Atas Nama Dendam

Atas Nama Dendam
Pelukan Elard


__ADS_3

Evelyn terdiam ketika, Elard memeluknya dengan erat...membiarkan Evelyn menumpahkan semua perasaannya saat ini, yah...entah mengapa Elard tak mampu membenci gadis ini meski dengan tegas Evelyn sudah memintanya pergi, tapi Elard tak mampu pergi apalagi meninggalkan Evelyn sendiri..sungguh dia tak sanggup...


''Menangislah Eve....menangislah agar hatimu lega..''


''Elard.....''isak Evelyn sampai gemetar di dalam pelukan Elard..dan pria itu setia berada disana sampai Evelyn menjadi lebih tenang..


*******


Kedua pasangan itu masih duduk di rerumputan di depan makam orang tua Evelyn..


''Akhirnya mereka bersatu juga...''desah Eve dengan airmata menggenang..


Elard mengangguk...


''Bagaimana perasaanmu sekarang Eve...'' pria itu menatap lekat wajah Eve..


Gadis itu membuang pandangan, ketika rasa sakit itu kembali muncul dan menyakitinya..


menghadapi kenyataan kalau semuanya hancur, kini dia benar-benar sendirian....


''Apa yang harus kulakukan sekarang, tetap saja..ketika aku telah menghancurkan segalanya, aku berharap mereka tersakiti namun akhirnya aku juga sakit sekarang....''rintih Eve memegang dadanya..


Tangisnya kembali pecah dan kali ini semakin memilukan, ia berjuang untuk memberi rasa sakit pada ibu tiri dan semua saudara tirinya, termasuk sang ayah...namun ketika semuanya telah hancur dia malah merasa sakit sendiri, Eve tidak bahagia sedikitpun, dia tidak bahagia..sebaliknya yang dia rasakan saat ini adalah perasaan bersalah karna kehilangan ayahnya, lalu rasa hampa dan kesepian...


''Setidaknya..Tuhan tidak membiarkan dirimu melakukan hal yang jahat terlalu jauh..''


Eve menoleh....


''Apa maksudmu...''


Elard mendekat seraya memeluk Eve,


''Coba bayangkan jika ayahmu belum meninggal, kau pasti tidak akan pernah berhenti untuk menyakiti mereka, kau akan semakin terbakar untuk terus menyakiti mereka...dan Tuhan tau bahwa kau sebenarnya adalah gadis yang baik...hanya saja, kepahitan akan dendam begitu membekas dalam dirimu....Eve...mari kita berpikir positif, orangtuamu telah bersatu disana dan kau bisa memulai hidup baru sekarang, orang yang telah menyakitimu telah mendapatkan balasannya sendiri, bukankah kau bebas....''


( Aku menunggumu dalam 3 hari...jika kau tidak datang maka aku akan menghabisi seluruh keluargamu, bukankah itu pembalasan yang sesungguhnya, dan yang paling kejam.'')


Deg!!!!


Ancaman Dark masih membekas dalam ingatan Eve, lalu bagaimana sekarang....bagaimana caranya melarikan diri dari pria itu...?


Eve menoleh dan menatap Elard yang sedang memandangnya...


''Eve....ada apa....''


Eve menyentuh lengan Elard dan meredupkan pandangannya..


''Elard.....''


''Ya.....''


''Bisakah kau menolongku....''ucap Evelyn menunjukan wajahnya yang cemas..


Pria itu menyipitkan matanya dengan tajam,....

__ADS_1


''Apakah ini mengenai pria itu....''


Evelyn mengangguk...


''Yah......ini tentangnya, aku ingin mengakhiri hubungan ini tapi dia mengancamku Elard...aku sungguh tidak tau bagaimana melepaskan diri darinya...''


''Oh...Eve....apa kau lupa bahwa aku pernah bilang bersadarlah padaku maka aku akan melindungimu....''


Evelyn mengangguk, Elard telah melakukan banyak hal untuk dirinya, jadi rasanya tak ada orang lain yang di percaya Eve selain Elard saat ini..


''Bagaimana caranya, pria itu juga punya kekuasaan....''


''Aku juga punya kekuasaan Eve, aku memiliki paman yang akan melindungi kita....aku yakin pria itu tak akan menemukanmu..''


''Kau punya paman...''


''Yah.....dan dia punya Vila, aku akan meminjam Vilanya untuk menyembunyikanmu disana,...bagaimana...kau bisa mengatakan siapa pria itu..''


''Tidak...aku bahkan takut ketika menyebut namanya..Elard, apa kau bisa membawaku ke vilamu sekarang, waktuku hampir habis...''ucap Evelyn dengan sedikit gemetar..


Hal yang paling di hindarinya adalah bertemu kembali dengan Dark, tidak....dia tak akan pernah mengambil resiko untuk menemui pria itu...


''Baiklah aku tidak akan pernah memaksa....berikan semua identitasmu padaku, aku akan meminta pamanku untuk mengurus segalanya agar kita bisa pindah ke luar negri dan menghilang dari pria itu bagaimana....''


Evelyn tampak ragu....


''Apakah pamanmu bisa di percaya....''


''Tentu saja....aku bahkan lebih percaya pamanku dari pada siapapun di dunia...''


