
Seperti yang sudah mereka rencanakan, Hana dan Baekhyun sekarang berada di sini. Di sebuah makam. Makam pertama yang mereka kunjungi adalah makan ibunya Baekhyun.
"Ibu, apa kabar di sana? Aku pernah bercerita kan di dalam mimpi kalau sekarang aku punya keluarga kecil. Isteri yang cantik dan anak-anak yang lucu. Aku sangat bersyukur atas itu. Sekarang untuk pertama kali aku membawa isteriku ke sini. Maaf baru mengenalkannya, karena ada banyak hal yang harus kami selesaikan," Baekhyun berbicara sambil mengusap nisan mendiang sang ibu.
"Satu minggu yang lalu, isteriku melahirkan anak kedua kami. Aku melihat perjuangannya, aku melihat kesakitannya. Aku jadi teringat ibu, ibu pasti merasakan sakit yang sama saat melahirkanku kan? Aku berterimakasih untuk itu," tambah Baekhyun lagi.
"Kau mau berbicara sesuatu dengannya Hana?" Tanya Baekhyun kini pada Hana.
Hana mengangguk, "Hai ibu, salam kenal. Aku Park Hana. Isteri dari putera tampanmu yang pertama. Kau luar biasa ibu, memiliki 2 putera yang tampan-tampan seperti Baekhyun dan Jaemin. Semoga cucu-mu bisa mengalahkan ketampanan ayah dan pamannya itu ya.. hehe... selain tampan, putera-puteramu juga sangat baik hatinya. Oh, tidak lupa dengan ayah mertua, suamimu. Keluargamu sangat berhati besar semua. Aku bersyukur bisa berada di tengah-tengah keluarga ini," ucap Hana, bibirnya tidak berhenti menyunggingkan senyum ketika bicara.
"Ibu tenang saja di sana, Baekhyun di sini aman bersamaku. Aku akan selalu berusaha membuatnya bahagia, aku akan menjaga keluarga kecil ini, Bu," tutup Hana.
Setelah itu mereka pun memberi doa untuk sang ibu.
Selesai di makam ibunya Baekhyun, kini mereka berdua pergi ke makan ayah dan ibunya Hana. Makam sepasang suami isteri itu memang sengaja dibuat berdampingan, Hana yang menginginkannya.
Kalau di makam ibu mertua Hana masih bisa tersenyum, tidak saat ia mengunjungi makam kedua orangtua kandungnya. Hana tidak bisa menahan tangisnya bahkan ketika ia baru sampai di makam.
"Ayah... ibu, apa kalian baik-baik saja di sana? Aku harap begitu. Aku merindukan kalian. Sungguh... aku sudah melahirkan cucu kalian yang kedua, apa kalian senang? Mereka sangat lucu-lucu Yah, Bu...," dalam isakannya Hana berbicara, lalu menoleh pada Baekhyun yang mengusap bahunya untuk memgutkan, "Hah... bagaimana ini... aku tidak bisa berhenti menangis, Baekhyun!"
"Aku merindukan mereka, Baekhyun!" Isak Hana, Baekhyun pun langsung mengambil peran untuk memeluk isterinya.
"Ayah dan ibumu pasti bangga melihat anaknya berjuang dengan luar biasa melewati semua yang sudah terjadi," ucap Baekhyun. Hana semakin mengeratkan pelukannya.
"Boleh aku menyapa mereka?" Tanya Baekhyun, Hana pun hanya mengangguk.
"Ayah dan ibu mertua, aku Baekhyun, suaminya Hana. Aku ingin minta maaf kalau selama ini masih banyak tangisan dan kesakitan dari Hana selama pernikahan kami. Maaf sudah pernah lalai menjaganya sampai puteri kalian menanggung beban yang luar biasa sakit. Tapi aku akan selalu berusaha untuk menjaganya, membuatnya bahagia, dan tidak kesusahan. Aku sangat menyayangi puteri kalian, dan terimakasih sudah melahirkan puteri cantik ini yang sekarang menjadi isteriku."
Mendengar semua ucapan Baekhyun Hana malah semakin menangis, ia terisak semakin kuat tapi juga meracau, "Kenapa kau bicara begitu? Kau semakin membuatku terharu. Mereka pasti mengejekku karena menangis dengan jelek seperti ini," racau Hana di pelukan Baekhyun.
