Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Taruhan


__ADS_3

Tiara mengeraskan wajahnya sebenarnya dia tak ingin kalah walau menyembunyikan rasa sakitnya..namun gadis itu sadar dia tak mungkin menimbulkan pertengkaran disini..atau kakaknya akan curiga..


''Lepaskan aku Elard...kakak akan curiga pada sikapmu.''ucap Tiara dengan mata melebar tak percaya..


Elard tampaknya tidak perduli resiko yang ia timbulkan dengan mendekatkan wajahnya pada wajah Tiara,...mereka bahkan masih berada di parkiran dan resiko terlihat oleh paman dan Eve sangat besar namun dia hanya ingin membuat Tiara mengerti jika Tiara tak boleh melawannya karna tubuhnya bahkan milik Elard..


''Mengapa kau ingin pergi dari rumah ini apakah kau benar-benar berpikir kau bisa lepas dengan pergi dari rumah ini....Tiara..keputusanmu untuk pergi dari rumah mampu akan lebih leluasa bagiku apa kau mengerti....?


Elard menjauhkan tubuhnya seperti tidak terjadi apapun kepadanya dan malah, membuka pintu mobil lalu menuntun Tiara masuk..lalu Elard tersenyum menang untuk segera menyusul Tiara di dalam mobil....


*********


Tiara kembali menundukan kepalanya..sejak pria ini mendapatkan segalanya, Elard tampak berbeda..jika sebelumnya mereka hanya saling menatap tajam maka kini pria itu memberi perhatian..dan semua itu sangat menjengkelkan untuk Tiara namun sekali lagi dia harus menahannya..


''Aku akan mengirim orangku untuk membantu melayanimu dirumah...''ucap Elard tegas..


''Tidak usah,..aku masih punya kaki dan tangan normal aku bisa mengurus diriku.''


Seolah tak perduli kata-kata Tiara, pria itu meneruskan perkataannya...


''Ada beberapa bodyguard yang akan menjagamu jika aku tak ada..''


Tiara memejamkan matanya,sekali lagi dia mencoba untuk tidak menggubris ucapan Elard yang mulai mengaturnya padahal mereka tidak punya hubungan apapun...


Elard melirik Tiara dan kembali berbicara ketika dia sadar Tiara hanya diam membisu..


''Besok pagi aku akan mengantarmu ke kampus barumu pastikan kau siap dengan perkuliahanmu Tiara...aku akan menjemputmu jika aku bisa...''


''Hentikan mobilnya ELard....''


Elard hanya menghela nafas,...kita di jalan aku tak bisa berhenti Tiara, ini bahkan masih jauh dari rumahmu...''


''Aku bilang berhenti sekarang...''teriak Tiara keras..


Elard membeku..tak pernah dia mendengar teriakan putus asa dari seorang Tiara..akhirnya Elard mengalah dengan menghentikan laju mobilnya, namun tanpa di duga..Tiara membuka pintu mobil dan keluar dari sana...hingga Elard begitu terkejut..


Pria itu mengepalkan tangannya..


''Tiara....''


Elard membuka pintu mobil dan seraya melangkah mengejar Tiara yang melangkah di sisih jalan,...


''Tiara,...''


''Aku akan pulang sendiri.....''


''Kau pikir aku akan membiarkannya...Tiara..''teriak Elard murka dengan mudah dia menyusul Tiara dan menggapai tangannya hingga gadis itu terpaksa berbalik..


Deg!!!!


Elard membeku menyadari airmata di wajah Tiara yang membuatnya merasa nyeri...

__ADS_1


''Tiara.....''


''Aku muak...aku benci padamu, aku benci pada smua orang di sekelilingku terutama aku benci pada diriku sendiri...'' isak Tiara kehilangan kata..


''Apa maksudmu Tiara...kalau maksudmu,...''


''Apa kesalahanku Elard, mengapa kau datang dan menyakitiku di dalam hidupku...sebelumnya kita bahkan tidak pernah dekat....lalu apa yang telah kau lakukan..? dalam semalam aku kehilangan kesucian dan kebebasannku..kau mulai mengaturku seakan aku adalah milikmu padahal aku tau sebelumnya kau pernah dekat dengan kedua kakakku..'' isak Tiara sesegukan..


Elard terdiam jauh di dalam hatinya dia memang membenarkan bahwa apa yang di katakan oleh Tiara tak salah ia bahkan tak mengerti mengapa dia berubah seposesif ini setelah mereka bercinta..


Memang benar kata orang kalau benci dan cinta hanya setipis kabut..dan gadis ini telah mampu merubah perasaan benci Elard dalam semalam dan mengubahnya dengan rasa posesif yang terikat, bukankah Tiara harus bertanggung jawab...


''Tiara...ayo masuk ke dalam mobil hum...kita bicara di dalam...''


''Aku tidak sudi...'' Tiara terlihat sangat geram..


Namun bukannya menyerah Elard malah mengikuti langkah Tiara dengan lambat di belakangnya..


'''Jadi kau tak ingin naik mobil...''


''Aku ingin jalan kaki Elard dan kau boleh pergi dari sini...''


Tiara melangkah dan meninggalkan Elard dan berharap dia berhenti mengejarnya, jarak dari sini menuju rumahnya cukup jauh jadi , Tiara pikir Elard akan menyerah namun pria itu malah melangkah di sisihnya sambil menelfon supirnya...