''Baiklah....aku akan memberikannya padamu, setelah sampai di vila....aku sudah mengemasi semua barang-barangku....''


Elard bangkit berdiri dan menarik Evelyn bersamanya...ia memperbaiki anak rambut Evelyn yang jatuh...hatinya teramat bahagia saat ini, tentu saja...Evelyn bersikap lebih tenang, tak ada tatapan tajam atau amarah yang meledak...semua kemarahan Eve telah terkubur bersama tuan Robert...dan hal ini tentunya membuat harapan tumbuh di dalam hati Elard kalau ia bisa mendapatkan hati Evelyn...


''Aku senang Evelynku kembali menjadi gadis cantik yang penuh pesona...tentu saja Eve...kau sangat cantik ketika banyak tersenyum...''


Evelyn menarik nafasnya...


''Terimakasih Elard, karna kau selalu ada bersamaku di setiap keadaanku,....pandangan Eve meredup kala mengingat betapa kejam kata-katanya pada Elard sewaktu menolaknya, sungguh hal itu sangat mengerikan...namun sekali lagi Elard memang pria yang baik...


''Aku anggap semua masa lalu, aku tak pernah menyimpan semua kata-katamu dalam hatiku, aku mengerti bahawa kau hanya sedang terluka dan belum bisa mengontrol perasaanmu sendiri, aku mengerti Eve....tapi aku hanya minta...berhentilah berhubungan dengan masa lalumu, lepaskan semua dendammu agar hatimu menjadi lega...''


Airmata kembali menumpuk di dalam mata Eve, yah....semua keinginan balas dendamnya menghilang dalam sekejap bersama dengan kematian ayahnya, Eve seolah tersadar kalau apa yang dia lakukan adalah sia-sia, tentu saja..semua sia-sia...balas dendam yang tak pernah ada artinya...


Gadis itu menganggukan kepalanya, ketika memandang wajah Elard yang teramat teduh...


''Aku berjanji di depan makam kedua orang tuaku dan di depanmu Elard, bahwa aku tak akan pernah melakukan itu lagi...aku telah mengubur segalanya....dan untukmu Elard, terimakasih...kau tak pernah berhenti untuk mengingatkan aku...''


''Aku mencintaimu Eve....''


Deg!!!


Gadis itu mengangkat wajahnya....apakah dia sedang bermimpi, gadis sepertinya bahkan seharusnya bersyukur karna mendapatkan pertolongan dari seorang Elard. Bahklan cinta,..tidak pantas untuknya..bagaimana bisa Elard masih mengharapkan cinta dari gadis jahat sepertinya..

__ADS_1


Sungguh, ini tidak masuk akal....


''Elard......''


''Ssttt.....jangan mulai merendah, aku mencintaimu...dan sampai kapanpun tak akan ada yang berubah dari hatiku Eve...kau sangat berharga bagiku..''ucap Elard dengan sungguh-sungguh...


Pria itu menarik tubuh Eve mendekat, merapatkan tubuhnya....tersenyum lega ketika gadis itu tidak meronta...


''Aku akan membuatmu mencintaiku Eve....''


Evelyn tak sempat menjawab, ketika bibir Elard mendarat di bibirnya dan melum**nya dengan lembut...ciuman yang indah dan mendebarkan...


***********


Sementara di sebuah ruangan........


''Bagaimana bisa dia menghilang, apakah kau sudah mencarinya...''


Romi menundukan kepalanya dalam-dalam...


''Aku tak bisa melacak keberadaan nona Eve....kami tidak...''


''Sialan....''


Romi terkejut namun tak bisa menghindar ketika beberapa file berat mendarat di kepalanya dan menggores pelipisnya....namun Romi kembali berdiri tegak sempurna...


''Jika kau tak bisa menemukan jejak Eve untukku, maka aku tak akan segan-segan menghabisimu Romi....''


''Baiklah tuan....''


Romi menundukan kepalanya dan segera berlalu dari ruangan Dark...sementara pria itu tampak sangat kesal...


''Kau pikir bisa melepaskan diri dariku Eve,.....lihat saja aku akan menemukanmu dan memberimu pelajaran...'' Dark tersenyum dingin...


Sebuah pesan masuk, menarik perhatian Dark, ada pesan dari Elard keponakannya,..


Paman.....


Aku akan bermalam beberapa hari di Vila bersama kekasihku...jadi paman bisakah menolong kekasihku, tentang pengurusan dokumen, aku akan membawanya pergi keluar negri...


Dark tertawa kesal..


Elard bahkan sudah punya kekasih, pria itu hanya tersenyum dingin,


Dark membalas...


Baiklah..pakai Vila sesuka hatimu, dan kirimkan saja dokumen kekasihmu, paman akan meminta Romi mengurusnya, kapan kau akan mengenalkan paman dengannya....apa kau serius kali ini..?


Elard membalas....


Aku mencintainya, aku tergila-gila padanya....bagaimana kalau setelah selesai pembuatan dokumen, paman bisa langsung ke Vila, Terimakasih Paman....


Dark membalas

__ADS_1


Baiklah...sampai nanti.


Dark hanya tersenyum, anak muda...dia sudah dewasa dan sudah berani membawa wanita...


__ADS_2