Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Membujuk Evelyn


__ADS_3

Untuk kesekian kalinya setelah melakukan percintaan itu tubuh Evelyn menjadi sangat lelah dan seperti biasanya dia akan tertidur panjang sementara Dark berdiri dan menatapnya dengan tajam...pria itu bahkan punya kekuatan lebih untuk menghadapi Evelyn meski berkali-kali melakukannya...


Dark masih bertel*njang dada duduk di sofa santai sambil menatap Evelyn yang masih tertidur sambil menikmati rokok di tangannya, beberapa saat kemudian dia mendapatkan pesan dari keponakannya..


Elard.


Paman....aku mencintai seorang gadis dan aku tak bisa hidup tanpanya, aku ingin menikahinya dengan segera..aku meminta restumu..


Elard.


Cih.....pernikahan...? Dark menertawakan keponakannya, Elard adalah keponakan satu-satunya anak dari kakak lelakinya yang telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil bersama istrinya, sejak usia 10 tahun...Elard di asuh oleh Dark yang saat itu berusia 15 tahun..sejak saat itu Dark amat melindungi Elard karna sifat Elard tak seperti dirinya, Elard mempunya sisi yang lembut dan gampang luluh dengan orang lain meski dia akan di manfaatkan, jadi Dark tak akan setuju dengan gampang sebelum melihat siapa gadis yang di sukai Elard..apakah dia benar-benar tulus ataukah hanya pura-pura..karna silau akan harta Elard.? hal itu harus benar-benar melewati seleksinya...


Dark pun membalas pesan dari Elard.


Baiklah kalau itu maumu...paman memberimu waktu agar benar-benar menyakinkan pilihanmu...kita akan bertemu jika kau benar-benar yakin dengan gadis itu.


Dark.


Bersamaan dengan itu....


Mata Dark menajam ketika tubuh Evelyn bergerak..ia membuka mata dan mencoba bangkit, masih belum menyadarin jika Dark sedang memperhatikannya..


Dark meletakan ponselnya dia tidak perduli lagi ketika Elard sedang membalas pesan...pria itu bangkit berdiri dan menaikan sudut bibirnya menyapa gadisnya..


''Selamat pagi sayang...'' suara berat itu menembus kesadaran Evelyn hingga gadis itu menoleh dan membeku ketika sadar Dark berdiri dengan senyuman kemenangan di wajahnya..


Evelyn merintih meraih selimut dan merekatkannya pada tubuhnya...hatinya hancur menyadari jika ia benar-benar gadis yang tidak berharga...harga yang mahal demi sebuah dendam yang terlanjur mengakar di dadanya..


Evelyn harus pasrah dirinya berada di dalam cengkraman seorang pria kejam yang tidak mempunyai rasa iba..


Eve....kau hanya perlu bertahan beberapa minggu lagi dan semuanya selesai..penderitaanmu selesai melihat mereka hancur dan semua itu sebanding dengan rasa sakit yang kau rasakan...Eve...jadi bertahanlah..Eve menguatkan dirinya sendiri.


''Yah.....selamat pagi..'' suara Evelyn terdengar lebih pasrah hingga Dark menjadi puas..


Pria itu membungkukan badan hingga sejajar dengan tubuh Evelyn...


''Bersiaplah aku akan melatihmu mengendarai mobil...''


''Hah...''

__ADS_1


Evelyn mengerutkan kening...mobil itu sangat mahal hingga Evelyn tak sanggup bahkan untuk duduk di dalam sana...karna itu ia buru-buru menggeleng..


''Tidak....aku tidak bisa menerimanya, mobil itu akan menjadi beban untukku tuan Dark...aku...''


''Aku akan menanggungg dirimu...''


Evelyn tertawa kesal...


''Apa kau serius....waktu kebersamaan kita hanya satu bulan dan aku tidak akan menambah waktunya...''


''Mengapa....aku bahkan ingin memperperpanjang kebersamaan kita Eve...''


''Tidak....tidak mau...aku tidak bisa melakukannya tuan Dark.'' mata Evelyn berkaca-kaca sesaat hingga Dark duduk di depan gadis itu dan mencoba menelusuri rapuhnya tatapan Eve...


Pria itu menyentuh bahu Evelyn dengan sedikit penekanan....


''Aku bisa memberimu segalanya Eve.....segala yang kau inginkan...''


Evelyn menoleh hingga airmatanya jatuh...


''Aku tak ingin apapun..aku tak ingin uang, aku...tak ingin mobil mewah untuk kesenanganku....''


Hening.....


