Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Tiara Yang Ragu


__ADS_3

Dark tampak terkejut mendengar ucapan Elard yang tampak sungguh namun berbeda dengan Eve yang sudah menyadari kalau memang Elard menyukai Tiara...jauh di dalam hatinya, Eve senang karna Elard sudah bisa membuka hatinya pada wanita lain dan mengenai Tiara...Eve mendukung penuh kalau memang mereka bersama..


''Maksudmu Tiara...kau dan Tiara....''


''Yah...aku mencintai Tiara dan kami telah bersama paman...aku pikir aku tak bisa hidup tanpanya jadi aku akan menikahinya..''


Dark menatap mata Eve yang terlihat setuju, mau bagaimana lagi sebagai paman Dark cukup setuju pilihan keponakannya terlebih lagi dia juga lega itu artinya, Elard mampu bangkit dari patah hatinya karna Eve...karna itu Dark harus berterimakasih pad Tiara yang membantu Elard melewati masa patah hatinya..


''Bagaimana menurutmu sayang...apa kau setuju adikmu menikah dengan keponakanku...''


Eve terkekeh..terasa sangat lucu mendengar ini semua namun Eve cukup bahagia karna ia yakin Tiara berbeda...Tiara gadis yang baik dan tidak gila uang atau gadis yang serakah...tapi dia begitu manis dan penyayang...Eve akan bahagia melihat mereka menikah..


''Aku setuju...bagaimana kalau kita menentukan tanggal...''sambung Eve antusias.


''Aku tak sabar...''balas Elard antusias...


Sementara Tiara tak mampu menahan perasaan perasaannya, tentu saja ini di luar kesepakatan mereka,...Tiara pikir Elard membawanya kemari untuk mencari solusi untuknya karna kedatangan kak Sania namun malah yang terjadi di luar dugaan, Elard malah membahas pernikahan tanpa diskusi dengannya, dan kini di hadapan kak Eve bagaimana caranya Tiara menolak...sungguh Elard sangat pintar menjebaknya, Tiara berdiri hingga semua perhatian tertuju kepadanya ia berdehem dan mencoba mencari kata yang tepat. jika dia menikah dengan Elard lalu bagaimana dengan kak Sania ...dia pasti akan di benci setengah mati bahkan mungkin kakak akan membunuhnya jika dia berani merebut Elard dari Sania ..


Eve memajukan tubuhnya dan menatap Tiara dengan pandangan serius.


''Katakan saja sayang, apakah kau ingin gaun pengantin seperti apa....kakak akan membantumu memilih.''


Tiara menggigit bibir tipisnya dengan wajah yang pucat....ia sungguh tak tau bagaimana menjelaskan situasi yang di alaminya pada mereka...


''Kakak aku minta maaf karna mungkin kalian akan terkejut tapi aku tak pernah membayangkan hal ini menikah.....aku tak bisa menerimanya ...''


Deg!!!!


Elard menoleh tajam...


"Apa maksudmu kau tidak menerimanya Tiara...."


Mata Tiara menjadi panas....


"Tiara....mengapa kau berubah begini....tidak mungkin Elard hanya bercanda mengatakan hal ini..."suara Eve terdengar sedih.


"Aku tak bisa menikah dengannya kak Eve...lalu tak bisa aku sangat takut..."


"Apa yang kau takutkan hah...katakan saja tak perlu ada yang kau tutupi Tiara."


"Kak Sania sudah kembali,dan dia sangat mencintai Elard ...aku tak mungkin menjadi orang ketiga."


Mendengar ucapan polos dari sang adik membuat Eve tertawa seketika hingga adiknya merasa heran...mengapa Tiara bisa setakut itu pada Sania lagi pula ini semua tak ada hubungannya dengan Sania....Elard bahkan tidak mencintai wanita itu.


"Tiara dengarkan kakak.....Sania dia tak bisa kau jadikan alasan Tiara.....Elard sama sekali tidak mencintai Sania sejak dulu dan cinta tak bisa di paksa..."


Airmata Tiara menetes di wajahnya dan hal itu sungguh membuat Elard tak tahan....


pria itu mendekat dan memegang pundak Tiara dengan kesedihan yang dalam ..


"Itukah sebabnya ketika aku menjemputmu Kau sudah pergi lebih dahulu....apakah Sania mengancam dirimu..."


"Itu hanya sebuah peringatan."bela Tiara masih menolak jadi hingga Elard merasa gemas.


"Tiara...apa yang membuatmu berpikir kalau aku akan menikahinya....aku tidak mencintai Sania meski kau menolak ku untuk menikah denganmu aku akan katakan sekali lagi kalau aku tidak punya perasaan apapun pada Sania..''

__ADS_1


Hening.....


Tiara membeku mendengar jawaban Elard yang begitu tegas..gadis itu kembali menundukkan kepalanya di hadapan Elard dan juga paman Dark dan kak Eve....


''Paman tak tau apa yang terjadi dengan hubungan kalian tapi Tiara....jika Elard sudah ingin serius itu tandanya dia yakin padamu dan percayalah kau akan bahagia nanti...'' Dark meyakinkan Tiara dari keraguannya yang tanpa alasan...apalagi hany karena rasa takutnya kepada Sania..


Eve juga menambahkan...


''Kau tau sifat licik Sania janga terpengaruh olehnya..jika dia berani mengancammu maka kami tak akan membiarkannya Tiara....''


