
Sania melakukan hal nekat dengan melum** bibir Elard dengan membabi buta, meski pria itu tak membalas ciumannya...jemari Sania tak kalah agresif dengan berusaha menyentuh milik Elard agar pria itu tergoda, namun belum sempat tangan Sania menyentuh kenjantannya..Elard lebih dulu menepis jemari Sania dan melepaskan ciuman mereka..
Elard sungguh terkejut bisa-bisanya Sania melakukan hal itu kepadanya..melakukan hal yang menjijikan sebagai seorang wanita,..
Elard sama sekali tidak menyangka jika Sania mampu melakukan hal ini kepadanya, Sania yang dulu dia kenal adalah Sania yang pemalu dan juga Sania yang masih menjaga kehormatannya namun mengapa wanita ini berubah dengan cepat...?
''Hentikan Sania...'' teriak Elard sangat marah..sementara Sania terkejut..
Bukankah pria pasti akan tergoda dengan tubuh wanita..Elard normal bukan, dia pasti akan tergoda juga...
''Elard,.....''
Pria itu mendorong tubuh Sania hingga menjauh darinya..Elard tampak sangat marah...baginya dia hanya akan menyentuh Tiara dan bukan Sania..
''Mengapa kau berubah begini Sania..mengapa kau mempermalukan dirimu sampai seperti ini..''teriak Elard murka..
Airmata Sania menetes...
''Elard,.....''
Elard membalikan tubuhnya tak ingin menatap Sania yang nyaris telanj*ng di hadapannya dan mengerang...
''Aku peringatkan padamu kalau ini terakhir kalinya kau mengujiku Sania...''
''Aku minta maaf...aku pikir kau pasti menyukainya dan bagiku aku akan sangat bangga jika kita melakukannya...''
''Pelayan............''
Elard berteriak keras hingga seorang wanita masuk dan menunduk di hadapannya..
''Tuan....''
''Ambil kain atau apapun untuk menutupi tubuhnya..''titah Elard marah...
''Baik tuan...''
Tak berapa lama kemudian, wanita itu kembali dan membawa selimut untu menutup tubuh Sania...setelah merasa aman, Elard membalikan tubuhnya dan menatap mata Sania yang redup..pria itu mendekat...
''Dimana Tiara....''
''Sudah pergi...seorang pria menjemputnya, mereka tampak akrab..''
Elard mengeraskan wajahnya.....
''Ada apa..mengapa kau terlihat marah Elard....kau dan Tiara...kalian tidak mungkin....''
''Aku mencintai Tiara...dan aku akan menikahinya dalam waktu dekat..''
''Apa.....'' Sania syok..untuk kedua kalinya dia harus bersaing mendapatkan hati Elard dengan saudaranya...apakah ini adil....?
Airmata Sania menetes penuh rasa sakit,
''Mengapa harus kedua saudaraku hah...dulu Eve sekarang kau malah mendekati adik kecilku Tiara..kalian tidak pantas bersama..dia masih kecil...''
''Usianya sudah cukup Sania dan berhentilah memaksakan diri, meski aku tidak mencintai Tiara satu hal yang harus kau ingat aku tak akan pernah mencintaimu..''
Deg!!!!!
__ADS_1
''Apa kekuranganku Elars..aku lebih cantik dari Tiara....tubuhku lebih menggoda, aku bisa....''
''Mengapa aku melihat ibumu di dalam dirimu Sania...mengapa...kau berubah menjadi jahat dan licik...cinta tak bisa di paksa....aku akan menikahi Tiara entah kau suka atau tidak...apa kau mengerti,...''ucap Elard dingin..
Pria itu melangkah keluar dari rumah dengan wajah kesal....
tak berapa lama kemudian tampak sang pelayan mendekati Sania dan tersenyum sambil mengangkat ponselnya..
''Nyonya sangat berbakat....hasil fotonya benar-benar bagus..''
Sania tertawa renyah dan menatap gabar dirinya di dalam ponsel miliknya, sinar matanya membara...bagaimanapun dia tak ingin kehilangan Elard dan kali ini dengan sangat terpaksa Sania akan menghancurkan hubungan Elard dan Tiara...bagaimanapun dia yang pantas menjadi nyonya Elard..bukan Tiara..
''Kau bekerja dengan baik, ketika aku menikah dengan Elard kau akan aku angkat menjadi asisten pribadiku...''
''Terimakasih nyonya Sania....''ucap sang pelayan penuh harap...
*****************
''Hai.....perkenalkan namaku Evans,''ucap seorang pria muda pada Tiara yang sedang duduk di taman..
''Namaku Tiara..''
Tiaa membalas uluran tangan Evans padanya sambil tersenyum..
Kelas sudah berakhir dan gadis itu memang sengaja berlama-lama di kampus..dia tak ingin pulang dan menemui kakaknya yang bersikap ketus padanya..apakah dia harus kembali kerumah kak Eve...?
Padahal awalnya memang, Tiara hanya ingin hidup sendirian dirumahnya, semua terjadi di luar perkiraannya..
Evans duduk disana di samping Tiara...
