Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Rencana Elard


__ADS_3

Evelyn bangkit dari tempat duduk dan mendekati Dina dan mencoba untuk menyakinkan pendengarannya sekali lagi..


''Apa maksudmu Dina...kalau Elard..''


''Mereka sedang bicara di bawah dan aku pikir aku mendengar tentang pernikahan..''


''Pernikahan siapa...''ulang Eve tak sabar.


''Kau bisa liat sendiri Eve...mungkin sebentar lagi ada panggilan untukkmu..''


Dan benar saja tak berapa lama kemudian, tampak seorang pelayan lain masuk ke kamarnya dan menundukan kepalanya dalam-dalam.


''Nona...tuan besar memanggil nona di lantai bawah.''ucapnya dengan lembut.


Evelyn berdehem, lalu menatap Dina...


''Baiklah, aku akan turun..''


Pelayan pun pergi sementara Evelyn hanya terdiam..


''Mungkinkah tuan Elard ingin melamarmu Eve...''


Senyum mengembang di sudut bibirnya..


''Kita liat saja nanti...''


Evelyn segera bersiap, sengaja dia berlama-lama disana, mengulur waktu agar Sania pulang dan melihat kenyataan kalau Elard mungkin akan melamarnya..gadis itu tersenyum tipis..


Evelyn bersiap dengan cepat di bantu oleh Dina yang meriasnya..dalam sekejap dia berubah cantik seperti seorang putri.gadis itu lalu segera keluar dari kamarnya di ikuti oleh Dina di belakangnya...menuruni tangga sayup-sayup dia dengar tentang permintaan Paula dan ayahnya soal seserahan lamaran nanti, dua orang yang begitu serakah hingga mereka berjodoh karna sikap mereka sama.


Ketika Evelyn hampir sampai di ujung tangga dirinya langsung di sambut oleh Paula, dengan tidak tau malunya..


''Oh...Eve..mengapa lama sekali, Elard sudah menunggumu dari tadi...''ucap Paula dengan penuh senyum.


Evelyn menepis pegangannya tanpa ragu dan menyisakan rasa malu pada wanita itu..sia-sia sikapnya..


Elard berdiri dengan penuh senyum ketika Evelyn sampai di depannya..


sementara sang ayah hanya diam saja...dia bahkan tidak menatap mata Evelyn...


''Eve.....''


''Hai....Elard duduklah....''ucap Eve dengan lembut.


Elard tampak sangat tampan hari ini dan juga percaya diri, setidaknya itulah yang dia liat pada diri pria ini..keduanya saling melempar pandangan masing-masing dengan pikirannya sendiri.


''Jadi maafkan keluarga kami Elard, kedua orang tuaku jatuh bangkrut dan kau harus melihat betapa miskinnya kami sekarang....''Evelyn sengaja meminta maaf hingga menimbulkan kemerahan di wajah Paula dan ayahnya, tentu saja begitu masuk tadi Elard juga sedikit terkejut karna ada banyak barang-barang menghilang disini...termasuk beberapa pajangan mahal dan guci yang selalu menjadi kebanggaan Paula..

__ADS_1


Elard menghela nafas....dia tau Evelyn sengaja mempermalukan keluarganya sendiri..


''Semua akan berlalu dan aku yakin tuan Robert akan bangkit dari keterpurukannya..''ucap Elard berusaha menghibur..


Namun kata-katanya justru membuat Evelyn berang..dia pikir Elard akan membelanya, namun pria ini malah membela keluarganya..bukankah hal ini sangat menyakitkan...?


Evelyn mengepalkan tangannya, namun dia berusaha menutupi hatinya....kalau tidak Paula akan merasa menang,


''Kau memang pria yang baik Elard,....tante yakin sekali jika Sania...''


''Aku datang untuk melamar Evelyn....''


Deg.....


Deg,......


Deg..........


Hening....


Paula mencoba tersenyum, menahan rasa marah di dalam dirinya..


''Melamar.....'' ulang Evelyn terkejut..


Elard mengangguk.....


''Elard........'' suara Evelyn memutuskan sedikit ungkapan menggebu-gebu seorang Elard hingga pria itu terkejut dan menutup pembicaraannya..


Evelyn memejamkan matanya, dia tersenyum...bukankah dia sudah memutuskan Elard, mengapa pria ini nekat dan malah melamarnya di hadapan musuhnya....bukankah Eve punya ibu di makamnya...?