''Aku tidak mau pemberianmu lagi....cukup segalanya cukup karna aku tak ingin berhutang apapun....setelah semuanya selesai maka...selesai juga bagiku...''


Dark menganguguk...


''Bagaimana jika aku membantumu balas dendam....dan menghancurkan mereka...?''


Kini jemari Dark dengan nakal bergerak turun dan menyentuh keindahan Evelyn di balik selimut...dan meremasnya..


''Kau baik sekali...tapi maaf...aku tak ingin terlibat apapun denganmu tuan Dark..aku bisa membalas mereka sendiri....aku bisa...''


''Tidak akan sempurna tanpa bantuan dariku Eve...aku punya kekuasaan dan kekuatan aku bisa memberikanmu segalanya....kekuasaan agar kau menghancurkan mereka..yang lebih penting dari itu semua...aku mendukungmu....''


Terdengar indah di telinga Evelyn hingga dia tak bisa berpikir lagi selain melihat kehancuran keluarganya..


Evelyn menatap mata Dark dengan tajam dan menaikan sudut bibirnya..

__ADS_1


''Kau licik...''


Dark menjatuhkan selimut Eve dan tersenyum....


''Kau membuatku gila Eve......''


Skip.....


****************


Evelyn melangkah gontai ketika turun dari taxy...hari ini Evelyn di antar oleh Dark untuk mengemudikan mobil...pria itu menjanjikan bahwa mulai dari sekarang,....keluarganya akan menemui kesakitan yang begitu besar..meski Evelyn sedikit ragu akan hal itu..namun dia mencoba percaya..


Baru beberapa langkah ia terkejut ketika Paula berdiri disana...sedang menangis memohon ketika beberapa orang pria mendatanginya dan mengeluarkan semua barang-barangnya dari rumah...tubuh Paula di seret hingga keluar dari rumah, meski sudah jatuh Paula masih mencoba menghentikan mereka mengeluarkan semua barang-barang dari dalam rumah,...jantung Evelyn berdebar...apakah ini yang di maksud oleh Dark tentang pembalasan yang kejam....?


Evelyn mendekat sembari anggannya terbang ke masa lalu ketika sang ibu juga menangis dan memohon ketika ayah mencampakan mereka..waktu itu ayah pergi karna Paula mendesak untuk segera menikahinya apapun yang terjadi..tanpa perasaan ayahnya mendorong ibu yang sedang sakit hingga terjatuh dan membiarkan mereka menangisinya..Eve masih ingat kala itu Paula hanya berdiri di depan mobil dengan wajah culasnya..sungguh sangat menyakitkan jika Evelyn mengingat semua itu.


Dan...waktu begitu cepat berlalu, kini dia melihat hal yang sama...Paula menemui akibat dari semua yang dia lakukan....Paula seperti ibunya dulu yang menangis meraung-raung dan hal itu cukup menjadi tontonan menarik bagi Evelyn...matanya bersinar penuh dendam....


ia tersenyum puas menikmati pemandangan di depan matanya,..bukankah ini sangat indah...?


''Jangan ambil barang-barangku...itu sangat mahal....''tangis Paula meraung ketika semua barang-barang mahalnya di ambil darinya hingga wanita itu tidak terima..


''Nyonya kau berhutang sangat banyak, bahkan ini semua tak bisa membayar hutangmu...''ucap pria berwajah garang itu dengan tajam..


Paula menjatuhkan dirinya dan menangis histeris...memang dia meminjam uang pada seorang rentenir kejam yang memasang bunya yang tinggi, Paula tak menyangka jika ini sudah jatuh tempo...dan mereka datang untuk menagihnya...


Paula menundukan kepalanya dengan pasrah...namun tangisannya berhenti melihat sepasang sepatu yang begitu mahal berdiri di depannya...


Ketika Paula mengangkat wajahnya dia terkejut ketika melihat Evelyn berdiri dengan senyuman dinginnya..


''Paula...apa yang terjadi ini...jangan bilang kau bangkrut...''ucap Evelyn dengan nada memelas yang di sengaja..


''Kau......''


Paula terkejut ketika menyadari Evelyn datang dengan kemewahan yang dia punya..dia berubah dari itik buruk rupa menjadi angsa yang elegan, cantik dan mahal...seluruh tubuhnya penuh dengan berlian..


Apakah Paula tidak sedang bermimpi...


''Nikmatilah...buah dari karmamu..''bisik Evelyn dengan senyuman kecil..

__ADS_1


Gadis itu melangkah meninggalkan Paula yang menjadi pucat...


''Tidak mungkin.....''jerit Paula tak terima...


__ADS_2