
Pagi sekali, Eve sudah mulai berjalan di depan rumah...di kehamilannya yang kini semakin tua,...usia kehamilan Eve sudah 8 bulan dan ia mulai kelelahan, beruntung sekali baginya karna tak ada siapapun yang mengganggunya atau merusak moodnya, baik itu Elard atau Dark, Eve hidup dengan damai dengan adik dan juga sahabat baiknya Emi dan juga Dina yang selalu mendampinginya..
Emi selalu setia untuk menjaga Eve meski dia tidak di bayar oleh Eve sepeserpun, ia melayani Eve dengan sangat tulus seperti kakak pada adiknya..hingga Eve merasa lebih tenang, walau ia sedikit tidak enak dan berjanji setelah melahirkan Eve akan mulai bekerja demi mendapatkan uang.
''Kakak...selamat pagi...''sapa Tiara dengan lembut.
Mengenai Tiara, Eve juga senang sekali meski dulunya Tiara menjadi saksi betapa kejamnya Eve namun, gadis cantik ini sama sekali tak pernah menyimpan dendam, dia berbeda dari Sania..hubungan mereka semakin dekat karna memang mereka satu ayah...
''Selamat pagi Tiara...kau tidak bekerja..''
''Aku menunggu jemputan Aris..''bisik Tiara malu-malu..
Aris adalah kekasih Tiara, usia mereka sama pria yang sopan itu bekerja di sebuah penerbitan kecil meski mereka pasangan yang sederhana, namun Eve merasakan banyak cinta di antara keduanya, uang bisa di cari bersama namun cinta sejati sangat sulit di temukan karna itu Eve sangat mendukung hubungan adiknya...
''Wah,....senang sekali..Tiara ambilkan beberapa kue yang kita buat semalam dan beri Aris coba..dan tanya rasanya kalau dia juga bilang ini enak maka kakak akan membuka toko kue...''
Tiara mengangguk patuh, aku akan membawanya ketika aku pergi nanti kak...''
''Baiklah kalau begitu...''
''Di kehamilan kakak ini apakah kakak tidak merasa berat...''
Tiara sedikit ngeri karna perut Eve besar sekali..karna mengandung bayi kembar, mendengar hal itu Eve tertawa...
''Yah...sulit mengatakannya padamu bagaimana rasanya, kau akan mengalaminya sendiri Tiara....kau akan mengalaminya..''ucap Eve dengan senyuman di wajahnya.
''Aku ingin sekali menikah muda dan merasakan hamil...namun Aris bilang kita harus menunggu waktu yang tepat untuk menikah...''
''Mungkin pertimbangan Aris adalah uang, dia harus mengumpulkan banyak uang untuk pernikahan sayang jadi...bersabarlah..''bisik Eve menenangkan Eve...
''Baiklah....aku akan bersabar..oya kakak bilang siang ini akan mampi di toko eskrim..''
''Hum....kakak akan pergi bersama Emi...''
''Jika kakak merasa lelah maka aku akan membakan saja untuk kakak, jadi kakak tidak perlu keluar rumah...''
Eve menggeleng...dia ingin sekali makan di tempat eskrim secara langsung, yah...bahkan dia tidak tahan untuk menunggu siang...
''Kakak ingin kesana, lagi pula kakak memang harus berjalan-jalan sebelum melahirkan bukan...''
''Baiklah tapi hati-hati ya kak....''
Eve menganggukan kepala patuh pada adiknya.....
Mereka tersenyum saling melemparkan pandangan.
__ADS_1
*********************
Siang itu Eve pun pergi bersama Emi menggunakan taxi, Emi menemaninya dengan setia sementara Dina sedang sibuk menyiapkan pembukaan toko kue mereka, hingga Eve memintanya tetap dirumah..
Sepanjang perjalanan, Eve hanya memejamkan matanya, dia mulai merasakan sakit di perutnya ketika bayinya bergerak, mereka kembar pasti sesak di dalam sana...Eve bahkan sudah tak sabar lagi untuk melihat mereka lahir,...
Mobil akhirnya berhenti di sbuah taman di dekat toko eskrim tempat Tiara bekerja, mereka pun turun dari sana dan Emi menatap Eve...
''Nyonya tunggu disini saja...aku akan membeli eskrim untuk nyonya bagaimana...''
''Tapi Emi...aku mau ikiy kita bisa berjlan bersama...''
