Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
07


__ADS_3

Lagi pengen update aja nih


Enjoy guys!


Jangan lupa like, mana tau besok jd semangat update lagi hehe...


***


Hana menghela napasnya berat ketika ia sudah di hadapkan lagi oleh sebuah kampus tempatnya belajar.


"Kenapa?" Tanya Baekhyun melihat Hana yang tidak terlihat semangat.


"Aniya," jawab Hana memberikan senyum pada Baekhyun yang pria itu tau bahwa senyumannya sedikit terpaksa.


"Sudah aku bilang kalau kau tidak happy melakukannya, lebih baik tidak usah," ucap Baekhyun seolah mengerti apa yang sedang Hana rasakan. Baekhyun tau, Hana tidak benar-benar enjoy dengan studi yang diambilnya sekarang karena bagaimanapun awalnya ia dipaksa oleh sang ayah.


"Tidak! Aku happy!"


"Setidaknya aku pasti happy kalau sudah menyelesaikan kuliahku sampai akhir."


"Aku akan terus berusaha Baekhyun."


Baekhyun mengusap rambut isterinya, "Kau boleh semangat, tapi jangan terlalu memaksakan dirimu ya. Istirahat kalau lelah."


Hana mengangguk.


"Baekhyun..."


Hana masih belum turun juga dari mobil, kini ia malah memanggil sang suami lagi.


"Iya?"


"Lakukan di sini."


Baekhyun membulatkan mata, entah kenapa otaknya berpikir ke arah sana, t-tapi tidak mungkin Hana meminta yang seperti itu di sini kan? Di dalam mobil yang terparkir di depan kampusnya.


"A-apa?"


"Ini." Telunjuk Hana menunjuk dahinya.


"Ini." Lalu pipinya.


"Dan ini juga." Turun juga ke bibir.


"Biar mendapat semangat berlipat ganda."


Baekhyun menghela napasnya, apa yang ia pikirkan ternyata terlalu jauh. Nyatanya, Hana hanya ingin dicium di bagian yang tadi ia tunjuk.


"Kalau kau malu melakukannya di luar sana, jadi di sini saja!" Kata Hana lagi.


Sang suami pun terkekeh ketika melihat Hana sudah memejamkan matanya. Tanpa pikir panjang Baekhyun segera melakukan apa yang diminta oleh Hana.


Mencium dahi wanitanya.

__ADS_1


Sebelah pipi wanitanya juga.


Dan untuk yang terakhir, Baekhyun sengaja tidak langsung melakukannya. Sejenak ia menatap Hana lamat-lamat terlebih dahulu.


Hana yang merasa tidak kunjung mendapat apa yang ia harapkan kini membuka matanya, dan ia langsung dibuat terkejut saat belum sampai 1 detik ia membuka matanya, Baekhyun langsung menyatukan bibir mereka.


Bukan.


Bukan kecupan singkat seperti yang Baekhyun lalukan di dahi ataupun pipi. Awalnya Baekhyun mengisap bibir Hana lembut, lalu isapan itu berubah menjadi lebih agresif ketika sebelah tangan Baekhyun bergerak ke belakang kepala Hana untuk mendorongnya pelan agar memperdalam apa yang sedang mereka lakukan sedangkan tangan sebelahnya lagi setia menggantung di pinggang Hana.


Hana terbawa suasana. Baekhyun yang seperti ini itu jarang. Maksudnya yang agresif seperti ini. Bukannya tidak pernah, hanya saja jarang. Mereka lebih banyak melakukannya dengan lembut, seolah memang tidak ada napsu di sana melainkan hanya sebagai penghantar perasaan cinta mereka satu sama lain.


"B-baek...," Hana melirih, setelah ciuman panas itu terjadi untuk beberapa menit.


Baekhyun pun langsung menghentikan kegiatannya, ia menjauhkan wajahnya perlahan dari Hana lalu tersenyum pada Hana yang kini terlihat berantakan di bagian bibir, karena ulahnya. Senyum Baekhyun bukan senyum manis juga seperti biasa, seperti ada seringai kecil yang Hana lihat di sana.


