menuju sebuah mobil hitam yang terparkir di pinggir jalan..


''Lepaskan aku...aku mohon....''


''Diam...atau aku akan melenyapkanmu..Evelyn menjadi gusar ketika tubuhnya di lempar begitu saja ke dalam mobil berwarna hitam,...dan mendarat di atas tubuh seorang pria yang sedang duduk disana..


Evelyn ketakukan....


''Lepaskan aku...siapa kau...''


''Diam......''suara tegas itu membuat Evelyn gemetar dengan wajah yang pucat,.''

__ADS_1


__ADS_2