''Ambil mobil sekarang juga dan tunggu kami dirumah bibi Eve,...''titah Elard santai..


Mendengar hal itu tentu saja membuat Tiara menghentikan langkahnya...ia menatap pria yang jauh lebih tinggi darinya ini dengan kerutan di dahinya..


Elard tersenyum sambil mendekatkan wajahnya menikmati pipi Tiara yang merah muda..


''Mari kita liat siapa di antara kita yang kalah...jika kau menyerah di tengah jalan maka kau harus mengabulkan satu keinginanku tapi jika kau kalah..maka aku akan melakukan sebaliknya...''


''Apapun permintaanku Elard...termasuk kau akan pergi selamanya dari hidupku...''


Elard menegakan tubuhnya..dia mengangguk..meski berat..


''Aku berjanji....Tiara, namun kau harus ingat kau harus mengabulkan keinginanku apapun itu..''


Tiara tak punya pilihan selain mengikuti taruhan Elard,....yah di keluarganya Tiaralah gadis yang tercepat dalam berjalan...bukan tanpa alasan, ayah sering mengajaknya pergi atau sekedar berjalan kaki, jadi bagi Tiara itu bukankah hal yang baru baginya dia tak akan kalah...namun sebaliknya Elard yang akan kalah..


''Baik.....Deal Tiara....''


Elard mengulurkan tangannya, sementara Tiara menatap jemari Elard yang terulur padanya...ini adalah kesempatannya untuk menyingkirkan Elard secara terbuka...


''Deal Elard....aku yakin kau tak akan menang dariku...''


''Kita liat saja nanti...''


Elard meremas jemari Tiara di dalam genggamannya..pria itu tersenyum...


*********

__ADS_1


Sudah sekitar 30 menit Tiara mengerahkan kekuatannya untuk berjalan dengan cepat agar sampai lebih dahulu dan memenangkan taruhan sementara Elard tampak santai membiarkan Tiara melangkah lebih dahulu dan akhirnya dia lelah sendiri..


Tiara menghentikan langkahnya di tengah jalan..gadis itu meringis, mengapa dia begitu ceroboh dengan berhenti di tengah jalan yang bahkan masih jauh, kalau begini dia akan kelelahan...


''Apakah kau sudah mulai menyerah sayang...''bisik Elard di telinga Tiara hingga gadis itu terkejut..


Tiara menoleh....


''Tidak...aku baik-baik saja, aku hanya ingin memastikan apakah kau masih sanggup..''Tiara bersikap angkuh..


Elard tertawa...


''Sebenarnya aku ingin menyerah namun, aku tak bisa melepaskan kesempatan ini untuk mendapatkan sesuatu yang berharga bukan....?''


Wajah Tiara merah padamm ketika Elard dengan mudah melangkah melewatinya,...sementara Tiara mulai tertinggal...wajah gadis itu memucat, hoh....bagaimana ini..lututnya gemetar dan ia baru ingat sesuatu mengapa dia menjadi lemah..


Yah...ia kelelahan ketika semalam kehilangan kesuciannya bersama Elard..dan mengapa dia malah terjebak...?


Tiara baru saja hendak melangkah mengikuti langkah Elard, gadis itu membeku ketika menyadari ada sepasang pria dan wanita yang sedang berciuman di sebuah cafe yang terletak tak jauh dari trotoar...sontak Tiara menghentikan langkahnya seiring airmatanya yang mulai menumpuk menyadari kalau pria yang sedang berciuman itu adalah Aris sang kekasih..


Tiara sungguh merasa hancur hatinya melihat pemandangan yang menyakitkan di hadapannya dan mulai meneteskan airmatanya...Aris berciuman tanpa paksaan...bahkan beberapa kali wanita dewasa di depannya menolak di cium namun Aris malah semakin memaksakan nafsunya..


Sesuatu di dada Tiara bergetar menyaksikan apa yang ada di hadapannya, hatinya panas...ia seperti mendapat kekuatan lebih untuk mendekati Aris dan wanita yang dia cumbui di kantornya bernama Sonya,....itu artinya malam itu Aris tidak di jebak seperti pengakuannya..


Cih....dan bisa-bisanya Tiara sebodoh itu untuk percaya....


Sonya lebih dahulu menyadari kehadiran Tiara dan menjadi pucat...ia berusaha menyadarkan Aris kalau mereka dalam bahaya namun Aris terlalu di bakar nafsu sampai tidak menyadari apapun...sampai ia merasa seseorang menariknya..dan membuatnya berbalik...


Mata Aris melebar tak percaya melihat Tiara di depan matanya..


''Sa...sa...sayang....''


''Bajingan....''


Plak!!!!!


Tiara menampar wajah Aris dengan penuh kemarahan hingga wajah Aris terlempar ke belakang dan membuat pria itu benar-benar terkejut...


''Tiara....''


''Beraninya kau menipuku...''jerit Tiara histeris,....


Smentara Elard menoleh ketika mendengar teriakan Tiara dan ia segera mengetahui kebenarannya..


Elard menggertakan gigi lalu melangkah mendekat..


Seperti mimpi Aris sama sekali tak mampu membayangkan kalau Tiara menangkap basah dirinya..


''Sayang......''


''Brengsek.....mengapa kau tega menghancurkan hatiku...'' teriak Tiara penuh rasa sakit..

__ADS_1


Deg!!!


__ADS_2