Tiara mengangkat wajahnya dan menatap lurus pada mereka yang membelanya...Tiara menghela nafas ... seandainya dia bisa Setega itu pada Sania. tapi dia ternyata sangat sulit untuk mengabaikan perasaan tidak enak di dalam hatinya, dia menjadi saksi dimana Sania menangis sepanjang malam karna patah hati....dia menjadi saksi ketika Sania tak bisa melupakan Elard...


''Aku tak bisa kakak......aku belum bisa menerima pernikahan kami...aku masih terlalu muda aku.....''


Elard sungguh kecewa tantu saja...gadis ini terlalu polos dan mudah untuk di tekan karna itu Elard harus memaksa..pria itu mendekat mengambil sebelah jemari Tiara dan menggenggamnya dengan erat....


''Aku akan tetap menikahimu suka atau tidak Tiara..jika kau masih takut dengan Sania kita bisa merahasiakan pernikahan ini sampai kau siap mengatakannya pada kakakmu.'' tawar Elard..


Eve dan Dark pun tak punya pilihan selain mengikuti perkataan Elard...sementara Tiara akhirnya setuju walau berat di samping itu dia juga tak ingin mengcewakan paman Dark dan kak Eve....


''Baiklah......aku akan menerimanya Elard tapi berjanjilah Sania jangan tau dulu aku ingin memberitahunya ketika dia sudah siap.....''


Elard pun setuju,baginya menikah dengan Tiara itu yang terpenting dan Elard berjanji akan menghadapi Tiara....


''Baiklah...kapan kalian akan menikah ....'' tanya Eve tak sabar....


Elard tersenyum...


♥️♥️♥️♥️♥️


Aris sungguh patah hati..setiap wanita yang di singgahnya hanyalah pelampiasan semata...tak ada yang seperti Tiara sejauh ini....wanita yang lembut bahkan Aris tak sanggup untuk menyentuhnya hanya karna cintanya yang terlalu besar...


Pria itu meneguk wine dalam jumlah banyak dan tak pernah puas....memandang gelas itu dengan tatapan hancur karna patah hati, sungguh dia sangat kehilangan Tiara dan tak mampu membayangkan bagaimana harinya tanpa Tiara....


Sebuah gerakan pintu terbuka membuat pria itu mengangkat wajahnya dengan cepat....sinar matanya membara melihat gadis asing yang begitu cantik mendekatinya...duduk di depannya lalu menuangkan wine di dalam gelas bekasnya dan minum sampai habis....


Aris menyipitkan matanya yang tajam dan menyelidik...


''Siapa kau....''


''Pembawa kabar baik dan kesempatan untukmu Aris...''


Pria itu meletakan meneguk minuman sekali lagi lalu meletakan gelas disana..keduanya saling menatap dengan senyuman nakal...


''Pembawa kabar baik...aku sangat penasaran...dan aku juga ingin mengingatkan sesuatu....kalau seseorang yang mengunjungimu haruslah membawa sebuah hadiah....''


''Hadiah......''ulang gadis itu dengan tatapan beku....


Aris bangkit dari tempat duduk sambil membanting gelas di depannya..lalu mendekati gadis itu yang terlihat datar.....


Mereka saling menatap........


Aris menyentuh dagu gadis itu dan membuatnya menatap Aris...


''Sebaiknya kabar yang kau berikan adalah kebenaran dan menguntungkan aku karna jika tidak maka aku akan menghabisimu karna sudah mengganggu waktuku...nona...''

__ADS_1


Gadis itu melonggarkan tenggorokannya.....


''Ini tentang Tiara.....''


Wajah Aris terkejut luar biasa....


''Tiara......''ulangnya dengan gertakan gigi....


Gadis muda itu mengangguk.....


''Katakan apa yang kau tau tentangnya...''


Gadis itu menghela nafas.....dengan berat....


''Tiara menikah hari ini.....''ucapnya dingin....


''Apa.....menikah ..''teriak Aris murka.....


Gadis itu berdiri dan menatap Aris yang tengah terbakar amarah...dia harus pergi meninggalkan pria ini....tugasnya sudah selesai jadi saatnya dia pulang ...


Gadis itu membalikan tubuhnya mendekati pintu....lalu menggerakkan tangannya untuk membuka pintu namun di luar dugaan...pintu tak bisa di buka karna Aris menarik rambutnya ke belakang dan menghempaskan tubuhnya ke atas sofa...


Pria itu mengerang marah....mendekati gadis itu dan mencekik lehernya dengan penuh kekuatan hingga gadis itu menjerit ketakutan....


''Dimana tempat pernikahannya....''


''Hotel ET yang baru di resmikan....''


''Sial......''


''Lepaskan aku bukankah aku sudah memberimu informasi...''


Sinar mata Aris membara..... menyadari tubuh gadis ini lumayan indah.....


''Sebelum aku menemui kekasihku...maka kau harus memberiku hadiah....''


Bola mata gadis itu membuat sempurna...ia meronta keras...


''Lepaskan aku....aku tidak mau....''


Srakkk !!! bajunya robek dengan dramatis...dan di saat yang sama pria itu segera menyentuhnya...


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Sania menunggu dengan tak sabar ketika beberapa saat kemudian Ratih turun dari taxi dengan tatapan hancur....gadis itu terus menangis....Ratih adalah pelayan yang di kirimkan Elard untuk menjaga Tiara namun Sania memanfaatkan gadis ini untuk rencananya..


"Ratih....bagaimana,apakah Aris percaya padamu..."


Airmata Ratih menetes di wajahnya.....


Berapa mengerikannya wanita ini


dia tau keadaan Ratih sangat prihatin namun ia lebih memilih menanyakan hal yang membuatnya tenang....


Ratih mengepalkan tangannya....

__ADS_1


__ADS_2