Suaminya hanya terkekeh, "Lihat, puteri kalian sudah punya anak 2, tapi kelakuannya kadang masih mirip seperti cucu kalian."
"Baekhyun!!!" Hana memukul dada suaminya pelan, membuat Baekhyun tergelak tawa. Pria itu pun lalu menghapus air mata Hana.
"Sekarang sudah dulu menangisnya, ayo kita kirimkan doa untuk mereka," ucap Baekhyun diangguki oleh Hana.
***
Pulang dari ziarah, Baekhyun dan Hana kembali ke rumah mereka. Rumah mereka yang sudah ramai karena semuanya berkunjung untuk menengok bayi yang baru saja lahir 1 minggu yang lalu.
Di sana ada ayahnya Baekhyun beserta isterinya, ada Jaemin juga, tidak lupa Chanyeol bersama kekasihnya lalu ada Sehun dan Hyo Ri. Jongdae seharusnya ada tapi ia masih sibuk dengan pekerjaannya.
Baby Han sedang digendong oleh Hyo Ri. Gadis itu tampak sangat menyukai Han karena ia tidak berhenti mencium pipi bayi itu.
"Kau mungkin bisa memakannya pipi Han nanti," ucap Sehun yang dari tadi memerhatikan Han yang digendong Hyo Ri.
"Iya. Rasanya aku ingin melahapnya. Lihat, sangat memggemaskan."
"Kau tidak berniat untuk punya sendiri?" Tanya Hana menyambar.
"Jangan mengejekku Hana, kau sudah ku beri tau kalau tunanganku berselingkuh!" Balas Hyo Ri agak sewot.
"Dengan Sehun saja kalau begitu. Kalian cocok kan, bisa saling menyembuhkan hati kalian yang sama-sama patah," balas Hana dengan kekehan kecilnya.
"Bukankah aku terlalu tampan untuknya?" Sehun menjawab dengan bangga. Tapi tentu saja bermaksud bergurau.
"Iya, sunbae kau memang tampan! Aku jelek, puas?"
Sehun dan Hana tertawa.
__ADS_1
"Tapi boleh lah, kau tidak seburuk itu. Setidaknya kau tau cara menggendong bayi."
"Oh? Jangan salah, aku bisa melakukan semua. Aku ini ibu material tau!"
"Hana, kau dengar? Sewa saja dia jadi babysitter untuk Han."
Dengan sebelah kaki Hyo Ri menendang kaki Sehun, "Tidak begitu juga!"
"Awh! Sakit! Kau berani ya dengan seniormu!"
"Kita tidak di kampus!"
"Heish! Kemarikan anakku kalau kalian ingin bertengkar. Nanti Han dijadikan senjata untuk baku hantam kalian lagi."
Hana pun mengambil alih Han ke tangannya. Lalu meninggalkan Sehun dan Hyo Ri yang masih asik berdebat.
Yang lain sedang asik menikmati makanan dan berbincang bersama di ruang tamu. Jaemin menemani Hyuna main, Chanyeol dan kekasihnya asik mengobrol dengan ayah dan ibu tirinya Baekhyun, lalu Sehun dan Hyo Ri yang belum berhenti berdebat. Ia pun menghampiri Baekhyun yang ternyata sedari tadi menatapnya, pria itu sedang duduk sendirian di kursi makan.
"Kau dari tadi memerhatikanku terus ya?" Tanya Hana.
Baekhyun mengangguk, "Sini, duduk di sini." Baekhyun menepuk pahanya.
"Banyak orang!"
"Memang kenapa? Memang kita mau bercinta? Aku hanya memintamu duduk di pangkuanku. Aku mau melihat baby Han."
Hana pun menurut, ia duduk di sebelah paha Baekhyun.
"Lihat Han, banyak sekali yang menyayangimu kan," ucap Baekhyun mengelus kepala bayinya.
Lalu tiba-tiba ponsel Hana yang memang dari tadi Baekhyun pegang berdering. Ternyata itu panggilan video dari...
"Kenapa dia menelponmu?" Tanya Baekhyun.
Hana mengedikan bahunya, "Coba angkat saja."
Lalu Baekhyun pun mengangkat video-call tersebut.
"Eh, presdir. Maaf aku tidak bermaksud menganggu isterimu. Aku hanya ingin bertanya kabar, aku dengar Hana sudah melahirkan?" Baekhyun ingin tertawa melihat raut wajah panik Kim Jongin di layar ponsel Hana.