''Maaf...aku tidak memperhatikan...aku anak baru..''
''Kau anak baru tapi kau sangat pintar dan aktiv di kelas...''
Tiara mengangguk..
''Itu karna aku memang mengejar nilai,..aku ingin lulus dengan cepat dan aku ingin bekerja...''jawab Tiara lembut..
''Aku juga sama Tiara,...aku juga ingin cepat lulus dan membantu papa di perusahaan...''
Evans melirik Tiara yang begitu manis dan masih muda, dia juga gadis yang pendiam dan benar-benar penuh kharisma..Evans bahkan sudah jatuh cinta pada pandangan pertama...
''Jadi dimana rumahmu Tiara...apakah kau sedang menunggu jemputan..''
Tiara menoleh dengan sedikit bingung..bagaimana menjawabnya yah....dia malas pulang kerumah karna tak ada kedamaian disana...
namun tak tau harus kemana...
''Aku masih ingin ke perpus, tapi aku ingin istirahat sebentar...''
''Kau benar-benar gadis yang luar biasa, di saat teman-temanmu bersenang-senang kau malah memikirkan belajar...''
Mata Tiara berkaca-kaca..
''Aku harus berjuang demi masa depanku sendiri Evans...karna dunia tak akan mengasihanimu jika kau terus menangis dan membuang waktu mudamu..''
''Waw.....''
__ADS_1
Evans bertepuk tangan...mereka tertawa bersama,...aneh...meski baru saja bertemu Tiara merasa ia dan Evans memiliki banyak kesamaan...yah...pria ini sangat baik dan sopan...dia adalah teman yang menyenangkan untuk di ajak bicara.
Dan di saat sedang bicara, pandangan mata Tiara jatuh pada sosok Elard yang turun dari mobil...gadis itu buru-buru bangkit...
''Aku harus ke perpus sekarang Evans...''
''Tapi Tiara,....''
Tiara sudah berlari meninggalkan dirinya, pria itu hanya menggaruk kepalanya..mengapa Tiara tampak panik...?
Sementara Elard membeku, dia bisa melihat jika Tiara melarikan diri darinya..
Mengapa....?
*************
Malam hari....
Tiara sudah kelaparan dan dia memutuskan harus pulang, bersembunyi dari Elard sepanjang hari di perpus sungguh melelahkan dirinya...yah..Tiara memang menghindari seorang Elard, karna dia tak ingin berebut dengan kakaknya Sania...
Bahkan Tiara masih mengingat ancaman sang kakak padanya, kak Sania sangat menakutkan ketika bicara...dia terlihat seperti ibu....dan Tiara memang takut...jadi lebih baik baginya untuk mengalah..lagi pula Elard tidak mencintainya..
Gadis itu mulai merapikan buku..lalu keluar dari perpus..karna kampus merekan sangat terkenal jadi ada yang kuliah di malam hari, Tiara menjadi pusat perhatian para mahasiswa dan mahasiswi lainnya..hal itu membuat Tiara menunduk sepanjang jalan..
Ketika dia sampai di parkiran...Tiara terkejut ketika sebuah pintu mobil terbuka, dan seseorang keluar dari sana dan menariknya dengan kuat...pria itu segera mendorongnya masuk ke dalam mobil..dan ia pun segera meninggalkan parkiran kampus..
Tiara menjerit ketika pria di sampingnya memakai topeng..
''Siapa kau...''
Pria itu tidak menjawab namun malah menutup wajahnya dengan sapu tangan hingga Tiara tak dapat melihat apapun...Tiara menjerit histeris..
''Turunkan aku,....cepat....''
Hening....
Pria itu tidak menjawab.....
''Siapa kau sebenarnya...lepaskan aku, aku takut sekali...lepas,...''
Karna dia terlalu banyak bicara, sebuah plester membungkam mulutnya hingga Tiara semakin panik namun dia tak bisa bergerak ketika tangannya kini juga diikat..
Astaga siapa yang berani menculiknya, hoh..seharusnya dia tidak melarikan diri dari Elard tadi....
Tiara tidak berdaya karna dia tak bisa melakukan apapun untuk melawan...lama dia hanya bisa mendengar suara mesin mobil yang pelan..lama...dia berada disana, hingga akhirnya mobil berbelok dan tak berapa lama kemudian..Tiara di paksa keluar dari sana dan berjalan, lengannya di cengkram oleh pria yang menuntunnya..
Dari langkah sepatu mereka sepertinya memasuki sebuah gedung, lalu mereka menunggu sebentar dan ada bunyi lift di depannya,....tubuhnya di seret masuk dan menunggu sedikit lama..
Ting!!!!!
Tubuhnya kembali di seret untuk melangkah, lalu terdengar bunyi tombol pasword yang di tekan..gadis itu menebak..
Sebuah apartemen...?
Pintu terbuka dan kembali dia di seret masuk ke dalam sana...Tiara di dudukan di sofa sementara sapu tangannya di buka dan gadis itu membeku ketika melihat seseorang di depannya..ia ingin bicara namun tak bisa....
''Kau.....''
__ADS_1