Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Persembunyian


__ADS_3

Dan sejak hari itu, Eve sudah tinggal di bawah perlindungan Elard walaupun begitu Eve pada pendiriannya dia tak ingin menikah dengan siapapun, entah itu Elard atau pun Dars, sebenarnya Eve ingin sekali pergi dari Elard karna tak ingin menjadi beban bagi pria itu, karna Eve bertekad ingin hidup sendiri di bawah bayang-bayang Elard..


Meski rencana itu belum pasti karna kata Elard sampai genap dua bulan Eve pergi, Dark masih setia mencari ke segala arah..


Eve menatap ruang tamu di dalam rumah besar yang dia tinggali, yah...sepertinya Elard menempatkannya di luar kota, rumah ini sangatlah besar dengan penjagaan luar biasa ketat, bahkan Eve tak bisa memandang ke luar jalan, meski begitu dia bahagia karna Elard masih mengijinkannya berkeliling sekitar rumah ini, pria itu hanya datang di akhir pekan atau bisa sebulan sekali jika dia menyadari Dark mencuirgainya..dirumah ini hanya ada satu pelayan yang menjadi temannya, pelayan itulah yang menemani Eve menjalani hari...pelayan itu berusia sekitar 40 tahun dia sangat baik dan melayani Eve dengan sangat tulus,namanya Emi..


''Nyonya Eve...ini teh yang baik untuk nyonya..''


Emi meletakan teh di atas meja, karna Eve menganggapnya seorang teman maka Emi duduk semeja dengannya..keduanya bertatapan..


''Harum sekali, terimakasih Emi...''


''Yah nyonya...bagaimana kandungan nyonya...apakah semua baik-baik saja..''


''4 bulan lagi dia akan lahir ke dunia..''balas Eve dengan senyuman bangga.


''Apakah nyonya sudah mengetahui jenis kelamin bayi nyonya..''


''Aku merasa anakku ada dua Emi...rasanya sungguh bahagia, aku tak bisa membayangkan kalau mereka adalah sepasang bayi kembar lelaki dan perempuan..''


Emi melebarkan matanya dengan dramatis..dia sungguh ikut senang mendengarkan bahwa sang nyonya akan mendapatkan bayi kembarnya...


''Tuan Elard akan senang...''


''Tuan Elard...''ulang Eve tertegun..


''Yah...tuan Elard bilang dia akan menikahi nyonya setelah anak nyonya lahir...waah...tuan Elard pasti tak sabar menunggu kelahiran si kembar...


Wajah Eve memucat, bukankah Eve sudah bilang bahwa tak akan ada pernikahan di antara mereka...bukankah hal itu sudah dia jelaskan berulang-ulang..


''Kau pasti salah dengar Emi..aku tak akan menikah dengan Elard..''


''Tapi tuan Elard sudah mulai mnyiapkan pesta pernikahan dari sekarang...apakah tuan Elard hanya bercanda yah..''ucap Emi mengerutkan kening..


Eve tertawa kesal..jika dia menikah dengan Elard maka hal itu sangat lucu, bahkan anak-anaknya nanti akan memanggil Elard dengan sebutan kakak sepupu..bagaimana mungkin dia menikah dengan kakak sepupu anaknya..astaga..Eve hanya menggeleng pasrah...


Eve bertekad akan bicara pada Elard ketika pria itu datang nanti...

__ADS_1


***********


Sementara di tempat lain, Dark duduk di ruang kerjanya yang gelap...sejak kepergian Eve, dia sudah tak pernah tinggal dirumah kebersamaan mereka, Elard lebih banyak menghabiskan waktu di apartemennya dan berdiam diri disana...tubuhnya mulai mengalami perubahan dia sudah terlihat lebih berantakan...karna setiap detiknya dia selalu memikirkan Eve dan Eve...seharusnya Dark menikahi Eve saat itu juga dan tidak menunda waktu....usia kehamilannya semakin besar dan Dark tak ada disana untuk melihat putrinya...


Pria itu menundukan kepalanya, sudah berbagai macam cara dia lakukan demi menemukan Eve namun semua sia-sia....


**********


''Aku ingin bicara padamu Elard...''ucap Eve ketika pria itu datang padanya..


''Katakan Eve...''


