Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
01


__ADS_3

Usia Hyuna sudah 1 tahun setengah, Baekhyun dan Hana benar-benar merawat anak mereka dengan baik. Tapi kalau pasangan suami istri itu sedang asik berkegiatan romantis, tidak jarang mereka berdua melupakan Hyuna. Seperti sekarang Baekhyun masih betah menenggelamkan wajahnya diceruk leher Hana. Padahal anak mereka sudah bangun dan sedang duduk di atas kasur tepatnya di samping Hana yang malah sibuk juga mengelus rambut suaminya. Baekhyun belum mau membuka matanya padahal ini sudah jam 7 dan itu artinya ia sudah sangat telat pergi ke kantor. Semenjak pindah ke rumah baru mereka Baekhyun memang jadi lebih tidak dispilin dalam masuk kantor alasannya karena terlalu betah di rumah.


Dug...


Hana menoleh ketika mendengar sesuatu yang jatuh. Ternyata mainannya Hyuna yang jatuh dari kasur. Tapi tiba-tiba saja Hana memekik...


"Hyuna andwae!!!" Hana langsung menjauh dari Baekhyun dan meraih Hyuna yang hampir saja ikut terjatuh dari kasur karena hendak mengambil mainannya.


Baekhyun ikut kaget, ia langsung tergejolak dan duduk diatas kasur.


Sepertinya teriakan Hana terlalu keras sampai Hyuna dibuat menangis. Hana segera menggendong Hyuna dan mencoba menenangkannya.


"Ada apa?" Tanya Baekhyun yang nyawanya belum terkumpul.


"Hyuna hampir jatuh dari kasur," ucap Hana menjelaskan.


"Aku tadi kelepasan berteriak karena takut Hyuna benar-benar jatuh." Hana kembali menambahkan, kini ia sudah berdiri sambil menggendong Hyuna.


"Astaga," Baekhyun pun ikut bangun dan menghampiri istri beserta anaknya.


"Maafkan ibu Hyuna, tidak bermaksud membentakmu, hanya saja ibu reflek berteriak karena takut kau terjatuh," ucap Hana menjelaskan pada Hyuna meski ia tau Hyuna tidak akan mengerti.


"Anak manis ayo berhenti menangis, tidak ada yang menyakitimu kan?" Kini Baekhyun, pria itu mengelus kepala Hyuna.


Mendapat sentuhan dari ayahnya, Hyuna pun menghentikan tangisnya. Ia sosok Baekhyun masih seajaib itu untuk Hyuna.


"Ah lihat dia benar-benar menurut denganmu Baek!" Ucap Hana. Wanita itu cemberut karena merasa cemburu.


"Bibirmu itu biasa saja. Hyuna anak pintar dia menurut dengan kedua orangtuanya."


"Dia lebih menurut denganmu!" Hana protes. Dia semakin mencebikan bibirnya. Lalu tiba-tiba...


Cup


"Sudah ku bilang bibirmu biasa saja!" Baekhyub mencium bibir Hana singkat.


"Jangan maju-maju begitu!"


Baru saja Hana ingin protes tapi Baekhyun malah membungkamnya lagi dengan bibirnya.


"Aku sudah telat ke kantor. Aku akan mandi sekarang." Ucap pria itu lalu langsung pergi begitu saja meninggalkan Hana.


***


Kini Hana berada di dapur, ditemani Hyuna yang sedang berada di roda bayi menyaksikan ibunya memasak di dapur dari ruang tengah. Hana sedang membuat sandwich dan susu untuk Baekhyun sarapan. Ia tidak mau suaminya melewatkan sarapan.


Setelah selesai Hana pun menaruh sandwich tadi di meja makan, menunggu Baekhyun yang sedang siap-siap di kamar.


Tak lama orang yang ditunggu pun datang. Baekhyun sudah rapih dengan setelah kemejanya dengan jas yang ia lampirkan di lengannya.


"Sarapan dulu," ucap Hana.


Baekhyun mengangguk, pria itu meneguk susu yang Hana buat dengan cepat lalu ia meraih sandwichnya dan memakannya sambil berdiri di depan Hana.


"Sudah rapih?" Tanya Baekhyun.


Hana merapikan sedikit rambut Baekhyun, lalu tersenyum dan mengangguk.


"Tampan," ucap Hana.


"Ayahnya Hyuna memang tampan."


"Dia suamiku!"


"Istrinya juga cantik."


"Yang mana?"


"Heh!" Hana terkekeh, tentu saja ia bergurau, memang istri Baekhyun yang mana lagi?


"Memang istriku ada berapa? Cuma 1."


"One and only Park Hana."


Hana terkekeh. "Iya aku percaya!"


"You should be."


"Ya sudah sana berangkat," ucap Hana.


"Nanti Jaemin ke sini menjemput Hyuna?" Tanya Baekhyun.


Hana mengangguk, "Iya, ayahmu merindukan cucunya."


"Baiklah."


