
Elard tak menunggu, pria itu segera mendekat dan merengkuh tubuh Evelyn dari atas jembatan dan menurunkannya di tanah .
nafas Evelyn tersengal ketika ia gagal melompat dan sekali lagi penolongnya adalah Elard. mengapa pria ini harus menolongnya di saat dia tak mau di tolong...mengapa Elard mendekat ketika dia sudah lelah.... Evelyn telah kehilangan segalanya jadi untuk apa dia datang.
''Apa kau sudah gila.....kau akan mati jika melompat......bagaimana kalau itu terjadi...''
Evelyn mengabaikan ucapan Elard dan lebih memilih melangkah melewati pria itu dengan gontai.
''Evelyn.........''
Evelyn menghentikan langkahnya dan menoleh menyadari pria itu sangat khawatir kepadanya.
''Bisakah kau berhenti mendekatiku Elard,aku akan melunasi hutang yang aku pinjam demi makam ibuku...jadi aku ingin kau berhenti mendekatiku....'' ucap Evelyn dengan suara yang tegas.
''Dan aku juga ingin kau tau kalau aku tak akan menyerah tentang dirimu meskipun seribu kali kau menolak ku tapi aku akan tetap berharap kepadamu.. ''
Deg......
''Terserah bahkan aku tidak perduli kepadamu Elard...''
Karna terlalu lelah hari itu, Evelyn berbalik namun rasa pusing langsung mengentalkan sadarnya dan membuat tubuhnya goyah...tak butuh waktu lama untuk Evelyn ketika ia tersungkur jatuh begitu saja....
Hingga Elard hanya tersenyum lucu....
mendekati Evelyn dan mengangkat tubuhnya berpindah pada gendongannya dan membawanya ke mobil..pria itu menghela nafas.
''Kau terlalu banyak mengalami luka Eve....dan aku berjanji tak akan meninggalkanmu.''
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Evelyn Kembali terjaga dari tidurnya dan sekali lagi dia berada di kamar milik Elard...kamar mewah ini sangat indah dan membuat gadis itu betah berada disini...
namun dia sadar dia harus kembali atau setidaknya dia harus mencari sebuah tempat kecil untuk di tinggali,karna dia tak akan kembali ke rumah lamanya,dia telah terusir dirumahnya sendiri..
Evelyn turun dan melangkah ke arah pintu, lalu membeku disana, karna mendengar suara seorang gadis yang begitu dia kenal...jemari Evelyn mengepal di dalam genggamannya karna itu adalah suara Sania...
Sania.....kakak tirinya, senyum mengembang di bibir Evelyn, tak lupa gadis itu membuka kancing piyamanya hingga sedikit memperlihatkan dadanya yang indah, Evelyn tak sabar membuat kakaknya terluka, tentu saja...dia tau benar kalau Sania begitu tergila-gila dengan Elard, sebenarnya Evelyn hanya menganggap Elard sebagai teman atau sahabat saja tak lebih, namu. mendengar suara Sania membuatnya terbakar dengan cepat, bagaimana kalau pria yang di sukai Sania dia rebut....bagaimana rasanya, Sania pasti akan menangis darah karna pria yang dia suka ternyata menyimpan gadis lain di rumahnya dan gadis itu adalah Evelyn...
__ADS_1
Evelyn menutup pintu dan menuju toilet utuk memberisihkan dirinya sebelum turun dan mengejutkan Sania
oh....dia tak sabar lagi....
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Sania menatap Elard yang duduk kaki jauh darinya...sebenernya semalam dia sedikit tidak enak karena keluarganya meninggalkan Elard begitu saja diluar rumah, bagaimanapun Sania sangat mencintai Elard...
''Aku minta maaf semalam, aku meninggalkanmu untuk masuk rumah....itu sangat tidak sopan...''
Elard mengangguk dengan tenang, ia tersenyum....
''Kau tak perlu minta maaf padaku Sania kita bahkan bukan siapa-siapa,jadi wajar jika kau bersikap begitu padaku.'' ucap Elard dingin.