Elard baru saja datang dan duduk di sofa untuk bersantai...jauh di dalam hatinya sedang terjadi perang, yah...Paman Dark terlihat terpuruk setelah kepergian Eve dan hal itu sangat berpengaruh pada perusahaan, paman juga terlihat memendam emosi yang seringkali melampiaskannya kepada para pegawainya, sikapnya terlihat dingin dan sangat berbeda sebelum kehilangan Eve...kini apa yang harus dia lakukan, Elard bahkan tidak tau...dia bingung sendiri..ia masih tak rela melepaskan Eve bersama dengan Elard,sungguh dia belum bisa merelakannya..


Eve duduk di dekat Elard...dan menatapnya..


''Aku ingin menegaskan kepadamu kalau, aku tak bisa menikah denganmu Elard..''


Pria itu mengangkat wajahnya..


''Yah...semua ini karna dirinya, bukankah aku sudah pernah bilang kalau aku tak ingin menikahi salah satu dari kalian...''


Elard bangkit....


''Eve.....aku sudah menunggu selama ini aku....telah meletakan semua harga diriku dan nyawaku, kau tau jika paman tau segalanya bahwa akulah yang menyembunyikanmu...dia akan membunuhku Eve...''


''Karna itu aku tak mau membebanimu Elard, lepaskan aku biarkan aku pergi dengan begitu masalahmu selesai Dark tak akan pernah menuduh atau mencurigaimu Elard..''


''Diam......''


Suara Elard meninggi di dalam ruangan hingga membuat Eve membeku, dia mendekati Eve dengan tatapan tajam...


''Kau akan menikah denganku...dan itu akan terjadi Eve...sementara anak-anakmu akan aku singkirkan....''


''Apa maksudmu Elard, kau sudah gila..mereka adik sepupumu..''


''Tidak......adik sepupu...? Mereka tak lebih dari penjahat yang telah mencuri kesempatanku untuk menikah denganmu Eve dan aku..tak akan pernah menerima mereka...''

__ADS_1


Plakkk.........


''Apa maksudmu Elard,....apa...kau pikir apa yang kau lakukan, kau tak bisa melakukan itu kau tidak bisa.,....aku tak akan memaafkanmu jika kau melakukannya..''


Kata-kata Eve menggantung dramatis, Elard mencengkram tangannya dengan kuat dan membuatnya menatap Elard...


''Kau tak bisa mengancamku Eve..bagiku sudah cukup aku menunggu selama ini....sudah cukup aku menjadi orang baik karna aku tidak mendapat apapun dari sana...dan untuk kau....berhentilah menguji kesabaranku Eve....kita akan menikah usai mereka lahir....''


Elard melangkah meninggalkan Eve yang tersungkur dan menangis..mengapa Elard berubah kejam, dan mengapa dia harus terlena dengan semuanya..


Yah...Eve harus menyadarkan dirinya kalau...mereka sedarah dan sudah pasti sifat mereka sama...Eve harus mencari cara untuk melepaskan diri dari Elard ataupun Dark...


Yah...ia harus bisa melepaskan diri,...


**********


Elard telah kembali ke kota sementara pejagaan dirumah Eve semakin di perketat...tentu saja Eve di larang keluar rumah hingga wanita itu menjadi gusar..beberapa penjaga tampak berdiri di gerbang untuk menghalangi siapapun yang lewat..


Tentu saja hal ini membuat Eve semakin kesal saja..


Eve segera masuk kembali ke dalam rumah, bertepatan dengan Emi yang akan keluar, karna itu Eve menghadangnya..


''Kau harus membantuku Emi...''ucap Eve dengan mata berkaca-kaca...


''Nyonya Eve....apa yang harus aku lakukan...''tanya Emi sedikit takut..


Eve mendesah...


******************


Mereka akhirnya bisa keluar dari rumah besar milik Elard melalui pintu belakang, Emi memutuskan pergi bersama Eve karna percuma..tuan Elard akan membunuhnya jika pria itu tau Emi membebaskan Eve...


''Kita akan kemana sekarang Emi...''


Emi memalingkan wajahnya ke segala arah dan menarik lengan Eve...


''Ikut aku nyonya..ikut aku sekarang..''ucap Emi menyetop taxy....

__ADS_1


__ADS_2