Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
32


__ADS_3

Hana sudah datang ke club malam tempat ia bekerja dan dia sudah menyiapkan diri untuk dimarahi atasannya perihal kemarin.


Tapi sampai ia melihat bosnya, bosnya itu tidak marah sama sekali, justru ia menyapa Hana hangat.


"Bagaimana semalam?"


"A-aku..."


"Kau mendapat bayaran yang lumayan untuk servis pertamamu."


Hana melotot apa pria itu tidak melakukan komplain? Tapi syukurlah Hana mendapat uang tanpa melakukan apapun.


"Nanti aku kan transfer ke rekeningmu."


"Baik, terimakasih."


Setelah kepergian bosnya, Hana menangkap seseorang yang ia tau, itu pria yang semalam, tanpa aba-aba Hana langsung menghampirinya untuk mengucapkan terimakasih.


"Tuan... aku ingin berterimakasih karena tidak melaporkanku perihal semalam, tapi jika anda ingin uang anda kembali, aku bersedia juga mengembalikannya," Hana langsung menunduk di hadapan pria itu yang datang bersama temannya.


"Tidak usah, kau terlihat tidak mau melakukan pekerjaan ini, tapi kenapa masih di sini?"


"A-aku...."


"Park Hana?" Hana terkejut saat ada suara lain yang memanggil namanya, saat ia mengangkat wajahnya ia terkejut. Kim Jongin ada di hadapannya sekarang.


***


Kim Jongin tidak percaya dengan semua yang dialami oleh mantan kekasihnya ini. Ia baru saja mendengar dari mulut Hana sendiri menceritakan semuanya. Di sana juga ada pria tadi yang bernama Luhan ikut mendengarkan cerita Hana.


"Aku akan bilang pada suamimu," ucap Jongin.


"Jangan oppa, aku mohon jangan."


"Kau tau tidak suamimu itu seperti mayat hidup di kantor satu tahun terakhir setelah kau pergi?" Hana menundukan kepalanya.


"Tapi oppa, aku sudah tidak pantas untuk Baekhyun."


"Kau egois Hana. Kau begini tanpa memikirkan perasaan suamimu dan anakmu."


Hana tidak menjawab.


"Tidak. Keputusanku sudah bulat, aku akan tetap di sini, oppa tolong jangan beritahu Baekhyun, aku mohon....," lirih Hana.


Jongin menghela napasnya, "Aku tidak berhak ikut campur urusan kalian, terserahmu Hana. Aku harap kau hidup dengan baik," ucap Jongin yang langsung pergi begitu saja.


"Ja-jadi kau mantannya Jongin?" Tanya Luhan setelah kepergian Jongin.


Hana mengangguk, "Kau tidak mengenalku?"


"Aku kakak kelasmu juga hey!"


Lalu Hana memperhatikan wajah Luhan dengan sekesama sebelum akhrinya ia menutup mulutnya tidak percaya, "Luhan sunbae?"


"Iya!"


"Kapten basket SMA kita dulu!"

__ADS_1


"Kau Hana temannya Sehun itu kan?"


Hana mengangguk. "Maaf, sunbae aku baru menyadari."


"Kita sudah tidak di SMA, panggil aku oppa saja," ucap Luhan.


"Oke oppa. Oh iya, perihal semalam... maaf..."


"Tidak perlu minta maaf, aku juga akan menyesal kalau kemarin sampai jadi melakukannya denganmu. Hey! Kau isterinya Byun Baekhyun, siapa yang tidak kenal suamimu, aku bahkan takut dihajar kalau dia tau aku hampir menyentuhmu."


Hana menunduk, "Tapi aku sudah meninggalkannya. Dan bagaimanapun ini sudah jadi pekerjaanku."


"Maaf aku terkesan ikut campur, tapi Hana, yang dikatakan Jongin benar, kau melakukan pekerjaan seperti ini hanya membuat dirimu sakit saja karena kau tidak suka dan bersedia." Ucap Luhan.


"Aku akan mencoba terus, karena tidak ada lagi pekerjaan yang mau menerimaku."


"Ini..." Luhan menyodorkan sebuah kartu nama.


"Kau bisa melamar ke perusahaanku, tidak sebesar perusahaan suamimu yang sudah terkenal dimana-mana memang, tapi setidaknya kau bisa nyaman bekerja di sana tidak seperti di sini," ucap Luhan.


Hana menerima kartu nama itu, "Terimakasih oppa."


"Tapi aku akan tetap mengembalikan uangmu."


"Simpan saja!"


"Oppa! Kalau aku tetap menerima uang ini maka aku akan melakukan servis yang malam itu gagal aku lakukan. Kau mau?"


Luhan melotot, "Tidak! Sudah aku bilang aku takut dengan suamimu!"


Luhan menghela napas, "Baiklah."


***


"Kau boleh bekerja di perusahaan itu, tapi aku rasa kau hanya diterima sebagai tukang sapu, atau paling bagus ya jadi staf biasa. Gajinya tidak akan banyak, jadi lebih baik kau melakukan dua-duanya."


"Tapi Bi---,"


"Kau harus membayar hutangmu Hana, biaya hidupmu di sini selama setengah tahun tidak sedikit."