Evelyn mungkin akan luluh jika Elard membawanya ke makam ibunya dan melamarnya disana tapi...Elard tidak melakukannya...dia malah datang ke rumah ini dan melakukan semua yang di benci oleh Eve..dan Elard telah melanggar batas..


''Dengarkan aku Elard...aku...mungkin tidak berpikir......''


Kata-kata Evelyn terputus ketika seseorang membuka pintu, semua mata menoleh ke arah pintu termasuk Elard dan juga Eve....


Dan....Sania muncul disana, dengan menggenggam sebuah kantong belanjaan, wajahnya sedikit pucat...ia terkejut melihat kedatangan Elard...


Senyum Evelyn mengembang, seperti sebuah skenario...Sania datang tepat waktu dan kini gilirannya..


''Kak Sania.....kau baru pulang, wajahmu pucat sekali....''ucap Evelyn sedikit khawatir yang di buat-buat.


''Kau sangat perhatian tubah licik.''desis Sania kesal.


Sania melempar tas belanjaannya sembarangan sembari melangkah mendekati ruang tamu...


Pandangannya beradu dengan Elard dan juga Evelyn yang terarah padanya,

__ADS_1


''Ada apa ini...mengapa kalian berkumpul disini.'' ucapnya dengan kerutan di dahinya..


Paula memijit pelipisnya....ia hanya menghela nafas,


''Darimana saja kau Sania...banyak hal yang terjadi dan kau malah menghilang...''


Sania menoleh tajam kepada ibunya, namun dia tidak menjawab sepatah katapun, lalu duduk begitu saja di depan Evelyn dan juga Elard..


''Elard datang kemari untuk melamar adikmu Evelyn...''


''Apa.....''


Evelyn tentu saja tak membuang kesempatan demi melihat wajah pucat Sania..gadis itu tampak syok dengan mata melotot tak percaya...


''Yah Sania....aku datang ingin melamar Evelyn, aku sangat mencintai adikmu dan....''


''Kau akan tetap melamarnya meski tau dia seorang pelacur,....kau bahkan tau dia di simpan oleh pria beristri yang memberikannya mobil serta membuatnya berubah menjadi gadis yang banyak uang..''


Evelyn tertawa kencang hingga membuat mereka terdiam di hadapannya, gadis itu masih tertawa hingga membuat Elard semakin sedih...


''Sania...aku tak ingin kau menjelekan Eve.....aku mencintainya, dan aku akan memastikan mulai dari sekarang Evelyn hanya akan menerima pemberian dariku...sejak awal aku sudah serius dan aku tak akan mundur hanya karna masa lalunya..''


Deg!!!!


Ucapan serius Elard sanggup menghentikan tawa Eve,....sesuatu di hatinya bergetar,....yah...tak pernah ada seorang pria yang mengatakan hal itu kepadanya, bahkan setelah dia bersama dengan pria lain..tapi Elard seolah menjadi seorang malaikat seutuhnya, entah hatinya terbuat dari apa hingga dia bisa mengatakan hal yang tidak masuk akal....ingin melamar gadis sepertinya bukankah itu terlalu nekat, apalagi Elard tau kalau tujuan Eve hanya balas dendam lalu masa depan pernikahan seperti apa yang dia bayangkan...


Evelyn jelas tak ingin menikah dan bahagia..bukan itu tujuan hidupnya, dia hanya ingin balas dendam dan melihat keluarganya hancur..itu saja.....


''Elard...apa kau serius dengan perkataanmu....''ulang Sania tampak hancur...


''Yah....aku mencintainya Sania, aku tak perduli dia mencintaiku atau tidak...tapi aku akan tetap menikahinya...karna itu aku datang pada tuan Robert dan nyonya Paula...aku akan memberikan apapun demi menikahi Eve....''


''Apapun....''ulang Paula dengan sinar mata licik..


Elard mengangguk....


''Yah....apapun....''


Evelyn menaikan sudut bibirnya.....Elard, apakah dia tak tau kalau dirinya sedang di manfaatkan..


''Bagaimana Eve sayang, terima saja lamarannya....''ucap Paula dengan mata berbinar....


Evelyn mengeraskan wajahnya....


''Aku......''


__ADS_1


__ADS_2