Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
03


__ADS_3

Update spesial Jongdae's birthday


Happy Birthday Kim Jongdae🎉





***


Jam sudah menunjukan waktu jam 10 malam, tapi Hana belum juga mengantuk padahal biasanya jam segini ia sudah mengantuk. Mungkin karena tadi siang ia banyak tidur ditambah ia tidak dibuat kerepotan seperti biasanya oleh Hyuna sehingga tenaganya tersimpan banyak hari ini.


"Baek, pekerjaanmu belum selesai?" Tanya Hana menatap suaminya yabg fokus dengan laptop di sofa.


"Sedikit lagi."


"Kenapa?"


"Tidak, aku hanya memastikan. Jangan bekerja terlalu keras, istirahat yang cukup."


Baekhyun tersenyum, "Iyaa terimakasih chagiya."


Hana masih terus menatap Baekhyun, pria itu benar-benar selalu terlihat tampan, apalagi dengan wajah seriusnya itu. pria itu menyadari kalau ia sedang di tatap dan langsung membalas tatapan sang isteri, "Wajah suamimu ini sangat tampan kan?" Tanya Baekhyun jahil.


"Hah?" Hana yang kepergok menatapi suaminya itu jadi salah tingkah sendiri, padahal apa salahny menatap kagum suaminya sendiri kan?


"Kau tidak berhenti menatapku."


"Memang salah menganggumi suami sendiri?" Tanya Hans percaya diri. Ia merasa kalau ia salah tingkah, Baekhyun akan semakin menjahilinya.


"Tidak."


"Aku senang."


"Tapi tatapanmu itu menggodaku Hana."


Hana membulatkan matanya, perasaan ia menatap biasa saja, memang se-muka-pengen apa wajah Hana sampai terlihat menggoda?


"Kalau tergoda, tinggalkan laptop itu sekarang!" Baekhyun sedikit kaget mendapati balasan Hana yang ia kira akan salah tingkah dan menyerah, tapi wanita itu sedang berani sekarang ya?


Hana mematung ketika suaminya benar-benar menutup laptop dan meninggalkannya di atas sofa lalu berjalan menghampirinya.


"Katakan saja kalau kau membutuhkanku, katakan saja kalau kau tidak suka waktuku disita oleh pekerjaan ketika di rumah, katakan saja semuanya Park Hana..."


Hana menunduk, ia memainkan jarinya karena malu perasaannya tertebak begitu.


"Sebenarnya itu benar. Tapi aku masih tau diri untuk tidak mengatakannya karena demi apapun aku pun menyadari kalau waktumu lebih banyak tersita untukku Baek. Hari ini aku bahkan membuatmu meninggalkan pekerjaan di kantor, dan apa aku masih pantas untuk marah ketika kau menyelesaikan pekerjaanmu di rumah?"


Baekhyun tersenyum lalu mengusap kepala Hana, "Kau dan Hyuna itu prioritas pertamaku."


"Apapun Hana, selama aku bisa melakukannya, aku akan melakukan apapun untuk kalian. Jangankan hanya untuk meninggalkan pekerjaan, menjual perusahaan demi kalian pun aku mau."


Hana menyentik pelan dahi Baekhyun, "Heisshhh stop! Jangan bicara omong kosong!"


"Aku serius."

__ADS_1


"Tidak!"


"Prioritasmu boleh keluarga, tapi kau pun punya hak untuk hidupmu sendiri. Di luar peranmu menjadi seorang ayah dan suami, kau tetap manusia biasa. Kau berhak melalukan apapun yang kau inginkan."


"Isteriku memang terbaik, bagaimana ini? Aku makin mencintainya."


Hana tertawa. "Besok libur tidak?" Tanya Hana.


"Aku mengosongkan jadwal, mau menemanimu di sini sampai sembuh betul."


"Tuh kan..."


"Diam... ini keinginanku."


Hana menghela napas, setelahnya si suami malah menggunakan pahanya sebagai alas kepala untuk ia tidur di atas kasur, setelahnya tangannya otomatis bergerak untuk mengusap rambutnya.


"Kau merindukanku tidak?" Tanya Hana. Rindu di sini di tangkap berbeda oleb Baekhyun. Pria itu yang tadinya memejamkan mata karena terlalu nyaman dielus oleh Hana kini membuka matanya.