''Debu di pinggir jalan akan membuat nyonya batuk, sebaiknya nyonya berjalan di sekitar taman dan aku akan lebih tenang..udara di taman lebih baik bukan...?''
''Emi......''
''Tenanglah nyonya aku berjanji akan sebentar berada disana dan kembali dengan cepat...''ucap Emi berjanji..
Akhirnya Eve mengalah.....
''Baik tapi aku tak ingin lama....''
''Aku mengerti....''
Eve akhirnya mengalah dengan melangkah ke arah taman...wanita cantik itu melangkah satu demi satu langkah sembari memegang perutnya..entah mengapa perutnya mulai aktif dengan menendang-nendang...padahal tadi dirumah semua baik-baik saja...
Eve lebih memilih memalingkan wajahnya ke arah lain agar dia tidak terlalu terluka meski, tak bisa di pungkiri kalau ia cukup terganggu..
Matanya sampai berkaca-kaca karna kesedihan, apa yang dia alami sungguh tragis....menghadapi kehamilan sendirian, dan tak mendapatkan rasa cinta membuat airmatanya tak kuasa untuk tidak mengalir...
Yah..membayangkan kalau dia tak pernah di cintai dengan tulus membuat Eve merasa sakit dan bersalah, seharusnya dia tidak memberi luka pada anak-anaknya nanti...dia harus bagaimana kalau mereka mulai bertanya tentang asal usulnya, belum lagi menghadapi dunia yang siap menghakiminya...
Eve menghapus airmatanya berusaha kuat menghalau rasa sedihnya, dia sama sekali tidak ingin merasa hancur seperti ini..
Tiba-tiba seorang anak kecil menghampirinya dengan membawa seikat mawar merah...
Anak kecil yang tampan itu tersenyum menatap Eve....
''Jangan menangis....''bisiknya sedih..
Eve buru-buru menghapus jejak airmatanya ketika memandang makluk tampan yang begitu polos di hadapannya..dia sangat tampan hingga membuat Eve membeku..
Eve menerima bunga itu dan mencium harumnya...lalu memandang pria kecil berusia sekitar 7 tahun itu dengan senyuman...
''Siapa namamu nak...''
''Rive,...namaku Rive...''
__ADS_1
''Ow....kau tampan sekali nak...''bisik Eve menyentuh wajah Rive yang memang sangat tampan....
''Kau datang bersama siapa Rive, dimana orang tuamu...''
Rive tersenyum....
''Aku datang bersama rombongan bersama panti asuhanku dulu ibu...''
Hati Eve semakin hangat anak ini sangat tampan dan juga manis, dia memanggil Eve dengan panggilan ibu dan kata itu sangat menyentuh hati Eve. panti asuhan tempatnya berada pasti sangat bagus hingga mengajarkan anak ini sopan santun..
''Lalu apa nama panti asuhanmu sayang...oh kau tampan sekali..'' Eve tak berhenti memuji.
''Panti Asuhan kasih putih, apakah ibu juga akan mengadopsiku...''ucap Rive penuh harap..
Eve tersenyum tanpa ragu...
''Yah..kalau boleh....''
''Tapi aku sudah punya calon orang tua angkat sendiri ibu..''
Rive bersedekap sambil berpikir hingga tingkahnya membuat Eve tak tahan untuk tertawa.....anak ini benar-benar membuatnya jatuh cinta..
''Benarkah....mengapa ibu menjadi kecewa sih...''
Rive tertawa...
''Tapi calon ayah angkatku yang memintaku memberikan bunga untuk ibu...''
Deg!!!!
''Hah...jadi kau hanya pengirim pesan seperti itu Rive...''
''Benar...apakah ayahku boleh bertemu ibu.''
Eve hanya tersenyum....dan mengangguk.
''Tentu saja boleh...''
Dan ketika Eve dan Rive saling melemparkan senyum, tak lama kemudian muncul seseorang dari balik taman bunga dan melangkah mendekati mereka dengan langkah yang tegas...
Pria itu menatap Eve dengan dalam hingga senyum menguap dengan cepat di wajah Eve di ganti perasaan campur aduk di hatinya hingga airmatanya tak kuasa menetes dari wajahnya...
Pria itu mendekat dengan mata berkaca-kaca...
''Evelyn.......ini aku....''
''Tidak mungkin.......''desah Eve dengan wajah syok....
__ADS_1