Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Melawan


__ADS_3

Tiara tak menyangka jika Aris saat ini ada di hadapannya dengan tatapan membunuh kepadanya, pria yang pernah di cintainya itu menatapnya dengan begitu tajam seolah mereka adalah musuh, kakak kandungnya dan mantan kekasihnya sedang mencekalnya seolah dia melakukan kesalahan besar..


''Aris....kakak....apa yang kalian lakukan...apa...''jerit Tiara dengan airmata penuh kecewa..


Sania yang memang telah terbakar cemburu menarik tubuh Tiara dengan kasar dan mendorongnya sampai adik bungsunya itu terjatuh ke aspal..Tiara merintih kesakitan ketika di dorong cukup kuat..


''Kakak.....''


''Diam.....katakan padaku apa kau sudah menikah dengan Elard...'' jerit Sania berteriak kesal.


Hening......


Tiara begitu ketakutan menatap mata Sania yang tanpa iba, sementara Aris berdiri di belakangnya seperti bodyguard yang siap melindungi Sania...saat itulah Tiara sadar kalau seluruh keluarganya sangat jahat...bahkan kejahatan sang ibu di wariskannya secara utuh dalam diri kak Sania....


''Aku memang telah menikah dengan Elard kami....''


Plakk!!!!!


Sebuah tamparan di ikuti jambakan di rambut Tiara membuat gadis itu menjerit keras....


''Kau sudah menikah dengannya, beraninya kau...beraninya kau menghianatiku Tiara...''

__ADS_1


''Ampun kak...aku mohon..ini sakit sekali..''tangis Tiara pecah di jalan sunyi itu sementara


Aris membeku...airmatanya menetes menyadari Tiara telah menikahi Elard...dan kenyataan itu begitu pahit karna akhirnya bukan Aris yang menikah dengan Tiara seperti impiannya dulu..hatinya sakit sekali...


''Cukup kak...aku sakit..''


Tiara melawan dengan mendorong tubuh Sania menjauh, bajunya koyak dengan rambut yang telah acak-acakan...


Tiara sungguh hancur...niatnya karna khawatir mengenai kondisi Aris hingga dia datang tanpa berpikir namun apa yang terjadi malah di luar dugaannya...Aris bahkan telah merencanakan hal buruk bersama kakaknya..


''Apa kesalahanku pada kalian berdua...sampai sekarang aku tidak tau...''tangis Tiara sesegukan..


''Kak.....bukan aku yang merebut Elard, dia sama sekali tidak mencintaimu dari dulu...kau pergi meninggalkan aku dengan mengejar kebahagiaannmu sendiri aku mengalah....lalu ketika Elard mencintaiku dan kau gagal lalu kau menyalahkan aku...mengapa kau sekejam itu kak Sania...''


Tubuh Sania bergetar seketika, Sania berkaca-kaca,....


''Dan kau Aris....aku cukup sabar, aku memintamu untuk setia, meski aku melihatmu berkali-kali bersama wanita...aku mengalah karna aku pikir...kau sangat baik....tapi adilkah untukku, aku menjaga diriku suci sementara kau...setiap hari berganti gadis untuk di tiduri...apakah adil bagiku Aris...katakan padaku katakan,...apakah aku gadis yang jahat...''tangis Tiara pecah saat itu juga..


Sania dan Aris saling menatap, kemudian mereka kembali menatap Tiara yang berdiri dengan hancur...


''Tiara.....''

__ADS_1


''Aku kehilangan segalanya, ibuku, ayahku kak Andro yang di penjara lalu kak Sania yang membenciku...dan kakak tau siapa yang menolongku....kak Evelyn...kak Eve lah yang selalu menolongku dan membuatku berdiri tegak....bahkan setelah ibu menghancurkan keluarga kak Eve....dia masih mau berbuat baik padaku...'' jerit Tiara sesegukan...


''Eve....Eve.....Eve....mengapa selalu dia...aku benci kepadanya, aku sangat membencinya...''


''Bukankah kakak harusnya membenci diri kakak....bahkan Kak Eve tidak bersalah...''


''Diam...aku benci kau membelanya...''


''Itu kenyataannya kak Sania...''


''Kau....''


Sania melangkah mendekati Tiara dan sekali lagi mendorong tubuh adiknya kali ini lebih keras hingga membentur mobil dan jatuh ke aspal..namun kali ini berbeda...cairan berwarna merah mengalir dari dres milik Tiara...


Hingga Sania begitu terkejut...


''Aaarrgh....perutku sakit...''jerit Tiara menangis histeris..


''Astaga Tiara....'' Sania begitu syok dengan pemandangan di depan matanya..


__ADS_1


__ADS_2