"Kau sedang betulan menggodaku ya?" Tanya Baekhyun.


"Aku hanya bertanya."


"Mau melakukannya?" Tanya Baekhyun membuat pipi Hana otomatis bersemu merah.


"Ey, tidak. Kakimu sedang sakit," lanjut Baekhyun.


"Bukannya tidak ada hubungannya?"


Baekhyun tersenyum, "Kau menginginkannya?" Tanya Baekhyun semangat, kini ia sudah terduduk  di samping Hana.


Hana menggigit bibir bawahnya, ia benar-benar salah tingkah, dan itu membuat Baekhyun jadi gemas sendiri.


Senyum Baekhyun hilang, pria itu menghela napas, ia mengerti apa yang Hana maksud, dan jujur ia tidak senang. Ini maksudnya Hana sedang menawari diri untuk melayaninya? Hana merasa tidak bisa melayani Baekhyun dalam hal pekerjaan rumah tangga, jadi Hana mencoba menawari Baekhyun dalam melayani hasrat seksual Baekhyun? Tidak Maksud Baekhyun, Hana isterinya, Baekhyun mau melakukannya karena mereka saling menginginkannya bukan karena Hana merasa itu kewajiban untuk melayaninya. Hana isterinya, bukan pelacur.


"Jadi kau akan melakukan ini hanya untuk melayaniku dalam memenuhi nafsuku? Apa kau masih belum menyadari kedudukanmu itu dimana?"


"Aku tidak suka kalau begini Hana."


"Aku harus melakukan apa untuk membuat kau menyadari kalau kau sangat jauh lebih berharga dari itu. Dari hanya melayaniku dalam hal apapun."


"Sekali lagi kau ini wanita yang aku cintai. Bukan wanita yang aku bayar untuk melalukan apapun yang aku inginkan dan melayaniku sesukaku."


Hana menyadari kesalahannya, harusnya ia mengerti Baekhyun. Tapi demi tuhan, di luar ingin memberikan pelayanan sebagai isteri yang baik untuk suaminya, Hana pun akan sangat suka rela melakukannya, tidak ada lagi pria yang paling diinginkan Hana selain Byun Baekhyun seorang.


"Hana lihat aku!" Baekhyun berucap tegas. Hana yang tadi menunduk pun langsung mendengak, bukan untuk menjawab atau sekedar melihat wajah Baekhyun melainkan ia memejamkan matanya bersamaan dengan bibirnya yang ia tabrakan dengan sengaja ke milik suaminya.


"Tidak bisakah kau iyakan saja? Aku terlalu malu untuk bilang langsung," ucap Hana setelah melangsungkan ciumannya yang lumayan singkat itu.


"Jadi kau memang menginginkannya?"


"Kau tidak? Kalau begitu aku akan tidur." Hana mulai menyingkap selimut dan mengambil aba-aba untuk tidur tapi tangannya ditahan oleh Baekhyun.


"Kau sudah banyak tertidur siang sayang. Dan... aku tidak mengatakan tidak. Jadi ayo kita olahraga romantis!"


Hana kembali tersipu malu, pipi merahnya pun langsung dicium oleh Baekhyun sebelum bibir suaminya itu kembali kepada tempat yang lebih nyaman menurut Baekhyun. Apalagi kalau bukan bibir manis milik isterinya.


"Katakan kalau nanti aku menyakitimu, terlebih kakimu, hm?" Baekhyun yang kini sudah berada di atas tubuh Hana berbicara dengan sedikit terengah karena ia tidak mendapati oksigen saat bibirnya dengan mesra memanggut milik isterinya. Hana juga sama, jadi yang ia lakukan hanya memgangguk.

__ADS_1


Baekhyun tersenyum. Ia menatap Hana yang kini ada di bawahnya penuh kagum. Park Hana, Baekhyun selalu suka Hana dalam keadaan apapun. Tapi rasa kekaguman Baekhyun akan lebih meningkat lagi ketika melihat isterinya terengah di bawahnya. Agak eksplisit memang. Tapi Baekhyun benar-benar menyukainya.


"Cantik....," puji Baekhyun sambil menyeka sedikit rambut Hana yang menempel di pipinya.