Belum Baekhyun menjawab tapi Jongin kembali bersuara tapi kali ini berbisik pada orang di sampingnya, "Kau sih, aku bilang mengirim pesan saja cukup," ucap Jongin sepertinya ada Jennie di sampingnya yang tak terlihat kamera.
"Iya, Hana sudah melahirkan. Kalian kenapa tidak ke sini? Hana sudah mengundang kan? Di sini ramai," jawab Baekhyun.
"Oh maaf presdir, aku dan Jennie tidak bisa hadir karena sedang ada di Cheongdam-dong, rumah orangtua Jennie. Ibunya berulangtahun," jawab Jongin agak gugup.
"Oppa!"
"Kau tidak perlu sekaku itu dengan suamiku. Dia atasanmu dikantor, tapi santailah sedikit kalau di luar kantor," ucap Hana menyambar. Ia menampakan wajah di layar ponselnya agak Jongin bisa melihat.
"Itu benar," tambah Baekhyun.
"Ah, baiklah."
"Oppa kau mau melihat anakku kan?" Tanya Hana.
"Sebenarnya aku disuruh Jennie karena dia yang sangat penasaran akan setampan apa bayi kalian, karena kabar yang terdengar hanya anak kalian laki-laki."
"Apa Jennie ada bersamamu?"
__ADS_1
"Ada. Tapi dia malu."
Namun pada akhirnya Jongin tetap mengarahkan kamera pada Jennie. Sekarang dua pasangan itu terlihat di layar ponsel Hana. Jennie langsung menunduk sebagai tanda hormat pada Baekhyun sebagai atasannya dan Hana sebagai isteri dari atasannya.
"Maaf presdir, kamu pasti menggangu waktu kalian."
"Tidak Jennie. Sini aku lihatkan bayiku."
"Tapi hati-hati ya Jongin-Oppa, Jennie bisa saj berpaling darimu karena anakku ini sangat tampan."
"Oh benarkah?" Jennie antusias.
Lalu Hana pun mengarahkan kamera pada Han yang ada pada gendongannya.
"Ah, lucu sekali. Aku menyesal tidak datang kesana," ucap Jennie.
"Nanti kapan-kapan ke sini ya, kita mengobrol bersama lagi."
"Huahhh Kim Jongin mantanmu kenapa baik sekali?!" Jongin melotot pada Jennie.
"Ah, maaf maksudku Hana kau baik sekali!"
Baekhyun dan Hana terkekeh.
"Isteriku memang baik!"
"Iya benar! Isterimu presdir, sangat baik!" Balas Jennie lagi.
Hana hanya tertawa, "Aku akan menagih janji kalian untuk datang ke sini ya?"
"Apa sekarang kau dan Jennie berteman?" Tanya Jongin.
"Tentu saja!" Balas Hana.
***
Di tempat lain, di Cheongdam-dong, ada Jennie dan Jongin yang sedang bersama di rumah orangtua Jennie. Selesai mereka telfonan dengan keluarga atasannya, Jennie tidak berhenti tersenyum.
"Apa kau sudah gila? Dari tadi tidak berhenti tersenyum."
"Kim Jongin. Aku sekerang berteman dengan orang penting. Aku berteman dengan isteri dari presdir-ku."
"Kau senang?"
"Tentu saja! Park Hana selain cantik ia juga benar-benar sangat rendah hati."
"Dan kau lihat tadi? Anaknya, sangat tampan bukan? Sepertinya aku akan menunggunya besar."
"Kalau begitu aku akan bersama Hyuna!"
Jennie melotot, "Ah iya, puteri pertamanya cantik juga kan? Jelas lebih cantik dariku."
"Tidak oppa, kalau begitu kita bersama saja. Kita buat juga anak-anak tampan dan cantik seperti Hyuna lalu kita jodohkan dengan anak kita, bagaimana?"
Kim Jongin tertawa, kekasihnya ini sepertinya penggemar keluarga Byun. Ia sangat antusias sekali kelihatannya seolah pembicaraannya sangat serius.
"Pikiranmu apa selalu seperti itu? Random dan terlalu jauh!"
"Aku serius. Cita-citaku sekarang bertambah selain menikah dan punya anak denganmu. Menjadi besanan dengan keluarga Byun juga sekarang masuk ke dalam cita-citaku."
__ADS_1
"Baiklah Kim Jennie. Aku akan aamiin-kan dulu untuk saat ini."