"Baek!!! You ruin my lips!" Hana menggerutu, ia seketika lupa kalau dirinya juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tadi. Tentu saja Hana membalas ciuman Baekhyun. Baekhyun itu selalu membuat Hana lemah diri.


"Damn! You looks so hot!" Tanpa dosa Baekhyun malah berkata begitu.


"Kau ini kerasukan Chanyeol-oppa ya?"


"Atau kau baru dicekoki film dewasa oleh dia?"


Pertanyaan Hana hanya di respon oleh tawa Baekhyun, "Hahaha..."


"Is this the real you?" Tanya Hana lagi.


"Tidak apa-apa sih, mungkin aku akan dibuat sedikit kewalahan kalau yang tadi memang aslinya dirimu."


Lagi-lagi Baekhyun tertawa, "Hahaha..."


"Berhenti tertawa!"


"Baiklah."


"Tidak Hana. Coba kau bercermin, dengan lipstick merah itu, you looks more attractive, you know?"


Ah iya, Hana melupakan itu kalau sekarang ia memakai lipstick merah.


"Pasti terlalu menarik perhatian ya?"


Baekhyun mengangguk.


"Apa kau sengaja berniat memberantaki lipstick-ku agar aku ganti warna lipstick? Agar aku tidak dilihat pria lain?"


"Aduh aku ketahuan," Baekhyun pura-pura meringis malu, padahal tebakan Hana itu tidak benar.


Hana menghela napasnya, "Aku pikir aku terlihat biasa saja saat memakai ini. Lipstick ini aku beli sudah hampir setahun tapi belum aku pakai karena takut tidak cocok, selain itu juga tidak ada kegiatan yang mengharuskanku untuk pakai lipstick, mengingat aku kan di rumah terus. Jadi aku mencoba memakainya sekarang. Waktu lihat dicermin, aku merasa bagus dibibirku."


"Tapi kalau menurutmu inu terlalu menarik perhatian, aku akan menggantinya."


Baekhyun setia mendengar penjelasan Hana yang sebenarnya tidak perlu juga.

__ADS_1


Saat Hana hendak menghapus lipstick merah di bibirnya, Baekhyun segera menahannya.


"Kau cantik Hana."


"Terlihat cocok di dirimu, karena sebenarnya dengan warna apapun kau selalu terlihat cantik."


"Kalau kau merasa percaya diri dengan lipstick ini, jangan dihapus."


"Tapi aku tidak mau jadi pusat perhatian."


"Yang penting kau memakainya bukan untuk mereka tapi untuk dirimu sendiri."


Hana diam sejenak.


"Jangan dihapus, kau cantik dengan itu."


"Siapapun yang memperhatikanmu, atau bahkan menyukaimu. Seperti yang aku bilang, itu tidak akan jadi masalah kalau kau tidak membalasnya." Hana masih diam mendengar suaminya bicara sambil merapikan bekas lipstick yang ke keluar dari garis bibir dengan ibu jarinya.


"Jangan menghapusnya hanya karena mau menjaga perasaanku. It's your right untuk pakai apapun, sayang."


"Baek..."


Baekhyun menatap Hana, "Hm?"


"You're really different."


"Kau selalu berbeda dengan kebanyak pria."


"Dan pria beda ini hanya diciptakan untukmu."


"Iya. Dan aku harus bersyukur untuk itu."


Baekhyun tersenyum, "Sudah lebih rapih." Lipstick Hana maksudnya.


"Sana masuk kelas!"


Hana mengaca untuk memastikan keadaan bibirnya, dan ternyata memang sudah lebih baik.


"Mendekat dulu."


Baekhyun menolak, "Tidak mau! Kau mau mencium pipiku kan? Tidak! Nanti ada jejak bibir merahmu di sana. Kau mau aku dibully sekantor?"


Hana terkekeh, maksudnya langsung diketahui Baekhyun.


"Baiklah, aku akan turun. Salam pada kakak sepupuku. Katakan padanya aku merindukan traktirannya."


"Dah Baekhyun!"


Hana pun segera turun dari mobil dan pergi ke kelas, setelah memastikan mobil suaminya pergi dari lingkungan kampus.


"Hai, Hana!" Hana menoleh ketika ada yang memanggil.


Dia Sin Ho.

__ADS_1


__ADS_2