"Melihatmu dengan posisi seperti ini cantikmu itu bertambah berkali-kali lipat."


Blush... pipi Hana semakin merah padam. Ia tidak sadar kalau Baekhyun mengatakannya tadi sambil membuka kancing bajunya sehingga sekarang ia sudah bisa melihat dada bidang Baekhyun.


"Let me take off yours too," bisik Baekhyun.


Hana mengangguk lagi, "Do it then."


Tangan Baekhyun pun bergerak untuk melepas satu persatu kancing baju milik Hana dengan wajah yang sudah tenggelam ke dalam tekuk Hana.


"Baek....," Hana memanggilnya, membuat Baekhyun menatapnya. Ia benar-benar takut menyakiti Hana.


"Hm?"


"I love you." Tapi ketika kalimat itu yang ia dengar, sungguh seluruh hasratnya benar-benar naik. Perasaannya membuncah hebat.


Baekhyun belum menjawab pernyataan Hana, yang ia lakukan hanyalah mendaratkan kecupan hangat di dahinya, "Love you more," ucapnya kini.


Setelah itu malam romantis pun mereka miliki berdua, saling berbagi kehangatan kulit dan saling mencurahkan semua perasaan mereka, perasaan cinta juga rasa bahagia karena mereka milik satu sama lain.


Entah berapa lama mereka menghabiskan malam romantis mereka, Baekhyun menyadari Hana yang kelihatannya sudah lelah, pria itu pun akhirnya menjatuhkan diri di samping Hana. Memeluk pinggang Hana erat lalu menciumi puncak kepalanya.


"Kau lelah?" Tanya Baekhyun sangat lembut.


Hana menatap Baekhyun sejenak sebelum ia memejamkan matanya, "Heum....," Baekhyun terkekeh mendapati isterinya yang persis seperti anak kecil bahkan ketika mereka baru saja menyelesaikan kegiatan dewasa mereka. Hana menelusup masuk ke dalam dekapan Baekhyun, dan memejamkan matanya.


Baekhyun menatap jam dinding, dan ternyata ini sudah hampir pagi, menyadar seberapa lama mereka melakukannya Baekhyun kembali memgeratkan pelukannya pada Hana dan mengusap-usap punggung Hana.


"Mianhe...," ucap Baekhyun.


"Wae?" Hana tidak mendengak, ia hanya bersuara dengan mata tertutup.


"Maaf kalau kau sampai harus kelelahan," ucap Baekhyun lagi.


"Apa aku menyakitimu?"


"Aniya."


"I enjoyed it." Jawab Hana masih dengan mata terpejam karena wanita itu kelihatannya mengantuk.


Baekhyun tersenyum lalu sekali lagi mencium dahi Hana, "Kalau begitu, sekarang istirahat."


"Selamat tidur Hana, tidur yang nyenyak."


"Hm...." Hana hanya bergumam sebelum ia mendengakan kepalanya, matanya terbuka sedikit.


"Kenapa?" Tanya Baekhyun bingung. Tapi ia langsung kembali terkekeh ketika Hana malah menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya.


Astaga. Kenapa menggemaskan sekali? Baekhyun membatin. Pria itu pun langsung mencium singkat isterinya.


"Jaljaa..."


"Kau juga," ucap Hana yang kini sudah melingkarkan tangannya di pinggang Baekhyun sama dengan apa yang Baekhyun lakukan juga terhadapnya.

__ADS_1


Usapan lembut Baekhyun di belakang kepalanya memanjakan rasa kantuk Hana, ditambah dengan rasa lelah kesadaran Hana pun terrenggut olehnya sampai ia benar-benar tertidur.


Sedangkan Baekhyun, pria itu belum mau memejamkan matanya, selain belum mengantuk karena tadi minum kopi sambil menyelesaikan pekerjaan, Baekhyun masih betah menatap wajah isterinya. Menatap Hana selalu membuatnya dengan alamiah senyum-senyum sendiri menikmati wajah cantiknya. Wah... Baekhyun tidak pernah menyangka kalau ia akan secandu ini. Candu dengan wanita ini. Park Hana. Benar-benar membuat Baekhyun gila.


__ADS_2