Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Tak Percaya


__ADS_3

Kehadiran Evelyn di antara mereka sanggup membuat Sania sangat terkejut dan menjadi marah..karna secara tidak langsung, Evelyn mengetahui rahasia tergelap dalam hidupnya sedangkan selama ini Sania sudah berusaha menutupi dari semua orang, bahkan dia tak tau mengapa sang ibu bisa tau dan mengatakan hal yang menjadi rahasianya di hadapan musuhnya..


Ketika mendengar tepuk tangan dari Evelyn membuat Paula menoleh tajam...ia mengutuki kecerobohannya karna sudah mengatakan hal yang paling fatal di depan Evelyn..


''Mengapa kalian diam saja..apakah karna semua sudah terbongkar...''


Paula bersedekap dan menatap Evelyn dengan pandangan penuh cela...


''Jangan berpikir bahwa Sania sepertimu, dia melakukannya karna kesenangan dan bukan menjual diri sepertimu...''


Evelyn tertawa keras hingga wajah Sania terlihat begitu kesal..gadis itu mendekat mengikis jarak di antara mereka dan menatap mereka bergantian..


''Bagaimana caranya agar menyadarkan kalian berdua kalau itu sama saja..aku mendapatkan segalanya, bisa berganti-ganti mobil sesukaku...aku bisa punya uang banyak,jika melakukannya karna kesenangan kau tidak akan mendapatkan apapun selain hampa dan rasa kotor...''


''Diam....''


Sania mendorong tubuh Evelyn hingga gadis itu terdorong ke belakang, Sania menghempaskan tas nya ke tanah dan mendekati Evelyn dengan murka..


''Itu kehidupanku dulu Evelyn,.....setidaknya aku telah meninggalkan noda itu..bagaimana denganmu...ketika kau punya banyak uang...ketika kau memiliki segalanya apa kau tidak merasa kotor atau pun hampa....Sania tertawa dingin, aku ragu soal itu...Evelyn...apa kau yakin pria itu tidak punya istri..kau sedang menghancurkan rumah tangga orang lain dan bangga akan hal itu....lalu bagaimana dengan Elard...apa kesalahannya hingga kau membohonginya..''


Tak pernah di pikirkan Evelyn sebelumnya tentang hal itu..tentang kemungkinan kalau tuan Dark mungkin punya istri apalagi anak...hanya 3 bulan dan semua itu terasa lama...ketika perasaan muak mulai muncul di dalam dirinya hingga mata Evelyn berkaca-kaca..dia tak suka perasaan ini dia tidak suka jika apa yang Sania katakan adalah kebenaran..dia sama sekali tidak suka ini.


Hingga Evelyn tersenyum dingin...


''Sejak kapan kau mulai mengkhawatirkan tentang hidupku....bahkan Paula lebih dahulu melakukannya di dalam keluargaku tapi dia tidak merasa bersalah...''


''Evelyn....''suara Paula meninggi hingga Sania terdorong untuk membela sang ibu..


Sania mengangkat tangannya dan ingin menampar Evelyn namun...tangannya di tepis oleh Evelyn hingga ia mengerang..


''Cukup sudah Sania....kau tidak tau apapun tentangku atau bahkan kau tidak perlu menasehatiku...kau tidak pantas..karna apa...kau bahkan lahir dari hasil perselingkuhan...''


''Tidak.....'' jerit Sania keras..


''Yah.....''jawab Evelyn dengan tegas...


Keduanya saling bertatapan tajam,.....

__ADS_1


''Aku akan mendapat hal baik mulai dari sekarang Sania karna apa....aku adalah korban dari keserakahan orangtuamu..''desis Evelyn tajam..


Gadis itu lantas melangkah menjauh dari pasangan ibu dan anak itu yang masih di liputi kemarahan..


''Anak itu...aku akan....''


Paula menoleh pada Sania yang menatapnya tajam...


''Sania..ibu...''


''Aku benci di lahirkan darimu....kau sangat mengerikan ibu..''


Usai berkata Sania lantas masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah dengan cepat hingga Paula menjadi bingung sendiri....


