Back To Me (Byun Baekhyun)

Back To Me (Byun Baekhyun)
21


__ADS_3

"Dimana isteriku? Kenapa aku belum melihatnya sejak semalam? Kalian tidak mengabari kalau aku sudah sadar?"


Jaemin menatap Chanyeol ketika Baekhyun bertanya soal itu. Iya. Jaemin memang tidak tau apa-apa. Chanyeol belum atau mungkin tidak memberitahu tentang Hana padanya. Bukan apa-apa, bagaimanapun Jaemin masih adik Baekhyun, dan seperti perintah Hana, Baekhyun adalah seseorang yang tidak boleh tau perihal Hana.


"Sudah, hanya saja dia sedang tidak enak badan. Jadi aku menyuruhnya ke sini kalau sudah baikan."


Baekhyun menyatukan alisnya, "Hana sakit?"


"Hanya tidak enak badan katanya."


"Telpon kalau begitu!"


"Tadi aku sudah mencoba menelponnya tapi tidak aktif. Mungkin sedang istirahat."


"Kau yakin dia tidak perlu ke dokter?"


Chanyeol mengangguk, "Semalam aku mendatanginya dan dia baik-baik saja."


"Hyung, pasti merindukan noona ya? Hyuna juga?" Tanya Jaemin.


"Tentu saja, kenapa kau bertanya pertanyaan yang sudah jelas jawabannya?" Jawab Baekhyun sedikit sewot membuat Chanyeol terkekeh. Baekhyun memang kadang masih sedikit sensi pada Jaemin meski mereka sudah berdamai.


"Nanti aku mengunjungi Hana lagi, siapa tau dia mau ikut denganku ke sini."


Baekhyun menggeleng, "Kalau memang dia perlu istirahat, tidak perlu. Biar dia beristirahat dulu."


"Aku juga akan segera pulih dan kembali ke rumah."


Chanyeol mengangguk, "Iya, kau harus segera pulih."


Tanpa Hana ketahui, Chanyeol tetap berniat memberitahu Baekhyun. Meskipun tidak sekarang. Chanyeol tidak mungkin bisa menutupi masalah sebesar ini dari Baekhyun yang suatu saat jika terbongkar Baekhyun pasti akan marah besar.


***


Hana sudah kembali ke rumah, kini dia sedang menggendong Hyuna. Satu-satunya alasan yang kini masih bisa membuat Hana tersenyum seperti sekarang hanyalah Hyuna. Puterinya itu selalu menggemaskan, dan kini sudah mulai pandai bicara.


"Ibu, ayah?" Puteri kecilnya menanyakan ayahnya.


"Kau pasti merindukan ayah ya?"


Hana mengusap rambut Hyuna yang mengangguk gemas.


"Sehun...," iya Hana masih bersama Sehun. Pria itu sedang duduk menatap ibu dan anak di depannya.


"Apa?"


"Boleh antarkan Hyuna bertemu ayahnya?"


"Kau?"


"Aku di sini saja. Untuk menatap wajahnya saja aku malu."


"Tidak mau kalau begitu."


"Sehun!"


"Aku mau mengantarnya kalau kau ikut juga."


Hana menghela napas lalu akhirnya menyerah. "Baiklah."

__ADS_1


"Besok saja, kau istirahat dulu," ucap Sehun lagi.


"Tapi kasihan Hyuna."


"Dia merindukan ayahnya, tapi juga merindukan ibunya. Hari ini waktunya denganmu, besok baru bertemu ayahnya."


Hana akhirnya mengikuti saran Sehun.


"Besok dandan yang cantik, mau bertemu suamimu kan? Merindukannya kan?"


"Aku--,"


"Jangan perlihatkan wajah murungmu kalau memang mau menyembunyikannya. Kecuali kalau kau berkenan untuk jujur."


Itu adalah pertama kalinya Sehun mendukung Hana untuk menyembunyikan sesuatu dari pria kini sudah ia anggap sebagai kakak. Baekhyun-hyungnya


"Baiklah Sehun."


***


"Jongdae, katakan pada kawanmu itu bolehkan aku pulang!" Pinta Baekhyun pada Jongdae yang kini menjenguknya. Memang ternyata dokter yang menangani Baekhyun itu teman 1 kampusnya Jongdae dulu.


"Tidak! Kau belum pulih!


Baekhyun pun hanya bisa menghela napasnya.


"Apa Hana masih tidak bisa dihubungi? Apa dia masih sakit? Apa dia tidak merindukan suaminya? Apa dia sibuk? Apa dia masih ujian? Apa dia sedang main dengan teman--,"


"Bawel! Aku di sini!"