"Kalau kau mau lanjut kuliah kapan?"


"Haruskah aku kuliah lagi? Aku sudah menikmati peran menjadi istri dan ibu sekali, lupa rasanya jadi mahasiswa."

__ADS_1


Baekhyun tertawa sambil mengacak-acak rambut istrinya, "Aku tidak memaksa."


"Kau tau aku selalu membebaskanmu membuat keputusan."


"Aku akan kuliah kalau Hyuna sudah berhenti menyusu," jawab Hana lagi.


"Baiklah."


"Ya sudah aku pergi ya?"


"Hati-hati Baek."


Baru saja beberapa langkah Baekhyun menjauh dari Hana pria itu kembali memutar badannya dan kembali mendekat pada Hana.


"Ada apa?"


"Aku melupakan sesuatu."


Detik selanjutnya, Hana mendapat kecupan manis di dahinya, pipinya lalu terakhir bibirnya. Setelahnya pipi Hana langsung bersemu merah. Padahal Baekhyun melakukannya hampir setiap hari, kenapa masih malu untuk Hana?


Itu karena Hana merasa Baekhyun melakukannya seperti ia melakukan yang pertama kali. Selalu terasa baru.


Tanpa mengucapkan apapun lagi Baekhyun beralih pada Hyuna. Mencium pipi dan dahi Hyuna lalu mengusap kepala putrinya juga.


"Hyuna ayah bekerja dulu ya?"


"Jangan merepotkan ibu, kau mengerti?"


Hyuna dengan gemasnya menjawab, "Heum..."


"Anak pintar." Baekhyun sekali lagi mengusap kepala Hyuna.


"Ayo cepat berangkat!" Perintah Hana.


"Iya sayang...,"


"Dah..." Setelah itu Baekhyun pun langsung berangkat ke kantor.


***


Saat Baekhyun masuk ke dalam kantornya, berjalan menuju ruangannya selalu ada karyawan yang menatapnya kagum, terlebih karyawan lama, karena Baekhyun benar-benar berubah, bos yang tadinya dingin dan cetus kini selalu menampakan senyum bahkan tidak segan menyapa para karyawannya.


"Hey, aku dengar kau itu mantannya istri bos kita?" Ada seseorang yang berbisik pada seseorang lainnya, Kim Jongin.


"Tau dari mana?" Jongin bertanya pada teman sekantornya yang tadi menanyakan perihal itu.


"Rumornya sempat tersebar, terlebih saat kau menolong istrinya Pak Baekhyun saat itu, kau bahkan menggendongnya dan terlihat khawatir sekali."


"Kita bahkan tidak pernah resmi mengatakan putus."


"Ah jadi kekasihmu itu selingkuh dengan Pak Baekhyun?"


Jongin mengedikan bahu, "Sebenarnya aku yang meninggalkan dia tanpa kabar, aku pergi untuk melanjutkan pendidikanku keluar negeri, dan saat aku kembali dia sudah menikah."


"Ah jadi kau masih mencintainya? Sampai sekarang?"


"Kau sering bilang kan, Pak Baekhyun yang dulu dingin, dan ketus sekarang berubah menjadi lebih hangat semenjak menikah dengan Park Hana. Jadi kau bisa tau sehebat apa wanita itu kan?"


"Tapi bukan itu pertanyaanku."


Jongin menghela napas, "Sehebat itu juga dia membuatku belum bisa melupakannya."


"Tapi... aku akhirnya sadar, kalau Pak Baekhyun memang jauh lebih baik dari padaku. Aku bisa melihat bagaimana sama-sama hebatnya mereka mencintai satu sama lain."


"Bagaimana kalau denganku saja?" Jongin langsung menatap tajam seorang wanita yang dari tadi mengajakny ngobrol.


"Jennie-ssi! Kau gila?"


"Bercanda, Jongin-ah, tapi kalau kau berminat, aku bersedia," wanita yang disebut Jennie itu menatap Jongin jahil.


"Ya! Jongin-ah? Sudah berapa kali ku ingatkan kalau aku lebih tua darimu!"


"Jadi harus aku panggil oppa?"


"Oppa?"


Jongin bergidik geli mendengar cara bicara Jennie yang dibuat imut ketika memanggilnya oppa. "Aniya, Jongin-ssi lebih bagus."


"Tapi kita kan sudah akrab!"


Jongin mengangkat alisnya sebelah, "Benarkah? Sejak kapan?" Setelah itu si pria pun langsung pergi begitu saja.


Kembali kepada Baekhyun yang ternyata tidak berjalan ke arah ruangannya melainkan ke ruangan Chanyeol.


Baru saja Baekhyun membuka pintu. Matanya sudah dikotori oleh pemandangan Chanyeol yang sedang mencumbu seorang wanita. "Oh ****, my eyes!" Umpat Baekhyun yang langsung memalingkan wajahnya.