Apa yang terjadi....sejak kedatangan Evelyn dalam keluarganya semuanya berantakan..suaminya jadi pendiam dan dingin, putranya di penjara dan kini Sania membencinya dan hanya menyisakan Tiara si bungsu yang belum menentukan sikap...namun..ia yakin sekali kalau Evelyn lambat laun akan menyerang Tiara....


Karna itu Paula tidak bisa tinggal diam...dia harus segera bertindak...wanita itu kemudian memalingkan wajahnya dan menatap mobil mewah milik Evelyn..siapa pria itu siapa pria royal yang telah memberikan banyak pada si gadis miskin ini siapa dia...Paula harus mendapatkan identitasnya..


****************


Hari mulai sore...


Elard tampak serius dan mencintainya dengan sangat tulus, bahkan Elard tidak masalah ketika dia sudah tidak suci lagi...Elard pria itu seperti malaikat, sangat baik dan begitu sempurna..


Meski begitu...Evelyn masih belum bisa menerima cinta Elard, dan satu-satunya alasannya menerima Elard sebagai kekasih tak lain karna pria itu sudah terlalu baik baginya dan mencintainya dengan begitu besar....


Evelyn sungguh tak bisa menolak karna sekali lagi Elard terlalu baik, namun dia tidak merasakan perasaan apapun pada pria itu...


Bagaimana ini..apa yang harus dia lakukan, sementara keinginannya untuk melihat kehancuran di keluarganya semakin berkobar di hatinya, dia puas melihat Andro terkurung tak berdaya, Sania yang patah hati...lalu Paula yang seakan gila sendiri karna menginginkan harta...Evelyn tak sabar melihat mereka bahkan berlutut di kakinya untuk memohon ampun...


Bukankah perasaan itu wajar ia rasakan...? Tanpa sadar Evelyn tersenyum dengan dingin..


Sebuah sentuhan di bahunya membuat gadis itu menoleh dan terkejut, melihat wajah penuh damai milik Elard..pria itu sangat tampan dengan mata birunya..


''Hai...sayang...''bisiknya lembut seraya duduk di samping Evelyn yang sedang menyusut airmatanya...


Evelyn tersenyum lalu membiarkan Elard menggenggam tangannya dengan lembut...

__ADS_1


''Mengapa kau tidak menjawab telp dariku....''


''Maafkan aku Elard...'


Pria itu mengangguk lagi.....


''Tadi aku mampir kerumahmu Eve....dan aku menemukan sebuah mobil atas namamu, ibu Paula bilang......''


Evelyn menoleh dan menyadari Elard tertlihat kecewa...


''Apakah kau percaya kepadaku Elard..jika ku bilang aku tidak meminta apapun, mobil itu....''


''Kau masih menemuinya....''tanya Elard dengan suara bergetar....


Evelyn melonggarkan tenggorokannya...


''Aku akan menjelaskan semuanya kalau kami punya...''


''Punya apa Eve....apakah kau benar-benar butuh uang.....''


''Elard bukan uang....tapi aku benar-benar tak bisa menjelaskan ini padamu...''


Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar, ia lalu kembali menatap Evelyn..


''Kau masih menemuinya tanpa ingin berhenti....bukankah aku bilang cukup Eve....aku bilang bersandarlah padaku...tapi bukannya kau mendengarkan aku....kau bahkan memamerkan mobilmu di hadapan keluargamu....Eve....''


Evelyn mulai kehilangan kendali.....ia bangkit dari sisi makam dan melangkah meninggalkan Elard yang mengejarnya..


''Evelyn berhenti....''


''Lepaskan aku...''


Namun Elard mencekal tangan Evelyn dengan kuat hingga mereka saling menatap tajam...


''Evelyn....bukankah aku memintamu mengakhiri dendammu ini...kau hanya akan menderita sendiri..kau tidak akan menang...''


''Lepaskan aku Elard...kau bahkan tak percaya padaku tentang mobil itu....dan mengenai dendam aku belum puas dan aku tak akan menyerah..'' desis Evelyn marah...

__ADS_1


''Apa maksdmu kau..ingin melanjutkan segalanya...'' teriak Elard tidak terima..


Evelyn mengepalkan tangannya dengan kuat...


__ADS_2