Baekhyun yang sedang merocos pada Jongdae dan Chanyeol kini dibuat menoleh saat ada suara wanita yang sangat Baekhyun kenal. Siapa lagi kalau bukan isteri tercintanya. Baekhyun langsung tersenyum lebar melihat Hana datang puteri kesayangannya.


"Sehun. Tapi pria itu langsung pergi lagi karena ada urusan di kampus," jawab Hana.


"Oh begitu."


"Maaf ya, aku baru datang. Kemarin aku tidak enak badan."


Baekhyun tersenyum tipis, ia tidak mau mengalihkan pandangan dari isterinya. Baekhyun benar-benar merindukan wanitanya.


"Kenapa tidak ke dokter?"


"Tidak begitu parah, hanya saja kalau aku memaksakan ke sini aku khawatir akan memperburuk kembali keadaanmu kalau aku menularkannya padamu," jawab Hana lagi.


"Baiklah."


Baekhyun lantas menatap Chanyeol dan Jongdae bergantian. "Kalian tidak mau pergi?" Jongdae dan Chanyeol langsung saling tatap dan melirik tajam pada Baekhyun.


"Jadi kita diusir?"


"Iya," jawab Baekhyun tanpa dosa.


"Oke fine! Silakan nikmati waktu kalian!" Chanyeol berseru sebelum ia keluar bersama Jongdae.


"Appa!!!" Hyuna bersuara memanggil ayahnya. Membuat Baekhyun gemas sendiri, Hana pun langsung membawa puterinya itu ke gendongan suaminya.


"Kau, duduk sini di sampingku," ucap Baekhyun yang teduduk di atas bankar, menepuk ruang kosong di sisinya. Hana hanya menurut, ia duduk di tepi kasur yang ada di samping Baekhyun.


"Hyuna, ayah merindukanmu!" Baekhyun kembali teralih pada Hyuna, mencium pipi puterinya itu gemas.

__ADS_1


"Katakan nado, Hyuna!" ucap Hana.


"Nado bogoshipo, appa!"


"Nado shipo, appa!" Hyuna membalas membuat Baekhyun dan Hana sama-sama tersenyum melihat perkembangan bicara puterinya itu, meski belum terlalu jelas.


"Aku juga merindukanmu!" Tatapan Baekhyun beralih pada isterinya yang juga membalas tatapannya.


Hana mengangguk, ia berusaha untuk menahan tangisnya ketika melihat wajah suaminya. Sosok yang selama ini ia tunggu kesadarannya, kini benar-benar sudah membuka matanya, duduk di hadapannya dan tersenyum sangat manis.


"Aku pun merindukanmu! Baekhyun, jangan celaka lagi, jangan sakit lagi. Kau tau, aku hampir menyerah menunggumu," lirih Hana. Baekhyun langsung membawa Hana ke dalam dekapannya, menghirup dalam-dalam udara di ceruk leher Hana.


"Maaf ya? Maaf karena harus selama ini."


"Aku yang minta maaf, kau begini karena menyelamatkanku!"


"Tidak sayang, menjagamu itu sudah tugasku. Tidak ada yang salah darimu."


Hana semakin terisak, sampai Baekhun harus mengeratkan pelukannya meski hanya dengan sebelah tangan karena sebelah tangannya lagi memegang Hyuna.


"Pssttt... sudah, jangan menangis lagi ya? Hyuna pasti bingung karena terus melihatmu menangis."


Hana melepas pelukannya, lalu mengangguk.


"Terimakasih sudah menunggu," ucap Baekhyun lagi sebelum mencium punggung tangan Hana.


"Terimakasih juga sudah bangun."


"Aku harus bangun. Ada isteri dan puteriku yang menunggu."


Baekhyun bergerak menghapus air mata Hana, "Kau baik-baik saja kan?"


Tangan Hana terkepal menahan diri agar semua yang ia simpan ini tidak dilepaskan begitu saja.


Pada akhirnya hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Baekhyun sebelumnya.


"Maaf Baekhyun. Aku melakukannya lagi. Aku membohongimu lagi, aku mengkhianatimu Baekhyun," Hana melirih dalam hatinya.


"Kau yakin?" Baekhyun meraih dagu Hana, membuat wanita yang semula menunduk tadi kini menatapnya.


"Iya."


"Aku tau, kau sedang menahan tangismu, ada apa? Katakan!"


Baekhyun selalu tahu Hana. Sekeras apapun Hana menyembunyikan sedihnya, akan selalu terlihat oleh Baekhyun.


"Aku hanya---,"


"Aku hanya merindukanmu. I really miss you, Baek."


Baekhyun hanya tersenyum, "Benar hanya itu?"


Hana mengangguk.


"Sudah, jangan menangis."


"Aku sudah di sini Hana."


"Aku di sini, untukmu dan Hyuna."

__ADS_1


__ADS_2