Hana mengingat lagi pembicaraannya dengan bibiny tadi, itulah yang membuat Hana masih di sini, setelah mendapat komplain karena selama 3 hari ini ia masih kabur Hana masih diberi kesempatan terakhir oleh bosnya di sini. Bibinya itu tidak tau kalau Hana di sini hanya kabur saja kerjaannya, bosnya juga belum bilang dan Hana harap tidak pernah bilang sampai ia bisa benar-benar melakukannya dengan baik.


"Hana, ini kesempatan terakhirmu, hari ini ada yang memesanmu. Kalau kau masih kabur juga, aku akan memecatmu malam ini, bayarannya sangat besar, kau akan kaget melihatnya."


"Dia membayarmu 15 juta won."


Hana membulatkan matanya, Apa itu cukup untuk membayar hutangnya pada bibi? Kalau memang cukup, malam ini ia akan berusaha melakukan dengan benar dan setelah itu membawa uangnya pada bibi lalu pergi untuk hidup sendiri dan hanya bekerja di perusahaan Luhan.


Baik Hana kau hanya perlu melakukannya hari ini setelah itu kau bebas.


"Tapi pria itu ingin kau yang lebih dulu datang ke hotel, dan ia juga meminta untuk kau menutup matamu."


"Untuk apa?"


"Ya mana aku tau, dia membayarmu 15 juta won terserah dia mengingingkan apapun kan?"


Hana hanya bisa menghela napas lalu mengiyakan ucapan bosnya.

__ADS_1


"Dandan yang cantik, dan lakukan perawatan tubuh dulu, kau harus melayaninya dengan sangat baik."


"Tapi aku tidak punya uang untuk melakukannya," balas Hana.


"Uang yang servis pertama? Kau berhasil melakukannya kan?"


Ah benar. Bosnya tidak tau kalau ia juga kabur dari Luhan dan sudah mengembalikan uangnya.


"Sudah habis," jawab Hana sedikit meringis karena berbohong.


"Wah kau benar-benar!"


Hana menghela napasnya, "Tubuhku bersih kok."


"Aku merawatnya dengan baik."


"Bagus kalau begitu, tinggal dibantu dengan make-up yang bagus, yang bisa menggodanya. Mengerti?"


Hana mengangguk pasrah.


***


Hana sudah berada di hotel dengan mata tertutup, sebelum ke sini ia sudah berkonsultasi dulu dengan teman yang bekerja sebagai wanita penghibur juga di klub malam tadi. Hana diajari bagaimana melakukan itu dengan baik. Karena selama ini kan Hana hanya melakukan dengan Baekhyun, dan mereka selalu melakukan seperti air mengalir saja tidak ada siapa yang menggoda siapa. Tapi di sini Hana harus agresif, agar pria itu puas kan?


Ceklek...


Hana mendengar pintu terbuka, apa itu pelanggannya?


Hana yang duduk ditepi kasur langsung mencengkram seprai di sana karena tiba-tiba ketakutan itu mulai menghampirinya lagi, terlebih saat mendengar suara langkah sepatu yang mendekat sampai ia merasa kasurnya sedikit bergoyang karena ternyata pria itu sudah duduk di samping Hana.


"T-tuan sudah datang?" Tanya Hana agak gugup.


"Hem." Hana bisa mendengar suara berat itu menjawab pertanyaannya.


"Baby, can you sit on my lap?" Bisik pria itu membuat Hana merinding.


Hana hanya bisa mengangguk, ia berdiri lalu tangannya tiba-tiba diraih dengan lembut untuk membantunya duduk di pangkuan si pria.


Setelah duduk di pangkuan pria itu, Hana merasa pingganya dipeluk erat oleh pria itu. Hana harusnya takut kan? Tapi kenapa sentuhan ini seolah sangat akrab dengannya?


Detik selanjutnya Hana merasa dagunya di raih oleh pria itu lalu ia merasakan benda kenyal yang menempel di bibirnya, lagi-lagi Hana merasa tidak takut, ini berbeda, rasanya sangat tidak asing. Apa karena ia sudah bertekad atau memang pria ini yang terlalu jago? Hana tidak sama sekali merasa terancam karena pria itu melakukannya dengan sangat lembut sampai tidak sadar Hana membalas permainanya. Sampai saat pria itu menjelajahi area lehernya, Hana masih merasa tidak ketakutan seperti biasa.


Hana sangat penasaran bagaimana sosok pria ini, kenapa tidak juga menyuruh Hana melepas penutup mata?


Sampai ciuman itu terlepas, Hana bisa merasakan tubuhnya ditarik ke dalam dekapannya. Ia merasakan geli di tekuknya karena wajah pria itu bersembunyi di dalam sana. Hana membiarkan itu untuk beberapa saat sampai Hana merasakan tubuh pria ini terguncang sedikit dan ia juga mendengar suara isakan.


"T-tuan, anda baik-baik saja?" Hana sekarang berpikir apakah pria ini sudah punya istri lalu sekarang merasa bersalah karena sudah melakukan ini maka dari itu ia menangis?


"Aku merindukanmu...," suara itu, Hana menegang saat mendengar suara yang baru saja keluar dari pria yang kini mendekapnya.


Hana langsung melepas penutup matanya, lalu berdiri dari pangkuan pria itu.


Kemudian Hana hanya bisa membulatkan matanya terkejut ketika melihat sosok yang ada di hadapannya kini.


####


Emang dia siapa Hana kok kaget gitu?:(

__ADS_1


__ADS_2