"Eh... ada presdir kita," ucap Chanyeol yang langsung menghentikan kegiatannya, si wanita yang tadi melakukannya bersama Chanyeol pun hanya bisa duduk sambil menunduk karena malu.


Baekhyun menatap nyalang Chanyeol, "Tidak bisakah kalian menyewa hotel?" Tanya Baekhyun.

__ADS_1


"Kalau di hotel aku tidak bisa sambil bekerja," jawab Chanyeol enteng.


Baekhyun pun hanya berdecak kesal.


"Ya! Kau bahkan datang telat pasti kau dengan Hana habis....,"


Baekhyun langsung melotot, "Apa?"


"Jangan sok tahu."


"Oke, jadi ada apa gerangan kau ke sini tuan?"


"Aku hanya ingin mengingatkan siapkan semua berkas, kita akan meeting siang ini."


"Oke."


"Sudah? Hanya itu?"


Baekhyun menghela napas lalu pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Chanyeol.


"Sorry honey, bosku memang seperti itu, dia hanya jinak dengan istrinya," ucap Chanyeol pada wanita yang 6 bulan lalu resmi menjadi kekasihnya.


"Ekheemm....," Suara dehaman yang keras dari luar itu mengalihkan atensi Chanyeol, itu suara Baekhyun, bosnya masih ada di depan pintu ruangannya.


"Ups...," Chanyeol membungkan mulutnya sambil menahan tawa.


***


Hyuna sudah dijemput oleh Jaemin sekitar 1 jam yang lalu, dan sekarang Hana baru saja menyelesaikan kegiatannya menbersihkan kamarnya dan Baekhyun, juga kamar kecil Hyuna yang sebenarnya masih jarang ditempati oleh pemiliknya karena bocah kecil itu masih sering tidur dengan orangtuanya.


Sekarang waktunya bersantai, pikir Hana. Ia pun segera turun dari lantai dua rumahnya. Saat menuruni tangga Hana sibuk menatap layar ponsel karena sedang sibuk mencari drama yang ingin ia tonton setelah ini. Tapi bukan Hana kalau tidak ceroboh. Karena tidak terlalu memperhatikan jalan, kakinya pun tidak mendarat dengan benar ketika menuruni tangga membuat ia terpeleset dan jatuh beruntungnya ia hanya jatuh terduduk tidak sampai terguling ke bawah. Tapi yang ia pastikan kakinya sangat sakit, entar terkilir atau bagaimana saat jatuh ia juga tidak mengerti tapi kakinya benar-benar sakit.


"Awh.... Tuhan bagaimana ini, aku tidak bisa berjalan."


"Sakit sekali kakinya." Ia tidak mungkin menghubungi Baekhyun dan menganggu waktu kerja suaminya, bahkan di saat suaminya baru berangkat beberapa jam yang lalu.


Hana akan menangis kalau saja suara bel rumahnya tidak berbunyi.


"Minhye eonnie," Hana memekik. Ia hampir lupa kalau ia punya janji nonton drama bersama dengan istri dari kawan suaminya itu. Sama seperti Hyuna anak-anaknya Minhye sedang main di rumah kakeknya juga, jadi mereka berencana untuk menghabiskan waktu berdua untuk bersantai.


Hana pun langsung menelpon Minhye karena suaranya tidak akan terdengar kalau ia hanya berteriak.


"Hana, aku sudah di depan, tolong buka kan pintunya."


"Eonnie, masuk saja. Passcode-nya 1234, tolong aku eonnie."


"Ada apa denganmu?"


"Kau bisa masuk dulu."


"Baiklah."


Setelah itu telfon pun terputus, beberapa saat kemudian Hana bisa melihat Minhye di lantai dasar rumahnya.


"Eonnie!" Hana memekik.


"Sedang apa kau di sana?" Tanya Minhye.


"Aku terpeleset dan kakiku sepertinya terkilir, sakit sekali aku tidak bisa bergerak."


"Astaga!"


"Ayo aku bantu!"


Minhye pun menghampiri Hana lalu sebisa mungkin memapah Hana sampai akhirnya mereka bisa duduk di sofa.


"Gomawo eonnie."


"Gwenchana?" Tanya Minhye pada Hana.


Hana mengangguk, "Hanya kakiku saja yang sakit."


"Periksa ke dokter kalau begitu."


"Tidak perlu nanti juga sembuh."


"Lalu kau mau apa-apa pasti sulit."


"Atau aku hubungi suamimu?"


Hana menggeleng, "Jangan!"


"Dia ada rapat!"


Minhye menghela napas. "Baiklah aku akan menemanimu di sini sampai suamimu pulang."


Hana tersenyum, "Terimakasih eonnie."


"Ayo sekarang kita menonton the penthouse!"

__ADS_1


"Kajja!"


Mereka berdua pun asik menonton drama yang ingin mereka tonton, saking asiknya sampai Hana tidak sadar kalau Minhye diam-diam mengabari Chanyeol. Dengan melalui Chanyeol, ia bisa tau kapan rapat selesai.


__ADS_2