Wajah Sania memucat saat ini....cintanya teramat dalam pada Elard, dan bagaimana bisa pria ini mengatakan kalau mereka tak punya hubungan yah..memang belum resmi tapi kan... kedekatan mereka selama ini sudah cukup membuat setidaknya Elard tau isi hatinya.
''Elard tapi kau tau perasaanku padamu kan kita sudah mengenal sejak lama..bagaimana mungkin kau melakukan itu padaku..''
''Sania maaf...tapi aku tidak sedang ingin membicarakan apapun apalagi pribadi kita...Elard melirik jam tangannya...aku harus pergi Sania....''
Elard melonggarkan dasinya dengan rasa kesal yang menumpuk, tak heran kalau Evelyn ingin bunuh diri, betapa mengerikannya Sania dan juga ibunya..mereka keluarga yang jahat dan kejam hanya karn Evelyn hanya anak tiri..dan ayahnya bahkan tak bisa membela putrinya sendiri....
''Mengenai Evelyn aku sebenarnya...'' kata-kata Elard menggantung ketika Sania kembali menyambarnya dengan kata-kata tak kalah kejam..
'Kau tau Elard bahkan setelah ayah mengusir pelacur itu pergi, dia benar-benar pergi aku sayik sekali dia pasti menemui pria yang memeliharanya aku yakin sekali.''
Sania ingin menghasut Elard,dia tau benar kalau Elard menyukai Evelyn Jadi dia tak sabar ingin mempermalukan gadis itu hingga pikiran Elard berubah untuk menyukai gadis seperti Evelyn...dan mempertimbangkan dirinya..
Namun anehnya Elard marah tak bereaksi dan ketika dia ingin bicara,....
''Elard....apa kau mendengarku.... Evelyn dia adalah.....''
''Ehem......selamat pagi....'' sapa Eveleyn tersenyum dengan wajah paginya ia menuruni tangga dengan rambut basah seolah dia baru saja melewatkan malam panas bersama Elard..
Sementara pemandangan itu sanggup membuat Sania syok....ia tak pernah berpikir kalau Evelyn turun dari kamar milik Elard dengan santainya seolah biasa...
Bagaimana mungkin itu terjadi...bagaimana bisa...?
__ADS_1
Sementara bagi Elard ia juga terkejut walau akhirnya dia juga bisa menebak kalau Evelyn pasti sedang ingin membalas Sania..karna itu dia diam saja...
Evelyn berlari dan memeluk Tubuh Elard dengan posesif..
''Selamat pagi Elard sayang....''
Elard hanya tersenyum dan menyambut pelukan Evelyn sembari berbisik..
''Kita kedatangan tamu....''
''Oya.....siapa....''
Evelyn pura-pura polos dengan menatap mata Sania yang sudah merah padam, dia benar-benar hampir terbakar sekarang...
''Oh....kak Sania, aku tidak memperhatikan kehadiranmu disini..... Evelyn menoleh pada Elard sayang, mengapa kau tak bilang ada kakakku disini...'' Evelyn terkekeh.
''Aku baru mau memberitahumu aku takut tidurmu terganggu..''balas Elard memainkan perannya...
''Apa yang terjadi padamu Elard kau tau benar kalau dia....''
''Pelacur maksudmu....''teriak Evelyn lantang.
Sementara Sania tertawa...
'Aku senang kau menyadari sekarang bahwa kau benar-benar murahan, kau bahkan tidur dirumah Elard pria yang kau cintai....apa kau tidak tau kau hanya akan di anggap pelampiasan di tempat tidur..kau bahkan tak pernah bisa di cintai siapapun ....''
''Apa katamu.......''
Evelyn ingin menampar kakaknya namun sekali lagi Elard menahan lengannya ia menggeleng....
lalu menatap Sania dengan tajam...
''Maaf Sania tapi... Evelyn adalah kekasihku sekarang, jadi aku tak ingin sipapapun termasuk kau menghinanya..apa kau mengerti...''
Airmata Snia menetes penuh rasa cemburu....
''Apa....''
__ADS_1